Jumat, Agustus 31, 2007

Bab 8 Bagian 2

==========================================================
Kemarahan Dong Zhuo Di Paviliun Phoenix.
==========================================================

Sekarang Dong Zhuo tidak memikirkan apa2x lagi kecuali selirnya yang baru ini dan untuk lebih dari sebulan dia tidak memperdulikan urusan negara, dia hanya bersenang-senang sepanjang hari. Diao Chan selalu berada disisinya setiap hari. Dong Zhuo sangat sayang padanya.

Suatu hari Lu Bu datang untuk menanyakan keadaan ayahnya. Dong Zhuo ketika itu sedang tertidur dan Diao Chan berdiri duduk dibelakangnya. Diao Chan lalu memasang muka sedih dan tertekan. Melihat Hal ini Lu Bu merasa hancur hatinya. Dong Zhuo yang baru membuka matanya, melihat anaknya sedang menatap Diao Chan segera berbalik badan.

Dia Marah dan berkata, "BERANINYA KAU MENCINTAI KEKASIHKU ?"

Dia memerintahkan pelayannya untuk mengusir Lu Bu keluar dan berteriak, "Jagan Biarkan Dia masuk lagi kesini !"

Lu Bu pulang kerumahnya dengan keadaan marah. Ketika bertemu dengan Li Ru dia menceritakan sebab2x kemarahannya.

Penasehat itu langsung secepatnya menemui tuannya dan berkata, "Tuan, Kau adalah jungjungan rakyat dan kekaisaran. Mengapa untuk suatu kesalahan kecil saja kau memarahi jendral ? Jika dia berbalik melawanmu maka habislah sudah."

"Lalu apa yang harus aku lakukan ?" Kata Dong Zhuo.

"Panggil Dia kembali esok hari dan perlakukan dia dengan baik. Berikan dia hadiah yang besar dan puji-pujilah dia. Dan Semua akan baik kembali.", Kata Li Ru.

Lalu Dong Zhuo melakukan hal itu. Dia mengirim utusan memanggil Lu Bu. Dong Zhuo berkata "Aku sedang tidak enak badan kemarin hari dan oleh sebab itu aku telah menyalahkan dirimu, aku tahu kalau aku salah."

Dia memberikan Lu BU 300 ons emas dan 20 roll sutra dan lalu permusuhan itupun berakhir. Tetapi walaupun badannya Lu Bu berada disamping Dong Zhuo, hatinya tetap memikirkan Diao Chan.

Dong Zhuo, akhirnya kembali ke istana untuk memimpin rapat dan Lu Bu mengikutinya seperti biasanya. Suatu hari ketika melihat Dong Zhuo sedang terlibat percakapan serius dengan kaisar, Lu Bu dengan membawa senjatanya pergi kekediaman perdana menteri. Dia Mengikatkan kudanya dipintu gerbang dan dengan tombaknya ditangan dia masuk kedalam kediaman Dong Zhuo untuk mencari cintanya. Dia menemukan Diao Chan dan mereka berdua pergi ketaman dimana mereka berdua dapat berbicara.

Setelah lama mereka bersama, Dia melihat Diao Chan sangat cantik dengan anggunnya Diao Chan seperti peri di istana bulan.

Air mata tampak diwajah Diao Chan ketika dia berdiri dan berkata, "Walaupun aku bukanlah anak kandung menteri, Dia memperlakukanku seperti anaknya. Keinginanku dalam hidup ini terpenuhi ketika dia menyerahku padamu. Tetapi karena perdana mentri, dia mengambil diriku daripadamu. AKu menderita sangat banyak. Aku pernah berpikir untuk mati, tetapi karena aku belum memberitahumu perasaanku yang sebenarnya maka aku bertahan hidup, menahan malu semampuku. Sekarang setelah aku melihatmu, aku dapat mengakhirinya. Tubuhku yang telah kotor dan ternoda ini tidak pantas untuk seorang pahlawan. Aku Dapat mati dihadapanmu dan membuktikan ketulusan cintaku padamu !"

Setelah berbicara itu dia mengambil sebilah pisau, Lu Bu lalu mencegahnya dan menangis ketika dia memeluk Diao Chan.

"Aku tahu itu, aku selalu mempercayai hatimi !" Kata Lu Bu,"Hanya saja kita tidak mempunyai kesempatan untuk berbicara."

"Jika aku tidak dapat menjadi istrimu dikehidupan ini, aku akan menjadi istrimu di kehidupan mendatang," Kata Diao Chan.

"Jika aku tidak menikahimu dikehidupan ini, Aku bukanlah seorang pahlawan," Kata Lu Bu.

"Setiap hari merupakan penderitaan bagiku, Tolonglah aku pahlawan !" Diao Chan berkata sambil menangis.

"Aku hanya mencuri waktu sebentar dan aku takut si tua ini akan mencurigai sesuatu jadi aku tidak dapat tinggal lama2x." Kata Lu Bu.

Diao Chan langsung melepaskan diri dari pelukan Lu Bu dan berkata, "Jika kau sangat takut pada pencuri tua itu, Aku tidak akan melihat matahari terbit lagi."

Lu Bu berpikir sejenak.

"Berikan aku waktu untuk berpikir dan menyusun rencana," kata Lu Bu.

Dan dia mengambil Tombaknya dan pergi.

"Didalam kesendirian ini aku mendengar cerita mengenai kehebatanmu. Kau adalah pria yang melebih segalanya. Aku heran mengapa kau seorang pahlawan besar mau menjadi bawahan orang lain."

Dan air mata pun bercucuran dari wajah Diao Chan.

Tiba2x perasaan mau menyerang Lu Bu. Dia langsung berbalik dan memeluk Diao Chan, menenangkannya dengan kata2x lembut. Mereka berdua tidak dapat mengucapkan kata2x perpisahan.

Sementara itu Dong Zhuo yang merasa kehilangan Lu Bu tiba2x merasa curiga. Dengan cepat dia berpamitan pada kaisara dan dia mengendarai kereta kudanya kembali keistananya. Didepan gerbang dia melihat kuda Lu Bu. Dong Zhuo lalu menanyakan mengenai hal ini pada penjaga gerbang, mereka berkata Jendral telah masuk kedalam kediaman sendirian. Dia memanggil Diao Chan tetapi tidak ada jawaban. Dia bertanya pada pelayan dimanakah Diao Chan dan pelayan menjawab dia berada di taman.

Lalu Dong Zhuo pergi ketaman dan disana dia melihat kedua kekasih itu sedang berada didalam Paviliun.

Dong Zhuo langsung marah dan melabrak kedalam paviliun. Lu Bu berbalik dan setelah melihat siapakah yang datang langsung melarikan diri. Dong Zhuo langsung mengejarnya. Tetapi Lu Bu sangatlah cepat sedangkan Dong Zhuo sangat lambat larinya. Melihat tidak mungkin terkejar, Dong Zhuo kembali ketaman dan dia menabrak seorang lainnya lagi yang juga berlari.

Kita akan mengetahui siapakan orang itu di bab selanjutnya.....

Bab 8 Bagian 1

=========================================================
Wang Yun mempersiapkan taktik berantai.
=========================================================

Ini adalah yang Kuai Liang Katakan, "Sun Jian sekarang telah tiada dan anak2x nya masih sangat muda. Manfaatkan momentum ini untuk menyerang ke selatan dan itu semua akan menjadi milikmu dan sekali pukul. Jika kau mengembalikan mayantnya dan membuat perjanjian damai, kau akan memberi mereka kesempatan menjadi kuat dan suatu hari mereka akan kembali ke Jing Zhou."

"Tetapi bagaimana aku akan meninggalkan Huang Zhu ditangan mereka ?" Kata Liu Biao.

"Kenapa tidak mengorbankan seekor burung untuk seekor naga ?"

"Tetapi dia adalah temanku, dan untuk membiarkannya adalah suatu yang salah."

Lalu Huan Ju diperbolehkan untuk kembali dengan membawa berita bahwa jasad Sun Jian akan diserahkan apabila Huang Zhu dikembalikan. Sun Ce membebaskan tawanannya, membawa peti mati ayahnya dan pertempuranpun selesai. Sun Jian dimakamkan didataran di Que, ketika upara Berakhir Sun Ce bersama pasukannya kembali Pulang.

Di Chang Sha, salah satu daerah diselatan sungai besar, Sun Ce mengantikan Sun Jian memerintah. Dia memerintah dengan sangat baik dan dermawan, Dia mengundan banyak2x orang berbakat dan pemberani kesisinya.

Sementara itu, Dong Zhuo di Ibu Kota Chang An, ketika mendengar kematian Sun Jian berkata, "Kegelisahan didalam hatiku sekarang telah hilang !"

Dia bertanya, "Anak2x seperti apakah yang Sun Jian miliki ?" Dan ketika mereak memberitahunya bahwa yang tertua baru berusia 17 thn, dia langsung senang dan seketika itu juga seluruh kegelisahan hilang dari kepalanya.

Dari saat ini dan seterusnya, Kesombongannya makin menjadi-jadi. Dia Mengangkat dirinya sendiri menjadi "GURU KAISAR", Sebuah gelar yg sangat terhormat dan seluruh tindakannya sudah selayaknya bahwa dialah yang kaisar. Dia mengangkat adiknya, Dong Min menjadi Penguasa HuaZhao dan memberikannya jabatan Panglima Besar Pasukan Kiri. Keponakannya, Dong Huang diangkat menjadi Penasehat Kekaisaran dan Memberinya kekuasaan atas pasukan penjaga istana dan setiap orang di keluarganya diberi gelar kehormatan dan jabatan tinggi. 80 Km dari Ibu Kota Chang An, Ada sebuah kota bernama MeiWo, kota yang sama persis seperti Chang An. Ada istana, lumbung beras, gudang harta, gudang senjata, dsbnya. Pembuatannay membutuhkan 250.000 orang. Disini Dong Zhuo mengumpulkan Harta yang cukup untuk digunakan selama 20 thn oleh kaisar. Dia memilih 800 wanita cantik2x untuk ditempatkan di kota ini. Kekayaan yang ada dikota ini tidak dapat lagi dihitung. Semua keluarga dan pendukungnya hidup dikota ini.

Dong Zhuo mengunjungi kota ini dalam interval Sebulan sekali, dan setiap kunjungan seperti acara penyambutan Kaisar. Dengan setiap pejabat dan jendral harus menunggunya disisi jalan dan memberinya hormat dengan membungkuk kearah utara.

Dalam suatu kesempatan, Dong Zhuo mengadakan Jamuan makan besar untuk semua orang. Dan ketika hal itu sedang berlangsung datang pasukan besar pemberontak dari utara untuk menyerah. Dong Zhuo membawa mereka menuju mejanya dan melakukan kekejaman padanya. Tangan mereka dipotong ada yang kakinya dipotong, ada pula yang bola matanya di cungkil keluar, yang lainnya semua giginya dipatahkan, ada lagi yang lidahnya dipotong sementara ada lagi yang tulang2xnya dipatahkan. Mereka yang berstatus pemimpin ada yg direbus hidup2x dalam air mendidih, dan ada yang di masukan dalam wajan besar berisi minyak mendidih. Teriakan kengerian dan penderitaan sampai terdengar dilangit dan banyak pejabat yang tidak tahan lalu pingsan dan meninggal ditempat menyaksikan hal ini. Tetapi Dong Zhuo tetap saja tertawa, makan dan mabuk2x an serta berbicara dan tersenyum seolah tidak terjadi apapun.

Pada suatu hari yang lain Dong Zhuo sedang mengadakan perjamuan besar untuk para pejabat istana yang duduk dalam 2 barisan panjang. Selang beberapa saat tiba2x Lu Bu masuk dan membisikan sesuatu ke telinga Dong Zhuo.

Dong Zhuo Tersenyum dan berkata "Dia Selalu begitu. Bawa Menteri Zhang Wen keluar!"

Yang lain mukanya menjadi pucat memikirkan apa yang akan terjadi. Lalu masuklah seorang pria membawa kepalaa Zhang Wen didalam sebuah nampan dan menunjukan itu pada semua pengunjung. Mereka hampir mati ketakutan.

"Jangan Takut," Kata Dong Zhuo tersenyum. "Menteri Zhang Wen telah bersekutu dengan Yuan Shu untuk membunuhku. Sebuah Surat yang ditulisnya teah jatuh ketangan anakku, Jadi aku memerintahkannya untuk dihukum. Kalian yang lain yang tidak bersalah tidak perlu takut."

Satu per satu pejabat akhirnya memohon diri .Salah satu dari mereka Wang Yun, yang telah menyaksikan semua hal ini kembali kekediamannya dengan sangat gelisah. Dimalam yang sama, sinar bulan bersinar terang, dia berjalan2x ditaman rumahnya. Dia memandang Langit dan air mata mengalir dan turun dipipinya. Tiba2x dia mendengar ada suara dari Paviliun kecil didekat situ dan seseorang sedang menghela napas dalam2x. Berusaha melihat, dia menemukan ada salah seorang pembantu rumah tangganya disana, namanya Diao Chan.

Pembantunya ini telah dibawa ke kediamannya. Dia diajarkan menyanyi dan menari. Pada usia ke 21 dia sangat cantik dan sangat pintar yang Wang Yun sudah anggap anak sendiri dan bukan pembantu.

Setelah beberapa saat Wang Yun memanggilnya, "Apa yang sedang kau lakukan disini ?"

Diao Cahn lalu berlutut dan berkata, "Aku tidak sedang berbuat apa2x, tuanku."

"Lalu mengapa kau menghela napas didalam kegelapan ?"

"Bolehkah aku berkata dari dalam hatiku ?"

"Katakan padaku seluruhnya, jgn menyembunyikan apapun."

Lalu dia berkata," Aku telah menerima banyak kebaikan darimu. Aku telah diajarkan menyanyi dan menari dan juga telah diperlakukan dengan sangat baik yang apabila dirinya dipecah menjadi ribuan bagianpun belum dapat membayar kebaikan tuanku. Aku telah melihat belakangan ini tuanku sedang gelisah dan tidak merasa senang, aku tahu tuanku sedang memikirkan masalah negara. Tetapi aku tidak berani bertanya. Malam ini tuanku terlihat lebih sedih dari waktu2x yang lalu. Karena itu aku berpikir dapatkah aku membantu tuanku walaupun harus mati aku rela."

Sebuah ide muncul di kepala Wang Yun, Dan dia berkata, "Apa yang akan kau pikirkan jika nasib seluruh dinasti Han ada ditanganmu ? Ikut denganku !"

Wanita itu mengikuti tuannya kedalam rumah. Disana dia menyuruh semua pelayan lainnya keluar, lalu menyuruh diao chan duduk dikursinya dan bersujud kepadanya. Diao Chan ketakutan dan langsung bersujud dilantai juga, didalam hatinya dia berkata apa maksud semua ini.

Kata Wang Yun,"Kau dapat menyelamatkan seluruh rakyat Han!"

dan air matapun mengalir dari mata diao chan.

"Tuanku, seperti telah kukatakan, gunakanlah diriku seperti yang tuanku mau. Aku tidak menyesal dan takut." Kata Diao Chan.

Wang Yun berlutut dan berkata,"Rakyat sedang diambang kehancuran, Kaisar dan menterinya sedang kacau dan kau adalah satu2xnya penyelamat. Bajingan Dong Zhuo itu ingin menggulingkan kaisar dan tidak ada satupun dari kami yang mampu menghentikannya. Dia memiliki anak yang pemberani dan kuat, tetapi ayah dan anak sama2x lemah terhadap kecantikan wanita. Aku membuat rencana yang kusebut "TAKTIK BERANTAI". Aku pertama akan mengajukan usul untuk menikahkanmu dengan Lu Bu dan setelah itu aku akan mengajakmu menemui Dong Zhuo, dan kau harus mengambil segala kesempatan untuk mengadu domba mereka. Buatlah agar anak membunuh ayahnya yang akan mengakhiri penderitaan ini. Apakah kau melakukan hal ini ?"

"Pelayanmu ini telah berjanji tdk akan mundur dari kematian itu sendiri, Tuanku boleh menggunakan diriku ini untuk apa saja dan aku akan mengusahakan yang terbaik."

"Tetapi bila rencana ini bocor, kita semua akan mati." Kata Wang Yun.

"Jgn takut."Kata Diao chan,"Jika pelayanmu ini tidak tahu balas budi. Maka biarlah aku mati ditusuk banyak pedang!"

"Terima kasih ! terima kasih!" Kata Wang Yun.

Lalu Wang Yun mengambil beberapa perhiasan yang dia hadiahkan untuk Lu BU. Lu Bu sangat senang dan dia berterima kasih kepada Wang Yun. Ketiak Lu bu tiba, Wang Yun langsung menyambutnya dan Lu Bu dijamu dengan berbagai hidangan istimewa. Lu BU dipersilahkan duduk dikursi kehormatan.

Lu Bu berkata, "Aku hanyalah seorang pelayan dari perdana menteri, dan kau adalah pejabat tinggi kekaisaran. Kenapa kau memperlakukan dengan sangat istimewa ?"

"Karena diseluruh negeri tidak ada pahlawan yang mampu manandingi kemampuanmu." Jawab Wang Yun.

Ini membuat Lu BU sangat senang dan Wang Yun meneruskan memuji-muji Lu BU dan juga memuji-muji Dong Zhuo serta terus memberikan Lu Bu arak dan anggur.

Saat ini kebanyakn pelayan telah meninggalkan ruangan dan hanya tersisa beberapa orang untuk menuangkan arak.

Ketika Lu Bu sudah hampir mabuk lalu Wang Yun berkata, "Persilahkan Dia masuk!"

Lalu munculah 2 orang pelayan berpakaian putih dan dibelakangnya berjalan Diao Chan yang tampil sangat memukau.

"Siapakah Dia?" Tanya Lu Bu.

"Ini adalah putriku, Dia Chan. Karena kau telah sangat baik maka aku ingin memperkenalkannya padamu."

Wang Yun memerintahkan Diao Chan untuk mempersembahkan arak, dan mata mereka berdua saling bertatap-tatapan.

Wang Yun berpura-pura jg telah mabuk berkata, "Anakku memohon padamu jendral untuk meminum secangkir atau mungkin dua. Kami semua bergantung padamu jendral."

Lu Bu memohon agar Diao Chan duduk, Diao Chan berpura-pura ingin pergi.

Wang Yun meminta Diao Chan untuk tetap disini dan berkata, "Jendral adalah teman yang baik, duduklah dan temanilah dia."

Lalu diao Chan duduk dekat dengan tuannya.

Lu Bu tetap menatap wajahnya setiap dia mengeuk cangkir arak.

"Aku akan menghadiahkan dia sebagai pendampingmu, apakah kau setuju ?" Kaya Wang Yun.

Lu Bu langsung berdiri.

"Jika begitu, aku sangat berterima kasih" Kata Lu Bu.

"Kita akan memilih hari yang baik agar dia dapat masuk istana"

Lu BU sangat senang, Dia tidak dapat berhenti untuk menatap Diao Chan.

Waktunya untuk Lu Bu pergi sekarang dan Wang Yun berkata, "Aku mau memintamu untuk bermalam tetapi aku khawatir perdana menteri akan curiga."

Lu Bu berterima Kasih lagi dan lagi sebelum pergi.

Beberapa Hari kemudian ketika Wang Yun di istana dan Lu Bu tidak ada, Wang Yun bersujud pada Dong Zhuo dan berkata, "Aku berharap kau mau datang ke tempat tinggalku yang rendah ini untuk makan malam. Apakah seorang yang mulia seperti anda bersedia ?"

"Karena kau yang mengundangku, aku pasti akan datang." Jawab Dong Zhuo.

Wang Yun berterima kasih. Lalu Wang Yun pulang kerumahnya dan menyiapkan segala keperluan untuk menyambut Dong Zhuo. Dia mempersiapkan semua jenis makanan istimewa. Kursi2x dihiasi sutra indah dan tirai yg indah dipasang disekeliing ruangan itu. Ketika Dong Zhuo tiba, Wang Yun menyambutnya di gerbang utama. Wang Yun bersujud ketika Dong Zhuo keluar dari keretanya. Dong Zhuo datang bersama 100 pasukan baju zirah yang langsung memenuhi aula utama. Dong Zhuo langsung duduk di tempat terhormat sementara Wang Yun tetap berdiri. Dong Zhuo memerintahkan agar sebuah kursi lain dibawa kesampingnya dan meminta Wang Yun duduk.

Kata Wang Yun, "Perdana menteri, Kau ada orang yang hebat yang memiliki Kebajikan setinggi gunung. Tidak ada orang bijak dalam sejarah bahkan seperti Yi Yin maupun Pangeran Zhoyu yang dapat berbuat seperti itu."

Dong Zhuo tersenyum. Mereka menyantap makanan dan minuman dan musikpun muali didendangkan. Wang Yun menyenangkan hati tamunya itu dengan berbagai pujian. Ketika sudah mulai malam dan arak telah membuat mereka berdua mabuk. Dong Zhuo diundang keruangan utama. Jadi dia menyuruh pengawalnya menunggu dan dia masuk.

Didalam mereka berdua duduk sambil mabok dan Wang Yun berkata, "Dari muda aku telah mengerti sesuatu tentang astrologi dan telah melihat aspek dari langit. Aku melihat hari2x Han telah akan berakhir dan Perdana Menteri akan memerintah seluruh dunia sama seperti ketika Shun menggantikan Yao dan Yu meneruskan Shun, Semua karena kekuatannya. "

"Mana Berani aku mengharapkan seperti itu ?" Kata Dong Zhuo.

"Dari jaman dahulu kala, Yang berjalan dijalur yang benar akan menggantikan mereka yang menyimpang. Mereka yg kurang kebajikan akan jatuh dan digantika oleh yang memiliki. Dapatkan seseorang menghindar dari takdir ?"

"Jika memang mandat langit akan turun padaku, kau akan menjadi yang pertama berjasa !" kata Dong Zhuo.

Wang Yun langsung bersujud, Lalu lilin2x dinyalakan dan pelayan disuruh keluar, hanya menyisakan pelayan yang menuangkan arak.

Ketiak itu Wang Yun berkata, "Sekarang2x ini musik yang dimainkan oleh pemusik adalah hal yang biasa2x saja untuk didengarkan telingamu, tetapi dirumahku ada pelayan yang mungkin dapat menyenangkan hatimu."

"Bagus sekali !" kata sang Tamu.

Lalu tirai diturunkan. Musik mengalun dari ruangan itu dan beberapa gadis cantik keluar dan menari, gadis yang ditengah adalah Diao Chan.

Ketika Tarian berakhir, dong Zhuo memerintahkan agar pelayan yang tadi itu disuruh masuk. Dan Diao Chan pun masuk dan bersujud. Ketika dia mendekati Dong Zhuo. Dong Zhuo langsung tertarik kepada kecantikannya dan kelembutan tutur katanya.

"Siapakah Dia?" Tanya Dong Zhuo kepada Wang Yun.

"Seorang Gadis penyanyi, namanya adalah Diao Chan."

"Lalu bisakah kau suruh dia bernyanyi ?"

Wang Yun memerintahkan diao chan menyanyikan sebuah lagu diiringi dgn musik.

Dong Zhuo Sungguh senang dan memujinya. Dia diperintahkan untuk menuangkan arak bagi Dong Zhuo. Ketika itu Dong Zhuo menanyakan umurnya.

Diao Chan Menjawab "Pelayan yg tidak berguna ini berumur 21 thn."

Lalu Wang Yun berdiri dan berkata, "Kalau perdana menteri tidak keberatan, aku akan mempersembahkan dia sebagai pelayan perdana menteri."

"Bagaimana aku dapat berterima kasih untuk kebaikan ini.!" kata Dong Zhuo.

"Dia akan merasa sangat beruntung apabila dapat menjadi pelayanmu." Kata Wang Yun.

Dong Zhuo berterima kasih kepada Wang Yun.

Lalu Dia memerintahkan untuk mengirim tandu tertutup bagi Diao Chan dan membawanya ke istana perdana menteri.

Setelah Dong Zhuo pergi, Wang Yun mengantarnya sepanjang jalan.

Setelah mereka semua pergi, Wang Yun mengendarai kudanya menuju kediamanya. Setengah jalan dai bertemu barisan pengawal denga lampu merah sedang mendampingi Lu Bu yang sedang berpatroli.

Melihat Wang Yun, Lu Bu langsung mendekat dan menangkapnya. Dia marah, "Kau menjanjikan Diao Chan padaku tetapi sekarang kau menyerahkannya pada perdana menteri. Rencana apakah ini ?"

Wang Yun langsung berakta, "Jgn keras2x, ikutlah dengaku. aku harap kau mau datang kerumahku."

Lalu mereka pergi berdua dan Wang Yun berbicara denga Lu Bu diruang Pribadinya.

Seperti biasa, mereka bertuka salam, wang yun berkata, "Mengapa Kau menyalahkan aku jendral ?"

"Seseorang berkata padaku bahwa kau menyerahkan diao chan kepada perdana menteri, apakah maksud semua ini ?"

"Tentu saja kau tidak mengerti, Kemarin ketika aku bertemu perdana menteri, dia bilang akan membicarakan sesuatu dirumahku. Jadi sudah selayaknya aku membuat penyambutan dan jamuan dan ketia sedang dalam perjamuan dia berkata "Aku dengar ada isu kau mempunyai seorang gadis cantik yang akan kau serah pada Lu Bu bernama Diao Chan. Aku ingin melihatnya.". Tentu aku tidak dapat berkata tidak padanya, jadi dia masuk dan bersujud pada tuan dari segala tuan. Lalu dia berkata bahwa ini hari keberuntungannya bahwa dia akan membawanya dan menyerahkan padamu nanti. Coba kau pikirkan, tuan. Bagaimana mungkin permintaan perdana menteri ku tolak ?"

"Kamu tidaklah sesalah yg kuduga" kata Lu Bu. "Tetapi untuk beberapa saat aku telah salah menduga, Aku berhutang permintaan maaf padamu."

"Wanita itu memiliki tas kecil yang akan kuserahkan padamu ketika dia telah ada di kediamanmu" kata Wang Yun.

Lu Bu berterima kasih dan dia pergi. Keesokan harinya dia pergi ke istana untuk mengetahui kebenarannya, tetapi dia tidak dapat menemukan informasi apapunu. Lalu dia pergi kekediaman pribadi Dong Zhuo dan menanyakannya pada para pelayan. Beberapa pelayan mengatakan padanya bahwa "GURU KAISAR" telah membawa pulang "teman tidur" baru semalam dan sekarang masih belum bangun. Lu Bu sangat marah, lalu dia mengendap-endap kebelakang ruangan tidur tuannya.

Saat ini Diao Chan telah bangun dan sedang merapihkan rambutnya didekat jendela. Dia melihat bayangan panjang dipinggir danau. Dia mengenai bentuk bayangan itu dan dia yakin itu adalah Lu Bu. Lalu dia berpura-pura sedih dan menangis dan dengan sapu tangannya dia menyeka air matanya, lagi dan lagi.

Lu BU hanya berdiri dan memandanginya saja.

Lalu ketika Lu Bu pergi dan menghadap lewat pintu depan, Dong Zhuo telah duduk di ruang resepsi.

Melihat Lu Bu datang dong Zhuo bertanya, "Apakah ada yang baru ?"

"Tidak ada" jawabnya.

Lu Bu menunggu ketika Dong Zhuo sedang sarapan. Ketika dia berdiri disamping tuannya, dia melihat kearah tirai dan disana dia melihat wanita yang dari waktu ke waktu juga melihat kearahnya. Dia tahu bahwa itu adalah Diao Chan dan pikirannya melayang padanya. Dong Zhuo melihat ekspresinya dan merasa curiga.

"Jika tidak ada sesuatu yang baru, kau boleh pergi," Kata Dong Zhuo.

Lu BU pun pergi dengan engan.

BAB 7 bagian 2

=========================================================
Sun Jian Menyerang Liu Biao diSungai Besar
=========================================================

Sekarang Yuan Shu yang ada di Nan Yang, mendengar saudaranya sekarang berada di Ji Zhou, mengirim pesan untuk meminta 1000 kuda. Tetapi Permintaan ini ditolak dan dia merasa kesal. Yuan Shu juga mengirim pesan ke JingZhou untuk meminjam beras dari Liu Biao, tetapi juga ditolak. Dalam kekesalannya dia menulis surat pada Sun Jian, Gubernur Chang Sha. Suratnya berbunyi seperti ini :

"Ketika Liu Biao mencegatmu dalam perjalanan pulang, itu adalah akibat saran dari saudaraku Yuan Shao. Sekrang mereka berdua telah merencanakan untuk menguasai wilayahmu diselatan, oleh seban itu maka kayu harus segera melancarkan serangan pada Liu Biao. Aku akan menangkap Saudaraku Untukmu. Kau akan mendapatkan daerah JingZhou dan Aku akan mendapatkan JiZhou."

"Aku tidak dapat memaafkan Liu Biao" Kata Sun Jian setelah selesai membaca surat ini. "Dia telah menghalangi jalan pulangku dan aku akan harus menunggu bertahun-tahun lagi jika aku melepaskan kesempatan ini untuk membalas dendam!"

Dia Memanggil para bawahannya untuk rapat.

"Kau tidak boleh mempercayai Yuan Shu, dia itu penuh tipu daya."Kata Cheng Pu.

"Aku ingin membalas dendam karena alasan sendiri, apa peduliku terhadap Yuan Shu ini ?" Kata Sun Jian.

Dia mengirim Huang Gai untuk mempersiapkan 100 kapal kecil dan 20 kapal besar untuk membawa pasukan, kuda dan persediaan. Pasukan itu kemudian segera berangkat.

Berita mengenai persiapan ini sampai kepada Liu Biao yang langsung mengumpulkan penasehatnya dan stafnya.

Kuai Liang menyarangkan padanya agar tidak perlu Khawatir dan berkata "Tempatkanlah jendral Huang Zu sebagai kepala pasukan di JiangXia untuk melakukan serangan terlebih dahulu dan kau,Tuan, Mendukung dia dengan pasukan dari XiangYang. Biarkan Sun Jian melewati sungai dan danau. Apakah dia masih punya tenaga ketika mereka sampai disini ?"

Lalu Liu Biao memerintahkan Huang Zu untuk menyiapkan pasukan berjumlah 50.000 pasukan, dan pasukan itu diposisikan seperti yang diperintahkan.

Dikatakan bahwa Sun Jian mempunyai 4 orang anak, semua berasal dari istrinya yang bermarga Wu. Nama mereka sesuai urutannya adalah Sun Ce, Sun Quan, Sun Yi dan Sun Kuang. Sun Jian mempunyai istri kedua yang merupakan adik dari istri pertamanya. Dan dari istri yang kedua dia mendapatkan seorang putra dan seorang putri. Yang putra bernama Sun Lang dan yang putri bernama Sun Ren. Sun Jian juga mempunyai anak angkat yang berasal dari marga Yu dan meberinya nama Sun Hu dan Sun Jian juga mempunyai seorang adik bernama Sun Jing.

Ketika Sun Jian mau pergi dalam ekspedisi kali ini, adiknya Sun Jing dengan 6 anaknya berdiri didepan kudanya dan mencegahnya,"Dong Zhuo masih menjadi penguasa negara, karena kaisar lemah. Seluruh negara penuh dgn pemberontakan, semua saling berebut daerah. Daerah kita relatif aman tentram dan sentosa. Aku merasa adalah sangat salah untuk memulai sebuah perang karena masalah sepele. Aku harap kau pikirkan kembali sebelum kau memulai perjalanan ini."

Sun Jian berkata,"Adikku, jgn berkata apa2x lagi. Aku menginginkan agar kekuatanku dapat dirasakan diseluruh kekaisaran ini dan aku ingin agar sakit hatiku ini terbalaskan."

"Ayah, Jika kau harus pergi, bawalah aku bersamamu." Kata Sun Ce anak pertama Sun Jian.

Permintaan ini dikabulkan, Ayah dan anak berangkat dalam perjalanan untuk menyerang kota Fan Kou.

Sekarang Huang Zu telah menempatakan pemanah disepanjang tepi sungai. Ketika kapal2x Sun Jian tiba, maka langit telah dipenuhi oleh anak panah yang saling berterbangan. Sun Jian memerintahkan pasukannya tetap berada didalam tempat perlindungan dikapal. Beberapa kali kapal2x itu seperti ingin menepi, tetapi langsung disambut dengan tembakan anak panah yang tidak terkira banyaknya. Akhirnya seluruh anak panah pasukan musuh telah habis terpakai dan sun jian memerintahkan agar anak buahnya mengambil anak panah tersebut dan menembakkannya kembali kepada pasukan Huang Zhu. Pasukan yang berada ditepi sungai banyak yang terluka dan akhirnya kabur. Pasukan Sun Jian kemudian mendarat, 2 divisi masing2x dipimpin Cheng Pu dan Huang Gai diperintahkan menuju kemah Huang Zhu, satu divisi lagi dipimpin oleh Han Dang sebagai pasukan pembantu. Total seluruh pasukan berjumlah 25.000 prajurit. Dengan diserang dari Tiga arah seperti ini pasukan Huang Zhu akhirnya tertekan dan Dia terpaksa meninggalkan Fan Kou dan menuju DengCheng.

Meninggalkan Kapal2x nya didalam pengawasan Huang Gai, Sun Jian memimpin pasukan mengejar Huang Zhu. Huang Zhu akhirnya Keluar dari bentengnya dan menantang perang di daerah terbuka. Ketika Sun Jian tiba, Sun Ce berada disamping ayahnya memakai baju Zirah berwarna Perak memegang Bendera kebesaran Sun Jian.

Huang Zhu keluar bersama 2 jendralnya-- Zhang Hui dari Jiang Xia dan Chen Sheng dari XiangYang.

Huang Zhu mengata-ngatai musuhnya itu, "Kau Bedebah pemberontak dari selatan, mengapa kau menyerang daerah kekuasaan keluarga kekaisaran ?"

Zhang Hui menantang duel, Han Dang maju melayani. Mereka berdua bertarung 30 jurus dan Chen Sheng Yang melihat Zhang Hui tampak kelelahan lalu datang membantu. Sun Jian yang melihat Chen Sheng datang lalu mengambil busurnya dan menembakan anak panah yang langsung melukai Chen Sheng di mukanya dan langsung terjatuh dari kudanya. Panik melanda Zhang Hui yang melihat kawanya jatuh dan dia tiba2x lengah. Han Dang akhirnya menebas kepala Zhang Hui dan Zhang Hui pun jatuh dengan tengkorak terbelah dua.

Melihat kedua jendral itu telah mati, Cheng Pu berusaha menangkap Huang Zhu yang turun dari kudanya, membuang helemnya dan berbaur dengan pasukan yg lain. Sun Jian memimpin penyerangan dan mengusir musuh menuju sungai Han dimana dia telah memerintahkan Huang Gai untuk mengarahkan kapal2x itu ke sana dan berlabuh.

Huan Zhu yang berhasil lolos dan kembali,melaporkan kepada Liu Biao, "Sun Jian terlalu Kuat untuk pasukannku !"

Kuai Liang dipanggil untuk dimintai sarannya dan dia berkata,"Pasukan kita yang baru dikalahkan sedang tidak mempunyai semangat untuk bertempur. Oleh Sebab itu kita harus mempertahankan posisi kita, sementara itu kita meminta bantuan Yuan Shao. Dengan begitu kita dapat Melawan."

"Suatu langkah yang bodoh!" kata Cai Mao, "Musuh ada didepan gerbang kota, apakah kita harus diam saja dan menunggu untuk dibantai ? Berikan aku pasukan dan aku akan keluar dan melawan sampai akhir !"

Lalu Cai Mao diberikan pasukan berjumlah 10.000 prajurit dan pergi menuju bukit Xian dimana disana dia menyusun formasi.

Ketika Cai Mao mendekati posisi pasukan Sun Jian, Sun Jian berkata, "Dia adalah adik ipar dari Liu Biao, Siapa yang akan menangkapnya ?"

Cheng Pu mengambil tombaknya dan keluar. Setelah beberapa ronde saja, akhirnya Cai Mao kabur dan dikejar pasukan Sun Jian. Pasukan Sun Jian membantai prajurit Liu Biao yang diketemukan sehingga seluruh padang rumput itu ditutupi oleh mayat dimana-mana. Dan Cai Mao secepat kilat kembali ke kota Xiang Yang untuk berlindung. 10.000 prajuritnya tidak ada yang ikut kembali bersamanya.

Kuai Liang marah dan berkata, "Cai Mao harus dihukum mati sesuai dengan hukum militer ! kekalahan ini semua disebabkan karena dirinya."

Tetapi Liu Biao engan untuk menghukum adik dari istri yang baru saja dinikahinya.

Sun Jian Mengepung Xiang yang dan setiap hari menyerang tembok kota. Suatu hari angin kencang bertiup dan mematahkan batang tempat bendera kebesaranya berkibar.

"Pertanda Sangat buruk.",Kata Han DAng. "Kita Harus kembali."

Sun Jian berkata,"Aku telah memenangkan setiap pertempuran dan kota akan segera berhasil kukuasai. Apakah aku harus kembali akibat kebetulan ini?"

Dia tidak mengindahkan saran itu dan lebih meningkatkan serangan pada tembok kota.

Didalam Kota para pasukan bertahan juga melihat pertanda.

Kuai Liang berkata, "Semalam aku melihat bintang jatuh dari langit tepat diarah daerah Sun Jian. Jika perhitungan ku tepat maka Yang akan mengalami nasib naas itu adalah Sun Jian."

Kuai Liang menyarankan Liu Biao meminta bantuan Yuan Shao secepatnya.

Lalu Liu Biao Menulis. Dia lalu bertanya siapakah yang bersedia mencoba keluar dari kepungan dan berusaha meminta bantuan Yuan Shao. Lu Gong, seorang pendekar dengan kekuatan besar menawarkan dirinya untuk tugas tersebut.

Kuai Liang berkata, "Jika kau menerima tugas ini, maka dengarlah nasehatku. Kau akan diberikan 500 tentara. Carilah pemanah2x terbaik. Terjanglah formasi musuh dan pergi ke bukit Xian. Kau akan dikejar, tetapi siapkanlah diatas bukun 100 orang prajurit yang akan menjatuhkan batu2x besar. Dan siapkan lagi 100 prajurti didalam hutan untuk menyerang musuh tiba2x dengan panah. Ini belum akan menghentikan pengejaran mereka, tetapi cukup untuk menghambat mereka. Jika Kamu tetap dikejar, berikan tanda dengan membunyikan petasan dan pasukan dari Kota akan datang membantu. Jika kau tidak dikejar, maka paculah kuda secepatnya dan pergilah. Esok adalah waktu yang tepat karena bulan tidak terang dan bintang tidak cerah."

Lu Gong setelah menerima instruksi ini langsung menyiapkan pasukannya dan segera setelah hari gelap dia keluar melewati gerbang timur.

Sun Jian yang berada dikemahnya mendengar suara teriakan dan prajurit melapor padanya, "Ada sekelompok pasukan berkuda yang keluar dari dalam kota !"

Sun Jian langsung menaiki kudanya dan berkuda dengan 30 orang pasukan berkuda lainnya untuk melihat apa yang terjadi. Pasukan Lu Gong telah bersembunyi dalam hutan. Sun Jian berkuda mendahului mereka dan dia menemukan dirinya sendirian dan terlalu dekat dengan musuh. Lu Gong lalu berbalik arah dan melawan dia, tetapi hanya beberapa jurus lalu Lu Gong kabur lagi kearah perbukitan. Sun Jian mengikuti lalu kehilangan jejaknya.

Sun Jian mencoba menaiki bukit itu, lalu tiba2x bunyi gong terdengar. Dari atas bukit batu2x berjatuhan, semetara dari dalam hutan panah2x berterbangan. Sun Jian terkena beberapa panah dan juga terkena bebatuan yang mengenai kepalanya. Dia dan Kudanya tebunuh, Sun Jian hanya baru berusia 37 thn ketika dia wafat. Tubuhnya tertindih batuan2x dan badannya penuh dengan anak panah yang menancap.

Pasukannya yang menyertainya dapat dihancurkan dan tidak ada yang selamat dari ke 30 orang itu. Lu Gong lalu membunyikan tanda. Dengan Tanda ini Huang Zhu,Kuai Yue dan Cai Mai memimpin 30.000 pasukan dan keluar membantai pasukan Sun Jian.

Ketika Huang Gai mendengar suara pertempuran, dia membawa pasukan dari kapal dan bertemu dgn Huang Zhu, Hanya dalam beberapa Jurus dia berhasil menangkap Huang Zhu yang dijadikan tawanan.

Cheng Pu Keluar untuk menyelamatkan Sun Ce. Ketika dia sedang mencari jalan untuk kabur, dia bertemu dgn Lu Gong. Cheng Pu langsung memacu kudanya melawan Lu Gong. Dalam beberapa jurus, Lu Gong tertusuk tombak Cheng Pu dan jatuh. Pertempuran itu makin kacau dan berlanjut hingga hari terang. Ketika setiap pasukan itu menarik diri. Liu Biao memerintahkan pasukannya kembali kedalam Kota.

Ketika dia kembali kesungai, dia mendengar bahwa ayahnya telah gugur dan tubuh ayahnya telah dibawa oleh musuh. Dia menangis keras sekali dan seluruh pasukan ikut menangis.

"Bagaimana aku dapat kembali kerumah sedangkan tubuh ayah ada bersama mereka ?" Tangis Sun Ce.

Huang Gai berkata, "Kita mempunyai Huang Zhu sebagai tawanan, Biarlah seseorang masuk kedalam kota dan membicarakan perdamaian, dan menukar tawanan untuk jasad tuan kita."

Baru saja dia selesai berbicara tiba2x ada seseorang yang berkata,"Aku adalah teman lama Liu Biao, Aku mau jadi sukarelawan untuk misi ini.", Orang itu bernama Huan Ji, seorang pengurus administrasi tentara.

Sun Ce setuju. Lalu Huan Ji pergi dan membicarakan masalah perdamaian.

Liu Biao berkata pada Huan Ji,"Jasadnya telah kutaruh dalam peti mati dan dapat segera dikirimkan secepatnya setelah Huang Zhu dikembalikan. Marilah kita menghentikan perang ini dan tidak akan pernah lagi menyerang satu sama lain."

Huan Ji berterima kasih dan dia pun berpamitan.

Tetapi ketika Huan Ji baru saja menuruni tangga istana, Kuai Liang tiba2x masuk dan berkata, "Tidak, Tidak ! Biarkan aku bicara dan aku akan memastikan tidak ada satu musuhpun yang dapat selamat. Aku harap kau perintahkan orang untuk memenggal orang ini lalu jalankan rencanaku."

Nasib dari Huan Ji akan diceritakan pada bab berikutnya....................

Bab 7 Bagian 1

=========================================================
Yuan Shao berperang melawan Gongsun Zan diSungai Pan
=========================================================

Pada akhir bab yang lalu diceritakan Sun Jian yg telah terdesak, akhirnya memutuskan untuk melawan Liu Biao. Dengan Bantuan Huang Gai, Cheng Pu dan Han Dang akhirnya Sun Jian berhasil lolos dari kepungan walaupun telah kehilangan 1/2 pasukannya. Sun Jian akhirnya berhasil kembali ke daerah selatan dan sejak saat itu Sun Jian dan Liu Biao adalah musuh.

Yuan Shao sedang berada di Henei, dengan persediaan yang menipis, dia mengirim utusan untuk meminjam persediaan dari Peguasa Daerah Ji Zhou, Han Fu.

Lalu Salah satu penasehat Yuan Shao, Feng Ji berkata padanya, "Kau adalah yang terkuat didaerah ini. Kenapa bergantung pada orang lain untuk mendapatkan persediaan? Daerah Ji Zhou sangat kaya dan Luas mengapa kau tidak merampasnya saja ?"

"Aku tidak Punya rencana bagus " Jawab Yuan Shao.

"Kau dapat diam2x mengirim surat pada Gongsun Zan dan meminta dia menyerang, kau janjikan dia dukunganmu. Penguasa daerah JiZhou, Han Fu pasti akan meminta bantuanmu untuk mengirimkan tentara, setelah itu kita dapat mengirimkan tentara dan tuan akan mendapatkan daerah itu tanpa perlu bersusah payah."

Akhirnya suratpun dikirmkan. Ketika Gongsung Zan membaca surat tersebut bahwa mereka akan menyerang bersama dan membagi daerahnya maka dia setuju untuk melaksanakannya. Sementara itu Yuan Shao mengirimkan surat lainnya kepada Han Fu untuk memperingatkan mengenai Gongsun Zan. Han Fu meminta pendapat penasehatnya Xun Chang dan Xin Ping.

Xun Chang berkata,"Gubernur Gongsun Zan di BeiPing memimpin pasukan yang besar dan kuat. Jika dia datang menyerang kita, maka kita tidak akan dapat melawannya terutama apabila dia mendapatkan bantuan dari Liu Bei dan saudaranya. Saat ini Yuan Shao adalah yg paling berani dari yang lainnya dan dia mempunyai banyak bawahan yang terkenal dan hebat yang mengabdi padanya. Tuan lebih baik meminta bantuan Yuan Shao untuk menjaga daerah ini. Yuan Shao pasti akan memperlakukan Tuan dengan baik dan kita tidak perlu takut pada Gongsun Zan."

Han Fu setuju dengan usul ini dan mengirim Guan Chun sbg utusan kepada Yuan Shao.

Tetapi jendral Geng Wu menolak usulan ini,"Yuah Shao adalah orang yang tamak dan pasukan yang sedang kelaparan saat ini dan mereka bergantung pada kita untuk kelangsungan hidup mereka. Hentikan aliran pangan dan mereka semua akan hancur. Kenapa kita harus menyerahkan daerah ini kedalam tangannya ? Ini tidak lain seperti membiarkan harimau masuk kekandang lembu !"

Han Fu membalas,"Aku adalah seorang teman keluarga Yuan dan aku mengetahui dengan jelas kemampuan Yuan Shao yang sangat lebih baik daripada diriku ! mengapa kau sangat iri ?"

Geng Wu menghela napas dalam2x, "JiZhou telah kalah !"

Ketika berita mengenai hal ini tersebar keluar, lebih dari 30 pejabat di pemerintahan JiZhou langsung mengundurkan diri, tetapi Geng WU dan Guan Chun bersembunyi didaerah pinggiran untuk menunggu kedatangan Yuan Shao.

Mereka tidak menunggu terlalu lama, Beberapa hari kemudian, Yuan Shao dan pasukannya tiba dan Geng Wu serta Guan Chun berusaha membunuhnya dengan pisau. Aksi ini gagal, Jendral Yuan Shao, Yan Liang dan Wen Chou langsung memenggal Geng Wu dan Guan Chun saat itu juga.

Hal pertama yang dilakukan Yuan Shao adalah mengangkat Han Fu denan posisi yang tinggi dan memberi gelar "JENDRAL YANG MEMPERLIHATKAN KEBERANIAN YANG BESAR"--Tetapi urusan administrasi sehari-hari dipercayakan pada 4 orang kepercayaan Yuan Shao--Tian Feng, Ju Shou, Xu You dan Feng Ji. Yang sedikit demi sedikit menpreteli kekuasaan Han Fu. Han Fu yang sadar hal ini segera kabur meninggalkan segalanya,termasuk keluarganya dan berlindung ditempat gubernur Chen Liu, Zhang Miao.

Mendengar Invasi Yuan Shao, Gongsun Zan mengirim adiknya Gongsun Yue untuk menemui Yuan Shao dan menagih janji.

"Aku ingin bertemu langsung dengan kakakmu. Dian dan aku punya banyak hal untuk dibahas" kata Yuan Shao.

Lalu Gongsun Yue kembali. Tetapi tidak jauh dia berkuda tiba2x Gongsun Yue melihat ada prajurit menghalangi.

"Kami adalah pengawal perdana menteri Dong Zhuo!" Teriak pasukan itu.

Gongsun Yue terbunuh diterjang panah yang langusng menembus jantungnya. Prajurit Gongsun Yue yang berhasil kabur kembali dan menceritakan kejadian ini kepada Gongsun Zan.

Gongsun Zan sangat marah dan berkata "Yuan Shao telah menipuku dan sekarang dia mengambil semua hasilnya! juga dia berpura2x bahwa orang yang mebunuh adikku bukanlah orangnya! aku harus membalaskan dendam adikku ini !"

Gongsun Zan membawa semua tentaranya untuk menyerang. Melihat keadaan ini Yuan Shao juga mengerahkan tentaranya. Dan kedua belah pihak bertemu di Sungai Pan. Sungai ini dihubungkan oleh sebuah jembatan yang besar.

Gongsun Zan lalu berteriak dari seberang jembatan, "Penjahat, berani benar kau menipuku ?"

Yuan Shao menjawab dari seberang jembatan dan menunjuk pada Gongsun Zan, "Han Fu telah menyerahkan padaku daerah ini karena dia tdk mampu memimpin! apa hubungannya denganmu ?"

Gongsun Zan menjawab,"Sebelumnya kau kuanggap sangat setia pada rakyat dan mementingkan kepentingan negara dan kami semua mengangkatmu sebagai kepala dari konfederasi. Sekarang perbuatanmu membuktikan bahwa kau kejam dan licik seperti serigala ! bagaimana kau dapat menghadapi dunia ?"

"Siapa yang dapat menangkap Dia ?" Yuan Shao berteriak denga kemarahan.

Wen Chou langsung maju dengan tombaknya. Gongsun Zan juga maju, keduanya bertarung. Hanya butuh 10 ronde untuk menunjukan bagaimana kekuatan Wen Chou yang sangat dahsyat. Lalu Gongsun Zan terpaksa mundur dan kembali kedalam pasukannya. Tetapi Wen Chou tetap mengejarnya sambil membunuh siapa saja yang menghalangi, ada 4 jendral Gongsun Zan yang menghalangi, tetapi satu langsung terbunuh begitu melihat wen chou dan 3 lainnya langsung lari ketakutan.

Wen Chou terus mengejar Gongsun Zan yang lari menuju daerah pengunungan. Dia berteriak, "Turun, Menyerahlah !!"

Gongsun Zan lari menyelamatkan diri. Panah dan busurnya terlpeas dari pundaknya, helmnya jatuh dan rambutnya teurai ketika dia berusaha menaiki bukit yang curam dengan kudanya. Akhirnya kudanya jatuh dan Gongsun Zan terhempas.

Wen Chou sekarang sudah sangat dekat untuk menusuk Gongsun Zan dengan tombaknya, Tiba2x muncul seorang anak muda dari balik bukit, dia duduk diatas kudanya dengan tegap dan memegang tombak. Dia memacu kudanya kearah wen chou dan Gongsun Zan merangkak untuk melihat siapakah dia.

Pendekar itu memili tinggi badan sedang, memiliki alis tebal dan mata yang besar. Dahinya lebar dan tulang mukanya kokoh, seorang muda tetapi memiliki penampilan seorang pemimpin senior. Dia memakau pakaian berwara putih kebiru-biruan, dengan helm berwarna perak dia melawan wen chou. Mereka berdua bertarung sebanyak 50 jurus dan tidak ada satupun yang kalah. Kemudai pasukan penolong Gongsun Zan tiba dan wen chou terpaksa pergi kembali ke pasukannya. Pendekar itu tidak mengejar.

Gongsun Zan cepat2x berdiri dan bertanya siapakan nama pendekar itu.

Pendekar itu langsung turun dari kuda dan berlutut, "Namaku adalah Zhao Zi Long(note: Saya nulisnya Zhao Zilong, ini nama dari Zhao Yue untuk membedakan dari Zhou Yu nantinya,jadi pake nama Zhao Zilong, tau kan siapa dia ?) dari Chang Shan. Aku pernah melayani Yuan Shao tetapi ketika aku melihat dia tidak memiliki kesetiaan dan sangat ceroboh dalam mengurus rakyat, aku meninggalkannya dan aku dalam perjalanan untuk menemuimu. Pertemuan kita ditempat ini adalah suatu kebetulan."

Gongsun Zan sangat senang mendengar hal ini dan mereka berdua kembali menuju perkemahan dan merencanakan serangan berikut.

Keesokan harinya Gongsun Zan bersiap untuk bertempur, dia membagi pasukannya menjadi dua sayap. Dia tetap berada ditengah dengan 5000 pasukan berkuda semua berkuda putih. Gongsun Zan sebelumnya telah berjasa dalam melawan suku utara , Suku Qiang dimana dia selalu menempatkan pasukan kuda putih didalam pasukannya dan karena itu dia sering disebut "JENDRAL PASUKAN KUDA PUTIH". Suku itu sangat takut padanya, sehingga setiap kali mereka melihat kuda putih mereka pasti akan lari ketakutan.

Pada pasukan Yuan Shao. Yan Liang dan Wen Chou merupakan pimpinan pasukannya. Mereka masign2x diberi 1000 tentara pemanah. Mereka juga masing2x berada disayap kiri dan kanan. Ditengah ada Qu Yi dengan 800 pemanah dan 10.000 pasukan infantri dan berkuda. Yuan Shao mengomandani pasukan dibarisan belakang berkekuatan 2000 pemanah dan 10.000 pasukan infantri dan berkuda.

Dalam pertempuran ini Gongsun Zan menempatkan Zhao Zilong untuk pertama kalinya dan karena Gongsun Zan belum yakin benar dengan Zhao Zilong maka dia ditempatkan di pasukan bagian belakang. Pemimpin pasukan didepan adalah Yan Guang dan Gongsun Zan sendiri memimpin pasukan ditengah.

Dari pagihari hingga menjelang malam, genderang perang terus berbunyi, tetapi pasukan Yuan Shao tidak bergerak. Qu Yi mengatur agar pasukan pemanahnya tersembunyi dibalik perisai2x besar. Merkea mendengar bunyi petasan, genderang dan suara anak panah berterbangan ketika Yan Guang mendekati tetapi Qu Yi tetap memerintahkan pasukannya untuk tidak bertindak. Dia menunggu sampai pasukan Yan Guang mendekatinya dan ketika telah cukup dekat, Qu Yi membunyikan tanda dan ke 800 pemanahnya langsung memanah dan memenuhi langit dengan anak panah mereka. Yan Guang yang kewalahan memerintahkan pasukannya untuk mundur, tetapi Qu Yi yang merasa telah diatas angin memerintahkan pasukannya maju. Akhirnya Qu Yi berhasil membunuh Yan Guang.

Jadi Gongsun Zan telah kalah dalam pertempuran ini. Kedua sayapnya yang harusnya membantu pasukannya didepan tertahan oleh Wen Chou dan Yan Liang. Pasukan Yuan Shao akhirnya dapat melintasi jembatan dan tiba diseberang sungai.

Qu Yi yang pertama sampai keseberang sungai langsung mengambil bendera Gongsun Zan dan mematahkannya. Melihat hal ini Gongsun Zan membalikan kudanya dan pergi.

Qu Yi mengejar. Tetapi ketika dia telah hampir berhasil mendekati Gongsun Zan, tiba2x muncul dihadapannya Zhao Zilong dengan tombaknya yang siap menusuknya. Setelah beberapa Ronde akhirnya Qu Yi terjatuh dan mati. Lalu Zhao Zilong menyerang pasukan Qu Yi yang lain dan membalikan keadaan. Dia lalu kembali menuju jembatan, dan membunuh semua yang menghalangi. Melihat hal ini Gongsun Zan memerintahkan pasukannya kembali ke jembatan.

Dari pengintai yang dikirim untuk melihat jalannya perang. Yuan Shao mendapat kabar baik bahwa Qu Yi berhasil melewati jembatan, merebut bendera dan mengejar Gongsun Zan. Lalu Yuan Shao tidak perduli lagi dengan apapun dan dia beserta Tian Feng maju kegaris depan.

"HAHAHAH!!!" Yuan Shao tertawa," Gongsun Zan ternyata tidak bisa apa2x!"

Ketika dia tertawa seperti itu, dia melihat dihadapannya Zhao Zilong. Pengawalnya langsung mengarahkan anak panah, tetapi sebelum mereka sempat menembakkannya. Zhao Zilong sudah berada didekat mereka dan prajurit berguguran kemanapun Zhao Zilong lewat, terhitung lebih dari 100 orang prajurit tewas dan terluka sehingga membuat semua prajurit Yuan Shao yang lainnya tidak berani menghalanginya. karena keadaan sudah berbalik sekarang Gongsun Zan dan pasukannya berusaha mengepung Yuan Shao.

Tian Feng berkata "Tuan, bersembunyilah di rumah kosong ini!"

Tetapi Yuan Shao membuang helmnya ke tanah dan berkata,"Orang pemberani lebih baik menghadapi kematian dipeperangan dibandingkan mencari perlindungan dibalik tembok."

Kata2x yg penuh semangat ini memberi pasukannya semangat baru, sehingga mereka bertempur mati-matian dan membuat Zhao Zilong tidak dapat menerobos masuk. Yuan Shao lalu mendapatkan bala bantuan yang dipimpin jendral Yan Liang yang berjumlah 5000 pasukan. Melihat hal ini Zhao Zilong hanya dapat berusaha membawa Gongsun Zan ketempat yang aman. Mereka berusaha kembali keseberang jembatan. Tetapi pasukan Yuan Shao terus menekan, sehingga memaksa banyak pasukan Gongsun Zan terjun kedalam sungai, banyak yang tewas tenggelam karena itu.

Yuan Shao tetap memimpin pasukannya maju. Tetapi tidak lebih dari 2 km, Karena tiba2x terdengar dari balik bukit suara pasukan lain yang dipimpin oleh Liu Bei, Guan Yu dan Zhang Fei.

Di Ping Yuan mereka mendengar mengenai pertempuran antara Gongsun Zan dan Yuan Shao, mereka datang untuk menolong. Sekarang ke 3 bersaudara itu masing2x dengan senjatanya langsung memacu kuda mereka kearah Yuan Shao, yang sangat ketakutan melihat Ganasnya Guan Yu dan Zhang Fei membantai pasukannya sehingga dia terpana karena seolah-olah rohnya telah lepas dari tubuhnya dan terbang ke angkasa. Dalam hatinya dia berkata "Kedua orang ini bukanlah manusia !!!"

Pedangnya terlepas dari tangannya yang gemetaran dan dia lari menyelamatkan nyawanya. Dia berhasil melewati Jembatan dan Gongsun Zan mengumpulkan tentaranya dan mereka kembali kekemah. Setidaknya 500 orang prajurit telah tewas ditangan Guan Yu dan Zhang Fei kala mereka merangsek mendekati Yuan Shao.

Setelah salam yang singkat Gongsun Zan berkata "Jika bukan karena kau datang membantu, mungkin aku sudah terjepit oleh pasukan mereka."

Liu Bei dan Zhao Zilong kemudan berbincang-bincang satu sama lain dan diantara mereka berdua timbul semacam ikatan batin yang merasa bahwa mereka akan selalu bersama.

Yuan Shao telah kalah perang dan Gongsun Zanpun telah kehabisan tenaga. Mereka hanya memperkuat pertahanan mereka dan pasukan tidak bergerak selama berbulan-bulan. Sementara itu, masalah pertempuran ini terdengar di ibukota Chang an dan Dong Zhuo diberitahu masalah ini.

Penasehatnya Li Ru menemui tuannya dan berkata "Kedua pemimpin yang aktif akhir2x ini adalah Yuan Shao dan Gongsun Zan yang sedang berperang di sungai Pan. Keluarkanlah sebuah Titah kaisar yang memerintahkan mereka berdamai agar salah satu dari mereka tidak kehilangan muka dan mereka akan mendukungmu karena berterima kasih atas intervensimu."

"Bagus!!" kata Dong Zhuo.

Lalu dia mengirim Utusan kekaisaran Ma MiDi dan Administrator kekaisaran Zhao Qi untuk menemui kedua pemimpin itu. Ketika mereka tiba, Yuan Shao keluar untuk menyambut mereka dan menerima titah kaisar itu dengan hormat. Kemudian kedua utusan itu juga pergi kepada Gongsun Zan dan juga melakukan hal yang sama. Keduanya menyetujui gencata senjata dan berdamai. Kedua utusan kembali keibu kota dan melaporkan hasil kerja mereka, Gongsun Zan menarik pasukannya. Dia juga mengirimkan laporan kepada Kaisar atas jasa2x Liu Bei yang akhirnya dijadikan Gubernur PingYuan.

Salam perpisahan antara Liu Bei dan Zhao Zilong sangat menyentuh hati. Mereka memberi hormat satu sama lain lama sekali. Tampak air mata pada wajah mereka dan mereka terharu.

Zhao Zilong berkata," Aku Kira Gongsun Zan adalah Pahlawan Sejati, tetapi sekarang aku melihat dia tidak ada bedanya dengan Yuan Shao. Mereka berdua sama."

"Tetapi kamu sekarang adalah bawahannya. Kita akan bertemu lagi lain kali." Kata Liu Bei.

Kedua orang itu menghapus air matanya dan merekapun berpisah.

Sang "Naga Kecil" telah keluar dari sarangnya, Mencari Tuan yang pantas untuk Dijunjungnya. Keduanya berpisah tetapi langit telah menentukan takdir mereka untuk bersama.........

BAB 6 bagian 2

=========================================================
Menyembunyikan CAP KEKAISARAN,SUN JIAN telah melanggar sumpah
========================================================

Luo Yang telah ditinggalkan, jendral Dong Zhuo yang mempertahankan Benteng di Sungai Si, Zhao Cen, mengevakuasi bentengnya, Melihat Hal ini Sun Jian segera merebut benteng tersebut. Liu Bei dan saudaranya merebut benteng "PERANGKAP HARIMAU" dan karena hal ini pasukan konfederasi dapat masuk kedaerah Luo Yang.

Sun Jian mempercepat gerak pasukannya menuju ibu kota yang sedang terbakar, Asap dapat terlihat dari jarak 15 km. Ketika dia tiba, asap sudah sangat tebal dan kota tertutup oleh asap dan api. Tidak ada suatu apapun yang hidup, tidak ada burng, anjing, manusia bahkan suara jangkrik dimalam haripun tidak terdengar. Sun Jian memerintahkan pasukannya untuk berusaha memadamkan api dan mencari tempat aman untuk membangun kemah.

Cao2x datang menemui Yuan Shao dan berkata "Dong Zhuo telah pergi kebarata. Kita harus mengejarnya secepatnya. Mengapa kau tidak bertindak apa2x ?"

"Semua teman2x kita telah kelelahan dan tidak ada yang bisa didapat bila kita melakukan penyerangan sekarang." Kata Yuan Shao.

Cao2x berkata "Momen ini adalah yang paling menyedihkan. Kekacauan dimana-mana, istana dibakar, kaisar diculk dan seluruh dunia murka dan tidak ada seorangpun yang tahu harus apa. Kejahatan akan segera berakhir dan sebuah pukulan akan dapat melenyapkan Dong Zhuo untuk selamanya, Kenapa tidak mengejarnya ?"

Tetapi semua pemimpin mempunyai pikiran yang sama dikepalanya dan pikiran itu adalah menunda suatu aksi. Jadi mereka tidak melakukan apa2x.

"Manusia2x tidak berharga ini tidak dapat mendiskusikan apapun yang berharga" Hardik Cao2x.

Lalu dia dengan 6 jendralnya--Xiahou Dun, Xiahou Yuan, Cao Ren, Cao Hong, Li Dian dan Yue Jing serta 10.000 tentara mengejar Dong Zhuo.

Jalan menuju Ibu Kota melalui YingYang, ketika Dong Zhuo tiba, Gubernur Xu Rong menyambutnya.

Li Ru berkata, "Untuk berjaga-jaga kalau ada pengejaran, akan lebih baik jika kita memerintahkan gubernur untuk mempersiapkan jebakan diluar kota. Dia harus membiarkan pengejar itu masuk kedaerahnya dan bersiap untuk memutuskan jalan mundurnya, ketika pasukan kita mengalahkan mereka. Maka itu akan menjadi peringatan bagi yg lainnya untuk tidak mengejar."

Lalu Dong Zhuo memerintahkan Lu Bu untuk menjadi Panglima pasukan belakang. Dan tidak lama kemudian mereka melihat pasukan Cao2x tiba. Lu Bu tertawa kepada pemikiran tajam Li Ru. Dia mempersiapkan pasukannya dalam formasi bertempur.

Cao2x berteriak. "Pemberontak, penculik dan penyiksa rakyat, kemana kau akan pergi !!!"

Lu Bu menjawab, "Pengkhianat, Kata2x apa yang kau ucapkan itu ?"

Lalu dari samping Cao2x, Majulah Xiahou Dun dengan tombaknya. Lu Bu dan Xiahou Dun bertarung. Lalu Muncul Li Ru dengan pasukannya dari kiri, Cao2x memerintahkan Xiahou Yuan untuk melawan. Lalu dari sebelah kanan muncul Guo Si dan pasukannya. Cao2x memerintahkan Cao Ren untuk melawan. Pasukan dari tiga sisi terlalu banyak untuk cao2x hadapi dan Pasukan Lu Bu adalah yang terkuat. Setelah beberapa puluh jurus, Xiahou Dun mulai merasa kewalahan lalu kembali kepada Cao2x. Lalu Lu Bu memerintahkan pasukannya untuk menyerang, akhirnya pasukan Cao2x dapat dipukul mundur dan terpaksa harus melewati kota Ying Yang.

Mereka mundur sampai mencapai daerah perbukitan, saat itu sudah malam dan bulan bercahaya dengan terangnya seolah malam itu siang. Disini mereka berhenti untuk mengatur barisan tentara. Ketika mereka baru saja memasak makan malam untuk mereka, tiba2x muncul suara2x teriakan dari segala sisi dan muncul pasukan gubernur Xu Rong yang keluar dari tempat persembunyian untuk menyerang.

Cao2x Yang kebingungan, lansung menaiki kudanya dan kabur. Dia kabur tepat kearah dimana Xu Rong telah menunggunya. Ketika melihat Xu Rong , Cao2x langsung pergi kearah lain tetapi Xu Rong menembakan panah yang mengenai pundaknya. Cao2x tetap berkuda dan kabur. Ketika dia sedang melewati padang rumput, Dua prajurit telah menungguna dan melukai kudanya sehingga dia terjatuh. Ketika dia terjatuh, langsung prajurit2x itu menangkapnya dan dia dijadikan tawanan.

Tidak lama berselang datang seorang penunggang kuda. Memacu kudanya pada kecepatan penuh dan menebaskan pedangnya, langsung membunuh kedua prajurit tadi dan menyelamatkan cao2x. Dia adalah Cao Hong.

Cao2x berkata, "Aku telah tamat, Saudaraku. Pergilah, selamatkan dirimu."

"Tuanku, Naik kekudaku cepat! aku akan berjalan kaki" Kata Cao Hong.

"Kalau bajingan itu kembali bagaimana ?" Kata Cao2x.

"Dunia dapat hidup tanpa Cao Hong, Tetapi tidak tanpa dirimu, tuanku!"

"Jika Aku tetap Hidup, maka aku berhutang nyawaku ini padamu" Kata Cao2x.

Cao Hong membantu cao2x naik kekudanya, dan dia berjalan disampingnya. Mereka terus berjalan sampai dipinggir sungai, mereka melihat arus sungai itu begitu besar and dibelakang mereka tetap terdengar suara teriakan prajurit musuh.

"Ini adalah takdirku" kata Cao2x. "Aku akan mati!"

Cao Honng membantu Cao2x turun dari kuda, lalu melepaskan pakaian perang Cao2x dan helmnya. Cao Hong mengendong Cao2x dibelakangnya dan berenang melawan arus. Ketika mereka telah sampai kesisi lainnya, pengejar mereka juga telah sampai ke sisi sungai satunya dan mereka menembakan panah.

Cao2x yang basah dan kedinginan berjalan terus, pagi menjelang. Ketika itu mereka telah berjalan 10 km jauhnya dan duduk dibawah pepohonan. Tiba2x Suara keras terdengar dan sekelompok pasukan berkuda terlihat. Itu adalah gubernur Xu Rong yang telah menyebrangi sungai. Saat ini Xiahou Dun dan Xiahou Yuan juga datang dengan beberapa lusin tentara.

"Jangan Lukai Tuanku!" kata Xiahou Dun pada Xu Rong, Yang langsung menerjangnya.

Tetapi pertarungan itu sangat singkat, Xiahou Dun berhasil membunuh Xu Rong dengan tombaknya dan pasukan Xu Rong lari ketakutan. Tidak Lama jendral Cao2x yg lain berdatangan. Sedih dan senang bercampur didalam hati setiap orang. Mereka mengumpulkan beberapa ratus tentara yang tersisa dan kembali ke Luo Yang.

Ketika para pemimpin konfederasi memasuki Luo Yang, Sun Jian yang berhasil memadamkan api, berkemah didalam tembok kota. Tendanya berdiri dekat dengan Kuil Dinasti. Pasukanya membersihkan sisa2x reruntuhan dan kebakaran dan menutup makam2x yang terbuka. Pintu Kuilnya diganti dan ruangannya dirapikan kembali. Diruangan ini para pemimpin berkumpul dan berdoa kepada para leluhur kaisar.

Setelah upacara selesai, yang lain meninggalkan Sun Jian yang kembali ke kemahnya. Malam itu bulang dan bintang dapat terlihat dengan jelas. Saat Sun Jian melihat kelangit dia melihat kecerahan bintang di konstelasi Draco.

"Bintang Kaisar sedang gelap" kata Sun Jian sambil menghela Nafas. "Tidak heran, para menteri pemberontak mengacaukan negara"

Dia melihat sekelilingnya pasukan dan beberapa orang penduduk tidur dijalanan karena tidak ada rumah lagi, hanya tampak debu berterbangan dan kegelapan dimana-mana. Ibu Kota sudah musnah.

Dan Air Mata pun keluar dari matanya.

Lalu Prajurit menunjuk arah selatan, "Lihat, ada sinar berwarna muncul dari dalam sumur!"

Sun Jian memerintahkan orangnya untuk mengambil obor dan masuk kedalam sumur. Lalu mereka mengangkat mayat wanita, tidak terlalu membusuk walaupun tampaknya sudah berada disana berhari-hari. Dia memakai pakaian istana, dan dilehernya tergantung sebuah bungkusan berwarna merah, Didalamnya ada kotak dan kunci terbuat dari emas. Setelah dibuka kotak ini mereka melihat CAP GIOK, Berbentuk kotak, 4 inchi setiap sisinya. Diatasnya terukir gambar 5 naga, salah satu sisinya telah rusak dan diganti dengan emas. Disisinya ada 8 huruf yang diukir beberbunyi:

"AKU TELAH MENERIMA MANDAT DARI LANGIT, SEMOGA MASA PEMERINTAHANKU LAMA DAN BERJAYA."

Sun jian menunjukan ini kepada penasehatnya,Jendral Cheng Pu, yg lalu mengenali ini sebagai STEMPEL KEKUASAAN KAISAR.

Cheng Pu berkata, "Cap ini adalah sejarah, Dahulu Bian He melihat burung Phoenix bertengger pada sebuah batu dikaku gunung Jing. Dia memberikan batu itu pada kekaisaran. Raja Chu membelah batu itu dan menemukan giok. Pada thn ke 26 kekaisaran Qin(thn 221 SM), seorang tukang Giok membuat STEMPEL dari batu ini, Li Si perdana menteri dari kaisar pertama mengukir huruf2x tadi. 2 tahun kemudia ketika kaisara pertama sedang berlayar didanau DongTing, Badan besar datang. Kaisar melemparkan Stempel ini sebagai tanda persembahan dan badaipun berhenti. 10 thn kemudian ketika kaisar pertama mengunjungi HuaYingm seorang tua dijalan menyerahkan Stempel ini pd bawahannya dan berkata "Sekarang ini telah dikembalikan kepada Naga sang Putra Langit!" kemudian orang itu menghilang."

"Tahun berikutnya Kaisar pertama Wafat. Kemudian Zi Yang, kaisar terakhir dari dinasti Qin, cucu dari kaisar pertama menyerahkan Stempel ini pada Liu Bang, pendiri dinasti Han. 200 tahn kemudian,karena pemeberontakan Wang Mang, Ibu kaisar waktu itu, Lady Yuan memukul dua pemberontak Wang Xun dan Su Xian dengan Stempel ini dan makanya disalah satu sisinya rusak dan kemudia diperbaiki dengan emas. Liu Xiu, yang merestorasi Han dengam menumpas pemberontakan Wang Man mendapatkan Stempel ini di Yiyang dan sejat saat itu selalu ada didalam istana kaisar."

"Aku Dengar Stempel ini telah hilang ketika terjadi kekacauan diistana dengan 10 kasim utama yang memaksa kaisar meninggalkan ibukota. Benda itu hilang ketika Kaisar kembali. Sekarang tuanku telah menemukannya dan hal itu akan membawa peruntungan untuk anda, tetapi anda tidak bisa tetap tinggal diutara. Marilah Cepat kembali keselatan menuju sungai besar, dimana disana kita dapat membuat rencana yang besar."

"Kata2xmu sama seperti yg kupikirkan" kata Sun Jian. "Esok aku akan membuat alasan bahwa aku kurang enak badan dan aku akan pergi."

Prajurit disitu diperintahkan untuk tidak membocorkan rahasia. Tp salah satu dari mereka adalah pendukung Yuan Shao. Dia berpikir apabila dia memberitahu hal ini pada Yuan Shao maka dia bisa mendapatkan keuntungan. Lalu dia mengendap-endap keluar dari kemah dan mengkhianati tuannya. Dia pergi ke kemah Yuan Shao, menceritakan rahasia itu dan menerima hadiah yang besar. Yuan Shao menyimpan informan itu di kemahnya.

Keesokan paginya Sun Jiam datang untuk berpamitan,"Aku kurang enak badan dan aku ingin kembali ke ChangSa."

Yuan Shao tertawa dan berkata "Aku tahu kau terkena penyakit apa, Itu adalah STEMPEL KEKUASAAN KAISAR.

Ini mengejutkan Sun Jian dan dia menjadi pucat tetapi berkata "Apa dasar omonganmu ?"

Yuan Shao berkata, "Pasukan ini dimaksudkan untuk kebaikan negara dan membebaskan rakyat dari kesengsaraan. Stempel itu adalah milik negara dan karena kau memegangnya, kau harus menyerahkan stempel itu kepadaku. Ketika Dong Zhuo berhasil dimusnahkan, Stempel itu harus dikembalikan pada pemerintah. Apa maksudmu dengan menyembunyikan benda itu?"

"Bagaiman mungkin Stempel itu bisa ada padaku ? "Tanya Sun Jian.

"Aku tidak memilikinya, Mengapa kau menuduhku ?"

"Cepat keluarkan benda itu, Atau yang terburuk akan terjadi padamu !!!"
Kata Yuan Shao.

Sun Jian menunjuk pada langit dan bersumpah, "Jika aku memiliki Stempel ini dan menyembunyikannya biarkan hidupku akan berakhir tidak bahagai dan mati dengan mengenaskan."

Semua pemimpin lainnya yang ada disana berkata, "Dengan sumpah seperti ini, pasti tidak mungkin dia memilikinya."

Lalu Yuan Shao memanggil informanya keluar.

"Ketika kau mengeluarkan benda itu dari dalam sumur, apakah pria ini ada disana ?" tanya Yuan Shao.

Sun Jian langsung naik pitam dan mengeluarkan pedang dan langsung membunuhnya.

Yuan Shao juga mengeluarkan pedang dan berkata, "Kau membunuh prajurit itu dan itu berarti telah menghinaku."

Dibelankang Sun Jian, Jendral Cheng Pu, Huang Gai dan Han Dang maju kedepan; Dibelakang Yuan Shao Jendral Yan Liang dan Wen Chou telah siap bertindak. Dalam sesaat semua orang telah mengengam senjata masing2x dan keadaan menjadi tegang. Tetapi Pemimpin yang lain berusaha meredakan keadaan dan akhirnya Sun Jian meninggalkan pertemuan. Dia langsung mengepak kemahnya dan kembali ke ChangSha.

Yuan Shao yang tidak puas lalu menuli surat kepada penguasa daerah JingZhou kepada Liu Biao agar menghentikan Sun Jian dan mengambil kembali Stempel kerajaan.

Setelah ini, datanglah berita mengenai kekalahan Cao2x dan mereka sdg dalam perjalanan pulang. Yuan Shao mengirim orang dan membantunya kedalam kemah. Mereka juga mengadakan perjamuan untuk menghiburnya.

Dalam perjamuan Cao2x berkata sedih. "Tujuanku adalah demi kebaikan bersama dan kalian semua orang2x terhormat mendukungku. Rencanaku adalah agar Yuan Shao dengan pasukan dari HeNei untuk mendekati MengChing dan pasukanku dia Qiao untuk mempertahankan Chenggao. Sementara yang lain mempertahankan SuanZao untuk menutup jalan ke Huanyuan dan Daigu dan untuk mengambil lumbung beras dan mengawasi tempat2x strategis, dengan itu daerah ibu kota dapat diamankan. Aku berencana meminta Yuan Shu dari nanyang untuk merebut DanShi dan Xilin dan pergi ke Wu unutk mendukung 3 daerah itu. Semua bertahan pada posisinya masing2x dan jgn menyerang. Kita dapat meyakinkan orang2x untuk memusuhi Dong Zhuo. Kemenangan dapat menjadi milik kita, tetapi datang hambatan dan rakyat telah kehilangan kepercayaanya kepada ku dan aku menjadi malu."

Tidak ada yang membalas menjawab dan satu demi satu, tamu2x itu pergi. Cao2x melihat bahwa yang lain tidak mempercayainya dan hatinya tahu tidak ada hal lain yang dapat dibuat olehnya. Lalu dia memimpin pasukannya pergi ke Yan Zhou.

Lalu Gongsun Zan berkata pada Liu Bei,"Ini akibat ketidak mampuan Yuan Shao dan keadaan akan segera kacau. Kita lebih baik pergi juga."

Lalu dia pergi juga menuju utara, di Ping Yuan dia meninggalkan Liu Bei dan memperkuat pasukannya sendiri.

Penguasa daerah Yan Zhou, Liu Dai berharap dapat meminjam beras dari gubernur DongJun, QiaoMao. Karena ditolak, Liu Dai menyerang kemah Qiao mao dan membunuhnya serta mengambil seluruh pasukannya menjadi miliknya. Melihat hal ini Yuan Shao juga akhirnya pergi kearah timur.

Dalam perjalanannya ke Chang Sha, Sun Jian melewati daerah JingZhou. Penguasa daerah Jing Zhou, Liu Biao masih merupakan keluarga Kaisar dan berasal dari ShanYang. Sewaktu muda dia membuat banyak teman dgn orang2x terkenal dan kumpulannya dikenal dgn nama 8 ORANG BIJAK. 7 Lainnya adalah :

1.CHEN XIANG DARI RUNAN.
2.FAN PANG DARI DUNAN.
3.KONG YU DARI LUTING.
4.FAN KANG DARI BOHAI.
5.TAN FU DARI SHANYANG.
6.ZHANG JIAN DARI SHANYANG.
7.CEN ZHI DARI NANYANG.

Liu Biao berteman dengan mereka semua. Dia mempunyai 3 orang terkenal yang membantunya memerintah daerah ini. Mereka adalah Kuai Liang dan Kuai Yue dari YanPing dan Cai Mao dari XianYang.

Ketika Surat Yuang Shao mengenai Sun Jian Tiba. Liu Biao memerintahkan Kuai Yue dan Cai Mao dengan 10.000 tentara membuat halangan dijalan. Ketika Sun Jian mendekat, pasukan diatur dalam posisi berperang.

"Kenapa kau menghalangi jalan kami dengan pasukan bersenjata ?" Tanya Sun Jian.

"Kenapa kau pelayan dinasti Han, menyembunyikan Stempel Kekaisaran ? Serahkan itu padaku segera dan kubiarkan kau lewat" Kata Kuai Yue.

Sun Jian yang marah memerintahkan jendral Huang Gai untuk maju kedepan. Cai Mao dari pasukan Liu Biao juga maju. Mereka berduel, tetapi tidak lama bertarung akhirnyua Huang Gai memecutkan cemeti besinya kepada Cai Mao, Beruntung hanya mengenai pakaian perang Cai Mao, sedikit diatas posisi jantung, Sehingga Cai Mao pun lari ketakutan. Sun Jian melihat hal ini segera menerjang maju dengan seluruh pasukannya.

Tetapi, tiba2x muncul suara gong dan genderang perang dari belakang bukit. Disitu ada Liu Biao dengan tentara yang sangat banyak.

Sun Jian berkuda langsung kehadapannya dan memeberi hormat "Kenapa kau, dengan percaya kepada surat Yuan Shao mencoba menyakiti pemimpin dari daerah tetanggamu ?"

"Kau telah menyembunyikan Stempel Kerajaan dan aku ingin kau menyerahkannya kembali" Jawah Liu Biao.

"Kalau aku punya benda itu maka biarlah aku mati dengan mengenaskan."

"Kalau kau ingin aku percaya,maka biarlah kuperiksa barang bawaanmu." jawab Liu Biao.

Sun Jian terdiam.

Dan ketika Liu Biao sedang berbicara dengan Sun Jian, dari belakang bukit kedua muncul pasukan lagi dan ternyata itu adalah Kuai Yue dan Cai Mao yang masih mengejar. Sun Jian sepertinya telah terdesak.

Bagaimana Nasib Sun Jian berikutnya akan diceritakan di baba berikutnya.....

BAB 6 bagian 2

=========================================================
Menyembunyikan CAP KEKAISARAN,SUN JIAN telah melanggar sumpah
========================================================

Luo Yang telah ditinggalkan, jendral Dong Zhuo yang mempertahankan Benteng di Sungai Si, Zhao Cen, mengevakuasi bentengnya, Melihat Hal ini Sun Jian segera merebut benteng tersebut. Liu Bei dan saudaranya merebut benteng "PERANGKAP HARIMAU" dan karena hal ini pasukan konfederasi dapat masuk kedaerah Luo Yang.

Sun Jian mempercepat gerak pasukannya menuju ibu kota yang sedang terbakar, Asap dapat terlihat dari jarak 15 km. Ketika dia tiba, asap sudah sangat tebal dan kota tertutup oleh asap dan api. Tidak ada suatu apapun yang hidup, tidak ada burng, anjing, manusia bahkan suara jangkrik dimalam haripun tidak terdengar. Sun Jian memerintahkan pasukannya untuk berusaha memadamkan api dan mencari tempat aman untuk membangun kemah.

Cao2x datang menemui Yuan Shao dan berkata "Dong Zhuo telah pergi kebarata. Kita harus mengejarnya secepatnya. Mengapa kau tidak bertindak apa2x ?"

"Semua teman2x kita telah kelelahan dan tidak ada yang bisa didapat bila kita melakukan penyerangan sekarang." Kata Yuan Shao.

Cao2x berkata "Momen ini adalah yang paling menyedihkan. Kekacauan dimana-mana, istana dibakar, kaisar diculk dan seluruh dunia murka dan tidak ada seorangpun yang tahu harus apa. Kejahatan akan segera berakhir dan sebuah pukulan akan dapat melenyapkan Dong Zhuo untuk selamanya, Kenapa tidak mengejarnya ?"

Tetapi semua pemimpin mempunyai pikiran yang sama dikepalanya dan pikiran itu adalah menunda suatu aksi. Jadi mereka tidak melakukan apa2x.

"Manusia2x tidak berharga ini tidak dapat mendiskusikan apapun yang berharga" Hardik Cao2x.

Lalu dia dengan 6 jendralnya--Xiahou Dun, Xiahou Yuan, Cao Ren, Cao Hong, Li Dian dan Yue Jing serta 10.000 tentara mengejar Dong Zhuo.

Jalan menuju Ibu Kota melalui YingYang, ketika Dong Zhuo tiba, Gubernur Xu Rong menyambutnya.

Li Ru berkata, "Untuk berjaga-jaga kalau ada pengejaran, akan lebih baik jika kita memerintahkan gubernur untuk mempersiapkan jebakan diluar kota. Dia harus membiarkan pengejar itu masuk kedaerahnya dan bersiap untuk memutuskan jalan mundurnya, ketika pasukan kita mengalahkan mereka. Maka itu akan menjadi peringatan bagi yg lainnya untuk tidak mengejar."

Lalu Dong Zhuo memerintahkan Lu Bu untuk menjadi Panglima pasukan belakang. Dan tidak lama kemudian mereka melihat pasukan Cao2x tiba. Lu Bu tertawa kepada pemikiran tajam Li Ru. Dia mempersiapkan pasukannya dalam formasi bertempur.

Cao2x berteriak. "Pemberontak, penculik dan penyiksa rakyat, kemana kau akan pergi !!!"

Lu Bu menjawab, "Pengkhianat, Kata2x apa yang kau ucapkan itu ?"

Lalu dari samping Cao2x, Majulah Xiahou Dun dengan tombaknya. Lu Bu dan Xiahou Dun bertarung. Lalu Muncul Li Ru dengan pasukannya dari kiri, Cao2x memerintahkan Xiahou Yuan untuk melawan. Lalu dari sebelah kanan muncul Guo Si dan pasukannya. Cao2x memerintahkan Cao Ren untuk melawan. Pasukan dari tiga sisi terlalu banyak untuk cao2x hadapi dan Pasukan Lu Bu adalah yang terkuat. Setelah beberapa puluh jurus, Xiahou Dun mulai merasa kewalahan lalu kembali kepada Cao2x. Lalu Lu Bu memerintahkan pasukannya untuk menyerang, akhirnya pasukan Cao2x dapat dipukul mundur dan terpaksa harus melewati kota Ying Yang.

Mereka mundur sampai mencapai daerah perbukitan, saat itu sudah malam dan bulan bercahaya dengan terangnya seolah malam itu siang. Disini mereka berhenti untuk mengatur barisan tentara. Ketika mereka baru saja memasak makan malam untuk mereka, tiba2x muncul suara2x teriakan dari segala sisi dan muncul pasukan gubernur Xu Rong yang keluar dari tempat persembunyian untuk menyerang.

Cao2x Yang kebingungan, lansung menaiki kudanya dan kabur. Dia kabur tepat kearah dimana Xu Rong telah menunggunya. Ketika melihat Xu Rong , Cao2x langsung pergi kearah lain tetapi Xu Rong menembakan panah yang mengenai pundaknya. Cao2x tetap berkuda dan kabur. Ketika dia sedang melewati padang rumput, Dua prajurit telah menungguna dan melukai kudanya sehingga dia terjatuh. Ketika dia terjatuh, langsung prajurit2x itu menangkapnya dan dia dijadikan tawanan.

Tidak lama berselang datang seorang penunggang kuda. Memacu kudanya pada kecepatan penuh dan menebaskan pedangnya, langsung membunuh kedua prajurit tadi dan menyelamatkan cao2x. Dia adalah Cao Hong.

Cao2x berkata, "Aku telah tamat, Saudaraku. Pergilah, selamatkan dirimu."

"Tuanku, Naik kekudaku cepat! aku akan berjalan kaki" Kata Cao Hong.

"Kalau bajingan itu kembali bagaimana ?" Kata Cao2x.

"Dunia dapat hidup tanpa Cao Hong, Tetapi tidak tanpa dirimu, tuanku!"

"Jika Aku tetap Hidup, maka aku berhutang nyawaku ini padamu" Kata Cao2x.

Cao Hong membantu cao2x naik kekudanya, dan dia berjalan disampingnya. Mereka terus berjalan sampai dipinggir sungai, mereka melihat arus sungai itu begitu besar and dibelakang mereka tetap terdengar suara teriakan prajurit musuh.

"Ini adalah takdirku" kata Cao2x. "Aku akan mati!"

Cao Honng membantu Cao2x turun dari kuda, lalu melepaskan pakaian perang Cao2x dan helmnya. Cao Hong mengendong Cao2x dibelakangnya dan berenang melawan arus. Ketika mereka telah sampai kesisi lainnya, pengejar mereka juga telah sampai ke sisi sungai satunya dan mereka menembakan panah.

Cao2x yang basah dan kedinginan berjalan terus, pagi menjelang. Ketika itu mereka telah berjalan 10 km jauhnya dan duduk dibawah pepohonan. Tiba2x Suara keras terdengar dan sekelompok pasukan berkuda terlihat. Itu adalah gubernur Xu Rong yang telah menyebrangi sungai. Saat ini Xiahou Dun dan Xiahou Yuan juga datang dengan beberapa lusin tentara.

"Jangan Lukai Tuanku!" kata Xiahou Dun pada Xu Rong, Yang langsung menerjangnya.

Tetapi pertarungan itu sangat singkat, Xiahou Dun berhasil membunuh Xu Rong dengan tombaknya dan pasukan Xu Rong lari ketakutan. Tidak Lama jendral Cao2x yg lain berdatangan. Sedih dan senang bercampur didalam hati setiap orang. Mereka mengumpulkan beberapa ratus tentara yang tersisa dan kembali ke Luo Yang.

Bab 6 bagian 1

=========================================================
Dong Zhuo Menjarah LuoYang
=========================================================

Ke 3 bersaudara terus mengejar Lu Bu yang telah masuk kedalam benteng, Zhang Fei melihat ada simbol Dong Zhuo dan semakin ingin mengejar, Tetapi mereka kalah cepat dibanding Kuda Lu Bu. Sehingga Pintu Gerbang telah tertutup, Dari atas para prajurit menembaki mereka ber 3 dengan panah dan melempari batu jadi mereka tidak dapat mendekati dan akhirnya mereka kembali keperkemahan mereka. Ke 8 pemimpin itu semua memberi hormat kepada 3 bersaudara itu atas semua jasa mereka. Cerita mengenai kemenangan ini di kabarkan pada Yuan Shao yang dengan segera memerintahkan Sun Jian membawa 50.000 pasukan segera bergerak menyerang pos2x penjagaan disekitar "PERANGKAP MACAN".

Lalu Sun Jian membawa 2 jendral kepercayaannya Cheng Pu dan Huang Gai pergi menuju kemah Yuan Shu.

Ketika masuk kedalam Kemah Yuan Shu, Sun Jian berkata, "Dong Zhuo dan aku tidak punya masalah pribadi. Tetapi aku mempertaruhkan nyawaku dan nyawa orang2xku didalam perang ini agar aku dapat membersihkan kekaisaran ini dari pemberontak. Tetapi kau, Mendengar saran dari penasehatmu yang bodoh itu membuatku kalah dalam perang sebelumnya. Bagaimana kau dapat menjelaskan hal ini jendral ?" Bentak Sun Jian sambil mengeluarkan pedangnya dihadapan Yuan Shu.

Yuan Shu yang kebingungan dan ketakutan, tidak mempunyai kata2x untuk membalas. Dia memerintahkan menghukum mati penasehat yang menyarankan tindakan itu untuk menenangkan Sun Jian.

Lalu Tiba2x datang utusan kepada Sun Jian "Tuan, ada utusan dari benteng musuh ingin menemuimu ?, Dia telah ada didalam kemah tamu."

Sun Jian lalu meniggalkan Yuan Shu dan kembali ke kemahnya. Dimana dia menemukan bahwa tamunya adalah Li Jue salah seorang jendral Dong Zhuo.

"Adaapa Kau datang menemuiku ? " Tanya Sun Jian.

Li Jue berkata "Kau adalah salah satu orang yang tuanku sangat kagumi dan hormati, dan dia mengutusku untuk merencanakan persatuan diantara dua keluarga. Dia berharap bahwa putrinya dapat dinikahkan dengan putramu."

"APA!!! Dong Zhuo, pemberontak itu. Perebut Tahta ! Aku hanya berharap dapat menghancurkannya 9 generasi kebawah sebagai tanda terima kasihku kepada kekaisaran ! Pikirmu aku mau bersekutu dan menjadi satu keluarga dengan orang itu ??? Aku tidak akan membunuhmu walaupun aku mau, tetapi pergilah dan cepatlah sebelum aku berubah pikiran. Serahkan bentengmu itu dan aku akan mengampuni hidupmua. Jika tidak aku akan menggiling tulangmu menjadi bubuk dan akan ku cincang dagingmu dan kuberikan pada anjing !"

Li Jue langsung lari ketakutan sampai dia lupa membawa senjatanya yang tertinggal. Dia Kembali menemui Tuannya dan memberitahu betapa kasarnya Sun Jian dan penolakan Sun Jian terhadap rencana tuannya. Dong Zhuo Bertanya kepada penasehatnya Li Ru bagaimana tindakan selanjutnya.

Li Ru berkata, "Kekalahan Lu Bu membuat pasukan kita kehilangan semangat tempurnya. Sedangkan pasukan musuh sedang bersemangat, Pasukan garis depan kita terkepung karena pintu keluar dijaga oleh pasukan dari 8 pemimpin, sedangkan di garis sungai Si, sun jian telah menyiapkan pasukannya. Dalam hal ini keadaan kurang menguntungkan buat kita. Lebih baik kita kembali ke ibu kota dan memindahkan kaisar ke Chang An."

Lalu Li Ru melanjutkan, "Kita dapat berdalih bahaw 1/2 dari garis dinasti han yaitu yang dimulai dari Liu Bang telah memerintah di ChangAn sebanyak 12 generasi dan 1/2 lagi yang berasal dari Liu Xue memerintah dari Luo Yang sebanyak 12 generasi juga. Perubahan telah terjadi pada langit dan memerintahkan kita untuk memindhakan ibu kota, sehingga apa bila ibu kota dipindahkah ke changAn maka tidak ada yg perlu Dikhawatirkan. "

Dong Zhuo teramat senang mendengar penjelasan Li Ru ini. "Jika kau tidak menjelaskannya, aku tidak akan mengerti."

Lalu dengan membawa Lu Bu, Dong Zhuo kembali ke Ibu Kota Luo Yang.

Dia memanggil semua menteri dan pejabat istana dan mengumumkan "Setelah 2 abad memerintah disini, keberuntungan kekaisaran telah habis dan aku melihat aura yang baik telah pindah ke ChangAn, Karena itu aku akan memindahkan pemerintahan kesana, kalian semua sebaiknya berkemas untuk perjalanan ini."

Yang Biao, menteri dalam negeri berkata "Aku harap kau memikirkan hal ini kembali. Daerah disana banyak yang rusak. Tidak ada alasannya untuk memindahkan kuil leluhur dan meninggalkan makam kekaisaran disini. Aku khawatir rakyat akan gelisah. Sangat mudah membuat mereka gelisah tetapi sulit menenangkan mereka."

"Apakah Kau menentang rencana ini ?" Bentak Dong Zhuo dengan marah.

Pejabat Lainnya, Panglima Besar Huang Wan, didukung oleh beberapa koleganya, "Pada masa pemerintahan terdahulu, Fan Chong si Alis merah, dia memberontak dan telah membakar kota ChangAn sampai menjadi abu dan istana disana telah rusak. Penduduknya tidak banyak dan daerahnya banyak yang hancur. Ini sangat salah untuk meninggalkan istana dan pergi ke daerah itu."

Dong Zhuo membalas,"Didaerah timur ini terlalu banyak pergolakan, Pemberontakan dimana-mana. Kota ChangAn dilindungi oleh Gunung YaoHan dan HanGu. Lebih Lagi itu dekat dengan LongYou dimana kita bisa dengan mudah mendapatkan Kayu, bata, batu dan semua hal untuk membangun gedung. Dalam satu bulan Istana disana akan dapat di restorasi dan dalam 1 thn kota akan kembali utuh. Jadi hentikan omong kosongmu itu."

Lagi menteri pekerjaan Xun Shuang memprotestnya bahwa itu akan menyengsarakan penduduk. Tetapi Dong Zhuo tidak memperdulikannya.

"Bagaimana aku bisa mempertimbangkan beberapa orang biasa apabila mereka mempengaruhi rencana yang mempengaruhi seluruh kekaisaran?" Kata Dong Zhuo.

Hari itu ke tiga orang yang melakukan protest dicopot dari jabatan mereka dan dicabut semua gelar kehormatannya.

Saat Dong Zhuo sudah ingin tidur, dia kedatangan dua orang yang langsung memberi hormat padanya. Mereka adalah kepala Menteri Zhou Bi dan Panglima penjaga gerbang Kota Wu Qiong. Dong Zhuo bertanya apa yang mereka inginkan.

Kata Zhou Bi, "Kami kesini ingin memintamu membatalkan perpindahan ibu kota."

Dong Zhuo membalas, "Kalian berdua yang meyakinkan aku untuk memberi Yuan Shao posisi. Sekarang dia telah berubah menjadi pemberontak dan apakah kau juga ikut dengan kelompoknya ?"

Dan tanpa berkata apa2x lagi dia memerintahkan pengawal untuk membawanya ke tengah kota dan memenggal mereka. Lalu perintah untuk memindahkan ibu kota langsung dikeluarkan hari itu juga.

Berbicara dengan Dong Zhuo, Li Ru menunjukan "Kita kekurangan uang dan makanan. Dan orang kaya di Luo Yang pada saat ini dapat dijarah dengan mudah. Ini adalah kesempatan yang bagus untuk mengkaitkan mereka dengan para pemberontak dan mengambil propertinya."

Dong Zhuo mengirimkan 5.000 tentara untuk menjarah dan membunuh. Mereka mengumpulkan ribuan orang yang ditangkap dengan tuduhan memberontak, lalu memenggalnya dan menancapkan kepalanya pada sebatang tombak dengan bendera bertuliskan "PENGKHIANAT DAN PEMBERONTAK", harta mereka semua diambil.

Tugas untuk mengawal rakyat yang berjumlah jutaan orang itu diberikan pada dua jendral Dong Zhuo yaitu Li Jue dan Guo Si. Setiap kelompok terdiri dari beberapa puluh orang saja, dan setiap kelompok dijaga oleh 2 kelompok tentara yang mengawal mereka untuk menuju ChangAn. Banyak sekali dari mereka yang tidak kuat dan akhirnya meninggal dalam perjalanan karena kelelahan, sakit dan terperosok kedalam jurang. Para pengawal itu menjarah harta rakyat dan mempermaikan wanita. Kesedihan para rakyat itu terdengar sampai ke langit.

Perintah Dong Zhuo yang terakhir sebelum dia meninggalkan Luo Yang adalah membakarnya. "Bakar semua rumah, kuil dan semua hal. Jgn sampai tersisa apapun" kata Dong Zhuo. Maka ibu kota menjadi lautan api dgn teriakan histeris orang yang masih tertinggal didalam kota.

Dong Zhuo mengirim Lu Bu untuk merampok harta yang berada dimakan kekaisaran. Dan banyak pasukannya yang merampok makam2x orang kaya dan pejabat. Seluruh hasil jarahan dari kota,kubuan,istana,kuil2x dan semuanya berjumlah ribuan kereta yang berisi emas, perak,permata,intan,sutra dan benda2x bernilai lainnya. Dengan ini semua serta keluarga kaisar, dong Zhuo memindahkan ibu kota pada tahun pertama masa pemerintahan kaisar Xian (Sekitar 190 M/191 M).

Ratusan Ribu orang mati dalam perjalanan perpindahan itu, ratusan ribu lainnya lagi meninggal dalam kota yang terbakar, Jutaan manusia terluka. Kesedihan dan tangisan mereka telah membuat langit menangis. Dimusim panas itu tiba2x hujan turun dari langit tetapi tidak cukup memadamkan api yang berkobar.

Bab 5

=========================================================
Bab 5 bagian 1
Yuan Shao memimpin pasukan untuk menghancurkan Dong Zhuo.

Bab 5 bagian 2
3 bersaudara melawan Lu Bu
=========================================================

Pada bab yang lalu diceritakan bahwa Chen Gong berniat membunuh Cao2x.
Tetap Chen Gong berpikir "Aku mengikutinya untuk melakukan hal yang benar. Sekarang jika aku membunuhnya aku hanya akan melakukan hal yang salah dan orang2x akan mengutukku. Lebih baik aku pergi diam2x."

Matahari belum terbit ketika Chen Gong bangun dan langsung menaiki kudanya dan pergi kesebelah timur, menuju kampung halamannya di DongJun.

Cao2x terbangun ketika hari telah siang dan mencari Chen Gong tetapi tidak dapat ditemukan. pikirNya. "Chen Gong berpikir aku ini brutal karena beberapa patah kata egois yang aku gunakan dan dia telah pergi. Aku harus secepatnya pergi juga dan jgn terlalu lama tinggal disini."

Lalu Cao2x pergi secepatnya menuju Qiao. Ketika dia melihat ayahnya, dia menceritakan apa yang terjadi dan dia ingin menggunakan semua harta keluarga untuk membentuk tentara dengan harta itu.

"Milik kita sangat sedikit" Kata ayahnya, "Dan tidak cukup untuk melakukan apapun, tetapi ada seseorang sarjana disini, Wei Hong namanya, Yang tidak mempedulikan harta tetapi kebajikan, keluarganya sangat kaya. Dengan bantuannya kita mungkin dapat berhasil."

Sebuah perjamuan diadakan dan Wei Hong di undang.

Cao2x berpidato "Dinasti Han telah kehilangan pemimpinnya dan Dong Zhuo benar2x seorang tiran. Dia tidak hormat pada pangerannya dan kejam kepada rakyat. Aku ingin mengembalikan kejayaan dinasti Han, tetapi tidak mempunyai apa2x saat ini. Tuan, Aku memohon kepadamu dan kepada kesetianmu pada rakyat kekasiaran ini."

Wei Hong berkata, "Aku juga telah lama mendambakan ini tetapi sejauh ini, belum menemukan seseorang yang tepat untuk menjalankan tugas tersebut. Karena kau Cao2x memiliki Keinginan yang mulia, aku akan menyerahkan semua hartaku agar kau dapat mencapai tujuan mulia itu.

Ini adalah sebuah kabar gembira dan segera cao2x mengumpulkan pasukan. Mereka semua mendirikan sebuah kesatuan yang berisi para sukarelawan dan mendirikan sebuah spanduk putih untuk merekrut orang2x. Dispanduk itu tertulis kata2x "KESETIAAN DAN KEHORMATAN". Respon dari penduduk sangat cepat dan sukarelawan berdatangan seperti butiran air yang turun dikala hujan.

Suatu hari datang seorang bernama Yue Jin dari Yang Ping dan Li Dian dari Ju Lu. Mereka berdua diangkat sebagai staff pribadi Cao2x. Yang lainnya adalah Xiahou Dun dari Qiao. Dia adalah keturunan Xiahou Ying(note:bagi yang tidak tahu siapa dia. Dia adalah salah satu jendral Liu Bang yang paling hebat. Diberi gelar Marquis dari RuYin dan sering disebut Penguasa Tang.) Xiahou Dun telah dilatih sejak kecil untuk menggunakan Golok dan Gada. Ketika berumur 14 thn dia berguru kepada seorang pendekar. Suatu hari seseorang berbicara tidak sopan mengenai gurunya itu dan Xiahou Dun membunuhnya. Karena hal ini dia harus lari dan bersembunyi untuk beberapa saat. Sekarang dia datang untuk menawarkan jasanya, ditemani sepupunya Xiahou Yuan. Mereka masing2x membawa 1000 tentara terlatih. Sebenarnya kedua orang ini adalah saudara dari Cao2x karena ayah Cao2x sebenarnya bermarga Xiahou dan diangkat anak oleh keluarga Cao.

Beberapa Hari kemudian datanglah dua sepupu cao2x yang lainnya yaitu Cao Ren dan Cao Hong, Masing2x juga dengan 1000 tentara. Mereka berdua adalah ahli menunggang kuda dan sangat terlatih menggunakan berbagai macam senjata.

Latihan dimulai dan Wei Hong mengeluarkan hartanya untuk membeli baju, bendera,senjata serta perlengkapan militer lainnya. Dari berbagai tempat datang sumbangan dalam bentuk beras.

Ketika Yuan Shao mendengar Cao2x mengumpulkan pasukan, dia juga mengumpulkan pasukannya berjumlah 30.000 orang. Kemudian dia berangkat dari BoHai ke Qiao untuk bersumpah dengan Cao2x. Kemudian sebuah manifesto dikeluarkan.

"CAO2X DAN PENGIKUTNYA, DIGERAKAN OLEH RASA TANGGUNG JAWAB, MEMBUAT PROKLAMASI INI. DONG ZHUO MENGACAUKAN LANGIT DAN BUMI. DIA MENGHANCURKAN NEGARA DAN MELUKAI PANGERAN. DIA MENGOTORI ISTANA DAN MENEKAN RAKYAT. DIA KEJAM DAN BRUTAL. KESALAHANNYA TELAH MENUMPUK SETINGGI LANGIT. SEKARANG KAMI TELAH MENDAPAT PERINTAH UNTUK MEMANGGIL TENTARA DAN KAMI BERSUMPAH UNTUK MEMBERSIHKAN KEKAISARAN DAN MENGHANCURKAN ORANG JAHAT. KAMI AKAN MENCARI SUKARELAWAN DAN AKAN BERUSAHA SEBAIK KAMI UNTUK MEMPERTAHANKAN DINASTI DAN MENYELAMATKAN RAKYAT. MARI BERGABUNGLAH BERSAMA KAMI OH KALIAN PARA PAHLAWAN DENGAN MEMPERSATUKAN PASUKAN KITA."

Banyak dari semua bagian kekaisaran datang menjawab panggilan ini.

GUBERNUR NANYANG----YUAN SHU.
PENGUASA DAERAH JIZHOU----HAN FU.
PENGUASA DAERAH YUZHOU---KONG ZHOU.
PENGUASA DAERAH YANZHOU---LIU DAI.
GUBERNUR HENEI-----WANG KUANG.
GUBERNUR CHENLIU----ZHANG MIAO.
GUBERNUR DONGJUN---QIAO MAO.
GUBERNUR SHANGYANG---YUAN YI.
GUBERNUR BEIHAI----KONGRONG.
GUBERNUR GUANGLING---ZHANG CHAO.
PENGUASA DAERAH XUZHOU---TAO QIAN.
GUBERNUR XILIANG----MA TENG.
GUBERNUR BEIPING----GONGSUN ZAN.
GUBERNUR SHANGDANG--- ZHANG YANG.
GUBERNUR CHANGSA---SUN JIAN.
GUBERNUR BOHAI---YUAN SHAO.
TUAN TANAH JIBEI---BAO XIN.

Semua kontingen itu bervariasi dalam ukuran dan jumlah, mulai dari 10.000 sampai dengan 30.000 pasukan. Tetapi semuanya lengkat dengan para staff baik sipil maupun militer dan jendral2x perang ternama. Mereka semua menuju Ibukota Luo Yang.

Gubernur BeiPing, Gongsun Zan, ketika dalam perjalanannya membawa 15.000 pasukan melewati daerah PingYuan. Ketika lewat disana dia bertemu Liu Bei dan Saudaranya membawa pasukan kecil.

"Saudaraku, apa yang kau lakukan disini?" tanya Gongsung Zan.

"Kau sangat baik padaku, dan karena rekomendasimu aku diangkat menjadi kepala daerah. Aku mendengar kau melewati daerah ini dan aku datang untuk memberikan salam. Aku berharap kau mau masuk kedalam kotaku dan beristirahat ?"

"Siapakah mereka berdua ?" tanya Gongsun Zan, menunjuk pada saudara Liu Bei.

"Ini adalah Guan Yu dan Zhang Fei, dua saudara angkatku."

"Apakah mereka ikut bertempur denganmu melawan pemberontakan jubah kuning?" tanya Gongsun Zan.

"Semua keberhasilanku adalah karena usaha mereka." Kata Liu Bei.

"dan apakah tujuan mereka ?"

"Guan Yu adalah pemimpin pasukan pemanah berkuda, Zhang Fei adalah pemimpin pasukan pemanah biasa."

"Mereka adalah orang yang berbakat." kata Gongsun Zan."Semua orang sekarang sedang berkumpul untuk menghancurkan Dong Zhuo. Saudaraku maukah kau meninggalkan daerah ini dan bergabung denganku untuk menrestorasi dinasti han ?"

"Aku akan senang sekali bergabung denganmu." kata Liu Bei.

"Jika Kau membiarkanku membunuhnya waktu itu, sekarang tidak akan ada masalah seperti ini" kata Zhang Fei kepada Liu Bei dan Guan Yu.

"Karena keadaan telah begini adanya, marilah kita bersiap2x dan pergi" kata Guan Yu.

Lalu tanpa menunda-nunda lagi, ke 3 saudara dan dengan beberapa pasukan berkuda mengikuti Gongsun Zan dan beriringan untuk bergabung dengan pasukan utama.

Satu demi satu setiap pemimpin akhirnya datang dan berkemah. Kemah mereka mencapai 70 Km lebih. Ketika semua telah tiba, Cao2x sebagai kepala, mempersiapkan korban persembahan kepada dewa dan memanggil seluruh pemimpin untuk mebicarakan rencananya.

Lalu majulah gubernur Henei, Wu Kuang, "Kami telah tergerak oleh perasaan yang mulia untuk berkumpul disini. Sekrang ktia harus mencari seorang pemimpin dan kepadanya kita akan menuruti perintahnya."

Lalu berkatalah Cao2x, "untuk 4 generasi posisi tinggi pejabat pemerintahan selalu diisi oleh anggota keluarga Yuan dan pendukung2x mereka ada dimana-mana. Sebagai keturunan langsung dari menteri Han, Yuan Shao sangat tepat sebagai pemimpin kita semua."

Yuan shao menolak dan menolaknya lg berkali-kali. Tetapi mereka semua berkata "Itu haruslah dia!, harus dia yang menjadi pemimpin, tidak ada orang lain yang pantas !"

Akhirnya dia setuju.

Keesokan harinya disiapkan altar 3 tingkat, dan mereka menarus semua lambang dan bendera dari masing2x pemimpin yang ada disitu. Dan mereka menyiapkan berbagai sesajian upacara. Upacara dilakukan agar usaha mereka dalam menghancurkan Dong Zhuo dapat berhasil.

Setelah Semuanya siap, Yuan Shao diundang naik ke Altar. Dengan pakaian perang lengkap dan sebuah pedang. Yuan Shao memanjatkan doa dan dia membakar sesajen dan membungkuk pada langit dan bumi setelah itu dia mengucapkan janji bersama :

"Dinasti Han runtuh pada hari yang naas, Kekuasaan kekaisaran telah dihancurkan. Menteri pengkhianat,Dong Zhuo mengambil kesempatan didalam kesempitan ini untuk melakukan tindakan tercela dan bencana terjadi dimana2x. Kekejaman merajalela menyengsarakan rakyat kecil. Kami, Yuan Shao dan seluruh anggota konfedarasi, takut keselamatan kekaisaran dan keluarga kerajaan terancam, mengumpulkan pasukan bersama untuk menyelamatkan negara. Kami sekarang menyerahkan hidup kami untuk berusaha sekuat tenaga dan bertindak sesuai dengan keyakinan kami untuk menyelamtkan dinasti. Tidak akan ada tindakan yang mementingkan diri sendiri ataupun yang bertentangan dengan tujuan kami. Jika ada dari kami yang melanggar sumpah ini, maka dia akan kehilangan nyawanya dan tidak akan meninggalkan bekas apapun dimuka bumi ini. Biarlah Langit, bumi dan semua leluhur kami menjadi saksi kami."

Setelah selesai membaca sumpah ini, Yuan shao mengigit jarinya dan meneteskan darahnya kedalam sebuah mangkuk. Dan semua pemimpin yang berada disana juga melakukan hal yang sama. Semua orang terharu melihat kejadian ini.

Setelah semua upacara ini selesai, Yuan Shao mulai mengatur tugas2x yang akan diberikan kepada semua anggota konfederasinya.

Cao2x berkata "Sudah merupakan keharusan kita untuk mematuhi pemimpin yang kita pilih hari ini untuk menyelamatkan negara. Marilah kita mematuhi setiap peraturan dan jangan sampai kita terpecah belah."

"Hanya Perintah pimpinan yang akan kamu patuhi" seluruh pemimpin memberikan hormat.

Lalu Yuan Shao berkata, "Saudaraku, Yuan Shu akan kuangkat menjadi Kepala Penjaga Perkemahan dan Kepala logistik, Dia harus memastikan bahwa seluruh perkemahan mendapatkan supply sesuai dengan yang dibutuhkannya. Tetapi yang aku butuhkan sekarang adalah seseorang untuk memimpin pasukan melintasi sungai SI dan memprovokasi penyerangan. Pasukan yang lain harus mencari posisi strategis dan memberikan dukungan bagi pasukan utama."
Lalu Gubernur ChangSha, Sun Jian mengajukan dirinya untuk tugas ini.

"Kau adalah seorang pemberani dan hebat, cocok sekali untuk tugas ini!" kata Yuan Shao.

Pasukan dibawah Sun Jian mempersiapkan diri dan berangkat ke sungai Si. Penjaga disana mengirim utusan ke Ibu Kota untuk memberitahukan Perdana Mentri mengenai situasi ini.

Sejak Dong Zhuo mengamankan Kekuasaanya, dia telah memberikan dirinya sendiri kemewahan tanpa perduli hal lain. Ketika masalah ini diketahui Penasehat Li Ru, dia dengan segera menemui tuannya, yang langsung memanggil seluruh menteri dan pejabat.

Lu Bu langsung berdiri dan berkata "Jangan Khawatir, ayahku. Aku akan melihat seluruh pemimpin2x itu dan dengan pendekar2x hebat dipasukan kita, aku akan membuat setiap orang dari mereka mati dan kepala mereka akan ku gantungkan di setiap sudut gerbang kota."

"Dengan bantuanmu aku dapat tidur denga tenang!" kata Dong Zhuo.

Tetapi seseorang dibelakang Lu Bu maju dan berbicara "Pemotong Banteng digunakan untuk memotong ayam! tidak perlu jendral besar yang pergi, aku akan memotong kepala mereka semudah aku mengeluarkan barang dari sakuku!"

Dong Zhuo melihat orang ini dan tampaklah seorang bertubuh tegap dan kekar. Dia mempunyai pala bundar seperti macan tutul dan pundak yang besar. Namanya adalah Hua Xiong dari Guan Xi. Dong Zhuo sangat senang dengan Keberanian kata2x Hua Xiong dan dengan segera dia diankat menjadi PANGLIMA PASUKAN KUDA PEMBERANI dan memberikannya 50.000 pasukan berkuda serta 3 jendral. Hua Xiong berserta Li Su, Hu Zhen dan Zhao Cen langsung bergerak menuju sungai Si.

Dari seluruh anggota konfederasi, Bao Xin adalah yang iri terhadap pengangkatan Sun Ce sebagai pemimpin pasukan penyerangan. Karena itu dia berharap dapat yang pertama bertemu musuh. Jadi dia dengan diam2x mengirim saudaranya Bao Zhong dengan 3000 tentara untuk melewati jalan pintas. Setelah pasukan ini melewati jalan itu, mereka langsung menantang perang.

Dengan rekasi Cepat, Hua Xiong dengan 500 pasukan kuda berbaju zirah segera turun dari bukit dan berteriak "Jgn lari kau pemberontak!"

Tetapi Bao Zhong ketakutan dan berputar. Hua Xiong datang dan dengan sekali tebas Bao Zhong langsung jatuh dari kduanya dan mati. Kepala Bao Zhong langsung dipotong dan dikirimkan ke ibu kota. Dong Zhuo langsung mengangkat Hua Xiong sebagai Kepala Pasukan(Commander in chief).

Sun Jian saat ini baru saja berhasil melewati sungai. Dia membawa 4 jendral :Cheng Pu dari Tu Yin yang senjatanya adalah Tombak dengan ujung besi yang berbentuk kepala ular. Huang Gai dari LingLing yang bersenjatakan pecut yang terbuat dari besi. Han Dang dari Ling Zhi dengan senjata Golok besar dan Zu Mao dari Wu Jun yang bersenjatakan 2 bilah pedang.

Sun Jian mengunakan Helm dari perak yang ditutup dengan bandana berwarna ungu. Dia membawa pedang dibadannya yang terbuat dari Koin Cina Kuno dan mengendarai kuda yang indah.

Sun Jian melewati sungai dan berteriak kepada pasukan yang bertahan, "Kalian yang melayani pemberontak! cepatlah menyerah!"

Hua Xiong memerintahkan Hu Zhen untuk keluar menghadapi Sun Jian dan membawa 5000 tentara. Cheng Pu dengan tombaknya keluar dari barisan dan langsung bertempur. Setelah beberapa ronde, Cheng Pu membunuh Hu Zhen dengan sebuah tusukan pada lehernya. Lalu Sun Jian memberikan signal untuk menyerang.

Tetapi dari atas bentengnya tentara Hua Xiong melempari tentara Sun Jian dengan batu dan Sun Jian merasakan sulit untuk menerobos. Dan akhirnya mereka mundur dan berkemah di dekat LiangDong. Sun Jian mengirim pesan kepada Yuan Shao mengenai keadaan ini.

Sun Jian juga mengirim surat kepada kepala logistik untuk meminta persediaan.

Tetapi seorang penasehat Yuan Shu berkata "Sun jian ini sungguh hebat dia seperti macan di timur. Apabila dia berhasil masuk ibu kota dan menghancurkan Dong Zhuo, kita akan mempunyai macan mengantikan serigala. Jangan kirimkan dia perbekalan, buatlah pasukannya kelaparan dan itu akan memastikannya kalah."

Dan Yuan Shu mendengarkan saran itu dan pesan dikirmkan kembali pada Sun Jian bahwa tidak ada Perbekalan dan Beras yang tersedia. Lalu pasukan Sun Jian dengan cepat mulai merasa kelaparan dan mulai menunjukan ketidak disiplinan dan mata2x pasukan Hua Xiong melaporkan keadaan ini.

Li Ru membuat rencana untk hua xiong, "Kita akan menyerang mereka malam ini dengan sebuah serang cepat dari belakang dan depan, sehingga kita akan dapat menangkap mereka."

Hua Xiong setuju dan mereka menyiapkan pasukan untuk menyerang. Lalu pasukan penyerang diperintahkan untuk makan dan beristirahat. Ketika hari telah gelap, mereka meninggalkan benteng dan berjalan melalui jalan kecil menuju kebelakang pasukan Sun Jian. Bulan sungguh terang dan angin terasa sejuk. Mereka tiba ketika tengah malam dan bunyi genderang langsung didengungkan. Sun Jian langsung memakai pakaian perangnya dan langsung mengendarai kudanya. Dia langsung memacu kudanya kearah Hua Xiong dan kedua Pendekar itu bertempur. Tetapi tak lama, pasukan Li Ru muncul dan memanah api dan perkemahan terbakar.

Pasukan Sun Jian berada dalam kekacauan dan lari menyelamatkan diri. Hanya Zu Mao yang ada disisi Sun Jian saat ini. Mereka berdua berhasil keluar dan menyelamatkan diri. Hua Xiong terus mengejar, Sun Jian mengambil panahnya dan memanah 2 panah secara bergantian dalam waktu ayng cepat, tetapi semuanya meleset. Lalu dia mengambil anak panahnya lagi
yang ke 3, karena terlalu kuat menariknya, senar panahnya putus dan dia lalu membuang panahnya dan memacu kudanya secepat mungkin.

Lalu berkata Zu Mao, "Tuanku, ikat kepala ungumu itu menjadi tanda dirimu, sangat mudah dikenali oleh pemberontak itu. Berikan padaku dan aku akan memakainya."

Lalu Sun Jian memberikan ikat kepalanya itu. Dan kedua orang itu berpisah. Para pengejar hanya mencari orang yang memakai ikat kepala ungu itu dan akhirnya Sun Jian berhasil Lolos dari bahaya.

Zu Mao, yang sedang dikejar, lalu memasangkan helmnya yang ada ikat kepala ungunya kesebuah tiang dirumah yang sudah terbakar 1/2nya yang dilewatinya dan lalu dia masuk kedalam hutan yang lebat. Pasukan Hua Xiong yang melihat helm itu tidak bergerak, segera berhati2x krena menyangka ada orang dirumah itu. Mereka mengepung rumah itu dan memanahinya dari setiap sisi. Akhirnya mereka tahu bahwa itu hanyalah tipuan, mereka masuk dan mengambilnya.

Ini adalah saat yang ditunggu2x Zu Mai, Segera dia keluar dengan dua pedang ditangannya dia segera menerjang Hua Xiong, Tetapi Hua Xiong juga berreaksi cepat. Dengan sekali Tebas Hua Xiong membunuh Zu Mao. Hua Xiong dan Li Ru membantai sisa pasukan Sun jian hingga fajar menyingsing dan mereka memimpin pasukannya kembali kedalam benteng.

Cheng pu, Huang Gai dan Han Dang saat ini telah bertemu dengan Sun Jian dan mengumpulkan pasukannya yang tersisa. Sun Jian sedih karena kematian Zu Mao.

Ketika berita kekalahan ini sampai kepada Yuan Shao, Dia sangat marah dan memanggil semua pemimpin untuk berkumpul. Mereka semua berkumpul dan Gongsun Zanlah yang datang terakhir.

Ketika mereka semua telah berkumpul didalam tenda, Yuan Shao berkata "Saudara dari Jendral BaoXin telah melanggar perintah dan kita membayar akibatnya. Dia tergesa2x menyerang musuh. Dia sekarang telah dibunuh dan juga dengan banyak tentara kita. Sekrang Sun Jian telah dikalahkan. Maka semangat tempur kita telah berkurang, apa yang harus kita lakukan ?"

Semua terdiam, Yuan Shao melihat mereka semua satu per satu sampai dia tiba di tempat Gongsun Zan dan dia melihat 3 orang yang berdiri dibelakangnya. Mereka tidak tampak seperti orang biasa.

"Siapakah orang dibelakangmu itu ?" Tanya Yuan Shao.

Gongsun Zan menyuruh Liu Bei maju kedepan dan berkata "Ini Liu Bei, Kepala Daerah Ping Yuan dan adalah saudaraku. Dahulu kami pernah tinggal bersama ketika kami berdua menjadi pelajar."

"Itu pasti Liu Bei yang membantu melawan Pemberontak Jubah Kuning." Kata Cao2x.

"Ya, memang dia" jawab Gongsun Zan. Dan dia memerintahkan Liu Bei untuk bersujud kepada seluruh pemimpin yang kepada mereka semua Liu Bei menceritakan asal-usulnya dan jasa-jasanya secara detail.

"Karena dia berasal dari garis HAN, dia harus dipersilahkan duduk." kata Yuan Shao dan dia mempersilahkan Liu Bei duduk.

Liu Bei dengan halus menolak hal ini dan berterima kasih.

Kata Yuan Shao, "Pengecualian ini bukan karena kamu terkenal atau jabatanmu, tetapi karena kau adalah keluarga dari kekaisaran kita ini."

Lalu Liu Bei duduk dalam kursi yang lebih rendah dalam deretan panjang para pemimpin2x itu dan kedua saudaranya berdiri dibelakangnya.

Bahkan ketika mereka sedang melakukan pertemuan ini, pasukan pengintai melaporkan Hua Xiong dan sekelompok pasukan kuda berbaju zirah telah keluar dari benteng dan mereka memamerkan Helm yang ada ikat kepala warna ungu milik Sun Jian. Lalu mereka menghina semua orang yang ada didalam kemah itu dengan kata2x kasar dan menantangnya berduel.

"Siapa yang berani keluar untuk melawan ?" Tanya Yuan Shao.

"Aku akan" kata Yu She, Seorang jendral Yuan Shu.

Lalu Yu She keluar dan hanya berlangsung 3 jurus saja lalu dilaporkan Yu She telah tewas.

Ketakuan melanda orang2x itu. Tangan mereka menjadi dingin.Lalu Han Fu berkata "Aku mempunyai jendral tangguh, Pan Feng namanya dan dia dapat membunuh Hua Xiong ini."

Lalu Pan Feng segera keluar menemui musuhnya. Dengan kampak besar ditangannya, Pan Feng berkuda dan maju. Tetapi hanya dalam 10 jurus saja berita sedih datang bahwa jendral Pan Feng pun telah kalah. Muka semua orang pucat mendengar berita ini.

"Sungguh sayang, kedua jendralku Yan Liang dan Wen Chou tidak berada disini. Apakah masih ada yang berani melawan Hua Xiong ini ?" tanya Yuan Shao.

Belum Selesai Yuan Shao berbicara, sebuah suara berkata "Aku akan pergi dan membawa kepala Hua Xiong kehadapanmu!"

Semua melihat siapakah yang berbicara, dia tinggi dan memiliki janggut panjang. Matanya seperti mata burung phoenix dan alisnya tebal. Wajahnya tampak garang berwarna kemerah-merahan dan suaranya sangat dalam seperti lonceng besar.

"Siapakah Dia? Tanya Yuan Shao.

Gongsun Zan mengatakan bahwa itu Guan Yu, saudara Liu Bei.

"Dan apakah jabatannya ?" Tanya Yuan Shao.

"Dia ini adalah pelatih pasukan pemanah berkuda Liu Bei."

"APA!!!, Sebuah penghinaan bagi kita semua!!" Teriak Yuan Shu dari tempatnya. "Apakah kita tidak mempunyai jendral lagi ?, Berani sekali seorang pemanah berbicara dihadapan kita ? mari kita hukum dia!"

Tapi cao2x langsung mengintervensinya, "Tenanglah Yuan Shu! karena orang ini telah berbicara maka pastilah dia pemberani. Biarkan dia mencoba, kalau dia gagal kita akan menghukumnya."

'Hua Xiong akan mentertawakan kita jika kita mengirim pemanah melawannya" kaya Yuan Shao.

"Orang ini tidak tampak seperti orang biasa dan bagaimana musuh tahu kalau dia hanyalah seorang pemanah?" tanya Cao2x.

"Jika aku gagalm kamu dapat mengambil kepalaku" kata Guan Yu.

Cao2x memerintahkan mereka untuk memanaskan arak dan menawarkan kepada Guan Yu sebagai tanda hormat sebelum dia keluar.

"Tuangkan saja dulu" kata Guan Yu, "Aku akan kembali sebelum itu mendingin."

Guan Yu pergi dengan membawa golok naganya. Semua yang ditenda itu mendengar bunyi gemuruh drum dan suara pertarungan yang dahsyat seperti langit sedang runtuh, langit terbelah, bukit2x hancur dan ombak menerjang. Dan mereka sangat ketakutan dan khawatir dan ketika mereka sedang mendengarkan, terdengarlah suara kuda mendekat. Dan Guan Yu kembali, dia melemparkan kepala Hua Xiong dibawah kaki Yuan Shao.

Araknyapun masih hangat.

Cao2x sangat terkejut dan sengan dengan keberhasilan ini.

Lalu Zhang Fei berkata "Kakakku telah membunuh Hua Xiong, apalagi yang kita tunggu ? Kenapa kita tidak menyerang sekarang dan menghancurkan Dong Zhuo ? Apakah akan ada waktu yang lebih baik ?"

Lagi Yuan Shu yang marah, "Kami adalah pejabat tinggi tidak tergesa-gesa. Disini ada seorang pengikut kepala daerah menyombongkan kehebatannya dihadapan kita! keluarkan mereka dari tenda, kataku!!!."

tetapi lagi cao2x menyela. "Apakah kita perlu mempertimbangkan posisi untuknya karena dia telah melakukan jasa besar ?"

"Jika kau memberikan kepala desa kehormatan seperti itu, sebaiknya aku mengundurkan diri." kata Yuan Shu.

"Apakah kata2x cukup untuk mengalahkan sebuar rencana besar ?" kata cao2x.

Lalu dia mempersilahkan Gongsun Zan untuk membawa ke 3 bersaudara itu kembali kekemahnya dan pemimpin yang lainpun kembali. Malam itu cao2x secara rahasia mengirimkan arak dan daging kepada ke 3 bersaudara itu.

Ketika tentara Hua Xiong menceritakan kekalahan itu pada Li Ru, Dia sangat khawatir dan gelisah. Dia menulis pesan kepada tuannya untuk membahas masalah ini.

Li Ru membuat ringkasan masalah ini, "Kita telah kehilangan pemimpin terbaik kita dan kekuatan pemberontak telah menjadi besar. Yuan Shao adalah pimpinan konfederasi dan pamannya Yuan Wei adalah pejabat kekaisaran. Jika yang ada diIbukota bergabung dengan yang ada di lapangan maka kita akan mengalami bencana nantinya. Maka oleh sebab itu kita harus menyingkirkan mereka. Jadi saya minta tuan perdana menteri untuk menempatkan diri sebagai kepala dari pasukan dan hancurkan konfedaris ini."

Dong Zhuo setuju dan segera dia memerintahkan kedua jendralnya Li Jue dan Guo Si untuk membawa 500 tentara untuk mengepung kediaman Yuan Wei dan bunuh semuanya tidak perduli umur atau apapun. Lalu penggal kepala mereka semua dan gantunglah di depan gerbang kota. Dong Zhuo memerintahkan 200.000 tentara untuk bergerak dan membentuk 2 pasukan. 50.000 pasukan yang pertama dipimpin Li Jue dan Guo Si dan mereka harus mempertahankan sungai Si. Mereka tidak perlu bertarung. 150.000 lainnya langsung dibawah Dong Zhuo menuju "PERANGKAP HARIMAU". Dia membawa Lu Bu, Fan Chou, Zhang Ji, Li Ru dan jendral lainnya. Dia juga memrintahkan mengumpulkan rakyat yang dapat berperang, berjumlah 500.000 pasukan.

"PERANGKAP HARIMAU" terletak 15 km dari ibu kota Luo Yang. Ketika mereka telah tiba, Dong Zhuo memerintahkan Lu Bu membawa 30.000 tentara dan membuat benteng yang kuat di depan jalan masuk menuju daerah itu. Sisanya bersama Dong Zhuo mempertahankan daerah itu.

Berita mengenai hal ini terdengar oleh Yuan Shao yang segera mengumpulkan pemimpin2x konfederasi.

Kata Cao2x "Pengambilan daerah itu terpaksa memecah pasukan kita menjadi 2. Oleh Sebab itu kita harus melawan pasukan Dong Zhuo yang berada dijalan masuknya untuk dapat menuju ibu kota.

Lalu 8 pemimpin ---Wang Kuang,QiaoMao, Bao Xin, Yuan Yi, Kong Rong, Zhang YAng, Tao Qian dan Gongsun Zan-- diperintahkan membawa tentaranya menuju "PERANGKAP HARIMAU" untuk melawan musuh mereka, Cao2x membawa pasukannya untuk mendukung pasukan utama, sedangkan sisanya harus mengawasi gerak2x pasukan musuh yang ada disepanjang benteng di sungai Si.

Dari kedelapan pemimpin. Wang Kuang, gubernur He Nei adalah yang pertama tiba. Lu Bu langsung membawa pasukannya sebanyak 3000 pasukan berkuda lengkap dengam baju zirah terbaik dan senjata2x terbaik. Ketika Wang Kuang mengetahui hal ini, dia memerintahkan pasukannya membentuk formasi, pasukan berkuda, infantri, pemanah semua disiapkan pada formasi tempur.

WAng Kuang sangat terkesan melihat Lu Bu yang gagah itu, Dikepalanya dia memakai helm emas, dibadannya dia mengunakan baju Zirah emas seperti sisik naga ditutupi jubah denan bordiran warna merah bergambar bunga dia menggunakan ikat pinggang dari sutra yang berhiaskan mutiara dan ditengahnya ada batu giok berlmbang naga. Dia membawa panah dan busur dipunggunnya dan membawa tombak dengan pisau bulan sabit di ujungnya. Dia duduk diatas kuda yang indah dan besar berwarna merah. Benar dia adalah pendekar dari pendekar dan kudanya adalah kuda dari segala kuda.

"Siapa yang berani melawannya ?" Tanya Wan Kuang kepada orang2xnya.

Sebagai respon atas pertanyaan itu seorang jendral pemberani dari HeNei bernama Fang Yue maju kedepan, dia menyiapkan tombaknya untuk bertarung. Lu Bu dan Fang Yue bertarung di tengah lapangan disaksikan oleh kedua belah pasukan dari atas bukit. Tidak sampai 5 ronden Fang Yue telah Jatuh dan tertusuk tombak Lu Bu. Lu Bu menerjang maju dan pasukanya mengikuti. Pasukan Wan Kuang yang ketakutan tidak dapat menahan Lu Bu dan mereka berlarian kesegala arah. Lu Bu berkuda dan membunuh siapa saja yang ditemuinya. Di pertempuran itu Lu Bu seorang diri telah membunuh lebih dari 300 orang dan tidak terluka sedikitpun.

Beruntung, dua pasukan lainnya yang dipimpin oleh Qiao Mao dan Yuan Yi tiba dan menyelamatkan Wan Kuang, Lu Bu pun terpaksa mundur. Mereka bertiga telah kehilangan banyak pasukan memutuskan mundur sejauh 10 km dan membuat pertahanan. Dan tdk lama kemudian ke 5 pemimpin lainnya tiba. Mereka berkumpul dan setuju bahwa Lu Bu tak terkalahkan.

Dan ketika mereka sedang berbicara, tiba2x pasukan melaporkan bahwa Lu Bu menantang mereka untuk berduel. Mereka semua langsung menaiki kuda mereka dan membagi pasukannya jadi 8, masing2x pasukannya berada pada tempat2x yang tinggi. disekitar mereka ada pasukan musuh dalam formasi yang dipimpin Lu Bu, Banyakya pasukan saat itu sudah tidak lagi dapat dihitung, mereka semua membawa panji2x mereka yang berkibar tertiup angin.

Mereka menyerang posisi pasukan Lu Bu. Mu Shun, jendral dari gubernur Zhang Yang berkuda dgn membawa tombak dan berusaha melawan Lu Bu, tetapi langsung terbunuh bahkan sebelum dia sempat mengyunkan tombaknya, Tombak Lu Bu sangat panjang, kurang lebih 2 M. Lalu datanglah Wu AnGuo, jendral dibawah Kong Rong. Wu Anguo menggunakan gada besi. Mereka berdua bertarung sebanyak 10 jurus dan akhirnya sebuah tebasan dari tombak Lu Bu mematahkan lengan Wu Anguo. Lalu ke 8 pasukan memajukan pasukannya untuk mengepung Lu Bu Seorang diri, akhirnya Lu Bu mundur kedalam pasukannya.

Kemudian pertarungan berakhir dan pasukan kemabli kedalam perkemahan.

Cao2x berkata "Tidak ada yang dapat menandingi kehebatan Lu Bu, mari kita panggil yang lainnya dan kita berunding, jika saja kita berhasil mengatasi Lu Bu maka Dong Zhuo sangatlah mudah diatasi."

Ketika rapat sedang berlangsung, Lu Bu datang lagi untuk menantang Duel, lagi dan lagi dan lagi banyak jendral keluar untuk bertarung dengannya. beberapa berhasil kembali dengan terluka tetapi banyak yang mati. Kali ini Gongsun Zan dengan tombaknya keluar untuk menemui musuh. tetapi setelah beberapa ronde, Gongsun Zan berputar dan kabur. Lu Bu mengejar dengan memacu kudanya. Kuda Lu BU si"rambut merah" sangatlah cepat, semua pemimpin ditenda itu sudah takut melihat kecepatan kuda Lu Bu yang hampir berhasil mendekati kuda Gongsun Zan, dan ketika Lu Bu telah mengangkat tombaknya untuk menebas Gongsung Zan tiba2x muncul dari sampingnya seorang dengan mata yang bersinar dan janggut yg kasar bersenjatakan tombak yang memiliki ujung seperti ular.

"Tunggu, kau bajingan" hardiknya. "Aku Zhang Fei dari Yan telah menunggumu!"

Melihat musuh baru, Lu Bu tidak lagi mengejar Gongsun Zan dan langsung melawan Zhang Fei. Zhang Fei yang bersemangat segera memacu kudanya mendekati Lu Bu. Mereka berdua seimbang, mereka telah bertarung lebih dari 50 jurus dan tidak ada satupun dari mereka yang menang. Guan Yu yang tidak sabar melihatnya kemudia berkuda maju dan dengan golok naganya dia menyerang Lu Bu juga. Mereka bertiga bertarung 30 jurus lebih lagi dan tidak ada yang menang, Lu Bu masih tampak sangat tegar.

Lalu Liu Bei yang meilhat hal ini turut membantu kedua saudaranya, dengan dua pedang ditangan, dia menyerang Lu Bu. Akhirnya Lu Bu harus melawan mereka bertiga. Mereka semua mengeluarkan semua kemampuan dan jurus2x terbaik yang mereka punya. Kilatan2x api akibat pergesekan senjata dan kilatan cahaya senjata yang terpantul akibat sinar matahari berkilau-kilauan, membuat pasukan Lu BU dan pasukan dari 8 pemimpin semuanya terpana melihtnya. Mereka semua mengngagumi peraturang ini.

Tetapi setelah lebih dari 3 jam bertarung, Lu Bu mulai berasa lelah. Melihat bahwa Liu Bei lengah, Lu Bu berusaha menusuk Liu Bei yang menyebabkan Liu Bei menghindar dan Guan Yu yang berusaha menolong Liu Bei pun akhirnya melepaskan tekanan pada Lu Bu, Lu Bu melihat ada celah terbuka dan langsung memacu kudanya untuk lari.

Tapi 3 bersaudara itu tidak mau membiarkan Lu Bu lari, mereka memacu kuda mereka untuk mengejarnya. Pasukan dari 8 pemimpin, berteriak menyemangati 3 bersaudara itu. Tetapi Kuda Lu Bu jauh lebih cepat dan akhirnya berhasil kembali kedalam bentengnya.

Ke 3 bersaudara yang mengejar Lu Bu itu melihat ada Payung berwarna hitam didaerah barat.

"Pasti disana ada Dong Zhuo" teriak Zhang Fei. "Apa gunanya mengejar Lu Bu? Lebih baik menangkap pimpimnan pemberontak jadi langsung memotong akar kejahatan.!"

bab berikutnya akan menceritkan hasil akhir dari pertempuran ini.......