==========================================================
Kemarahan Dong Zhuo Di Paviliun Phoenix.
==========================================================
Sekarang Dong Zhuo tidak memikirkan apa2x lagi kecuali selirnya yang baru ini dan untuk lebih dari sebulan dia tidak memperdulikan urusan negara, dia hanya bersenang-senang sepanjang hari. Diao Chan selalu berada disisinya setiap hari. Dong Zhuo sangat sayang padanya.
Suatu hari Lu Bu datang untuk menanyakan keadaan ayahnya. Dong Zhuo ketika itu sedang tertidur dan Diao Chan berdiri duduk dibelakangnya. Diao Chan lalu memasang muka sedih dan tertekan. Melihat Hal ini Lu Bu merasa hancur hatinya. Dong Zhuo yang baru membuka matanya, melihat anaknya sedang menatap Diao Chan segera berbalik badan.
Dia Marah dan berkata, "BERANINYA KAU MENCINTAI KEKASIHKU ?"
Dia memerintahkan pelayannya untuk mengusir Lu Bu keluar dan berteriak, "Jagan Biarkan Dia masuk lagi kesini !"
Lu Bu pulang kerumahnya dengan keadaan marah. Ketika bertemu dengan Li Ru dia menceritakan sebab2x kemarahannya.
Penasehat itu langsung secepatnya menemui tuannya dan berkata, "Tuan, Kau adalah jungjungan rakyat dan kekaisaran. Mengapa untuk suatu kesalahan kecil saja kau memarahi jendral ? Jika dia berbalik melawanmu maka habislah sudah."
"Lalu apa yang harus aku lakukan ?" Kata Dong Zhuo.
"Panggil Dia kembali esok hari dan perlakukan dia dengan baik. Berikan dia hadiah yang besar dan puji-pujilah dia. Dan Semua akan baik kembali.", Kata Li Ru.
Lalu Dong Zhuo melakukan hal itu. Dia mengirim utusan memanggil Lu Bu. Dong Zhuo berkata "Aku sedang tidak enak badan kemarin hari dan oleh sebab itu aku telah menyalahkan dirimu, aku tahu kalau aku salah."
Dia memberikan Lu BU 300 ons emas dan 20 roll sutra dan lalu permusuhan itupun berakhir. Tetapi walaupun badannya Lu Bu berada disamping Dong Zhuo, hatinya tetap memikirkan Diao Chan.
Dong Zhuo, akhirnya kembali ke istana untuk memimpin rapat dan Lu Bu mengikutinya seperti biasanya. Suatu hari ketika melihat Dong Zhuo sedang terlibat percakapan serius dengan kaisar, Lu Bu dengan membawa senjatanya pergi kekediaman perdana menteri. Dia Mengikatkan kudanya dipintu gerbang dan dengan tombaknya ditangan dia masuk kedalam kediaman Dong Zhuo untuk mencari cintanya. Dia menemukan Diao Chan dan mereka berdua pergi ketaman dimana mereka berdua dapat berbicara.
Setelah lama mereka bersama, Dia melihat Diao Chan sangat cantik dengan anggunnya Diao Chan seperti peri di istana bulan.
Air mata tampak diwajah Diao Chan ketika dia berdiri dan berkata, "Walaupun aku bukanlah anak kandung menteri, Dia memperlakukanku seperti anaknya. Keinginanku dalam hidup ini terpenuhi ketika dia menyerahku padamu. Tetapi karena perdana mentri, dia mengambil diriku daripadamu. AKu menderita sangat banyak. Aku pernah berpikir untuk mati, tetapi karena aku belum memberitahumu perasaanku yang sebenarnya maka aku bertahan hidup, menahan malu semampuku. Sekarang setelah aku melihatmu, aku dapat mengakhirinya. Tubuhku yang telah kotor dan ternoda ini tidak pantas untuk seorang pahlawan. Aku Dapat mati dihadapanmu dan membuktikan ketulusan cintaku padamu !"
Setelah berbicara itu dia mengambil sebilah pisau, Lu Bu lalu mencegahnya dan menangis ketika dia memeluk Diao Chan.
"Aku tahu itu, aku selalu mempercayai hatimi !" Kata Lu Bu,"Hanya saja kita tidak mempunyai kesempatan untuk berbicara."
"Jika aku tidak dapat menjadi istrimu dikehidupan ini, aku akan menjadi istrimu di kehidupan mendatang," Kata Diao Chan.
"Jika aku tidak menikahimu dikehidupan ini, Aku bukanlah seorang pahlawan," Kata Lu Bu.
"Setiap hari merupakan penderitaan bagiku, Tolonglah aku pahlawan !" Diao Chan berkata sambil menangis.
"Aku hanya mencuri waktu sebentar dan aku takut si tua ini akan mencurigai sesuatu jadi aku tidak dapat tinggal lama2x." Kata Lu Bu.
Diao Chan langsung melepaskan diri dari pelukan Lu Bu dan berkata, "Jika kau sangat takut pada pencuri tua itu, Aku tidak akan melihat matahari terbit lagi."
Lu Bu berpikir sejenak.
"Berikan aku waktu untuk berpikir dan menyusun rencana," kata Lu Bu.
Dan dia mengambil Tombaknya dan pergi.
"Didalam kesendirian ini aku mendengar cerita mengenai kehebatanmu. Kau adalah pria yang melebih segalanya. Aku heran mengapa kau seorang pahlawan besar mau menjadi bawahan orang lain."
Dan air mata pun bercucuran dari wajah Diao Chan.
Tiba2x perasaan mau menyerang Lu Bu. Dia langsung berbalik dan memeluk Diao Chan, menenangkannya dengan kata2x lembut. Mereka berdua tidak dapat mengucapkan kata2x perpisahan.
Sementara itu Dong Zhuo yang merasa kehilangan Lu Bu tiba2x merasa curiga. Dengan cepat dia berpamitan pada kaisara dan dia mengendarai kereta kudanya kembali keistananya. Didepan gerbang dia melihat kuda Lu Bu. Dong Zhuo lalu menanyakan mengenai hal ini pada penjaga gerbang, mereka berkata Jendral telah masuk kedalam kediaman sendirian. Dia memanggil Diao Chan tetapi tidak ada jawaban. Dia bertanya pada pelayan dimanakah Diao Chan dan pelayan menjawab dia berada di taman.
Lalu Dong Zhuo pergi ketaman dan disana dia melihat kedua kekasih itu sedang berada didalam Paviliun.
Dong Zhuo langsung marah dan melabrak kedalam paviliun. Lu Bu berbalik dan setelah melihat siapakah yang datang langsung melarikan diri. Dong Zhuo langsung mengejarnya. Tetapi Lu Bu sangatlah cepat sedangkan Dong Zhuo sangat lambat larinya. Melihat tidak mungkin terkejar, Dong Zhuo kembali ketaman dan dia menabrak seorang lainnya lagi yang juga berlari.
Kita akan mengetahui siapakan orang itu di bab selanjutnya.....
Kemarahan Dong Zhuo Di Paviliun Phoenix.
==========================================================
Sekarang Dong Zhuo tidak memikirkan apa2x lagi kecuali selirnya yang baru ini dan untuk lebih dari sebulan dia tidak memperdulikan urusan negara, dia hanya bersenang-senang sepanjang hari. Diao Chan selalu berada disisinya setiap hari. Dong Zhuo sangat sayang padanya.
Suatu hari Lu Bu datang untuk menanyakan keadaan ayahnya. Dong Zhuo ketika itu sedang tertidur dan Diao Chan berdiri duduk dibelakangnya. Diao Chan lalu memasang muka sedih dan tertekan. Melihat Hal ini Lu Bu merasa hancur hatinya. Dong Zhuo yang baru membuka matanya, melihat anaknya sedang menatap Diao Chan segera berbalik badan.
Dia Marah dan berkata, "BERANINYA KAU MENCINTAI KEKASIHKU ?"
Dia memerintahkan pelayannya untuk mengusir Lu Bu keluar dan berteriak, "Jagan Biarkan Dia masuk lagi kesini !"
Lu Bu pulang kerumahnya dengan keadaan marah. Ketika bertemu dengan Li Ru dia menceritakan sebab2x kemarahannya.
Penasehat itu langsung secepatnya menemui tuannya dan berkata, "Tuan, Kau adalah jungjungan rakyat dan kekaisaran. Mengapa untuk suatu kesalahan kecil saja kau memarahi jendral ? Jika dia berbalik melawanmu maka habislah sudah."
"Lalu apa yang harus aku lakukan ?" Kata Dong Zhuo.
"Panggil Dia kembali esok hari dan perlakukan dia dengan baik. Berikan dia hadiah yang besar dan puji-pujilah dia. Dan Semua akan baik kembali.", Kata Li Ru.
Lalu Dong Zhuo melakukan hal itu. Dia mengirim utusan memanggil Lu Bu. Dong Zhuo berkata "Aku sedang tidak enak badan kemarin hari dan oleh sebab itu aku telah menyalahkan dirimu, aku tahu kalau aku salah."
Dia memberikan Lu BU 300 ons emas dan 20 roll sutra dan lalu permusuhan itupun berakhir. Tetapi walaupun badannya Lu Bu berada disamping Dong Zhuo, hatinya tetap memikirkan Diao Chan.
Dong Zhuo, akhirnya kembali ke istana untuk memimpin rapat dan Lu Bu mengikutinya seperti biasanya. Suatu hari ketika melihat Dong Zhuo sedang terlibat percakapan serius dengan kaisar, Lu Bu dengan membawa senjatanya pergi kekediaman perdana menteri. Dia Mengikatkan kudanya dipintu gerbang dan dengan tombaknya ditangan dia masuk kedalam kediaman Dong Zhuo untuk mencari cintanya. Dia menemukan Diao Chan dan mereka berdua pergi ketaman dimana mereka berdua dapat berbicara.
Setelah lama mereka bersama, Dia melihat Diao Chan sangat cantik dengan anggunnya Diao Chan seperti peri di istana bulan.
Air mata tampak diwajah Diao Chan ketika dia berdiri dan berkata, "Walaupun aku bukanlah anak kandung menteri, Dia memperlakukanku seperti anaknya. Keinginanku dalam hidup ini terpenuhi ketika dia menyerahku padamu. Tetapi karena perdana mentri, dia mengambil diriku daripadamu. AKu menderita sangat banyak. Aku pernah berpikir untuk mati, tetapi karena aku belum memberitahumu perasaanku yang sebenarnya maka aku bertahan hidup, menahan malu semampuku. Sekarang setelah aku melihatmu, aku dapat mengakhirinya. Tubuhku yang telah kotor dan ternoda ini tidak pantas untuk seorang pahlawan. Aku Dapat mati dihadapanmu dan membuktikan ketulusan cintaku padamu !"
Setelah berbicara itu dia mengambil sebilah pisau, Lu Bu lalu mencegahnya dan menangis ketika dia memeluk Diao Chan.
"Aku tahu itu, aku selalu mempercayai hatimi !" Kata Lu Bu,"Hanya saja kita tidak mempunyai kesempatan untuk berbicara."
"Jika aku tidak dapat menjadi istrimu dikehidupan ini, aku akan menjadi istrimu di kehidupan mendatang," Kata Diao Chan.
"Jika aku tidak menikahimu dikehidupan ini, Aku bukanlah seorang pahlawan," Kata Lu Bu.
"Setiap hari merupakan penderitaan bagiku, Tolonglah aku pahlawan !" Diao Chan berkata sambil menangis.
"Aku hanya mencuri waktu sebentar dan aku takut si tua ini akan mencurigai sesuatu jadi aku tidak dapat tinggal lama2x." Kata Lu Bu.
Diao Chan langsung melepaskan diri dari pelukan Lu Bu dan berkata, "Jika kau sangat takut pada pencuri tua itu, Aku tidak akan melihat matahari terbit lagi."
Lu Bu berpikir sejenak.
"Berikan aku waktu untuk berpikir dan menyusun rencana," kata Lu Bu.
Dan dia mengambil Tombaknya dan pergi.
"Didalam kesendirian ini aku mendengar cerita mengenai kehebatanmu. Kau adalah pria yang melebih segalanya. Aku heran mengapa kau seorang pahlawan besar mau menjadi bawahan orang lain."
Dan air mata pun bercucuran dari wajah Diao Chan.
Tiba2x perasaan mau menyerang Lu Bu. Dia langsung berbalik dan memeluk Diao Chan, menenangkannya dengan kata2x lembut. Mereka berdua tidak dapat mengucapkan kata2x perpisahan.
Sementara itu Dong Zhuo yang merasa kehilangan Lu Bu tiba2x merasa curiga. Dengan cepat dia berpamitan pada kaisara dan dia mengendarai kereta kudanya kembali keistananya. Didepan gerbang dia melihat kuda Lu Bu. Dong Zhuo lalu menanyakan mengenai hal ini pada penjaga gerbang, mereka berkata Jendral telah masuk kedalam kediaman sendirian. Dia memanggil Diao Chan tetapi tidak ada jawaban. Dia bertanya pada pelayan dimanakah Diao Chan dan pelayan menjawab dia berada di taman.
Lalu Dong Zhuo pergi ketaman dan disana dia melihat kedua kekasih itu sedang berada didalam Paviliun.
Dong Zhuo langsung marah dan melabrak kedalam paviliun. Lu Bu berbalik dan setelah melihat siapakah yang datang langsung melarikan diri. Dong Zhuo langsung mengejarnya. Tetapi Lu Bu sangatlah cepat sedangkan Dong Zhuo sangat lambat larinya. Melihat tidak mungkin terkejar, Dong Zhuo kembali ketaman dan dia menabrak seorang lainnya lagi yang juga berlari.
Kita akan mengetahui siapakan orang itu di bab selanjutnya.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar