Jumat, Agustus 31, 2007

Bab 6 bagian 1

=========================================================
Dong Zhuo Menjarah LuoYang
=========================================================

Ke 3 bersaudara terus mengejar Lu Bu yang telah masuk kedalam benteng, Zhang Fei melihat ada simbol Dong Zhuo dan semakin ingin mengejar, Tetapi mereka kalah cepat dibanding Kuda Lu Bu. Sehingga Pintu Gerbang telah tertutup, Dari atas para prajurit menembaki mereka ber 3 dengan panah dan melempari batu jadi mereka tidak dapat mendekati dan akhirnya mereka kembali keperkemahan mereka. Ke 8 pemimpin itu semua memberi hormat kepada 3 bersaudara itu atas semua jasa mereka. Cerita mengenai kemenangan ini di kabarkan pada Yuan Shao yang dengan segera memerintahkan Sun Jian membawa 50.000 pasukan segera bergerak menyerang pos2x penjagaan disekitar "PERANGKAP MACAN".

Lalu Sun Jian membawa 2 jendral kepercayaannya Cheng Pu dan Huang Gai pergi menuju kemah Yuan Shu.

Ketika masuk kedalam Kemah Yuan Shu, Sun Jian berkata, "Dong Zhuo dan aku tidak punya masalah pribadi. Tetapi aku mempertaruhkan nyawaku dan nyawa orang2xku didalam perang ini agar aku dapat membersihkan kekaisaran ini dari pemberontak. Tetapi kau, Mendengar saran dari penasehatmu yang bodoh itu membuatku kalah dalam perang sebelumnya. Bagaimana kau dapat menjelaskan hal ini jendral ?" Bentak Sun Jian sambil mengeluarkan pedangnya dihadapan Yuan Shu.

Yuan Shu yang kebingungan dan ketakutan, tidak mempunyai kata2x untuk membalas. Dia memerintahkan menghukum mati penasehat yang menyarankan tindakan itu untuk menenangkan Sun Jian.

Lalu Tiba2x datang utusan kepada Sun Jian "Tuan, ada utusan dari benteng musuh ingin menemuimu ?, Dia telah ada didalam kemah tamu."

Sun Jian lalu meniggalkan Yuan Shu dan kembali ke kemahnya. Dimana dia menemukan bahwa tamunya adalah Li Jue salah seorang jendral Dong Zhuo.

"Adaapa Kau datang menemuiku ? " Tanya Sun Jian.

Li Jue berkata "Kau adalah salah satu orang yang tuanku sangat kagumi dan hormati, dan dia mengutusku untuk merencanakan persatuan diantara dua keluarga. Dia berharap bahwa putrinya dapat dinikahkan dengan putramu."

"APA!!! Dong Zhuo, pemberontak itu. Perebut Tahta ! Aku hanya berharap dapat menghancurkannya 9 generasi kebawah sebagai tanda terima kasihku kepada kekaisaran ! Pikirmu aku mau bersekutu dan menjadi satu keluarga dengan orang itu ??? Aku tidak akan membunuhmu walaupun aku mau, tetapi pergilah dan cepatlah sebelum aku berubah pikiran. Serahkan bentengmu itu dan aku akan mengampuni hidupmua. Jika tidak aku akan menggiling tulangmu menjadi bubuk dan akan ku cincang dagingmu dan kuberikan pada anjing !"

Li Jue langsung lari ketakutan sampai dia lupa membawa senjatanya yang tertinggal. Dia Kembali menemui Tuannya dan memberitahu betapa kasarnya Sun Jian dan penolakan Sun Jian terhadap rencana tuannya. Dong Zhuo Bertanya kepada penasehatnya Li Ru bagaimana tindakan selanjutnya.

Li Ru berkata, "Kekalahan Lu Bu membuat pasukan kita kehilangan semangat tempurnya. Sedangkan pasukan musuh sedang bersemangat, Pasukan garis depan kita terkepung karena pintu keluar dijaga oleh pasukan dari 8 pemimpin, sedangkan di garis sungai Si, sun jian telah menyiapkan pasukannya. Dalam hal ini keadaan kurang menguntungkan buat kita. Lebih baik kita kembali ke ibu kota dan memindahkan kaisar ke Chang An."

Lalu Li Ru melanjutkan, "Kita dapat berdalih bahaw 1/2 dari garis dinasti han yaitu yang dimulai dari Liu Bang telah memerintah di ChangAn sebanyak 12 generasi dan 1/2 lagi yang berasal dari Liu Xue memerintah dari Luo Yang sebanyak 12 generasi juga. Perubahan telah terjadi pada langit dan memerintahkan kita untuk memindhakan ibu kota, sehingga apa bila ibu kota dipindahkah ke changAn maka tidak ada yg perlu Dikhawatirkan. "

Dong Zhuo teramat senang mendengar penjelasan Li Ru ini. "Jika kau tidak menjelaskannya, aku tidak akan mengerti."

Lalu dengan membawa Lu Bu, Dong Zhuo kembali ke Ibu Kota Luo Yang.

Dia memanggil semua menteri dan pejabat istana dan mengumumkan "Setelah 2 abad memerintah disini, keberuntungan kekaisaran telah habis dan aku melihat aura yang baik telah pindah ke ChangAn, Karena itu aku akan memindahkan pemerintahan kesana, kalian semua sebaiknya berkemas untuk perjalanan ini."

Yang Biao, menteri dalam negeri berkata "Aku harap kau memikirkan hal ini kembali. Daerah disana banyak yang rusak. Tidak ada alasannya untuk memindahkan kuil leluhur dan meninggalkan makam kekaisaran disini. Aku khawatir rakyat akan gelisah. Sangat mudah membuat mereka gelisah tetapi sulit menenangkan mereka."

"Apakah Kau menentang rencana ini ?" Bentak Dong Zhuo dengan marah.

Pejabat Lainnya, Panglima Besar Huang Wan, didukung oleh beberapa koleganya, "Pada masa pemerintahan terdahulu, Fan Chong si Alis merah, dia memberontak dan telah membakar kota ChangAn sampai menjadi abu dan istana disana telah rusak. Penduduknya tidak banyak dan daerahnya banyak yang hancur. Ini sangat salah untuk meninggalkan istana dan pergi ke daerah itu."

Dong Zhuo membalas,"Didaerah timur ini terlalu banyak pergolakan, Pemberontakan dimana-mana. Kota ChangAn dilindungi oleh Gunung YaoHan dan HanGu. Lebih Lagi itu dekat dengan LongYou dimana kita bisa dengan mudah mendapatkan Kayu, bata, batu dan semua hal untuk membangun gedung. Dalam satu bulan Istana disana akan dapat di restorasi dan dalam 1 thn kota akan kembali utuh. Jadi hentikan omong kosongmu itu."

Lagi menteri pekerjaan Xun Shuang memprotestnya bahwa itu akan menyengsarakan penduduk. Tetapi Dong Zhuo tidak memperdulikannya.

"Bagaimana aku bisa mempertimbangkan beberapa orang biasa apabila mereka mempengaruhi rencana yang mempengaruhi seluruh kekaisaran?" Kata Dong Zhuo.

Hari itu ke tiga orang yang melakukan protest dicopot dari jabatan mereka dan dicabut semua gelar kehormatannya.

Saat Dong Zhuo sudah ingin tidur, dia kedatangan dua orang yang langsung memberi hormat padanya. Mereka adalah kepala Menteri Zhou Bi dan Panglima penjaga gerbang Kota Wu Qiong. Dong Zhuo bertanya apa yang mereka inginkan.

Kata Zhou Bi, "Kami kesini ingin memintamu membatalkan perpindahan ibu kota."

Dong Zhuo membalas, "Kalian berdua yang meyakinkan aku untuk memberi Yuan Shao posisi. Sekarang dia telah berubah menjadi pemberontak dan apakah kau juga ikut dengan kelompoknya ?"

Dan tanpa berkata apa2x lagi dia memerintahkan pengawal untuk membawanya ke tengah kota dan memenggal mereka. Lalu perintah untuk memindahkan ibu kota langsung dikeluarkan hari itu juga.

Berbicara dengan Dong Zhuo, Li Ru menunjukan "Kita kekurangan uang dan makanan. Dan orang kaya di Luo Yang pada saat ini dapat dijarah dengan mudah. Ini adalah kesempatan yang bagus untuk mengkaitkan mereka dengan para pemberontak dan mengambil propertinya."

Dong Zhuo mengirimkan 5.000 tentara untuk menjarah dan membunuh. Mereka mengumpulkan ribuan orang yang ditangkap dengan tuduhan memberontak, lalu memenggalnya dan menancapkan kepalanya pada sebatang tombak dengan bendera bertuliskan "PENGKHIANAT DAN PEMBERONTAK", harta mereka semua diambil.

Tugas untuk mengawal rakyat yang berjumlah jutaan orang itu diberikan pada dua jendral Dong Zhuo yaitu Li Jue dan Guo Si. Setiap kelompok terdiri dari beberapa puluh orang saja, dan setiap kelompok dijaga oleh 2 kelompok tentara yang mengawal mereka untuk menuju ChangAn. Banyak sekali dari mereka yang tidak kuat dan akhirnya meninggal dalam perjalanan karena kelelahan, sakit dan terperosok kedalam jurang. Para pengawal itu menjarah harta rakyat dan mempermaikan wanita. Kesedihan para rakyat itu terdengar sampai ke langit.

Perintah Dong Zhuo yang terakhir sebelum dia meninggalkan Luo Yang adalah membakarnya. "Bakar semua rumah, kuil dan semua hal. Jgn sampai tersisa apapun" kata Dong Zhuo. Maka ibu kota menjadi lautan api dgn teriakan histeris orang yang masih tertinggal didalam kota.

Dong Zhuo mengirim Lu Bu untuk merampok harta yang berada dimakan kekaisaran. Dan banyak pasukannya yang merampok makam2x orang kaya dan pejabat. Seluruh hasil jarahan dari kota,kubuan,istana,kuil2x dan semuanya berjumlah ribuan kereta yang berisi emas, perak,permata,intan,sutra dan benda2x bernilai lainnya. Dengan ini semua serta keluarga kaisar, dong Zhuo memindahkan ibu kota pada tahun pertama masa pemerintahan kaisar Xian (Sekitar 190 M/191 M).

Ratusan Ribu orang mati dalam perjalanan perpindahan itu, ratusan ribu lainnya lagi meninggal dalam kota yang terbakar, Jutaan manusia terluka. Kesedihan dan tangisan mereka telah membuat langit menangis. Dimusim panas itu tiba2x hujan turun dari langit tetapi tidak cukup memadamkan api yang berkobar.

Tidak ada komentar: