=========================================================
Menyembunyikan CAP KEKAISARAN,SUN JIAN telah melanggar sumpah
========================================================
Luo Yang telah ditinggalkan, jendral Dong Zhuo yang mempertahankan Benteng di Sungai Si, Zhao Cen, mengevakuasi bentengnya, Melihat Hal ini Sun Jian segera merebut benteng tersebut. Liu Bei dan saudaranya merebut benteng "PERANGKAP HARIMAU" dan karena hal ini pasukan konfederasi dapat masuk kedaerah Luo Yang.
Sun Jian mempercepat gerak pasukannya menuju ibu kota yang sedang terbakar, Asap dapat terlihat dari jarak 15 km. Ketika dia tiba, asap sudah sangat tebal dan kota tertutup oleh asap dan api. Tidak ada suatu apapun yang hidup, tidak ada burng, anjing, manusia bahkan suara jangkrik dimalam haripun tidak terdengar. Sun Jian memerintahkan pasukannya untuk berusaha memadamkan api dan mencari tempat aman untuk membangun kemah.
Cao2x datang menemui Yuan Shao dan berkata "Dong Zhuo telah pergi kebarata. Kita harus mengejarnya secepatnya. Mengapa kau tidak bertindak apa2x ?"
"Semua teman2x kita telah kelelahan dan tidak ada yang bisa didapat bila kita melakukan penyerangan sekarang." Kata Yuan Shao.
Cao2x berkata "Momen ini adalah yang paling menyedihkan. Kekacauan dimana-mana, istana dibakar, kaisar diculk dan seluruh dunia murka dan tidak ada seorangpun yang tahu harus apa. Kejahatan akan segera berakhir dan sebuah pukulan akan dapat melenyapkan Dong Zhuo untuk selamanya, Kenapa tidak mengejarnya ?"
Tetapi semua pemimpin mempunyai pikiran yang sama dikepalanya dan pikiran itu adalah menunda suatu aksi. Jadi mereka tidak melakukan apa2x.
"Manusia2x tidak berharga ini tidak dapat mendiskusikan apapun yang berharga" Hardik Cao2x.
Lalu dia dengan 6 jendralnya--Xiahou Dun, Xiahou Yuan, Cao Ren, Cao Hong, Li Dian dan Yue Jing serta 10.000 tentara mengejar Dong Zhuo.
Jalan menuju Ibu Kota melalui YingYang, ketika Dong Zhuo tiba, Gubernur Xu Rong menyambutnya.
Li Ru berkata, "Untuk berjaga-jaga kalau ada pengejaran, akan lebih baik jika kita memerintahkan gubernur untuk mempersiapkan jebakan diluar kota. Dia harus membiarkan pengejar itu masuk kedaerahnya dan bersiap untuk memutuskan jalan mundurnya, ketika pasukan kita mengalahkan mereka. Maka itu akan menjadi peringatan bagi yg lainnya untuk tidak mengejar."
Lalu Dong Zhuo memerintahkan Lu Bu untuk menjadi Panglima pasukan belakang. Dan tidak lama kemudian mereka melihat pasukan Cao2x tiba. Lu Bu tertawa kepada pemikiran tajam Li Ru. Dia mempersiapkan pasukannya dalam formasi bertempur.
Cao2x berteriak. "Pemberontak, penculik dan penyiksa rakyat, kemana kau akan pergi !!!"
Lu Bu menjawab, "Pengkhianat, Kata2x apa yang kau ucapkan itu ?"
Lalu dari samping Cao2x, Majulah Xiahou Dun dengan tombaknya. Lu Bu dan Xiahou Dun bertarung. Lalu Muncul Li Ru dengan pasukannya dari kiri, Cao2x memerintahkan Xiahou Yuan untuk melawan. Lalu dari sebelah kanan muncul Guo Si dan pasukannya. Cao2x memerintahkan Cao Ren untuk melawan. Pasukan dari tiga sisi terlalu banyak untuk cao2x hadapi dan Pasukan Lu Bu adalah yang terkuat. Setelah beberapa puluh jurus, Xiahou Dun mulai merasa kewalahan lalu kembali kepada Cao2x. Lalu Lu Bu memerintahkan pasukannya untuk menyerang, akhirnya pasukan Cao2x dapat dipukul mundur dan terpaksa harus melewati kota Ying Yang.
Mereka mundur sampai mencapai daerah perbukitan, saat itu sudah malam dan bulan bercahaya dengan terangnya seolah malam itu siang. Disini mereka berhenti untuk mengatur barisan tentara. Ketika mereka baru saja memasak makan malam untuk mereka, tiba2x muncul suara2x teriakan dari segala sisi dan muncul pasukan gubernur Xu Rong yang keluar dari tempat persembunyian untuk menyerang.
Cao2x Yang kebingungan, lansung menaiki kudanya dan kabur. Dia kabur tepat kearah dimana Xu Rong telah menunggunya. Ketika melihat Xu Rong , Cao2x langsung pergi kearah lain tetapi Xu Rong menembakan panah yang mengenai pundaknya. Cao2x tetap berkuda dan kabur. Ketika dia sedang melewati padang rumput, Dua prajurit telah menungguna dan melukai kudanya sehingga dia terjatuh. Ketika dia terjatuh, langsung prajurit2x itu menangkapnya dan dia dijadikan tawanan.
Tidak lama berselang datang seorang penunggang kuda. Memacu kudanya pada kecepatan penuh dan menebaskan pedangnya, langsung membunuh kedua prajurit tadi dan menyelamatkan cao2x. Dia adalah Cao Hong.
Cao2x berkata, "Aku telah tamat, Saudaraku. Pergilah, selamatkan dirimu."
"Tuanku, Naik kekudaku cepat! aku akan berjalan kaki" Kata Cao Hong.
"Kalau bajingan itu kembali bagaimana ?" Kata Cao2x.
"Dunia dapat hidup tanpa Cao Hong, Tetapi tidak tanpa dirimu, tuanku!"
"Jika Aku tetap Hidup, maka aku berhutang nyawaku ini padamu" Kata Cao2x.
Cao Hong membantu cao2x naik kekudanya, dan dia berjalan disampingnya. Mereka terus berjalan sampai dipinggir sungai, mereka melihat arus sungai itu begitu besar and dibelakang mereka tetap terdengar suara teriakan prajurit musuh.
"Ini adalah takdirku" kata Cao2x. "Aku akan mati!"
Cao Honng membantu Cao2x turun dari kuda, lalu melepaskan pakaian perang Cao2x dan helmnya. Cao Hong mengendong Cao2x dibelakangnya dan berenang melawan arus. Ketika mereka telah sampai kesisi lainnya, pengejar mereka juga telah sampai ke sisi sungai satunya dan mereka menembakan panah.
Cao2x yang basah dan kedinginan berjalan terus, pagi menjelang. Ketika itu mereka telah berjalan 10 km jauhnya dan duduk dibawah pepohonan. Tiba2x Suara keras terdengar dan sekelompok pasukan berkuda terlihat. Itu adalah gubernur Xu Rong yang telah menyebrangi sungai. Saat ini Xiahou Dun dan Xiahou Yuan juga datang dengan beberapa lusin tentara.
"Jangan Lukai Tuanku!" kata Xiahou Dun pada Xu Rong, Yang langsung menerjangnya.
Tetapi pertarungan itu sangat singkat, Xiahou Dun berhasil membunuh Xu Rong dengan tombaknya dan pasukan Xu Rong lari ketakutan. Tidak Lama jendral Cao2x yg lain berdatangan. Sedih dan senang bercampur didalam hati setiap orang. Mereka mengumpulkan beberapa ratus tentara yang tersisa dan kembali ke Luo Yang.
Ketika para pemimpin konfederasi memasuki Luo Yang, Sun Jian yang berhasil memadamkan api, berkemah didalam tembok kota. Tendanya berdiri dekat dengan Kuil Dinasti. Pasukanya membersihkan sisa2x reruntuhan dan kebakaran dan menutup makam2x yang terbuka. Pintu Kuilnya diganti dan ruangannya dirapikan kembali. Diruangan ini para pemimpin berkumpul dan berdoa kepada para leluhur kaisar.
Setelah upacara selesai, yang lain meninggalkan Sun Jian yang kembali ke kemahnya. Malam itu bulang dan bintang dapat terlihat dengan jelas. Saat Sun Jian melihat kelangit dia melihat kecerahan bintang di konstelasi Draco.
"Bintang Kaisar sedang gelap" kata Sun Jian sambil menghela Nafas. "Tidak heran, para menteri pemberontak mengacaukan negara"
Dia melihat sekelilingnya pasukan dan beberapa orang penduduk tidur dijalanan karena tidak ada rumah lagi, hanya tampak debu berterbangan dan kegelapan dimana-mana. Ibu Kota sudah musnah.
Dan Air Mata pun keluar dari matanya.
Lalu Prajurit menunjuk arah selatan, "Lihat, ada sinar berwarna muncul dari dalam sumur!"
Sun Jian memerintahkan orangnya untuk mengambil obor dan masuk kedalam sumur. Lalu mereka mengangkat mayat wanita, tidak terlalu membusuk walaupun tampaknya sudah berada disana berhari-hari. Dia memakai pakaian istana, dan dilehernya tergantung sebuah bungkusan berwarna merah, Didalamnya ada kotak dan kunci terbuat dari emas. Setelah dibuka kotak ini mereka melihat CAP GIOK, Berbentuk kotak, 4 inchi setiap sisinya. Diatasnya terukir gambar 5 naga, salah satu sisinya telah rusak dan diganti dengan emas. Disisinya ada 8 huruf yang diukir beberbunyi:
"AKU TELAH MENERIMA MANDAT DARI LANGIT, SEMOGA MASA PEMERINTAHANKU LAMA DAN BERJAYA."
Sun jian menunjukan ini kepada penasehatnya,Jendral Cheng Pu, yg lalu mengenali ini sebagai STEMPEL KEKUASAAN KAISAR.
Cheng Pu berkata, "Cap ini adalah sejarah, Dahulu Bian He melihat burung Phoenix bertengger pada sebuah batu dikaku gunung Jing. Dia memberikan batu itu pada kekaisaran. Raja Chu membelah batu itu dan menemukan giok. Pada thn ke 26 kekaisaran Qin(thn 221 SM), seorang tukang Giok membuat STEMPEL dari batu ini, Li Si perdana menteri dari kaisar pertama mengukir huruf2x tadi. 2 tahun kemudia ketika kaisara pertama sedang berlayar didanau DongTing, Badan besar datang. Kaisar melemparkan Stempel ini sebagai tanda persembahan dan badaipun berhenti. 10 thn kemudian ketika kaisar pertama mengunjungi HuaYingm seorang tua dijalan menyerahkan Stempel ini pd bawahannya dan berkata "Sekarang ini telah dikembalikan kepada Naga sang Putra Langit!" kemudian orang itu menghilang."
"Tahun berikutnya Kaisar pertama Wafat. Kemudian Zi Yang, kaisar terakhir dari dinasti Qin, cucu dari kaisar pertama menyerahkan Stempel ini pada Liu Bang, pendiri dinasti Han. 200 tahn kemudian,karena pemeberontakan Wang Mang, Ibu kaisar waktu itu, Lady Yuan memukul dua pemberontak Wang Xun dan Su Xian dengan Stempel ini dan makanya disalah satu sisinya rusak dan kemudia diperbaiki dengan emas. Liu Xiu, yang merestorasi Han dengam menumpas pemberontakan Wang Man mendapatkan Stempel ini di Yiyang dan sejat saat itu selalu ada didalam istana kaisar."
"Aku Dengar Stempel ini telah hilang ketika terjadi kekacauan diistana dengan 10 kasim utama yang memaksa kaisar meninggalkan ibukota. Benda itu hilang ketika Kaisar kembali. Sekarang tuanku telah menemukannya dan hal itu akan membawa peruntungan untuk anda, tetapi anda tidak bisa tetap tinggal diutara. Marilah Cepat kembali keselatan menuju sungai besar, dimana disana kita dapat membuat rencana yang besar."
"Kata2xmu sama seperti yg kupikirkan" kata Sun Jian. "Esok aku akan membuat alasan bahwa aku kurang enak badan dan aku akan pergi."
Prajurit disitu diperintahkan untuk tidak membocorkan rahasia. Tp salah satu dari mereka adalah pendukung Yuan Shao. Dia berpikir apabila dia memberitahu hal ini pada Yuan Shao maka dia bisa mendapatkan keuntungan. Lalu dia mengendap-endap keluar dari kemah dan mengkhianati tuannya. Dia pergi ke kemah Yuan Shao, menceritakan rahasia itu dan menerima hadiah yang besar. Yuan Shao menyimpan informan itu di kemahnya.
Keesokan paginya Sun Jiam datang untuk berpamitan,"Aku kurang enak badan dan aku ingin kembali ke ChangSa."
Yuan Shao tertawa dan berkata "Aku tahu kau terkena penyakit apa, Itu adalah STEMPEL KEKUASAAN KAISAR.
Ini mengejutkan Sun Jian dan dia menjadi pucat tetapi berkata "Apa dasar omonganmu ?"
Yuan Shao berkata, "Pasukan ini dimaksudkan untuk kebaikan negara dan membebaskan rakyat dari kesengsaraan. Stempel itu adalah milik negara dan karena kau memegangnya, kau harus menyerahkan stempel itu kepadaku. Ketika Dong Zhuo berhasil dimusnahkan, Stempel itu harus dikembalikan pada pemerintah. Apa maksudmu dengan menyembunyikan benda itu?"
"Bagaiman mungkin Stempel itu bisa ada padaku ? "Tanya Sun Jian.
"Aku tidak memilikinya, Mengapa kau menuduhku ?"
"Cepat keluarkan benda itu, Atau yang terburuk akan terjadi padamu !!!"
Kata Yuan Shao.
Sun Jian menunjuk pada langit dan bersumpah, "Jika aku memiliki Stempel ini dan menyembunyikannya biarkan hidupku akan berakhir tidak bahagai dan mati dengan mengenaskan."
Semua pemimpin lainnya yang ada disana berkata, "Dengan sumpah seperti ini, pasti tidak mungkin dia memilikinya."
Lalu Yuan Shao memanggil informanya keluar.
"Ketika kau mengeluarkan benda itu dari dalam sumur, apakah pria ini ada disana ?" tanya Yuan Shao.
Sun Jian langsung naik pitam dan mengeluarkan pedang dan langsung membunuhnya.
Yuan Shao juga mengeluarkan pedang dan berkata, "Kau membunuh prajurit itu dan itu berarti telah menghinaku."
Dibelankang Sun Jian, Jendral Cheng Pu, Huang Gai dan Han Dang maju kedepan; Dibelakang Yuan Shao Jendral Yan Liang dan Wen Chou telah siap bertindak. Dalam sesaat semua orang telah mengengam senjata masing2x dan keadaan menjadi tegang. Tetapi Pemimpin yang lain berusaha meredakan keadaan dan akhirnya Sun Jian meninggalkan pertemuan. Dia langsung mengepak kemahnya dan kembali ke ChangSha.
Yuan Shao yang tidak puas lalu menuli surat kepada penguasa daerah JingZhou kepada Liu Biao agar menghentikan Sun Jian dan mengambil kembali Stempel kerajaan.
Setelah ini, datanglah berita mengenai kekalahan Cao2x dan mereka sdg dalam perjalanan pulang. Yuan Shao mengirim orang dan membantunya kedalam kemah. Mereka juga mengadakan perjamuan untuk menghiburnya.
Dalam perjamuan Cao2x berkata sedih. "Tujuanku adalah demi kebaikan bersama dan kalian semua orang2x terhormat mendukungku. Rencanaku adalah agar Yuan Shao dengan pasukan dari HeNei untuk mendekati MengChing dan pasukanku dia Qiao untuk mempertahankan Chenggao. Sementara yang lain mempertahankan SuanZao untuk menutup jalan ke Huanyuan dan Daigu dan untuk mengambil lumbung beras dan mengawasi tempat2x strategis, dengan itu daerah ibu kota dapat diamankan. Aku berencana meminta Yuan Shu dari nanyang untuk merebut DanShi dan Xilin dan pergi ke Wu unutk mendukung 3 daerah itu. Semua bertahan pada posisinya masing2x dan jgn menyerang. Kita dapat meyakinkan orang2x untuk memusuhi Dong Zhuo. Kemenangan dapat menjadi milik kita, tetapi datang hambatan dan rakyat telah kehilangan kepercayaanya kepada ku dan aku menjadi malu."
Tidak ada yang membalas menjawab dan satu demi satu, tamu2x itu pergi. Cao2x melihat bahwa yang lain tidak mempercayainya dan hatinya tahu tidak ada hal lain yang dapat dibuat olehnya. Lalu dia memimpin pasukannya pergi ke Yan Zhou.
Lalu Gongsun Zan berkata pada Liu Bei,"Ini akibat ketidak mampuan Yuan Shao dan keadaan akan segera kacau. Kita lebih baik pergi juga."
Lalu dia pergi juga menuju utara, di Ping Yuan dia meninggalkan Liu Bei dan memperkuat pasukannya sendiri.
Penguasa daerah Yan Zhou, Liu Dai berharap dapat meminjam beras dari gubernur DongJun, QiaoMao. Karena ditolak, Liu Dai menyerang kemah Qiao mao dan membunuhnya serta mengambil seluruh pasukannya menjadi miliknya. Melihat hal ini Yuan Shao juga akhirnya pergi kearah timur.
Dalam perjalanannya ke Chang Sha, Sun Jian melewati daerah JingZhou. Penguasa daerah Jing Zhou, Liu Biao masih merupakan keluarga Kaisar dan berasal dari ShanYang. Sewaktu muda dia membuat banyak teman dgn orang2x terkenal dan kumpulannya dikenal dgn nama 8 ORANG BIJAK. 7 Lainnya adalah :
1.CHEN XIANG DARI RUNAN.
2.FAN PANG DARI DUNAN.
3.KONG YU DARI LUTING.
4.FAN KANG DARI BOHAI.
5.TAN FU DARI SHANYANG.
6.ZHANG JIAN DARI SHANYANG.
7.CEN ZHI DARI NANYANG.
Liu Biao berteman dengan mereka semua. Dia mempunyai 3 orang terkenal yang membantunya memerintah daerah ini. Mereka adalah Kuai Liang dan Kuai Yue dari YanPing dan Cai Mao dari XianYang.
Ketika Surat Yuang Shao mengenai Sun Jian Tiba. Liu Biao memerintahkan Kuai Yue dan Cai Mao dengan 10.000 tentara membuat halangan dijalan. Ketika Sun Jian mendekat, pasukan diatur dalam posisi berperang.
"Kenapa kau menghalangi jalan kami dengan pasukan bersenjata ?" Tanya Sun Jian.
"Kenapa kau pelayan dinasti Han, menyembunyikan Stempel Kekaisaran ? Serahkan itu padaku segera dan kubiarkan kau lewat" Kata Kuai Yue.
Sun Jian yang marah memerintahkan jendral Huang Gai untuk maju kedepan. Cai Mao dari pasukan Liu Biao juga maju. Mereka berduel, tetapi tidak lama bertarung akhirnyua Huang Gai memecutkan cemeti besinya kepada Cai Mao, Beruntung hanya mengenai pakaian perang Cai Mao, sedikit diatas posisi jantung, Sehingga Cai Mao pun lari ketakutan. Sun Jian melihat hal ini segera menerjang maju dengan seluruh pasukannya.
Tetapi, tiba2x muncul suara gong dan genderang perang dari belakang bukit. Disitu ada Liu Biao dengan tentara yang sangat banyak.
Sun Jian berkuda langsung kehadapannya dan memeberi hormat "Kenapa kau, dengan percaya kepada surat Yuan Shao mencoba menyakiti pemimpin dari daerah tetanggamu ?"
"Kau telah menyembunyikan Stempel Kerajaan dan aku ingin kau menyerahkannya kembali" Jawah Liu Biao.
"Kalau aku punya benda itu maka biarlah aku mati dengan mengenaskan."
"Kalau kau ingin aku percaya,maka biarlah kuperiksa barang bawaanmu." jawab Liu Biao.
Sun Jian terdiam.
Dan ketika Liu Biao sedang berbicara dengan Sun Jian, dari belakang bukit kedua muncul pasukan lagi dan ternyata itu adalah Kuai Yue dan Cai Mao yang masih mengejar. Sun Jian sepertinya telah terdesak.
Bagaimana Nasib Sun Jian berikutnya akan diceritakan di baba berikutnya.....
Menyembunyikan CAP KEKAISARAN,SUN JIAN telah melanggar sumpah
========================================================
Luo Yang telah ditinggalkan, jendral Dong Zhuo yang mempertahankan Benteng di Sungai Si, Zhao Cen, mengevakuasi bentengnya, Melihat Hal ini Sun Jian segera merebut benteng tersebut. Liu Bei dan saudaranya merebut benteng "PERANGKAP HARIMAU" dan karena hal ini pasukan konfederasi dapat masuk kedaerah Luo Yang.
Sun Jian mempercepat gerak pasukannya menuju ibu kota yang sedang terbakar, Asap dapat terlihat dari jarak 15 km. Ketika dia tiba, asap sudah sangat tebal dan kota tertutup oleh asap dan api. Tidak ada suatu apapun yang hidup, tidak ada burng, anjing, manusia bahkan suara jangkrik dimalam haripun tidak terdengar. Sun Jian memerintahkan pasukannya untuk berusaha memadamkan api dan mencari tempat aman untuk membangun kemah.
Cao2x datang menemui Yuan Shao dan berkata "Dong Zhuo telah pergi kebarata. Kita harus mengejarnya secepatnya. Mengapa kau tidak bertindak apa2x ?"
"Semua teman2x kita telah kelelahan dan tidak ada yang bisa didapat bila kita melakukan penyerangan sekarang." Kata Yuan Shao.
Cao2x berkata "Momen ini adalah yang paling menyedihkan. Kekacauan dimana-mana, istana dibakar, kaisar diculk dan seluruh dunia murka dan tidak ada seorangpun yang tahu harus apa. Kejahatan akan segera berakhir dan sebuah pukulan akan dapat melenyapkan Dong Zhuo untuk selamanya, Kenapa tidak mengejarnya ?"
Tetapi semua pemimpin mempunyai pikiran yang sama dikepalanya dan pikiran itu adalah menunda suatu aksi. Jadi mereka tidak melakukan apa2x.
"Manusia2x tidak berharga ini tidak dapat mendiskusikan apapun yang berharga" Hardik Cao2x.
Lalu dia dengan 6 jendralnya--Xiahou Dun, Xiahou Yuan, Cao Ren, Cao Hong, Li Dian dan Yue Jing serta 10.000 tentara mengejar Dong Zhuo.
Jalan menuju Ibu Kota melalui YingYang, ketika Dong Zhuo tiba, Gubernur Xu Rong menyambutnya.
Li Ru berkata, "Untuk berjaga-jaga kalau ada pengejaran, akan lebih baik jika kita memerintahkan gubernur untuk mempersiapkan jebakan diluar kota. Dia harus membiarkan pengejar itu masuk kedaerahnya dan bersiap untuk memutuskan jalan mundurnya, ketika pasukan kita mengalahkan mereka. Maka itu akan menjadi peringatan bagi yg lainnya untuk tidak mengejar."
Lalu Dong Zhuo memerintahkan Lu Bu untuk menjadi Panglima pasukan belakang. Dan tidak lama kemudian mereka melihat pasukan Cao2x tiba. Lu Bu tertawa kepada pemikiran tajam Li Ru. Dia mempersiapkan pasukannya dalam formasi bertempur.
Cao2x berteriak. "Pemberontak, penculik dan penyiksa rakyat, kemana kau akan pergi !!!"
Lu Bu menjawab, "Pengkhianat, Kata2x apa yang kau ucapkan itu ?"
Lalu dari samping Cao2x, Majulah Xiahou Dun dengan tombaknya. Lu Bu dan Xiahou Dun bertarung. Lalu Muncul Li Ru dengan pasukannya dari kiri, Cao2x memerintahkan Xiahou Yuan untuk melawan. Lalu dari sebelah kanan muncul Guo Si dan pasukannya. Cao2x memerintahkan Cao Ren untuk melawan. Pasukan dari tiga sisi terlalu banyak untuk cao2x hadapi dan Pasukan Lu Bu adalah yang terkuat. Setelah beberapa puluh jurus, Xiahou Dun mulai merasa kewalahan lalu kembali kepada Cao2x. Lalu Lu Bu memerintahkan pasukannya untuk menyerang, akhirnya pasukan Cao2x dapat dipukul mundur dan terpaksa harus melewati kota Ying Yang.
Mereka mundur sampai mencapai daerah perbukitan, saat itu sudah malam dan bulan bercahaya dengan terangnya seolah malam itu siang. Disini mereka berhenti untuk mengatur barisan tentara. Ketika mereka baru saja memasak makan malam untuk mereka, tiba2x muncul suara2x teriakan dari segala sisi dan muncul pasukan gubernur Xu Rong yang keluar dari tempat persembunyian untuk menyerang.
Cao2x Yang kebingungan, lansung menaiki kudanya dan kabur. Dia kabur tepat kearah dimana Xu Rong telah menunggunya. Ketika melihat Xu Rong , Cao2x langsung pergi kearah lain tetapi Xu Rong menembakan panah yang mengenai pundaknya. Cao2x tetap berkuda dan kabur. Ketika dia sedang melewati padang rumput, Dua prajurit telah menungguna dan melukai kudanya sehingga dia terjatuh. Ketika dia terjatuh, langsung prajurit2x itu menangkapnya dan dia dijadikan tawanan.
Tidak lama berselang datang seorang penunggang kuda. Memacu kudanya pada kecepatan penuh dan menebaskan pedangnya, langsung membunuh kedua prajurit tadi dan menyelamatkan cao2x. Dia adalah Cao Hong.
Cao2x berkata, "Aku telah tamat, Saudaraku. Pergilah, selamatkan dirimu."
"Tuanku, Naik kekudaku cepat! aku akan berjalan kaki" Kata Cao Hong.
"Kalau bajingan itu kembali bagaimana ?" Kata Cao2x.
"Dunia dapat hidup tanpa Cao Hong, Tetapi tidak tanpa dirimu, tuanku!"
"Jika Aku tetap Hidup, maka aku berhutang nyawaku ini padamu" Kata Cao2x.
Cao Hong membantu cao2x naik kekudanya, dan dia berjalan disampingnya. Mereka terus berjalan sampai dipinggir sungai, mereka melihat arus sungai itu begitu besar and dibelakang mereka tetap terdengar suara teriakan prajurit musuh.
"Ini adalah takdirku" kata Cao2x. "Aku akan mati!"
Cao Honng membantu Cao2x turun dari kuda, lalu melepaskan pakaian perang Cao2x dan helmnya. Cao Hong mengendong Cao2x dibelakangnya dan berenang melawan arus. Ketika mereka telah sampai kesisi lainnya, pengejar mereka juga telah sampai ke sisi sungai satunya dan mereka menembakan panah.
Cao2x yang basah dan kedinginan berjalan terus, pagi menjelang. Ketika itu mereka telah berjalan 10 km jauhnya dan duduk dibawah pepohonan. Tiba2x Suara keras terdengar dan sekelompok pasukan berkuda terlihat. Itu adalah gubernur Xu Rong yang telah menyebrangi sungai. Saat ini Xiahou Dun dan Xiahou Yuan juga datang dengan beberapa lusin tentara.
"Jangan Lukai Tuanku!" kata Xiahou Dun pada Xu Rong, Yang langsung menerjangnya.
Tetapi pertarungan itu sangat singkat, Xiahou Dun berhasil membunuh Xu Rong dengan tombaknya dan pasukan Xu Rong lari ketakutan. Tidak Lama jendral Cao2x yg lain berdatangan. Sedih dan senang bercampur didalam hati setiap orang. Mereka mengumpulkan beberapa ratus tentara yang tersisa dan kembali ke Luo Yang.
Ketika para pemimpin konfederasi memasuki Luo Yang, Sun Jian yang berhasil memadamkan api, berkemah didalam tembok kota. Tendanya berdiri dekat dengan Kuil Dinasti. Pasukanya membersihkan sisa2x reruntuhan dan kebakaran dan menutup makam2x yang terbuka. Pintu Kuilnya diganti dan ruangannya dirapikan kembali. Diruangan ini para pemimpin berkumpul dan berdoa kepada para leluhur kaisar.
Setelah upacara selesai, yang lain meninggalkan Sun Jian yang kembali ke kemahnya. Malam itu bulang dan bintang dapat terlihat dengan jelas. Saat Sun Jian melihat kelangit dia melihat kecerahan bintang di konstelasi Draco.
"Bintang Kaisar sedang gelap" kata Sun Jian sambil menghela Nafas. "Tidak heran, para menteri pemberontak mengacaukan negara"
Dia melihat sekelilingnya pasukan dan beberapa orang penduduk tidur dijalanan karena tidak ada rumah lagi, hanya tampak debu berterbangan dan kegelapan dimana-mana. Ibu Kota sudah musnah.
Dan Air Mata pun keluar dari matanya.
Lalu Prajurit menunjuk arah selatan, "Lihat, ada sinar berwarna muncul dari dalam sumur!"
Sun Jian memerintahkan orangnya untuk mengambil obor dan masuk kedalam sumur. Lalu mereka mengangkat mayat wanita, tidak terlalu membusuk walaupun tampaknya sudah berada disana berhari-hari. Dia memakai pakaian istana, dan dilehernya tergantung sebuah bungkusan berwarna merah, Didalamnya ada kotak dan kunci terbuat dari emas. Setelah dibuka kotak ini mereka melihat CAP GIOK, Berbentuk kotak, 4 inchi setiap sisinya. Diatasnya terukir gambar 5 naga, salah satu sisinya telah rusak dan diganti dengan emas. Disisinya ada 8 huruf yang diukir beberbunyi:
"AKU TELAH MENERIMA MANDAT DARI LANGIT, SEMOGA MASA PEMERINTAHANKU LAMA DAN BERJAYA."
Sun jian menunjukan ini kepada penasehatnya,Jendral Cheng Pu, yg lalu mengenali ini sebagai STEMPEL KEKUASAAN KAISAR.
Cheng Pu berkata, "Cap ini adalah sejarah, Dahulu Bian He melihat burung Phoenix bertengger pada sebuah batu dikaku gunung Jing. Dia memberikan batu itu pada kekaisaran. Raja Chu membelah batu itu dan menemukan giok. Pada thn ke 26 kekaisaran Qin(thn 221 SM), seorang tukang Giok membuat STEMPEL dari batu ini, Li Si perdana menteri dari kaisar pertama mengukir huruf2x tadi. 2 tahun kemudia ketika kaisara pertama sedang berlayar didanau DongTing, Badan besar datang. Kaisar melemparkan Stempel ini sebagai tanda persembahan dan badaipun berhenti. 10 thn kemudian ketika kaisar pertama mengunjungi HuaYingm seorang tua dijalan menyerahkan Stempel ini pd bawahannya dan berkata "Sekarang ini telah dikembalikan kepada Naga sang Putra Langit!" kemudian orang itu menghilang."
"Tahun berikutnya Kaisar pertama Wafat. Kemudian Zi Yang, kaisar terakhir dari dinasti Qin, cucu dari kaisar pertama menyerahkan Stempel ini pada Liu Bang, pendiri dinasti Han. 200 tahn kemudian,karena pemeberontakan Wang Mang, Ibu kaisar waktu itu, Lady Yuan memukul dua pemberontak Wang Xun dan Su Xian dengan Stempel ini dan makanya disalah satu sisinya rusak dan kemudia diperbaiki dengan emas. Liu Xiu, yang merestorasi Han dengam menumpas pemberontakan Wang Man mendapatkan Stempel ini di Yiyang dan sejat saat itu selalu ada didalam istana kaisar."
"Aku Dengar Stempel ini telah hilang ketika terjadi kekacauan diistana dengan 10 kasim utama yang memaksa kaisar meninggalkan ibukota. Benda itu hilang ketika Kaisar kembali. Sekarang tuanku telah menemukannya dan hal itu akan membawa peruntungan untuk anda, tetapi anda tidak bisa tetap tinggal diutara. Marilah Cepat kembali keselatan menuju sungai besar, dimana disana kita dapat membuat rencana yang besar."
"Kata2xmu sama seperti yg kupikirkan" kata Sun Jian. "Esok aku akan membuat alasan bahwa aku kurang enak badan dan aku akan pergi."
Prajurit disitu diperintahkan untuk tidak membocorkan rahasia. Tp salah satu dari mereka adalah pendukung Yuan Shao. Dia berpikir apabila dia memberitahu hal ini pada Yuan Shao maka dia bisa mendapatkan keuntungan. Lalu dia mengendap-endap keluar dari kemah dan mengkhianati tuannya. Dia pergi ke kemah Yuan Shao, menceritakan rahasia itu dan menerima hadiah yang besar. Yuan Shao menyimpan informan itu di kemahnya.
Keesokan paginya Sun Jiam datang untuk berpamitan,"Aku kurang enak badan dan aku ingin kembali ke ChangSa."
Yuan Shao tertawa dan berkata "Aku tahu kau terkena penyakit apa, Itu adalah STEMPEL KEKUASAAN KAISAR.
Ini mengejutkan Sun Jian dan dia menjadi pucat tetapi berkata "Apa dasar omonganmu ?"
Yuan Shao berkata, "Pasukan ini dimaksudkan untuk kebaikan negara dan membebaskan rakyat dari kesengsaraan. Stempel itu adalah milik negara dan karena kau memegangnya, kau harus menyerahkan stempel itu kepadaku. Ketika Dong Zhuo berhasil dimusnahkan, Stempel itu harus dikembalikan pada pemerintah. Apa maksudmu dengan menyembunyikan benda itu?"
"Bagaiman mungkin Stempel itu bisa ada padaku ? "Tanya Sun Jian.
"Aku tidak memilikinya, Mengapa kau menuduhku ?"
"Cepat keluarkan benda itu, Atau yang terburuk akan terjadi padamu !!!"
Kata Yuan Shao.
Sun Jian menunjuk pada langit dan bersumpah, "Jika aku memiliki Stempel ini dan menyembunyikannya biarkan hidupku akan berakhir tidak bahagai dan mati dengan mengenaskan."
Semua pemimpin lainnya yang ada disana berkata, "Dengan sumpah seperti ini, pasti tidak mungkin dia memilikinya."
Lalu Yuan Shao memanggil informanya keluar.
"Ketika kau mengeluarkan benda itu dari dalam sumur, apakah pria ini ada disana ?" tanya Yuan Shao.
Sun Jian langsung naik pitam dan mengeluarkan pedang dan langsung membunuhnya.
Yuan Shao juga mengeluarkan pedang dan berkata, "Kau membunuh prajurit itu dan itu berarti telah menghinaku."
Dibelankang Sun Jian, Jendral Cheng Pu, Huang Gai dan Han Dang maju kedepan; Dibelakang Yuan Shao Jendral Yan Liang dan Wen Chou telah siap bertindak. Dalam sesaat semua orang telah mengengam senjata masing2x dan keadaan menjadi tegang. Tetapi Pemimpin yang lain berusaha meredakan keadaan dan akhirnya Sun Jian meninggalkan pertemuan. Dia langsung mengepak kemahnya dan kembali ke ChangSha.
Yuan Shao yang tidak puas lalu menuli surat kepada penguasa daerah JingZhou kepada Liu Biao agar menghentikan Sun Jian dan mengambil kembali Stempel kerajaan.
Setelah ini, datanglah berita mengenai kekalahan Cao2x dan mereka sdg dalam perjalanan pulang. Yuan Shao mengirim orang dan membantunya kedalam kemah. Mereka juga mengadakan perjamuan untuk menghiburnya.
Dalam perjamuan Cao2x berkata sedih. "Tujuanku adalah demi kebaikan bersama dan kalian semua orang2x terhormat mendukungku. Rencanaku adalah agar Yuan Shao dengan pasukan dari HeNei untuk mendekati MengChing dan pasukanku dia Qiao untuk mempertahankan Chenggao. Sementara yang lain mempertahankan SuanZao untuk menutup jalan ke Huanyuan dan Daigu dan untuk mengambil lumbung beras dan mengawasi tempat2x strategis, dengan itu daerah ibu kota dapat diamankan. Aku berencana meminta Yuan Shu dari nanyang untuk merebut DanShi dan Xilin dan pergi ke Wu unutk mendukung 3 daerah itu. Semua bertahan pada posisinya masing2x dan jgn menyerang. Kita dapat meyakinkan orang2x untuk memusuhi Dong Zhuo. Kemenangan dapat menjadi milik kita, tetapi datang hambatan dan rakyat telah kehilangan kepercayaanya kepada ku dan aku menjadi malu."
Tidak ada yang membalas menjawab dan satu demi satu, tamu2x itu pergi. Cao2x melihat bahwa yang lain tidak mempercayainya dan hatinya tahu tidak ada hal lain yang dapat dibuat olehnya. Lalu dia memimpin pasukannya pergi ke Yan Zhou.
Lalu Gongsun Zan berkata pada Liu Bei,"Ini akibat ketidak mampuan Yuan Shao dan keadaan akan segera kacau. Kita lebih baik pergi juga."
Lalu dia pergi juga menuju utara, di Ping Yuan dia meninggalkan Liu Bei dan memperkuat pasukannya sendiri.
Penguasa daerah Yan Zhou, Liu Dai berharap dapat meminjam beras dari gubernur DongJun, QiaoMao. Karena ditolak, Liu Dai menyerang kemah Qiao mao dan membunuhnya serta mengambil seluruh pasukannya menjadi miliknya. Melihat hal ini Yuan Shao juga akhirnya pergi kearah timur.
Dalam perjalanannya ke Chang Sha, Sun Jian melewati daerah JingZhou. Penguasa daerah Jing Zhou, Liu Biao masih merupakan keluarga Kaisar dan berasal dari ShanYang. Sewaktu muda dia membuat banyak teman dgn orang2x terkenal dan kumpulannya dikenal dgn nama 8 ORANG BIJAK. 7 Lainnya adalah :
1.CHEN XIANG DARI RUNAN.
2.FAN PANG DARI DUNAN.
3.KONG YU DARI LUTING.
4.FAN KANG DARI BOHAI.
5.TAN FU DARI SHANYANG.
6.ZHANG JIAN DARI SHANYANG.
7.CEN ZHI DARI NANYANG.
Liu Biao berteman dengan mereka semua. Dia mempunyai 3 orang terkenal yang membantunya memerintah daerah ini. Mereka adalah Kuai Liang dan Kuai Yue dari YanPing dan Cai Mao dari XianYang.
Ketika Surat Yuang Shao mengenai Sun Jian Tiba. Liu Biao memerintahkan Kuai Yue dan Cai Mao dengan 10.000 tentara membuat halangan dijalan. Ketika Sun Jian mendekat, pasukan diatur dalam posisi berperang.
"Kenapa kau menghalangi jalan kami dengan pasukan bersenjata ?" Tanya Sun Jian.
"Kenapa kau pelayan dinasti Han, menyembunyikan Stempel Kekaisaran ? Serahkan itu padaku segera dan kubiarkan kau lewat" Kata Kuai Yue.
Sun Jian yang marah memerintahkan jendral Huang Gai untuk maju kedepan. Cai Mao dari pasukan Liu Biao juga maju. Mereka berduel, tetapi tidak lama bertarung akhirnyua Huang Gai memecutkan cemeti besinya kepada Cai Mao, Beruntung hanya mengenai pakaian perang Cai Mao, sedikit diatas posisi jantung, Sehingga Cai Mao pun lari ketakutan. Sun Jian melihat hal ini segera menerjang maju dengan seluruh pasukannya.
Tetapi, tiba2x muncul suara gong dan genderang perang dari belakang bukit. Disitu ada Liu Biao dengan tentara yang sangat banyak.
Sun Jian berkuda langsung kehadapannya dan memeberi hormat "Kenapa kau, dengan percaya kepada surat Yuan Shao mencoba menyakiti pemimpin dari daerah tetanggamu ?"
"Kau telah menyembunyikan Stempel Kerajaan dan aku ingin kau menyerahkannya kembali" Jawah Liu Biao.
"Kalau aku punya benda itu maka biarlah aku mati dengan mengenaskan."
"Kalau kau ingin aku percaya,maka biarlah kuperiksa barang bawaanmu." jawab Liu Biao.
Sun Jian terdiam.
Dan ketika Liu Biao sedang berbicara dengan Sun Jian, dari belakang bukit kedua muncul pasukan lagi dan ternyata itu adalah Kuai Yue dan Cai Mao yang masih mengejar. Sun Jian sepertinya telah terdesak.
Bagaimana Nasib Sun Jian berikutnya akan diceritakan di baba berikutnya.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar