=========================================================
Yuan Shao berperang melawan Gongsun Zan diSungai Pan
=========================================================
Pada akhir bab yang lalu diceritakan Sun Jian yg telah terdesak, akhirnya memutuskan untuk melawan Liu Biao. Dengan Bantuan Huang Gai, Cheng Pu dan Han Dang akhirnya Sun Jian berhasil lolos dari kepungan walaupun telah kehilangan 1/2 pasukannya. Sun Jian akhirnya berhasil kembali ke daerah selatan dan sejak saat itu Sun Jian dan Liu Biao adalah musuh.
Yuan Shao sedang berada di Henei, dengan persediaan yang menipis, dia mengirim utusan untuk meminjam persediaan dari Peguasa Daerah Ji Zhou, Han Fu.
Lalu Salah satu penasehat Yuan Shao, Feng Ji berkata padanya, "Kau adalah yang terkuat didaerah ini. Kenapa bergantung pada orang lain untuk mendapatkan persediaan? Daerah Ji Zhou sangat kaya dan Luas mengapa kau tidak merampasnya saja ?"
"Aku tidak Punya rencana bagus " Jawab Yuan Shao.
"Kau dapat diam2x mengirim surat pada Gongsun Zan dan meminta dia menyerang, kau janjikan dia dukunganmu. Penguasa daerah JiZhou, Han Fu pasti akan meminta bantuanmu untuk mengirimkan tentara, setelah itu kita dapat mengirimkan tentara dan tuan akan mendapatkan daerah itu tanpa perlu bersusah payah."
Akhirnya suratpun dikirmkan. Ketika Gongsung Zan membaca surat tersebut bahwa mereka akan menyerang bersama dan membagi daerahnya maka dia setuju untuk melaksanakannya. Sementara itu Yuan Shao mengirimkan surat lainnya kepada Han Fu untuk memperingatkan mengenai Gongsun Zan. Han Fu meminta pendapat penasehatnya Xun Chang dan Xin Ping.
Xun Chang berkata,"Gubernur Gongsun Zan di BeiPing memimpin pasukan yang besar dan kuat. Jika dia datang menyerang kita, maka kita tidak akan dapat melawannya terutama apabila dia mendapatkan bantuan dari Liu Bei dan saudaranya. Saat ini Yuan Shao adalah yg paling berani dari yang lainnya dan dia mempunyai banyak bawahan yang terkenal dan hebat yang mengabdi padanya. Tuan lebih baik meminta bantuan Yuan Shao untuk menjaga daerah ini. Yuan Shao pasti akan memperlakukan Tuan dengan baik dan kita tidak perlu takut pada Gongsun Zan."
Han Fu setuju dengan usul ini dan mengirim Guan Chun sbg utusan kepada Yuan Shao.
Tetapi jendral Geng Wu menolak usulan ini,"Yuah Shao adalah orang yang tamak dan pasukan yang sedang kelaparan saat ini dan mereka bergantung pada kita untuk kelangsungan hidup mereka. Hentikan aliran pangan dan mereka semua akan hancur. Kenapa kita harus menyerahkan daerah ini kedalam tangannya ? Ini tidak lain seperti membiarkan harimau masuk kekandang lembu !"
Han Fu membalas,"Aku adalah seorang teman keluarga Yuan dan aku mengetahui dengan jelas kemampuan Yuan Shao yang sangat lebih baik daripada diriku ! mengapa kau sangat iri ?"
Geng Wu menghela napas dalam2x, "JiZhou telah kalah !"
Ketika berita mengenai hal ini tersebar keluar, lebih dari 30 pejabat di pemerintahan JiZhou langsung mengundurkan diri, tetapi Geng WU dan Guan Chun bersembunyi didaerah pinggiran untuk menunggu kedatangan Yuan Shao.
Mereka tidak menunggu terlalu lama, Beberapa hari kemudian, Yuan Shao dan pasukannya tiba dan Geng Wu serta Guan Chun berusaha membunuhnya dengan pisau. Aksi ini gagal, Jendral Yuan Shao, Yan Liang dan Wen Chou langsung memenggal Geng Wu dan Guan Chun saat itu juga.
Hal pertama yang dilakukan Yuan Shao adalah mengangkat Han Fu denan posisi yang tinggi dan memberi gelar "JENDRAL YANG MEMPERLIHATKAN KEBERANIAN YANG BESAR"--Tetapi urusan administrasi sehari-hari dipercayakan pada 4 orang kepercayaan Yuan Shao--Tian Feng, Ju Shou, Xu You dan Feng Ji. Yang sedikit demi sedikit menpreteli kekuasaan Han Fu. Han Fu yang sadar hal ini segera kabur meninggalkan segalanya,termasuk keluarganya dan berlindung ditempat gubernur Chen Liu, Zhang Miao.
Mendengar Invasi Yuan Shao, Gongsun Zan mengirim adiknya Gongsun Yue untuk menemui Yuan Shao dan menagih janji.
"Aku ingin bertemu langsung dengan kakakmu. Dian dan aku punya banyak hal untuk dibahas" kata Yuan Shao.
Lalu Gongsun Yue kembali. Tetapi tidak jauh dia berkuda tiba2x Gongsun Yue melihat ada prajurit menghalangi.
"Kami adalah pengawal perdana menteri Dong Zhuo!" Teriak pasukan itu.
Gongsun Yue terbunuh diterjang panah yang langusng menembus jantungnya. Prajurit Gongsun Yue yang berhasil kabur kembali dan menceritakan kejadian ini kepada Gongsun Zan.
Gongsun Zan sangat marah dan berkata "Yuan Shao telah menipuku dan sekarang dia mengambil semua hasilnya! juga dia berpura2x bahwa orang yang mebunuh adikku bukanlah orangnya! aku harus membalaskan dendam adikku ini !"
Gongsun Zan membawa semua tentaranya untuk menyerang. Melihat keadaan ini Yuan Shao juga mengerahkan tentaranya. Dan kedua belah pihak bertemu di Sungai Pan. Sungai ini dihubungkan oleh sebuah jembatan yang besar.
Gongsun Zan lalu berteriak dari seberang jembatan, "Penjahat, berani benar kau menipuku ?"
Yuan Shao menjawab dari seberang jembatan dan menunjuk pada Gongsun Zan, "Han Fu telah menyerahkan padaku daerah ini karena dia tdk mampu memimpin! apa hubungannya denganmu ?"
Gongsun Zan menjawab,"Sebelumnya kau kuanggap sangat setia pada rakyat dan mementingkan kepentingan negara dan kami semua mengangkatmu sebagai kepala dari konfederasi. Sekarang perbuatanmu membuktikan bahwa kau kejam dan licik seperti serigala ! bagaimana kau dapat menghadapi dunia ?"
"Siapa yang dapat menangkap Dia ?" Yuan Shao berteriak denga kemarahan.
Wen Chou langsung maju dengan tombaknya. Gongsun Zan juga maju, keduanya bertarung. Hanya butuh 10 ronde untuk menunjukan bagaimana kekuatan Wen Chou yang sangat dahsyat. Lalu Gongsun Zan terpaksa mundur dan kembali kedalam pasukannya. Tetapi Wen Chou tetap mengejarnya sambil membunuh siapa saja yang menghalangi, ada 4 jendral Gongsun Zan yang menghalangi, tetapi satu langsung terbunuh begitu melihat wen chou dan 3 lainnya langsung lari ketakutan.
Wen Chou terus mengejar Gongsun Zan yang lari menuju daerah pengunungan. Dia berteriak, "Turun, Menyerahlah !!"
Gongsun Zan lari menyelamatkan diri. Panah dan busurnya terlpeas dari pundaknya, helmnya jatuh dan rambutnya teurai ketika dia berusaha menaiki bukit yang curam dengan kudanya. Akhirnya kudanya jatuh dan Gongsun Zan terhempas.
Wen Chou sekarang sudah sangat dekat untuk menusuk Gongsun Zan dengan tombaknya, Tiba2x muncul seorang anak muda dari balik bukit, dia duduk diatas kudanya dengan tegap dan memegang tombak. Dia memacu kudanya kearah wen chou dan Gongsun Zan merangkak untuk melihat siapakah dia.
Pendekar itu memili tinggi badan sedang, memiliki alis tebal dan mata yang besar. Dahinya lebar dan tulang mukanya kokoh, seorang muda tetapi memiliki penampilan seorang pemimpin senior. Dia memakau pakaian berwara putih kebiru-biruan, dengan helm berwarna perak dia melawan wen chou. Mereka berdua bertarung sebanyak 50 jurus dan tidak ada satupun yang kalah. Kemudai pasukan penolong Gongsun Zan tiba dan wen chou terpaksa pergi kembali ke pasukannya. Pendekar itu tidak mengejar.
Gongsun Zan cepat2x berdiri dan bertanya siapakan nama pendekar itu.
Pendekar itu langsung turun dari kuda dan berlutut, "Namaku adalah Zhao Zi Long(note: Saya nulisnya Zhao Zilong, ini nama dari Zhao Yue untuk membedakan dari Zhou Yu nantinya,jadi pake nama Zhao Zilong, tau kan siapa dia ?) dari Chang Shan. Aku pernah melayani Yuan Shao tetapi ketika aku melihat dia tidak memiliki kesetiaan dan sangat ceroboh dalam mengurus rakyat, aku meninggalkannya dan aku dalam perjalanan untuk menemuimu. Pertemuan kita ditempat ini adalah suatu kebetulan."
Gongsun Zan sangat senang mendengar hal ini dan mereka berdua kembali menuju perkemahan dan merencanakan serangan berikut.
Keesokan harinya Gongsun Zan bersiap untuk bertempur, dia membagi pasukannya menjadi dua sayap. Dia tetap berada ditengah dengan 5000 pasukan berkuda semua berkuda putih. Gongsun Zan sebelumnya telah berjasa dalam melawan suku utara , Suku Qiang dimana dia selalu menempatkan pasukan kuda putih didalam pasukannya dan karena itu dia sering disebut "JENDRAL PASUKAN KUDA PUTIH". Suku itu sangat takut padanya, sehingga setiap kali mereka melihat kuda putih mereka pasti akan lari ketakutan.
Pada pasukan Yuan Shao. Yan Liang dan Wen Chou merupakan pimpinan pasukannya. Mereka masign2x diberi 1000 tentara pemanah. Mereka juga masing2x berada disayap kiri dan kanan. Ditengah ada Qu Yi dengan 800 pemanah dan 10.000 pasukan infantri dan berkuda. Yuan Shao mengomandani pasukan dibarisan belakang berkekuatan 2000 pemanah dan 10.000 pasukan infantri dan berkuda.
Dalam pertempuran ini Gongsun Zan menempatkan Zhao Zilong untuk pertama kalinya dan karena Gongsun Zan belum yakin benar dengan Zhao Zilong maka dia ditempatkan di pasukan bagian belakang. Pemimpin pasukan didepan adalah Yan Guang dan Gongsun Zan sendiri memimpin pasukan ditengah.
Dari pagihari hingga menjelang malam, genderang perang terus berbunyi, tetapi pasukan Yuan Shao tidak bergerak. Qu Yi mengatur agar pasukan pemanahnya tersembunyi dibalik perisai2x besar. Merkea mendengar bunyi petasan, genderang dan suara anak panah berterbangan ketika Yan Guang mendekati tetapi Qu Yi tetap memerintahkan pasukannya untuk tidak bertindak. Dia menunggu sampai pasukan Yan Guang mendekatinya dan ketika telah cukup dekat, Qu Yi membunyikan tanda dan ke 800 pemanahnya langsung memanah dan memenuhi langit dengan anak panah mereka. Yan Guang yang kewalahan memerintahkan pasukannya untuk mundur, tetapi Qu Yi yang merasa telah diatas angin memerintahkan pasukannya maju. Akhirnya Qu Yi berhasil membunuh Yan Guang.
Jadi Gongsun Zan telah kalah dalam pertempuran ini. Kedua sayapnya yang harusnya membantu pasukannya didepan tertahan oleh Wen Chou dan Yan Liang. Pasukan Yuan Shao akhirnya dapat melintasi jembatan dan tiba diseberang sungai.
Qu Yi yang pertama sampai keseberang sungai langsung mengambil bendera Gongsun Zan dan mematahkannya. Melihat hal ini Gongsun Zan membalikan kudanya dan pergi.
Qu Yi mengejar. Tetapi ketika dia telah hampir berhasil mendekati Gongsun Zan, tiba2x muncul dihadapannya Zhao Zilong dengan tombaknya yang siap menusuknya. Setelah beberapa Ronde akhirnya Qu Yi terjatuh dan mati. Lalu Zhao Zilong menyerang pasukan Qu Yi yang lain dan membalikan keadaan. Dia lalu kembali menuju jembatan, dan membunuh semua yang menghalangi. Melihat hal ini Gongsun Zan memerintahkan pasukannya kembali ke jembatan.
Dari pengintai yang dikirim untuk melihat jalannya perang. Yuan Shao mendapat kabar baik bahwa Qu Yi berhasil melewati jembatan, merebut bendera dan mengejar Gongsun Zan. Lalu Yuan Shao tidak perduli lagi dengan apapun dan dia beserta Tian Feng maju kegaris depan.
"HAHAHAH!!!" Yuan Shao tertawa," Gongsun Zan ternyata tidak bisa apa2x!"
Ketika dia tertawa seperti itu, dia melihat dihadapannya Zhao Zilong. Pengawalnya langsung mengarahkan anak panah, tetapi sebelum mereka sempat menembakkannya. Zhao Zilong sudah berada didekat mereka dan prajurit berguguran kemanapun Zhao Zilong lewat, terhitung lebih dari 100 orang prajurit tewas dan terluka sehingga membuat semua prajurit Yuan Shao yang lainnya tidak berani menghalanginya. karena keadaan sudah berbalik sekarang Gongsun Zan dan pasukannya berusaha mengepung Yuan Shao.
Tian Feng berkata "Tuan, bersembunyilah di rumah kosong ini!"
Tetapi Yuan Shao membuang helmnya ke tanah dan berkata,"Orang pemberani lebih baik menghadapi kematian dipeperangan dibandingkan mencari perlindungan dibalik tembok."
Kata2x yg penuh semangat ini memberi pasukannya semangat baru, sehingga mereka bertempur mati-matian dan membuat Zhao Zilong tidak dapat menerobos masuk. Yuan Shao lalu mendapatkan bala bantuan yang dipimpin jendral Yan Liang yang berjumlah 5000 pasukan. Melihat hal ini Zhao Zilong hanya dapat berusaha membawa Gongsun Zan ketempat yang aman. Mereka berusaha kembali keseberang jembatan. Tetapi pasukan Yuan Shao terus menekan, sehingga memaksa banyak pasukan Gongsun Zan terjun kedalam sungai, banyak yang tewas tenggelam karena itu.
Yuan Shao tetap memimpin pasukannya maju. Tetapi tidak lebih dari 2 km, Karena tiba2x terdengar dari balik bukit suara pasukan lain yang dipimpin oleh Liu Bei, Guan Yu dan Zhang Fei.
Di Ping Yuan mereka mendengar mengenai pertempuran antara Gongsun Zan dan Yuan Shao, mereka datang untuk menolong. Sekarang ke 3 bersaudara itu masing2x dengan senjatanya langsung memacu kuda mereka kearah Yuan Shao, yang sangat ketakutan melihat Ganasnya Guan Yu dan Zhang Fei membantai pasukannya sehingga dia terpana karena seolah-olah rohnya telah lepas dari tubuhnya dan terbang ke angkasa. Dalam hatinya dia berkata "Kedua orang ini bukanlah manusia !!!"
Pedangnya terlepas dari tangannya yang gemetaran dan dia lari menyelamatkan nyawanya. Dia berhasil melewati Jembatan dan Gongsun Zan mengumpulkan tentaranya dan mereka kembali kekemah. Setidaknya 500 orang prajurit telah tewas ditangan Guan Yu dan Zhang Fei kala mereka merangsek mendekati Yuan Shao.
Setelah salam yang singkat Gongsun Zan berkata "Jika bukan karena kau datang membantu, mungkin aku sudah terjepit oleh pasukan mereka."
Liu Bei dan Zhao Zilong kemudan berbincang-bincang satu sama lain dan diantara mereka berdua timbul semacam ikatan batin yang merasa bahwa mereka akan selalu bersama.
Yuan Shao telah kalah perang dan Gongsun Zanpun telah kehabisan tenaga. Mereka hanya memperkuat pertahanan mereka dan pasukan tidak bergerak selama berbulan-bulan. Sementara itu, masalah pertempuran ini terdengar di ibukota Chang an dan Dong Zhuo diberitahu masalah ini.
Penasehatnya Li Ru menemui tuannya dan berkata "Kedua pemimpin yang aktif akhir2x ini adalah Yuan Shao dan Gongsun Zan yang sedang berperang di sungai Pan. Keluarkanlah sebuah Titah kaisar yang memerintahkan mereka berdamai agar salah satu dari mereka tidak kehilangan muka dan mereka akan mendukungmu karena berterima kasih atas intervensimu."
"Bagus!!" kata Dong Zhuo.
Lalu dia mengirim Utusan kekaisaran Ma MiDi dan Administrator kekaisaran Zhao Qi untuk menemui kedua pemimpin itu. Ketika mereka tiba, Yuan Shao keluar untuk menyambut mereka dan menerima titah kaisar itu dengan hormat. Kemudian kedua utusan itu juga pergi kepada Gongsun Zan dan juga melakukan hal yang sama. Keduanya menyetujui gencata senjata dan berdamai. Kedua utusan kembali keibu kota dan melaporkan hasil kerja mereka, Gongsun Zan menarik pasukannya. Dia juga mengirimkan laporan kepada Kaisar atas jasa2x Liu Bei yang akhirnya dijadikan Gubernur PingYuan.
Salam perpisahan antara Liu Bei dan Zhao Zilong sangat menyentuh hati. Mereka memberi hormat satu sama lain lama sekali. Tampak air mata pada wajah mereka dan mereka terharu.
Zhao Zilong berkata," Aku Kira Gongsun Zan adalah Pahlawan Sejati, tetapi sekarang aku melihat dia tidak ada bedanya dengan Yuan Shao. Mereka berdua sama."
"Tetapi kamu sekarang adalah bawahannya. Kita akan bertemu lagi lain kali." Kata Liu Bei.
Kedua orang itu menghapus air matanya dan merekapun berpisah.
Sang "Naga Kecil" telah keluar dari sarangnya, Mencari Tuan yang pantas untuk Dijunjungnya. Keduanya berpisah tetapi langit telah menentukan takdir mereka untuk bersama.........
Yuan Shao berperang melawan Gongsun Zan diSungai Pan
=========================================================
Pada akhir bab yang lalu diceritakan Sun Jian yg telah terdesak, akhirnya memutuskan untuk melawan Liu Biao. Dengan Bantuan Huang Gai, Cheng Pu dan Han Dang akhirnya Sun Jian berhasil lolos dari kepungan walaupun telah kehilangan 1/2 pasukannya. Sun Jian akhirnya berhasil kembali ke daerah selatan dan sejak saat itu Sun Jian dan Liu Biao adalah musuh.
Yuan Shao sedang berada di Henei, dengan persediaan yang menipis, dia mengirim utusan untuk meminjam persediaan dari Peguasa Daerah Ji Zhou, Han Fu.
Lalu Salah satu penasehat Yuan Shao, Feng Ji berkata padanya, "Kau adalah yang terkuat didaerah ini. Kenapa bergantung pada orang lain untuk mendapatkan persediaan? Daerah Ji Zhou sangat kaya dan Luas mengapa kau tidak merampasnya saja ?"
"Aku tidak Punya rencana bagus " Jawab Yuan Shao.
"Kau dapat diam2x mengirim surat pada Gongsun Zan dan meminta dia menyerang, kau janjikan dia dukunganmu. Penguasa daerah JiZhou, Han Fu pasti akan meminta bantuanmu untuk mengirimkan tentara, setelah itu kita dapat mengirimkan tentara dan tuan akan mendapatkan daerah itu tanpa perlu bersusah payah."
Akhirnya suratpun dikirmkan. Ketika Gongsung Zan membaca surat tersebut bahwa mereka akan menyerang bersama dan membagi daerahnya maka dia setuju untuk melaksanakannya. Sementara itu Yuan Shao mengirimkan surat lainnya kepada Han Fu untuk memperingatkan mengenai Gongsun Zan. Han Fu meminta pendapat penasehatnya Xun Chang dan Xin Ping.
Xun Chang berkata,"Gubernur Gongsun Zan di BeiPing memimpin pasukan yang besar dan kuat. Jika dia datang menyerang kita, maka kita tidak akan dapat melawannya terutama apabila dia mendapatkan bantuan dari Liu Bei dan saudaranya. Saat ini Yuan Shao adalah yg paling berani dari yang lainnya dan dia mempunyai banyak bawahan yang terkenal dan hebat yang mengabdi padanya. Tuan lebih baik meminta bantuan Yuan Shao untuk menjaga daerah ini. Yuan Shao pasti akan memperlakukan Tuan dengan baik dan kita tidak perlu takut pada Gongsun Zan."
Han Fu setuju dengan usul ini dan mengirim Guan Chun sbg utusan kepada Yuan Shao.
Tetapi jendral Geng Wu menolak usulan ini,"Yuah Shao adalah orang yang tamak dan pasukan yang sedang kelaparan saat ini dan mereka bergantung pada kita untuk kelangsungan hidup mereka. Hentikan aliran pangan dan mereka semua akan hancur. Kenapa kita harus menyerahkan daerah ini kedalam tangannya ? Ini tidak lain seperti membiarkan harimau masuk kekandang lembu !"
Han Fu membalas,"Aku adalah seorang teman keluarga Yuan dan aku mengetahui dengan jelas kemampuan Yuan Shao yang sangat lebih baik daripada diriku ! mengapa kau sangat iri ?"
Geng Wu menghela napas dalam2x, "JiZhou telah kalah !"
Ketika berita mengenai hal ini tersebar keluar, lebih dari 30 pejabat di pemerintahan JiZhou langsung mengundurkan diri, tetapi Geng WU dan Guan Chun bersembunyi didaerah pinggiran untuk menunggu kedatangan Yuan Shao.
Mereka tidak menunggu terlalu lama, Beberapa hari kemudian, Yuan Shao dan pasukannya tiba dan Geng Wu serta Guan Chun berusaha membunuhnya dengan pisau. Aksi ini gagal, Jendral Yuan Shao, Yan Liang dan Wen Chou langsung memenggal Geng Wu dan Guan Chun saat itu juga.
Hal pertama yang dilakukan Yuan Shao adalah mengangkat Han Fu denan posisi yang tinggi dan memberi gelar "JENDRAL YANG MEMPERLIHATKAN KEBERANIAN YANG BESAR"--Tetapi urusan administrasi sehari-hari dipercayakan pada 4 orang kepercayaan Yuan Shao--Tian Feng, Ju Shou, Xu You dan Feng Ji. Yang sedikit demi sedikit menpreteli kekuasaan Han Fu. Han Fu yang sadar hal ini segera kabur meninggalkan segalanya,termasuk keluarganya dan berlindung ditempat gubernur Chen Liu, Zhang Miao.
Mendengar Invasi Yuan Shao, Gongsun Zan mengirim adiknya Gongsun Yue untuk menemui Yuan Shao dan menagih janji.
"Aku ingin bertemu langsung dengan kakakmu. Dian dan aku punya banyak hal untuk dibahas" kata Yuan Shao.
Lalu Gongsun Yue kembali. Tetapi tidak jauh dia berkuda tiba2x Gongsun Yue melihat ada prajurit menghalangi.
"Kami adalah pengawal perdana menteri Dong Zhuo!" Teriak pasukan itu.
Gongsun Yue terbunuh diterjang panah yang langusng menembus jantungnya. Prajurit Gongsun Yue yang berhasil kabur kembali dan menceritakan kejadian ini kepada Gongsun Zan.
Gongsun Zan sangat marah dan berkata "Yuan Shao telah menipuku dan sekarang dia mengambil semua hasilnya! juga dia berpura2x bahwa orang yang mebunuh adikku bukanlah orangnya! aku harus membalaskan dendam adikku ini !"
Gongsun Zan membawa semua tentaranya untuk menyerang. Melihat keadaan ini Yuan Shao juga mengerahkan tentaranya. Dan kedua belah pihak bertemu di Sungai Pan. Sungai ini dihubungkan oleh sebuah jembatan yang besar.
Gongsun Zan lalu berteriak dari seberang jembatan, "Penjahat, berani benar kau menipuku ?"
Yuan Shao menjawab dari seberang jembatan dan menunjuk pada Gongsun Zan, "Han Fu telah menyerahkan padaku daerah ini karena dia tdk mampu memimpin! apa hubungannya denganmu ?"
Gongsun Zan menjawab,"Sebelumnya kau kuanggap sangat setia pada rakyat dan mementingkan kepentingan negara dan kami semua mengangkatmu sebagai kepala dari konfederasi. Sekarang perbuatanmu membuktikan bahwa kau kejam dan licik seperti serigala ! bagaimana kau dapat menghadapi dunia ?"
"Siapa yang dapat menangkap Dia ?" Yuan Shao berteriak denga kemarahan.
Wen Chou langsung maju dengan tombaknya. Gongsun Zan juga maju, keduanya bertarung. Hanya butuh 10 ronde untuk menunjukan bagaimana kekuatan Wen Chou yang sangat dahsyat. Lalu Gongsun Zan terpaksa mundur dan kembali kedalam pasukannya. Tetapi Wen Chou tetap mengejarnya sambil membunuh siapa saja yang menghalangi, ada 4 jendral Gongsun Zan yang menghalangi, tetapi satu langsung terbunuh begitu melihat wen chou dan 3 lainnya langsung lari ketakutan.
Wen Chou terus mengejar Gongsun Zan yang lari menuju daerah pengunungan. Dia berteriak, "Turun, Menyerahlah !!"
Gongsun Zan lari menyelamatkan diri. Panah dan busurnya terlpeas dari pundaknya, helmnya jatuh dan rambutnya teurai ketika dia berusaha menaiki bukit yang curam dengan kudanya. Akhirnya kudanya jatuh dan Gongsun Zan terhempas.
Wen Chou sekarang sudah sangat dekat untuk menusuk Gongsun Zan dengan tombaknya, Tiba2x muncul seorang anak muda dari balik bukit, dia duduk diatas kudanya dengan tegap dan memegang tombak. Dia memacu kudanya kearah wen chou dan Gongsun Zan merangkak untuk melihat siapakah dia.
Pendekar itu memili tinggi badan sedang, memiliki alis tebal dan mata yang besar. Dahinya lebar dan tulang mukanya kokoh, seorang muda tetapi memiliki penampilan seorang pemimpin senior. Dia memakau pakaian berwara putih kebiru-biruan, dengan helm berwarna perak dia melawan wen chou. Mereka berdua bertarung sebanyak 50 jurus dan tidak ada satupun yang kalah. Kemudai pasukan penolong Gongsun Zan tiba dan wen chou terpaksa pergi kembali ke pasukannya. Pendekar itu tidak mengejar.
Gongsun Zan cepat2x berdiri dan bertanya siapakan nama pendekar itu.
Pendekar itu langsung turun dari kuda dan berlutut, "Namaku adalah Zhao Zi Long(note: Saya nulisnya Zhao Zilong, ini nama dari Zhao Yue untuk membedakan dari Zhou Yu nantinya,jadi pake nama Zhao Zilong, tau kan siapa dia ?) dari Chang Shan. Aku pernah melayani Yuan Shao tetapi ketika aku melihat dia tidak memiliki kesetiaan dan sangat ceroboh dalam mengurus rakyat, aku meninggalkannya dan aku dalam perjalanan untuk menemuimu. Pertemuan kita ditempat ini adalah suatu kebetulan."
Gongsun Zan sangat senang mendengar hal ini dan mereka berdua kembali menuju perkemahan dan merencanakan serangan berikut.
Keesokan harinya Gongsun Zan bersiap untuk bertempur, dia membagi pasukannya menjadi dua sayap. Dia tetap berada ditengah dengan 5000 pasukan berkuda semua berkuda putih. Gongsun Zan sebelumnya telah berjasa dalam melawan suku utara , Suku Qiang dimana dia selalu menempatkan pasukan kuda putih didalam pasukannya dan karena itu dia sering disebut "JENDRAL PASUKAN KUDA PUTIH". Suku itu sangat takut padanya, sehingga setiap kali mereka melihat kuda putih mereka pasti akan lari ketakutan.
Pada pasukan Yuan Shao. Yan Liang dan Wen Chou merupakan pimpinan pasukannya. Mereka masign2x diberi 1000 tentara pemanah. Mereka juga masing2x berada disayap kiri dan kanan. Ditengah ada Qu Yi dengan 800 pemanah dan 10.000 pasukan infantri dan berkuda. Yuan Shao mengomandani pasukan dibarisan belakang berkekuatan 2000 pemanah dan 10.000 pasukan infantri dan berkuda.
Dalam pertempuran ini Gongsun Zan menempatkan Zhao Zilong untuk pertama kalinya dan karena Gongsun Zan belum yakin benar dengan Zhao Zilong maka dia ditempatkan di pasukan bagian belakang. Pemimpin pasukan didepan adalah Yan Guang dan Gongsun Zan sendiri memimpin pasukan ditengah.
Dari pagihari hingga menjelang malam, genderang perang terus berbunyi, tetapi pasukan Yuan Shao tidak bergerak. Qu Yi mengatur agar pasukan pemanahnya tersembunyi dibalik perisai2x besar. Merkea mendengar bunyi petasan, genderang dan suara anak panah berterbangan ketika Yan Guang mendekati tetapi Qu Yi tetap memerintahkan pasukannya untuk tidak bertindak. Dia menunggu sampai pasukan Yan Guang mendekatinya dan ketika telah cukup dekat, Qu Yi membunyikan tanda dan ke 800 pemanahnya langsung memanah dan memenuhi langit dengan anak panah mereka. Yan Guang yang kewalahan memerintahkan pasukannya untuk mundur, tetapi Qu Yi yang merasa telah diatas angin memerintahkan pasukannya maju. Akhirnya Qu Yi berhasil membunuh Yan Guang.
Jadi Gongsun Zan telah kalah dalam pertempuran ini. Kedua sayapnya yang harusnya membantu pasukannya didepan tertahan oleh Wen Chou dan Yan Liang. Pasukan Yuan Shao akhirnya dapat melintasi jembatan dan tiba diseberang sungai.
Qu Yi yang pertama sampai keseberang sungai langsung mengambil bendera Gongsun Zan dan mematahkannya. Melihat hal ini Gongsun Zan membalikan kudanya dan pergi.
Qu Yi mengejar. Tetapi ketika dia telah hampir berhasil mendekati Gongsun Zan, tiba2x muncul dihadapannya Zhao Zilong dengan tombaknya yang siap menusuknya. Setelah beberapa Ronde akhirnya Qu Yi terjatuh dan mati. Lalu Zhao Zilong menyerang pasukan Qu Yi yang lain dan membalikan keadaan. Dia lalu kembali menuju jembatan, dan membunuh semua yang menghalangi. Melihat hal ini Gongsun Zan memerintahkan pasukannya kembali ke jembatan.
Dari pengintai yang dikirim untuk melihat jalannya perang. Yuan Shao mendapat kabar baik bahwa Qu Yi berhasil melewati jembatan, merebut bendera dan mengejar Gongsun Zan. Lalu Yuan Shao tidak perduli lagi dengan apapun dan dia beserta Tian Feng maju kegaris depan.
"HAHAHAH!!!" Yuan Shao tertawa," Gongsun Zan ternyata tidak bisa apa2x!"
Ketika dia tertawa seperti itu, dia melihat dihadapannya Zhao Zilong. Pengawalnya langsung mengarahkan anak panah, tetapi sebelum mereka sempat menembakkannya. Zhao Zilong sudah berada didekat mereka dan prajurit berguguran kemanapun Zhao Zilong lewat, terhitung lebih dari 100 orang prajurit tewas dan terluka sehingga membuat semua prajurit Yuan Shao yang lainnya tidak berani menghalanginya. karena keadaan sudah berbalik sekarang Gongsun Zan dan pasukannya berusaha mengepung Yuan Shao.
Tian Feng berkata "Tuan, bersembunyilah di rumah kosong ini!"
Tetapi Yuan Shao membuang helmnya ke tanah dan berkata,"Orang pemberani lebih baik menghadapi kematian dipeperangan dibandingkan mencari perlindungan dibalik tembok."
Kata2x yg penuh semangat ini memberi pasukannya semangat baru, sehingga mereka bertempur mati-matian dan membuat Zhao Zilong tidak dapat menerobos masuk. Yuan Shao lalu mendapatkan bala bantuan yang dipimpin jendral Yan Liang yang berjumlah 5000 pasukan. Melihat hal ini Zhao Zilong hanya dapat berusaha membawa Gongsun Zan ketempat yang aman. Mereka berusaha kembali keseberang jembatan. Tetapi pasukan Yuan Shao terus menekan, sehingga memaksa banyak pasukan Gongsun Zan terjun kedalam sungai, banyak yang tewas tenggelam karena itu.
Yuan Shao tetap memimpin pasukannya maju. Tetapi tidak lebih dari 2 km, Karena tiba2x terdengar dari balik bukit suara pasukan lain yang dipimpin oleh Liu Bei, Guan Yu dan Zhang Fei.
Di Ping Yuan mereka mendengar mengenai pertempuran antara Gongsun Zan dan Yuan Shao, mereka datang untuk menolong. Sekarang ke 3 bersaudara itu masing2x dengan senjatanya langsung memacu kuda mereka kearah Yuan Shao, yang sangat ketakutan melihat Ganasnya Guan Yu dan Zhang Fei membantai pasukannya sehingga dia terpana karena seolah-olah rohnya telah lepas dari tubuhnya dan terbang ke angkasa. Dalam hatinya dia berkata "Kedua orang ini bukanlah manusia !!!"
Pedangnya terlepas dari tangannya yang gemetaran dan dia lari menyelamatkan nyawanya. Dia berhasil melewati Jembatan dan Gongsun Zan mengumpulkan tentaranya dan mereka kembali kekemah. Setidaknya 500 orang prajurit telah tewas ditangan Guan Yu dan Zhang Fei kala mereka merangsek mendekati Yuan Shao.
Setelah salam yang singkat Gongsun Zan berkata "Jika bukan karena kau datang membantu, mungkin aku sudah terjepit oleh pasukan mereka."
Liu Bei dan Zhao Zilong kemudan berbincang-bincang satu sama lain dan diantara mereka berdua timbul semacam ikatan batin yang merasa bahwa mereka akan selalu bersama.
Yuan Shao telah kalah perang dan Gongsun Zanpun telah kehabisan tenaga. Mereka hanya memperkuat pertahanan mereka dan pasukan tidak bergerak selama berbulan-bulan. Sementara itu, masalah pertempuran ini terdengar di ibukota Chang an dan Dong Zhuo diberitahu masalah ini.
Penasehatnya Li Ru menemui tuannya dan berkata "Kedua pemimpin yang aktif akhir2x ini adalah Yuan Shao dan Gongsun Zan yang sedang berperang di sungai Pan. Keluarkanlah sebuah Titah kaisar yang memerintahkan mereka berdamai agar salah satu dari mereka tidak kehilangan muka dan mereka akan mendukungmu karena berterima kasih atas intervensimu."
"Bagus!!" kata Dong Zhuo.
Lalu dia mengirim Utusan kekaisaran Ma MiDi dan Administrator kekaisaran Zhao Qi untuk menemui kedua pemimpin itu. Ketika mereka tiba, Yuan Shao keluar untuk menyambut mereka dan menerima titah kaisar itu dengan hormat. Kemudian kedua utusan itu juga pergi kepada Gongsun Zan dan juga melakukan hal yang sama. Keduanya menyetujui gencata senjata dan berdamai. Kedua utusan kembali keibu kota dan melaporkan hasil kerja mereka, Gongsun Zan menarik pasukannya. Dia juga mengirimkan laporan kepada Kaisar atas jasa2x Liu Bei yang akhirnya dijadikan Gubernur PingYuan.
Salam perpisahan antara Liu Bei dan Zhao Zilong sangat menyentuh hati. Mereka memberi hormat satu sama lain lama sekali. Tampak air mata pada wajah mereka dan mereka terharu.
Zhao Zilong berkata," Aku Kira Gongsun Zan adalah Pahlawan Sejati, tetapi sekarang aku melihat dia tidak ada bedanya dengan Yuan Shao. Mereka berdua sama."
"Tetapi kamu sekarang adalah bawahannya. Kita akan bertemu lagi lain kali." Kata Liu Bei.
Kedua orang itu menghapus air matanya dan merekapun berpisah.
Sang "Naga Kecil" telah keluar dari sarangnya, Mencari Tuan yang pantas untuk Dijunjungnya. Keduanya berpisah tetapi langit telah menentukan takdir mereka untuk bersama.........
Tidak ada komentar:
Posting Komentar