Jumat, Agustus 31, 2007

BAB 7 bagian 2

=========================================================
Sun Jian Menyerang Liu Biao diSungai Besar
=========================================================

Sekarang Yuan Shu yang ada di Nan Yang, mendengar saudaranya sekarang berada di Ji Zhou, mengirim pesan untuk meminta 1000 kuda. Tetapi Permintaan ini ditolak dan dia merasa kesal. Yuan Shu juga mengirim pesan ke JingZhou untuk meminjam beras dari Liu Biao, tetapi juga ditolak. Dalam kekesalannya dia menulis surat pada Sun Jian, Gubernur Chang Sha. Suratnya berbunyi seperti ini :

"Ketika Liu Biao mencegatmu dalam perjalanan pulang, itu adalah akibat saran dari saudaraku Yuan Shao. Sekrang mereka berdua telah merencanakan untuk menguasai wilayahmu diselatan, oleh seban itu maka kayu harus segera melancarkan serangan pada Liu Biao. Aku akan menangkap Saudaraku Untukmu. Kau akan mendapatkan daerah JingZhou dan Aku akan mendapatkan JiZhou."

"Aku tidak dapat memaafkan Liu Biao" Kata Sun Jian setelah selesai membaca surat ini. "Dia telah menghalangi jalan pulangku dan aku akan harus menunggu bertahun-tahun lagi jika aku melepaskan kesempatan ini untuk membalas dendam!"

Dia Memanggil para bawahannya untuk rapat.

"Kau tidak boleh mempercayai Yuan Shu, dia itu penuh tipu daya."Kata Cheng Pu.

"Aku ingin membalas dendam karena alasan sendiri, apa peduliku terhadap Yuan Shu ini ?" Kata Sun Jian.

Dia mengirim Huang Gai untuk mempersiapkan 100 kapal kecil dan 20 kapal besar untuk membawa pasukan, kuda dan persediaan. Pasukan itu kemudian segera berangkat.

Berita mengenai persiapan ini sampai kepada Liu Biao yang langsung mengumpulkan penasehatnya dan stafnya.

Kuai Liang menyarangkan padanya agar tidak perlu Khawatir dan berkata "Tempatkanlah jendral Huang Zu sebagai kepala pasukan di JiangXia untuk melakukan serangan terlebih dahulu dan kau,Tuan, Mendukung dia dengan pasukan dari XiangYang. Biarkan Sun Jian melewati sungai dan danau. Apakah dia masih punya tenaga ketika mereka sampai disini ?"

Lalu Liu Biao memerintahkan Huang Zu untuk menyiapkan pasukan berjumlah 50.000 pasukan, dan pasukan itu diposisikan seperti yang diperintahkan.

Dikatakan bahwa Sun Jian mempunyai 4 orang anak, semua berasal dari istrinya yang bermarga Wu. Nama mereka sesuai urutannya adalah Sun Ce, Sun Quan, Sun Yi dan Sun Kuang. Sun Jian mempunyai istri kedua yang merupakan adik dari istri pertamanya. Dan dari istri yang kedua dia mendapatkan seorang putra dan seorang putri. Yang putra bernama Sun Lang dan yang putri bernama Sun Ren. Sun Jian juga mempunyai anak angkat yang berasal dari marga Yu dan meberinya nama Sun Hu dan Sun Jian juga mempunyai seorang adik bernama Sun Jing.

Ketika Sun Jian mau pergi dalam ekspedisi kali ini, adiknya Sun Jing dengan 6 anaknya berdiri didepan kudanya dan mencegahnya,"Dong Zhuo masih menjadi penguasa negara, karena kaisar lemah. Seluruh negara penuh dgn pemberontakan, semua saling berebut daerah. Daerah kita relatif aman tentram dan sentosa. Aku merasa adalah sangat salah untuk memulai sebuah perang karena masalah sepele. Aku harap kau pikirkan kembali sebelum kau memulai perjalanan ini."

Sun Jian berkata,"Adikku, jgn berkata apa2x lagi. Aku menginginkan agar kekuatanku dapat dirasakan diseluruh kekaisaran ini dan aku ingin agar sakit hatiku ini terbalaskan."

"Ayah, Jika kau harus pergi, bawalah aku bersamamu." Kata Sun Ce anak pertama Sun Jian.

Permintaan ini dikabulkan, Ayah dan anak berangkat dalam perjalanan untuk menyerang kota Fan Kou.

Sekarang Huang Zu telah menempatakan pemanah disepanjang tepi sungai. Ketika kapal2x Sun Jian tiba, maka langit telah dipenuhi oleh anak panah yang saling berterbangan. Sun Jian memerintahkan pasukannya tetap berada didalam tempat perlindungan dikapal. Beberapa kali kapal2x itu seperti ingin menepi, tetapi langsung disambut dengan tembakan anak panah yang tidak terkira banyaknya. Akhirnya seluruh anak panah pasukan musuh telah habis terpakai dan sun jian memerintahkan agar anak buahnya mengambil anak panah tersebut dan menembakkannya kembali kepada pasukan Huang Zhu. Pasukan yang berada ditepi sungai banyak yang terluka dan akhirnya kabur. Pasukan Sun Jian kemudian mendarat, 2 divisi masing2x dipimpin Cheng Pu dan Huang Gai diperintahkan menuju kemah Huang Zhu, satu divisi lagi dipimpin oleh Han Dang sebagai pasukan pembantu. Total seluruh pasukan berjumlah 25.000 prajurit. Dengan diserang dari Tiga arah seperti ini pasukan Huang Zhu akhirnya tertekan dan Dia terpaksa meninggalkan Fan Kou dan menuju DengCheng.

Meninggalkan Kapal2x nya didalam pengawasan Huang Gai, Sun Jian memimpin pasukan mengejar Huang Zhu. Huang Zhu akhirnya Keluar dari bentengnya dan menantang perang di daerah terbuka. Ketika Sun Jian tiba, Sun Ce berada disamping ayahnya memakai baju Zirah berwarna Perak memegang Bendera kebesaran Sun Jian.

Huang Zhu keluar bersama 2 jendralnya-- Zhang Hui dari Jiang Xia dan Chen Sheng dari XiangYang.

Huang Zhu mengata-ngatai musuhnya itu, "Kau Bedebah pemberontak dari selatan, mengapa kau menyerang daerah kekuasaan keluarga kekaisaran ?"

Zhang Hui menantang duel, Han Dang maju melayani. Mereka berdua bertarung 30 jurus dan Chen Sheng Yang melihat Zhang Hui tampak kelelahan lalu datang membantu. Sun Jian yang melihat Chen Sheng datang lalu mengambil busurnya dan menembakan anak panah yang langsung melukai Chen Sheng di mukanya dan langsung terjatuh dari kudanya. Panik melanda Zhang Hui yang melihat kawanya jatuh dan dia tiba2x lengah. Han Dang akhirnya menebas kepala Zhang Hui dan Zhang Hui pun jatuh dengan tengkorak terbelah dua.

Melihat kedua jendral itu telah mati, Cheng Pu berusaha menangkap Huang Zhu yang turun dari kudanya, membuang helemnya dan berbaur dengan pasukan yg lain. Sun Jian memimpin penyerangan dan mengusir musuh menuju sungai Han dimana dia telah memerintahkan Huang Gai untuk mengarahkan kapal2x itu ke sana dan berlabuh.

Huan Zhu yang berhasil lolos dan kembali,melaporkan kepada Liu Biao, "Sun Jian terlalu Kuat untuk pasukannku !"

Kuai Liang dipanggil untuk dimintai sarannya dan dia berkata,"Pasukan kita yang baru dikalahkan sedang tidak mempunyai semangat untuk bertempur. Oleh Sebab itu kita harus mempertahankan posisi kita, sementara itu kita meminta bantuan Yuan Shao. Dengan begitu kita dapat Melawan."

"Suatu langkah yang bodoh!" kata Cai Mao, "Musuh ada didepan gerbang kota, apakah kita harus diam saja dan menunggu untuk dibantai ? Berikan aku pasukan dan aku akan keluar dan melawan sampai akhir !"

Lalu Cai Mao diberikan pasukan berjumlah 10.000 prajurit dan pergi menuju bukit Xian dimana disana dia menyusun formasi.

Ketika Cai Mao mendekati posisi pasukan Sun Jian, Sun Jian berkata, "Dia adalah adik ipar dari Liu Biao, Siapa yang akan menangkapnya ?"

Cheng Pu mengambil tombaknya dan keluar. Setelah beberapa ronde saja, akhirnya Cai Mao kabur dan dikejar pasukan Sun Jian. Pasukan Sun Jian membantai prajurit Liu Biao yang diketemukan sehingga seluruh padang rumput itu ditutupi oleh mayat dimana-mana. Dan Cai Mao secepat kilat kembali ke kota Xiang Yang untuk berlindung. 10.000 prajuritnya tidak ada yang ikut kembali bersamanya.

Kuai Liang marah dan berkata, "Cai Mao harus dihukum mati sesuai dengan hukum militer ! kekalahan ini semua disebabkan karena dirinya."

Tetapi Liu Biao engan untuk menghukum adik dari istri yang baru saja dinikahinya.

Sun Jian Mengepung Xiang yang dan setiap hari menyerang tembok kota. Suatu hari angin kencang bertiup dan mematahkan batang tempat bendera kebesaranya berkibar.

"Pertanda Sangat buruk.",Kata Han DAng. "Kita Harus kembali."

Sun Jian berkata,"Aku telah memenangkan setiap pertempuran dan kota akan segera berhasil kukuasai. Apakah aku harus kembali akibat kebetulan ini?"

Dia tidak mengindahkan saran itu dan lebih meningkatkan serangan pada tembok kota.

Didalam Kota para pasukan bertahan juga melihat pertanda.

Kuai Liang berkata, "Semalam aku melihat bintang jatuh dari langit tepat diarah daerah Sun Jian. Jika perhitungan ku tepat maka Yang akan mengalami nasib naas itu adalah Sun Jian."

Kuai Liang menyarankan Liu Biao meminta bantuan Yuan Shao secepatnya.

Lalu Liu Biao Menulis. Dia lalu bertanya siapakah yang bersedia mencoba keluar dari kepungan dan berusaha meminta bantuan Yuan Shao. Lu Gong, seorang pendekar dengan kekuatan besar menawarkan dirinya untuk tugas tersebut.

Kuai Liang berkata, "Jika kau menerima tugas ini, maka dengarlah nasehatku. Kau akan diberikan 500 tentara. Carilah pemanah2x terbaik. Terjanglah formasi musuh dan pergi ke bukit Xian. Kau akan dikejar, tetapi siapkanlah diatas bukun 100 orang prajurit yang akan menjatuhkan batu2x besar. Dan siapkan lagi 100 prajurti didalam hutan untuk menyerang musuh tiba2x dengan panah. Ini belum akan menghentikan pengejaran mereka, tetapi cukup untuk menghambat mereka. Jika Kamu tetap dikejar, berikan tanda dengan membunyikan petasan dan pasukan dari Kota akan datang membantu. Jika kau tidak dikejar, maka paculah kuda secepatnya dan pergilah. Esok adalah waktu yang tepat karena bulan tidak terang dan bintang tidak cerah."

Lu Gong setelah menerima instruksi ini langsung menyiapkan pasukannya dan segera setelah hari gelap dia keluar melewati gerbang timur.

Sun Jian yang berada dikemahnya mendengar suara teriakan dan prajurit melapor padanya, "Ada sekelompok pasukan berkuda yang keluar dari dalam kota !"

Sun Jian langsung menaiki kudanya dan berkuda dengan 30 orang pasukan berkuda lainnya untuk melihat apa yang terjadi. Pasukan Lu Gong telah bersembunyi dalam hutan. Sun Jian berkuda mendahului mereka dan dia menemukan dirinya sendirian dan terlalu dekat dengan musuh. Lu Gong lalu berbalik arah dan melawan dia, tetapi hanya beberapa jurus lalu Lu Gong kabur lagi kearah perbukitan. Sun Jian mengikuti lalu kehilangan jejaknya.

Sun Jian mencoba menaiki bukit itu, lalu tiba2x bunyi gong terdengar. Dari atas bukit batu2x berjatuhan, semetara dari dalam hutan panah2x berterbangan. Sun Jian terkena beberapa panah dan juga terkena bebatuan yang mengenai kepalanya. Dia dan Kudanya tebunuh, Sun Jian hanya baru berusia 37 thn ketika dia wafat. Tubuhnya tertindih batuan2x dan badannya penuh dengan anak panah yang menancap.

Pasukannya yang menyertainya dapat dihancurkan dan tidak ada yang selamat dari ke 30 orang itu. Lu Gong lalu membunyikan tanda. Dengan Tanda ini Huang Zhu,Kuai Yue dan Cai Mai memimpin 30.000 pasukan dan keluar membantai pasukan Sun Jian.

Ketika Huang Gai mendengar suara pertempuran, dia membawa pasukan dari kapal dan bertemu dgn Huang Zhu, Hanya dalam beberapa Jurus dia berhasil menangkap Huang Zhu yang dijadikan tawanan.

Cheng Pu Keluar untuk menyelamatkan Sun Ce. Ketika dia sedang mencari jalan untuk kabur, dia bertemu dgn Lu Gong. Cheng Pu langsung memacu kudanya melawan Lu Gong. Dalam beberapa jurus, Lu Gong tertusuk tombak Cheng Pu dan jatuh. Pertempuran itu makin kacau dan berlanjut hingga hari terang. Ketika setiap pasukan itu menarik diri. Liu Biao memerintahkan pasukannya kembali kedalam Kota.

Ketika dia kembali kesungai, dia mendengar bahwa ayahnya telah gugur dan tubuh ayahnya telah dibawa oleh musuh. Dia menangis keras sekali dan seluruh pasukan ikut menangis.

"Bagaimana aku dapat kembali kerumah sedangkan tubuh ayah ada bersama mereka ?" Tangis Sun Ce.

Huang Gai berkata, "Kita mempunyai Huang Zhu sebagai tawanan, Biarlah seseorang masuk kedalam kota dan membicarakan perdamaian, dan menukar tawanan untuk jasad tuan kita."

Baru saja dia selesai berbicara tiba2x ada seseorang yang berkata,"Aku adalah teman lama Liu Biao, Aku mau jadi sukarelawan untuk misi ini.", Orang itu bernama Huan Ji, seorang pengurus administrasi tentara.

Sun Ce setuju. Lalu Huan Ji pergi dan membicarakan masalah perdamaian.

Liu Biao berkata pada Huan Ji,"Jasadnya telah kutaruh dalam peti mati dan dapat segera dikirimkan secepatnya setelah Huang Zhu dikembalikan. Marilah kita menghentikan perang ini dan tidak akan pernah lagi menyerang satu sama lain."

Huan Ji berterima kasih dan dia pun berpamitan.

Tetapi ketika Huan Ji baru saja menuruni tangga istana, Kuai Liang tiba2x masuk dan berkata, "Tidak, Tidak ! Biarkan aku bicara dan aku akan memastikan tidak ada satu musuhpun yang dapat selamat. Aku harap kau perintahkan orang untuk memenggal orang ini lalu jalankan rencanaku."

Nasib dari Huan Ji akan diceritakan pada bab berikutnya....................

Tidak ada komentar: