Jumat, Agustus 31, 2007

BAB 6 bagian 2

=========================================================
Menyembunyikan CAP KEKAISARAN,SUN JIAN telah melanggar sumpah
========================================================

Luo Yang telah ditinggalkan, jendral Dong Zhuo yang mempertahankan Benteng di Sungai Si, Zhao Cen, mengevakuasi bentengnya, Melihat Hal ini Sun Jian segera merebut benteng tersebut. Liu Bei dan saudaranya merebut benteng "PERANGKAP HARIMAU" dan karena hal ini pasukan konfederasi dapat masuk kedaerah Luo Yang.

Sun Jian mempercepat gerak pasukannya menuju ibu kota yang sedang terbakar, Asap dapat terlihat dari jarak 15 km. Ketika dia tiba, asap sudah sangat tebal dan kota tertutup oleh asap dan api. Tidak ada suatu apapun yang hidup, tidak ada burng, anjing, manusia bahkan suara jangkrik dimalam haripun tidak terdengar. Sun Jian memerintahkan pasukannya untuk berusaha memadamkan api dan mencari tempat aman untuk membangun kemah.

Cao2x datang menemui Yuan Shao dan berkata "Dong Zhuo telah pergi kebarata. Kita harus mengejarnya secepatnya. Mengapa kau tidak bertindak apa2x ?"

"Semua teman2x kita telah kelelahan dan tidak ada yang bisa didapat bila kita melakukan penyerangan sekarang." Kata Yuan Shao.

Cao2x berkata "Momen ini adalah yang paling menyedihkan. Kekacauan dimana-mana, istana dibakar, kaisar diculk dan seluruh dunia murka dan tidak ada seorangpun yang tahu harus apa. Kejahatan akan segera berakhir dan sebuah pukulan akan dapat melenyapkan Dong Zhuo untuk selamanya, Kenapa tidak mengejarnya ?"

Tetapi semua pemimpin mempunyai pikiran yang sama dikepalanya dan pikiran itu adalah menunda suatu aksi. Jadi mereka tidak melakukan apa2x.

"Manusia2x tidak berharga ini tidak dapat mendiskusikan apapun yang berharga" Hardik Cao2x.

Lalu dia dengan 6 jendralnya--Xiahou Dun, Xiahou Yuan, Cao Ren, Cao Hong, Li Dian dan Yue Jing serta 10.000 tentara mengejar Dong Zhuo.

Jalan menuju Ibu Kota melalui YingYang, ketika Dong Zhuo tiba, Gubernur Xu Rong menyambutnya.

Li Ru berkata, "Untuk berjaga-jaga kalau ada pengejaran, akan lebih baik jika kita memerintahkan gubernur untuk mempersiapkan jebakan diluar kota. Dia harus membiarkan pengejar itu masuk kedaerahnya dan bersiap untuk memutuskan jalan mundurnya, ketika pasukan kita mengalahkan mereka. Maka itu akan menjadi peringatan bagi yg lainnya untuk tidak mengejar."

Lalu Dong Zhuo memerintahkan Lu Bu untuk menjadi Panglima pasukan belakang. Dan tidak lama kemudian mereka melihat pasukan Cao2x tiba. Lu Bu tertawa kepada pemikiran tajam Li Ru. Dia mempersiapkan pasukannya dalam formasi bertempur.

Cao2x berteriak. "Pemberontak, penculik dan penyiksa rakyat, kemana kau akan pergi !!!"

Lu Bu menjawab, "Pengkhianat, Kata2x apa yang kau ucapkan itu ?"

Lalu dari samping Cao2x, Majulah Xiahou Dun dengan tombaknya. Lu Bu dan Xiahou Dun bertarung. Lalu Muncul Li Ru dengan pasukannya dari kiri, Cao2x memerintahkan Xiahou Yuan untuk melawan. Lalu dari sebelah kanan muncul Guo Si dan pasukannya. Cao2x memerintahkan Cao Ren untuk melawan. Pasukan dari tiga sisi terlalu banyak untuk cao2x hadapi dan Pasukan Lu Bu adalah yang terkuat. Setelah beberapa puluh jurus, Xiahou Dun mulai merasa kewalahan lalu kembali kepada Cao2x. Lalu Lu Bu memerintahkan pasukannya untuk menyerang, akhirnya pasukan Cao2x dapat dipukul mundur dan terpaksa harus melewati kota Ying Yang.

Mereka mundur sampai mencapai daerah perbukitan, saat itu sudah malam dan bulan bercahaya dengan terangnya seolah malam itu siang. Disini mereka berhenti untuk mengatur barisan tentara. Ketika mereka baru saja memasak makan malam untuk mereka, tiba2x muncul suara2x teriakan dari segala sisi dan muncul pasukan gubernur Xu Rong yang keluar dari tempat persembunyian untuk menyerang.

Cao2x Yang kebingungan, lansung menaiki kudanya dan kabur. Dia kabur tepat kearah dimana Xu Rong telah menunggunya. Ketika melihat Xu Rong , Cao2x langsung pergi kearah lain tetapi Xu Rong menembakan panah yang mengenai pundaknya. Cao2x tetap berkuda dan kabur. Ketika dia sedang melewati padang rumput, Dua prajurit telah menungguna dan melukai kudanya sehingga dia terjatuh. Ketika dia terjatuh, langsung prajurit2x itu menangkapnya dan dia dijadikan tawanan.

Tidak lama berselang datang seorang penunggang kuda. Memacu kudanya pada kecepatan penuh dan menebaskan pedangnya, langsung membunuh kedua prajurit tadi dan menyelamatkan cao2x. Dia adalah Cao Hong.

Cao2x berkata, "Aku telah tamat, Saudaraku. Pergilah, selamatkan dirimu."

"Tuanku, Naik kekudaku cepat! aku akan berjalan kaki" Kata Cao Hong.

"Kalau bajingan itu kembali bagaimana ?" Kata Cao2x.

"Dunia dapat hidup tanpa Cao Hong, Tetapi tidak tanpa dirimu, tuanku!"

"Jika Aku tetap Hidup, maka aku berhutang nyawaku ini padamu" Kata Cao2x.

Cao Hong membantu cao2x naik kekudanya, dan dia berjalan disampingnya. Mereka terus berjalan sampai dipinggir sungai, mereka melihat arus sungai itu begitu besar and dibelakang mereka tetap terdengar suara teriakan prajurit musuh.

"Ini adalah takdirku" kata Cao2x. "Aku akan mati!"

Cao Honng membantu Cao2x turun dari kuda, lalu melepaskan pakaian perang Cao2x dan helmnya. Cao Hong mengendong Cao2x dibelakangnya dan berenang melawan arus. Ketika mereka telah sampai kesisi lainnya, pengejar mereka juga telah sampai ke sisi sungai satunya dan mereka menembakan panah.

Cao2x yang basah dan kedinginan berjalan terus, pagi menjelang. Ketika itu mereka telah berjalan 10 km jauhnya dan duduk dibawah pepohonan. Tiba2x Suara keras terdengar dan sekelompok pasukan berkuda terlihat. Itu adalah gubernur Xu Rong yang telah menyebrangi sungai. Saat ini Xiahou Dun dan Xiahou Yuan juga datang dengan beberapa lusin tentara.

"Jangan Lukai Tuanku!" kata Xiahou Dun pada Xu Rong, Yang langsung menerjangnya.

Tetapi pertarungan itu sangat singkat, Xiahou Dun berhasil membunuh Xu Rong dengan tombaknya dan pasukan Xu Rong lari ketakutan. Tidak Lama jendral Cao2x yg lain berdatangan. Sedih dan senang bercampur didalam hati setiap orang. Mereka mengumpulkan beberapa ratus tentara yang tersisa dan kembali ke Luo Yang.

Ketika para pemimpin konfederasi memasuki Luo Yang, Sun Jian yang berhasil memadamkan api, berkemah didalam tembok kota. Tendanya berdiri dekat dengan Kuil Dinasti. Pasukanya membersihkan sisa2x reruntuhan dan kebakaran dan menutup makam2x yang terbuka. Pintu Kuilnya diganti dan ruangannya dirapikan kembali. Diruangan ini para pemimpin berkumpul dan berdoa kepada para leluhur kaisar.

Setelah upacara selesai, yang lain meninggalkan Sun Jian yang kembali ke kemahnya. Malam itu bulang dan bintang dapat terlihat dengan jelas. Saat Sun Jian melihat kelangit dia melihat kecerahan bintang di konstelasi Draco.

"Bintang Kaisar sedang gelap" kata Sun Jian sambil menghela Nafas. "Tidak heran, para menteri pemberontak mengacaukan negara"

Dia melihat sekelilingnya pasukan dan beberapa orang penduduk tidur dijalanan karena tidak ada rumah lagi, hanya tampak debu berterbangan dan kegelapan dimana-mana. Ibu Kota sudah musnah.

Dan Air Mata pun keluar dari matanya.

Lalu Prajurit menunjuk arah selatan, "Lihat, ada sinar berwarna muncul dari dalam sumur!"

Sun Jian memerintahkan orangnya untuk mengambil obor dan masuk kedalam sumur. Lalu mereka mengangkat mayat wanita, tidak terlalu membusuk walaupun tampaknya sudah berada disana berhari-hari. Dia memakai pakaian istana, dan dilehernya tergantung sebuah bungkusan berwarna merah, Didalamnya ada kotak dan kunci terbuat dari emas. Setelah dibuka kotak ini mereka melihat CAP GIOK, Berbentuk kotak, 4 inchi setiap sisinya. Diatasnya terukir gambar 5 naga, salah satu sisinya telah rusak dan diganti dengan emas. Disisinya ada 8 huruf yang diukir beberbunyi:

"AKU TELAH MENERIMA MANDAT DARI LANGIT, SEMOGA MASA PEMERINTAHANKU LAMA DAN BERJAYA."

Sun jian menunjukan ini kepada penasehatnya,Jendral Cheng Pu, yg lalu mengenali ini sebagai STEMPEL KEKUASAAN KAISAR.

Cheng Pu berkata, "Cap ini adalah sejarah, Dahulu Bian He melihat burung Phoenix bertengger pada sebuah batu dikaku gunung Jing. Dia memberikan batu itu pada kekaisaran. Raja Chu membelah batu itu dan menemukan giok. Pada thn ke 26 kekaisaran Qin(thn 221 SM), seorang tukang Giok membuat STEMPEL dari batu ini, Li Si perdana menteri dari kaisar pertama mengukir huruf2x tadi. 2 tahun kemudia ketika kaisara pertama sedang berlayar didanau DongTing, Badan besar datang. Kaisar melemparkan Stempel ini sebagai tanda persembahan dan badaipun berhenti. 10 thn kemudian ketika kaisar pertama mengunjungi HuaYingm seorang tua dijalan menyerahkan Stempel ini pd bawahannya dan berkata "Sekarang ini telah dikembalikan kepada Naga sang Putra Langit!" kemudian orang itu menghilang."

"Tahun berikutnya Kaisar pertama Wafat. Kemudian Zi Yang, kaisar terakhir dari dinasti Qin, cucu dari kaisar pertama menyerahkan Stempel ini pada Liu Bang, pendiri dinasti Han. 200 tahn kemudian,karena pemeberontakan Wang Mang, Ibu kaisar waktu itu, Lady Yuan memukul dua pemberontak Wang Xun dan Su Xian dengan Stempel ini dan makanya disalah satu sisinya rusak dan kemudia diperbaiki dengan emas. Liu Xiu, yang merestorasi Han dengam menumpas pemberontakan Wang Man mendapatkan Stempel ini di Yiyang dan sejat saat itu selalu ada didalam istana kaisar."

"Aku Dengar Stempel ini telah hilang ketika terjadi kekacauan diistana dengan 10 kasim utama yang memaksa kaisar meninggalkan ibukota. Benda itu hilang ketika Kaisar kembali. Sekarang tuanku telah menemukannya dan hal itu akan membawa peruntungan untuk anda, tetapi anda tidak bisa tetap tinggal diutara. Marilah Cepat kembali keselatan menuju sungai besar, dimana disana kita dapat membuat rencana yang besar."

"Kata2xmu sama seperti yg kupikirkan" kata Sun Jian. "Esok aku akan membuat alasan bahwa aku kurang enak badan dan aku akan pergi."

Prajurit disitu diperintahkan untuk tidak membocorkan rahasia. Tp salah satu dari mereka adalah pendukung Yuan Shao. Dia berpikir apabila dia memberitahu hal ini pada Yuan Shao maka dia bisa mendapatkan keuntungan. Lalu dia mengendap-endap keluar dari kemah dan mengkhianati tuannya. Dia pergi ke kemah Yuan Shao, menceritakan rahasia itu dan menerima hadiah yang besar. Yuan Shao menyimpan informan itu di kemahnya.

Keesokan paginya Sun Jiam datang untuk berpamitan,"Aku kurang enak badan dan aku ingin kembali ke ChangSa."

Yuan Shao tertawa dan berkata "Aku tahu kau terkena penyakit apa, Itu adalah STEMPEL KEKUASAAN KAISAR.

Ini mengejutkan Sun Jian dan dia menjadi pucat tetapi berkata "Apa dasar omonganmu ?"

Yuan Shao berkata, "Pasukan ini dimaksudkan untuk kebaikan negara dan membebaskan rakyat dari kesengsaraan. Stempel itu adalah milik negara dan karena kau memegangnya, kau harus menyerahkan stempel itu kepadaku. Ketika Dong Zhuo berhasil dimusnahkan, Stempel itu harus dikembalikan pada pemerintah. Apa maksudmu dengan menyembunyikan benda itu?"

"Bagaiman mungkin Stempel itu bisa ada padaku ? "Tanya Sun Jian.

"Aku tidak memilikinya, Mengapa kau menuduhku ?"

"Cepat keluarkan benda itu, Atau yang terburuk akan terjadi padamu !!!"
Kata Yuan Shao.

Sun Jian menunjuk pada langit dan bersumpah, "Jika aku memiliki Stempel ini dan menyembunyikannya biarkan hidupku akan berakhir tidak bahagai dan mati dengan mengenaskan."

Semua pemimpin lainnya yang ada disana berkata, "Dengan sumpah seperti ini, pasti tidak mungkin dia memilikinya."

Lalu Yuan Shao memanggil informanya keluar.

"Ketika kau mengeluarkan benda itu dari dalam sumur, apakah pria ini ada disana ?" tanya Yuan Shao.

Sun Jian langsung naik pitam dan mengeluarkan pedang dan langsung membunuhnya.

Yuan Shao juga mengeluarkan pedang dan berkata, "Kau membunuh prajurit itu dan itu berarti telah menghinaku."

Dibelankang Sun Jian, Jendral Cheng Pu, Huang Gai dan Han Dang maju kedepan; Dibelakang Yuan Shao Jendral Yan Liang dan Wen Chou telah siap bertindak. Dalam sesaat semua orang telah mengengam senjata masing2x dan keadaan menjadi tegang. Tetapi Pemimpin yang lain berusaha meredakan keadaan dan akhirnya Sun Jian meninggalkan pertemuan. Dia langsung mengepak kemahnya dan kembali ke ChangSha.

Yuan Shao yang tidak puas lalu menuli surat kepada penguasa daerah JingZhou kepada Liu Biao agar menghentikan Sun Jian dan mengambil kembali Stempel kerajaan.

Setelah ini, datanglah berita mengenai kekalahan Cao2x dan mereka sdg dalam perjalanan pulang. Yuan Shao mengirim orang dan membantunya kedalam kemah. Mereka juga mengadakan perjamuan untuk menghiburnya.

Dalam perjamuan Cao2x berkata sedih. "Tujuanku adalah demi kebaikan bersama dan kalian semua orang2x terhormat mendukungku. Rencanaku adalah agar Yuan Shao dengan pasukan dari HeNei untuk mendekati MengChing dan pasukanku dia Qiao untuk mempertahankan Chenggao. Sementara yang lain mempertahankan SuanZao untuk menutup jalan ke Huanyuan dan Daigu dan untuk mengambil lumbung beras dan mengawasi tempat2x strategis, dengan itu daerah ibu kota dapat diamankan. Aku berencana meminta Yuan Shu dari nanyang untuk merebut DanShi dan Xilin dan pergi ke Wu unutk mendukung 3 daerah itu. Semua bertahan pada posisinya masing2x dan jgn menyerang. Kita dapat meyakinkan orang2x untuk memusuhi Dong Zhuo. Kemenangan dapat menjadi milik kita, tetapi datang hambatan dan rakyat telah kehilangan kepercayaanya kepada ku dan aku menjadi malu."

Tidak ada yang membalas menjawab dan satu demi satu, tamu2x itu pergi. Cao2x melihat bahwa yang lain tidak mempercayainya dan hatinya tahu tidak ada hal lain yang dapat dibuat olehnya. Lalu dia memimpin pasukannya pergi ke Yan Zhou.

Lalu Gongsun Zan berkata pada Liu Bei,"Ini akibat ketidak mampuan Yuan Shao dan keadaan akan segera kacau. Kita lebih baik pergi juga."

Lalu dia pergi juga menuju utara, di Ping Yuan dia meninggalkan Liu Bei dan memperkuat pasukannya sendiri.

Penguasa daerah Yan Zhou, Liu Dai berharap dapat meminjam beras dari gubernur DongJun, QiaoMao. Karena ditolak, Liu Dai menyerang kemah Qiao mao dan membunuhnya serta mengambil seluruh pasukannya menjadi miliknya. Melihat hal ini Yuan Shao juga akhirnya pergi kearah timur.

Dalam perjalanannya ke Chang Sha, Sun Jian melewati daerah JingZhou. Penguasa daerah Jing Zhou, Liu Biao masih merupakan keluarga Kaisar dan berasal dari ShanYang. Sewaktu muda dia membuat banyak teman dgn orang2x terkenal dan kumpulannya dikenal dgn nama 8 ORANG BIJAK. 7 Lainnya adalah :

1.CHEN XIANG DARI RUNAN.
2.FAN PANG DARI DUNAN.
3.KONG YU DARI LUTING.
4.FAN KANG DARI BOHAI.
5.TAN FU DARI SHANYANG.
6.ZHANG JIAN DARI SHANYANG.
7.CEN ZHI DARI NANYANG.

Liu Biao berteman dengan mereka semua. Dia mempunyai 3 orang terkenal yang membantunya memerintah daerah ini. Mereka adalah Kuai Liang dan Kuai Yue dari YanPing dan Cai Mao dari XianYang.

Ketika Surat Yuang Shao mengenai Sun Jian Tiba. Liu Biao memerintahkan Kuai Yue dan Cai Mao dengan 10.000 tentara membuat halangan dijalan. Ketika Sun Jian mendekat, pasukan diatur dalam posisi berperang.

"Kenapa kau menghalangi jalan kami dengan pasukan bersenjata ?" Tanya Sun Jian.

"Kenapa kau pelayan dinasti Han, menyembunyikan Stempel Kekaisaran ? Serahkan itu padaku segera dan kubiarkan kau lewat" Kata Kuai Yue.

Sun Jian yang marah memerintahkan jendral Huang Gai untuk maju kedepan. Cai Mao dari pasukan Liu Biao juga maju. Mereka berduel, tetapi tidak lama bertarung akhirnyua Huang Gai memecutkan cemeti besinya kepada Cai Mao, Beruntung hanya mengenai pakaian perang Cai Mao, sedikit diatas posisi jantung, Sehingga Cai Mao pun lari ketakutan. Sun Jian melihat hal ini segera menerjang maju dengan seluruh pasukannya.

Tetapi, tiba2x muncul suara gong dan genderang perang dari belakang bukit. Disitu ada Liu Biao dengan tentara yang sangat banyak.

Sun Jian berkuda langsung kehadapannya dan memeberi hormat "Kenapa kau, dengan percaya kepada surat Yuan Shao mencoba menyakiti pemimpin dari daerah tetanggamu ?"

"Kau telah menyembunyikan Stempel Kerajaan dan aku ingin kau menyerahkannya kembali" Jawah Liu Biao.

"Kalau aku punya benda itu maka biarlah aku mati dengan mengenaskan."

"Kalau kau ingin aku percaya,maka biarlah kuperiksa barang bawaanmu." jawab Liu Biao.

Sun Jian terdiam.

Dan ketika Liu Biao sedang berbicara dengan Sun Jian, dari belakang bukit kedua muncul pasukan lagi dan ternyata itu adalah Kuai Yue dan Cai Mao yang masih mengejar. Sun Jian sepertinya telah terdesak.

Bagaimana Nasib Sun Jian berikutnya akan diceritakan di baba berikutnya.....

BAB 6 bagian 2

=========================================================
Menyembunyikan CAP KEKAISARAN,SUN JIAN telah melanggar sumpah
========================================================

Luo Yang telah ditinggalkan, jendral Dong Zhuo yang mempertahankan Benteng di Sungai Si, Zhao Cen, mengevakuasi bentengnya, Melihat Hal ini Sun Jian segera merebut benteng tersebut. Liu Bei dan saudaranya merebut benteng "PERANGKAP HARIMAU" dan karena hal ini pasukan konfederasi dapat masuk kedaerah Luo Yang.

Sun Jian mempercepat gerak pasukannya menuju ibu kota yang sedang terbakar, Asap dapat terlihat dari jarak 15 km. Ketika dia tiba, asap sudah sangat tebal dan kota tertutup oleh asap dan api. Tidak ada suatu apapun yang hidup, tidak ada burng, anjing, manusia bahkan suara jangkrik dimalam haripun tidak terdengar. Sun Jian memerintahkan pasukannya untuk berusaha memadamkan api dan mencari tempat aman untuk membangun kemah.

Cao2x datang menemui Yuan Shao dan berkata "Dong Zhuo telah pergi kebarata. Kita harus mengejarnya secepatnya. Mengapa kau tidak bertindak apa2x ?"

"Semua teman2x kita telah kelelahan dan tidak ada yang bisa didapat bila kita melakukan penyerangan sekarang." Kata Yuan Shao.

Cao2x berkata "Momen ini adalah yang paling menyedihkan. Kekacauan dimana-mana, istana dibakar, kaisar diculk dan seluruh dunia murka dan tidak ada seorangpun yang tahu harus apa. Kejahatan akan segera berakhir dan sebuah pukulan akan dapat melenyapkan Dong Zhuo untuk selamanya, Kenapa tidak mengejarnya ?"

Tetapi semua pemimpin mempunyai pikiran yang sama dikepalanya dan pikiran itu adalah menunda suatu aksi. Jadi mereka tidak melakukan apa2x.

"Manusia2x tidak berharga ini tidak dapat mendiskusikan apapun yang berharga" Hardik Cao2x.

Lalu dia dengan 6 jendralnya--Xiahou Dun, Xiahou Yuan, Cao Ren, Cao Hong, Li Dian dan Yue Jing serta 10.000 tentara mengejar Dong Zhuo.

Jalan menuju Ibu Kota melalui YingYang, ketika Dong Zhuo tiba, Gubernur Xu Rong menyambutnya.

Li Ru berkata, "Untuk berjaga-jaga kalau ada pengejaran, akan lebih baik jika kita memerintahkan gubernur untuk mempersiapkan jebakan diluar kota. Dia harus membiarkan pengejar itu masuk kedaerahnya dan bersiap untuk memutuskan jalan mundurnya, ketika pasukan kita mengalahkan mereka. Maka itu akan menjadi peringatan bagi yg lainnya untuk tidak mengejar."

Lalu Dong Zhuo memerintahkan Lu Bu untuk menjadi Panglima pasukan belakang. Dan tidak lama kemudian mereka melihat pasukan Cao2x tiba. Lu Bu tertawa kepada pemikiran tajam Li Ru. Dia mempersiapkan pasukannya dalam formasi bertempur.

Cao2x berteriak. "Pemberontak, penculik dan penyiksa rakyat, kemana kau akan pergi !!!"

Lu Bu menjawab, "Pengkhianat, Kata2x apa yang kau ucapkan itu ?"

Lalu dari samping Cao2x, Majulah Xiahou Dun dengan tombaknya. Lu Bu dan Xiahou Dun bertarung. Lalu Muncul Li Ru dengan pasukannya dari kiri, Cao2x memerintahkan Xiahou Yuan untuk melawan. Lalu dari sebelah kanan muncul Guo Si dan pasukannya. Cao2x memerintahkan Cao Ren untuk melawan. Pasukan dari tiga sisi terlalu banyak untuk cao2x hadapi dan Pasukan Lu Bu adalah yang terkuat. Setelah beberapa puluh jurus, Xiahou Dun mulai merasa kewalahan lalu kembali kepada Cao2x. Lalu Lu Bu memerintahkan pasukannya untuk menyerang, akhirnya pasukan Cao2x dapat dipukul mundur dan terpaksa harus melewati kota Ying Yang.

Mereka mundur sampai mencapai daerah perbukitan, saat itu sudah malam dan bulan bercahaya dengan terangnya seolah malam itu siang. Disini mereka berhenti untuk mengatur barisan tentara. Ketika mereka baru saja memasak makan malam untuk mereka, tiba2x muncul suara2x teriakan dari segala sisi dan muncul pasukan gubernur Xu Rong yang keluar dari tempat persembunyian untuk menyerang.

Cao2x Yang kebingungan, lansung menaiki kudanya dan kabur. Dia kabur tepat kearah dimana Xu Rong telah menunggunya. Ketika melihat Xu Rong , Cao2x langsung pergi kearah lain tetapi Xu Rong menembakan panah yang mengenai pundaknya. Cao2x tetap berkuda dan kabur. Ketika dia sedang melewati padang rumput, Dua prajurit telah menungguna dan melukai kudanya sehingga dia terjatuh. Ketika dia terjatuh, langsung prajurit2x itu menangkapnya dan dia dijadikan tawanan.

Tidak lama berselang datang seorang penunggang kuda. Memacu kudanya pada kecepatan penuh dan menebaskan pedangnya, langsung membunuh kedua prajurit tadi dan menyelamatkan cao2x. Dia adalah Cao Hong.

Cao2x berkata, "Aku telah tamat, Saudaraku. Pergilah, selamatkan dirimu."

"Tuanku, Naik kekudaku cepat! aku akan berjalan kaki" Kata Cao Hong.

"Kalau bajingan itu kembali bagaimana ?" Kata Cao2x.

"Dunia dapat hidup tanpa Cao Hong, Tetapi tidak tanpa dirimu, tuanku!"

"Jika Aku tetap Hidup, maka aku berhutang nyawaku ini padamu" Kata Cao2x.

Cao Hong membantu cao2x naik kekudanya, dan dia berjalan disampingnya. Mereka terus berjalan sampai dipinggir sungai, mereka melihat arus sungai itu begitu besar and dibelakang mereka tetap terdengar suara teriakan prajurit musuh.

"Ini adalah takdirku" kata Cao2x. "Aku akan mati!"

Cao Honng membantu Cao2x turun dari kuda, lalu melepaskan pakaian perang Cao2x dan helmnya. Cao Hong mengendong Cao2x dibelakangnya dan berenang melawan arus. Ketika mereka telah sampai kesisi lainnya, pengejar mereka juga telah sampai ke sisi sungai satunya dan mereka menembakan panah.

Cao2x yang basah dan kedinginan berjalan terus, pagi menjelang. Ketika itu mereka telah berjalan 10 km jauhnya dan duduk dibawah pepohonan. Tiba2x Suara keras terdengar dan sekelompok pasukan berkuda terlihat. Itu adalah gubernur Xu Rong yang telah menyebrangi sungai. Saat ini Xiahou Dun dan Xiahou Yuan juga datang dengan beberapa lusin tentara.

"Jangan Lukai Tuanku!" kata Xiahou Dun pada Xu Rong, Yang langsung menerjangnya.

Tetapi pertarungan itu sangat singkat, Xiahou Dun berhasil membunuh Xu Rong dengan tombaknya dan pasukan Xu Rong lari ketakutan. Tidak Lama jendral Cao2x yg lain berdatangan. Sedih dan senang bercampur didalam hati setiap orang. Mereka mengumpulkan beberapa ratus tentara yang tersisa dan kembali ke Luo Yang.

Bab 6 bagian 1

=========================================================
Dong Zhuo Menjarah LuoYang
=========================================================

Ke 3 bersaudara terus mengejar Lu Bu yang telah masuk kedalam benteng, Zhang Fei melihat ada simbol Dong Zhuo dan semakin ingin mengejar, Tetapi mereka kalah cepat dibanding Kuda Lu Bu. Sehingga Pintu Gerbang telah tertutup, Dari atas para prajurit menembaki mereka ber 3 dengan panah dan melempari batu jadi mereka tidak dapat mendekati dan akhirnya mereka kembali keperkemahan mereka. Ke 8 pemimpin itu semua memberi hormat kepada 3 bersaudara itu atas semua jasa mereka. Cerita mengenai kemenangan ini di kabarkan pada Yuan Shao yang dengan segera memerintahkan Sun Jian membawa 50.000 pasukan segera bergerak menyerang pos2x penjagaan disekitar "PERANGKAP MACAN".

Lalu Sun Jian membawa 2 jendral kepercayaannya Cheng Pu dan Huang Gai pergi menuju kemah Yuan Shu.

Ketika masuk kedalam Kemah Yuan Shu, Sun Jian berkata, "Dong Zhuo dan aku tidak punya masalah pribadi. Tetapi aku mempertaruhkan nyawaku dan nyawa orang2xku didalam perang ini agar aku dapat membersihkan kekaisaran ini dari pemberontak. Tetapi kau, Mendengar saran dari penasehatmu yang bodoh itu membuatku kalah dalam perang sebelumnya. Bagaimana kau dapat menjelaskan hal ini jendral ?" Bentak Sun Jian sambil mengeluarkan pedangnya dihadapan Yuan Shu.

Yuan Shu yang kebingungan dan ketakutan, tidak mempunyai kata2x untuk membalas. Dia memerintahkan menghukum mati penasehat yang menyarankan tindakan itu untuk menenangkan Sun Jian.

Lalu Tiba2x datang utusan kepada Sun Jian "Tuan, ada utusan dari benteng musuh ingin menemuimu ?, Dia telah ada didalam kemah tamu."

Sun Jian lalu meniggalkan Yuan Shu dan kembali ke kemahnya. Dimana dia menemukan bahwa tamunya adalah Li Jue salah seorang jendral Dong Zhuo.

"Adaapa Kau datang menemuiku ? " Tanya Sun Jian.

Li Jue berkata "Kau adalah salah satu orang yang tuanku sangat kagumi dan hormati, dan dia mengutusku untuk merencanakan persatuan diantara dua keluarga. Dia berharap bahwa putrinya dapat dinikahkan dengan putramu."

"APA!!! Dong Zhuo, pemberontak itu. Perebut Tahta ! Aku hanya berharap dapat menghancurkannya 9 generasi kebawah sebagai tanda terima kasihku kepada kekaisaran ! Pikirmu aku mau bersekutu dan menjadi satu keluarga dengan orang itu ??? Aku tidak akan membunuhmu walaupun aku mau, tetapi pergilah dan cepatlah sebelum aku berubah pikiran. Serahkan bentengmu itu dan aku akan mengampuni hidupmua. Jika tidak aku akan menggiling tulangmu menjadi bubuk dan akan ku cincang dagingmu dan kuberikan pada anjing !"

Li Jue langsung lari ketakutan sampai dia lupa membawa senjatanya yang tertinggal. Dia Kembali menemui Tuannya dan memberitahu betapa kasarnya Sun Jian dan penolakan Sun Jian terhadap rencana tuannya. Dong Zhuo Bertanya kepada penasehatnya Li Ru bagaimana tindakan selanjutnya.

Li Ru berkata, "Kekalahan Lu Bu membuat pasukan kita kehilangan semangat tempurnya. Sedangkan pasukan musuh sedang bersemangat, Pasukan garis depan kita terkepung karena pintu keluar dijaga oleh pasukan dari 8 pemimpin, sedangkan di garis sungai Si, sun jian telah menyiapkan pasukannya. Dalam hal ini keadaan kurang menguntungkan buat kita. Lebih baik kita kembali ke ibu kota dan memindahkan kaisar ke Chang An."

Lalu Li Ru melanjutkan, "Kita dapat berdalih bahaw 1/2 dari garis dinasti han yaitu yang dimulai dari Liu Bang telah memerintah di ChangAn sebanyak 12 generasi dan 1/2 lagi yang berasal dari Liu Xue memerintah dari Luo Yang sebanyak 12 generasi juga. Perubahan telah terjadi pada langit dan memerintahkan kita untuk memindhakan ibu kota, sehingga apa bila ibu kota dipindahkah ke changAn maka tidak ada yg perlu Dikhawatirkan. "

Dong Zhuo teramat senang mendengar penjelasan Li Ru ini. "Jika kau tidak menjelaskannya, aku tidak akan mengerti."

Lalu dengan membawa Lu Bu, Dong Zhuo kembali ke Ibu Kota Luo Yang.

Dia memanggil semua menteri dan pejabat istana dan mengumumkan "Setelah 2 abad memerintah disini, keberuntungan kekaisaran telah habis dan aku melihat aura yang baik telah pindah ke ChangAn, Karena itu aku akan memindahkan pemerintahan kesana, kalian semua sebaiknya berkemas untuk perjalanan ini."

Yang Biao, menteri dalam negeri berkata "Aku harap kau memikirkan hal ini kembali. Daerah disana banyak yang rusak. Tidak ada alasannya untuk memindahkan kuil leluhur dan meninggalkan makam kekaisaran disini. Aku khawatir rakyat akan gelisah. Sangat mudah membuat mereka gelisah tetapi sulit menenangkan mereka."

"Apakah Kau menentang rencana ini ?" Bentak Dong Zhuo dengan marah.

Pejabat Lainnya, Panglima Besar Huang Wan, didukung oleh beberapa koleganya, "Pada masa pemerintahan terdahulu, Fan Chong si Alis merah, dia memberontak dan telah membakar kota ChangAn sampai menjadi abu dan istana disana telah rusak. Penduduknya tidak banyak dan daerahnya banyak yang hancur. Ini sangat salah untuk meninggalkan istana dan pergi ke daerah itu."

Dong Zhuo membalas,"Didaerah timur ini terlalu banyak pergolakan, Pemberontakan dimana-mana. Kota ChangAn dilindungi oleh Gunung YaoHan dan HanGu. Lebih Lagi itu dekat dengan LongYou dimana kita bisa dengan mudah mendapatkan Kayu, bata, batu dan semua hal untuk membangun gedung. Dalam satu bulan Istana disana akan dapat di restorasi dan dalam 1 thn kota akan kembali utuh. Jadi hentikan omong kosongmu itu."

Lagi menteri pekerjaan Xun Shuang memprotestnya bahwa itu akan menyengsarakan penduduk. Tetapi Dong Zhuo tidak memperdulikannya.

"Bagaimana aku bisa mempertimbangkan beberapa orang biasa apabila mereka mempengaruhi rencana yang mempengaruhi seluruh kekaisaran?" Kata Dong Zhuo.

Hari itu ke tiga orang yang melakukan protest dicopot dari jabatan mereka dan dicabut semua gelar kehormatannya.

Saat Dong Zhuo sudah ingin tidur, dia kedatangan dua orang yang langsung memberi hormat padanya. Mereka adalah kepala Menteri Zhou Bi dan Panglima penjaga gerbang Kota Wu Qiong. Dong Zhuo bertanya apa yang mereka inginkan.

Kata Zhou Bi, "Kami kesini ingin memintamu membatalkan perpindahan ibu kota."

Dong Zhuo membalas, "Kalian berdua yang meyakinkan aku untuk memberi Yuan Shao posisi. Sekarang dia telah berubah menjadi pemberontak dan apakah kau juga ikut dengan kelompoknya ?"

Dan tanpa berkata apa2x lagi dia memerintahkan pengawal untuk membawanya ke tengah kota dan memenggal mereka. Lalu perintah untuk memindahkan ibu kota langsung dikeluarkan hari itu juga.

Berbicara dengan Dong Zhuo, Li Ru menunjukan "Kita kekurangan uang dan makanan. Dan orang kaya di Luo Yang pada saat ini dapat dijarah dengan mudah. Ini adalah kesempatan yang bagus untuk mengkaitkan mereka dengan para pemberontak dan mengambil propertinya."

Dong Zhuo mengirimkan 5.000 tentara untuk menjarah dan membunuh. Mereka mengumpulkan ribuan orang yang ditangkap dengan tuduhan memberontak, lalu memenggalnya dan menancapkan kepalanya pada sebatang tombak dengan bendera bertuliskan "PENGKHIANAT DAN PEMBERONTAK", harta mereka semua diambil.

Tugas untuk mengawal rakyat yang berjumlah jutaan orang itu diberikan pada dua jendral Dong Zhuo yaitu Li Jue dan Guo Si. Setiap kelompok terdiri dari beberapa puluh orang saja, dan setiap kelompok dijaga oleh 2 kelompok tentara yang mengawal mereka untuk menuju ChangAn. Banyak sekali dari mereka yang tidak kuat dan akhirnya meninggal dalam perjalanan karena kelelahan, sakit dan terperosok kedalam jurang. Para pengawal itu menjarah harta rakyat dan mempermaikan wanita. Kesedihan para rakyat itu terdengar sampai ke langit.

Perintah Dong Zhuo yang terakhir sebelum dia meninggalkan Luo Yang adalah membakarnya. "Bakar semua rumah, kuil dan semua hal. Jgn sampai tersisa apapun" kata Dong Zhuo. Maka ibu kota menjadi lautan api dgn teriakan histeris orang yang masih tertinggal didalam kota.

Dong Zhuo mengirim Lu Bu untuk merampok harta yang berada dimakan kekaisaran. Dan banyak pasukannya yang merampok makam2x orang kaya dan pejabat. Seluruh hasil jarahan dari kota,kubuan,istana,kuil2x dan semuanya berjumlah ribuan kereta yang berisi emas, perak,permata,intan,sutra dan benda2x bernilai lainnya. Dengan ini semua serta keluarga kaisar, dong Zhuo memindahkan ibu kota pada tahun pertama masa pemerintahan kaisar Xian (Sekitar 190 M/191 M).

Ratusan Ribu orang mati dalam perjalanan perpindahan itu, ratusan ribu lainnya lagi meninggal dalam kota yang terbakar, Jutaan manusia terluka. Kesedihan dan tangisan mereka telah membuat langit menangis. Dimusim panas itu tiba2x hujan turun dari langit tetapi tidak cukup memadamkan api yang berkobar.

Bab 5

=========================================================
Bab 5 bagian 1
Yuan Shao memimpin pasukan untuk menghancurkan Dong Zhuo.

Bab 5 bagian 2
3 bersaudara melawan Lu Bu
=========================================================

Pada bab yang lalu diceritakan bahwa Chen Gong berniat membunuh Cao2x.
Tetap Chen Gong berpikir "Aku mengikutinya untuk melakukan hal yang benar. Sekarang jika aku membunuhnya aku hanya akan melakukan hal yang salah dan orang2x akan mengutukku. Lebih baik aku pergi diam2x."

Matahari belum terbit ketika Chen Gong bangun dan langsung menaiki kudanya dan pergi kesebelah timur, menuju kampung halamannya di DongJun.

Cao2x terbangun ketika hari telah siang dan mencari Chen Gong tetapi tidak dapat ditemukan. pikirNya. "Chen Gong berpikir aku ini brutal karena beberapa patah kata egois yang aku gunakan dan dia telah pergi. Aku harus secepatnya pergi juga dan jgn terlalu lama tinggal disini."

Lalu Cao2x pergi secepatnya menuju Qiao. Ketika dia melihat ayahnya, dia menceritakan apa yang terjadi dan dia ingin menggunakan semua harta keluarga untuk membentuk tentara dengan harta itu.

"Milik kita sangat sedikit" Kata ayahnya, "Dan tidak cukup untuk melakukan apapun, tetapi ada seseorang sarjana disini, Wei Hong namanya, Yang tidak mempedulikan harta tetapi kebajikan, keluarganya sangat kaya. Dengan bantuannya kita mungkin dapat berhasil."

Sebuah perjamuan diadakan dan Wei Hong di undang.

Cao2x berpidato "Dinasti Han telah kehilangan pemimpinnya dan Dong Zhuo benar2x seorang tiran. Dia tidak hormat pada pangerannya dan kejam kepada rakyat. Aku ingin mengembalikan kejayaan dinasti Han, tetapi tidak mempunyai apa2x saat ini. Tuan, Aku memohon kepadamu dan kepada kesetianmu pada rakyat kekasiaran ini."

Wei Hong berkata, "Aku juga telah lama mendambakan ini tetapi sejauh ini, belum menemukan seseorang yang tepat untuk menjalankan tugas tersebut. Karena kau Cao2x memiliki Keinginan yang mulia, aku akan menyerahkan semua hartaku agar kau dapat mencapai tujuan mulia itu.

Ini adalah sebuah kabar gembira dan segera cao2x mengumpulkan pasukan. Mereka semua mendirikan sebuah kesatuan yang berisi para sukarelawan dan mendirikan sebuah spanduk putih untuk merekrut orang2x. Dispanduk itu tertulis kata2x "KESETIAAN DAN KEHORMATAN". Respon dari penduduk sangat cepat dan sukarelawan berdatangan seperti butiran air yang turun dikala hujan.

Suatu hari datang seorang bernama Yue Jin dari Yang Ping dan Li Dian dari Ju Lu. Mereka berdua diangkat sebagai staff pribadi Cao2x. Yang lainnya adalah Xiahou Dun dari Qiao. Dia adalah keturunan Xiahou Ying(note:bagi yang tidak tahu siapa dia. Dia adalah salah satu jendral Liu Bang yang paling hebat. Diberi gelar Marquis dari RuYin dan sering disebut Penguasa Tang.) Xiahou Dun telah dilatih sejak kecil untuk menggunakan Golok dan Gada. Ketika berumur 14 thn dia berguru kepada seorang pendekar. Suatu hari seseorang berbicara tidak sopan mengenai gurunya itu dan Xiahou Dun membunuhnya. Karena hal ini dia harus lari dan bersembunyi untuk beberapa saat. Sekarang dia datang untuk menawarkan jasanya, ditemani sepupunya Xiahou Yuan. Mereka masing2x membawa 1000 tentara terlatih. Sebenarnya kedua orang ini adalah saudara dari Cao2x karena ayah Cao2x sebenarnya bermarga Xiahou dan diangkat anak oleh keluarga Cao.

Beberapa Hari kemudian datanglah dua sepupu cao2x yang lainnya yaitu Cao Ren dan Cao Hong, Masing2x juga dengan 1000 tentara. Mereka berdua adalah ahli menunggang kuda dan sangat terlatih menggunakan berbagai macam senjata.

Latihan dimulai dan Wei Hong mengeluarkan hartanya untuk membeli baju, bendera,senjata serta perlengkapan militer lainnya. Dari berbagai tempat datang sumbangan dalam bentuk beras.

Ketika Yuan Shao mendengar Cao2x mengumpulkan pasukan, dia juga mengumpulkan pasukannya berjumlah 30.000 orang. Kemudian dia berangkat dari BoHai ke Qiao untuk bersumpah dengan Cao2x. Kemudian sebuah manifesto dikeluarkan.

"CAO2X DAN PENGIKUTNYA, DIGERAKAN OLEH RASA TANGGUNG JAWAB, MEMBUAT PROKLAMASI INI. DONG ZHUO MENGACAUKAN LANGIT DAN BUMI. DIA MENGHANCURKAN NEGARA DAN MELUKAI PANGERAN. DIA MENGOTORI ISTANA DAN MENEKAN RAKYAT. DIA KEJAM DAN BRUTAL. KESALAHANNYA TELAH MENUMPUK SETINGGI LANGIT. SEKARANG KAMI TELAH MENDAPAT PERINTAH UNTUK MEMANGGIL TENTARA DAN KAMI BERSUMPAH UNTUK MEMBERSIHKAN KEKAISARAN DAN MENGHANCURKAN ORANG JAHAT. KAMI AKAN MENCARI SUKARELAWAN DAN AKAN BERUSAHA SEBAIK KAMI UNTUK MEMPERTAHANKAN DINASTI DAN MENYELAMATKAN RAKYAT. MARI BERGABUNGLAH BERSAMA KAMI OH KALIAN PARA PAHLAWAN DENGAN MEMPERSATUKAN PASUKAN KITA."

Banyak dari semua bagian kekaisaran datang menjawab panggilan ini.

GUBERNUR NANYANG----YUAN SHU.
PENGUASA DAERAH JIZHOU----HAN FU.
PENGUASA DAERAH YUZHOU---KONG ZHOU.
PENGUASA DAERAH YANZHOU---LIU DAI.
GUBERNUR HENEI-----WANG KUANG.
GUBERNUR CHENLIU----ZHANG MIAO.
GUBERNUR DONGJUN---QIAO MAO.
GUBERNUR SHANGYANG---YUAN YI.
GUBERNUR BEIHAI----KONGRONG.
GUBERNUR GUANGLING---ZHANG CHAO.
PENGUASA DAERAH XUZHOU---TAO QIAN.
GUBERNUR XILIANG----MA TENG.
GUBERNUR BEIPING----GONGSUN ZAN.
GUBERNUR SHANGDANG--- ZHANG YANG.
GUBERNUR CHANGSA---SUN JIAN.
GUBERNUR BOHAI---YUAN SHAO.
TUAN TANAH JIBEI---BAO XIN.

Semua kontingen itu bervariasi dalam ukuran dan jumlah, mulai dari 10.000 sampai dengan 30.000 pasukan. Tetapi semuanya lengkat dengan para staff baik sipil maupun militer dan jendral2x perang ternama. Mereka semua menuju Ibukota Luo Yang.

Gubernur BeiPing, Gongsun Zan, ketika dalam perjalanannya membawa 15.000 pasukan melewati daerah PingYuan. Ketika lewat disana dia bertemu Liu Bei dan Saudaranya membawa pasukan kecil.

"Saudaraku, apa yang kau lakukan disini?" tanya Gongsung Zan.

"Kau sangat baik padaku, dan karena rekomendasimu aku diangkat menjadi kepala daerah. Aku mendengar kau melewati daerah ini dan aku datang untuk memberikan salam. Aku berharap kau mau masuk kedalam kotaku dan beristirahat ?"

"Siapakah mereka berdua ?" tanya Gongsun Zan, menunjuk pada saudara Liu Bei.

"Ini adalah Guan Yu dan Zhang Fei, dua saudara angkatku."

"Apakah mereka ikut bertempur denganmu melawan pemberontakan jubah kuning?" tanya Gongsun Zan.

"Semua keberhasilanku adalah karena usaha mereka." Kata Liu Bei.

"dan apakah tujuan mereka ?"

"Guan Yu adalah pemimpin pasukan pemanah berkuda, Zhang Fei adalah pemimpin pasukan pemanah biasa."

"Mereka adalah orang yang berbakat." kata Gongsun Zan."Semua orang sekarang sedang berkumpul untuk menghancurkan Dong Zhuo. Saudaraku maukah kau meninggalkan daerah ini dan bergabung denganku untuk menrestorasi dinasti han ?"

"Aku akan senang sekali bergabung denganmu." kata Liu Bei.

"Jika Kau membiarkanku membunuhnya waktu itu, sekarang tidak akan ada masalah seperti ini" kata Zhang Fei kepada Liu Bei dan Guan Yu.

"Karena keadaan telah begini adanya, marilah kita bersiap2x dan pergi" kata Guan Yu.

Lalu tanpa menunda-nunda lagi, ke 3 saudara dan dengan beberapa pasukan berkuda mengikuti Gongsun Zan dan beriringan untuk bergabung dengan pasukan utama.

Satu demi satu setiap pemimpin akhirnya datang dan berkemah. Kemah mereka mencapai 70 Km lebih. Ketika semua telah tiba, Cao2x sebagai kepala, mempersiapkan korban persembahan kepada dewa dan memanggil seluruh pemimpin untuk mebicarakan rencananya.

Lalu majulah gubernur Henei, Wu Kuang, "Kami telah tergerak oleh perasaan yang mulia untuk berkumpul disini. Sekrang ktia harus mencari seorang pemimpin dan kepadanya kita akan menuruti perintahnya."

Lalu berkatalah Cao2x, "untuk 4 generasi posisi tinggi pejabat pemerintahan selalu diisi oleh anggota keluarga Yuan dan pendukung2x mereka ada dimana-mana. Sebagai keturunan langsung dari menteri Han, Yuan Shao sangat tepat sebagai pemimpin kita semua."

Yuan shao menolak dan menolaknya lg berkali-kali. Tetapi mereka semua berkata "Itu haruslah dia!, harus dia yang menjadi pemimpin, tidak ada orang lain yang pantas !"

Akhirnya dia setuju.

Keesokan harinya disiapkan altar 3 tingkat, dan mereka menarus semua lambang dan bendera dari masing2x pemimpin yang ada disitu. Dan mereka menyiapkan berbagai sesajian upacara. Upacara dilakukan agar usaha mereka dalam menghancurkan Dong Zhuo dapat berhasil.

Setelah Semuanya siap, Yuan Shao diundang naik ke Altar. Dengan pakaian perang lengkap dan sebuah pedang. Yuan Shao memanjatkan doa dan dia membakar sesajen dan membungkuk pada langit dan bumi setelah itu dia mengucapkan janji bersama :

"Dinasti Han runtuh pada hari yang naas, Kekuasaan kekaisaran telah dihancurkan. Menteri pengkhianat,Dong Zhuo mengambil kesempatan didalam kesempitan ini untuk melakukan tindakan tercela dan bencana terjadi dimana2x. Kekejaman merajalela menyengsarakan rakyat kecil. Kami, Yuan Shao dan seluruh anggota konfedarasi, takut keselamatan kekaisaran dan keluarga kerajaan terancam, mengumpulkan pasukan bersama untuk menyelamatkan negara. Kami sekarang menyerahkan hidup kami untuk berusaha sekuat tenaga dan bertindak sesuai dengan keyakinan kami untuk menyelamtkan dinasti. Tidak akan ada tindakan yang mementingkan diri sendiri ataupun yang bertentangan dengan tujuan kami. Jika ada dari kami yang melanggar sumpah ini, maka dia akan kehilangan nyawanya dan tidak akan meninggalkan bekas apapun dimuka bumi ini. Biarlah Langit, bumi dan semua leluhur kami menjadi saksi kami."

Setelah selesai membaca sumpah ini, Yuan shao mengigit jarinya dan meneteskan darahnya kedalam sebuah mangkuk. Dan semua pemimpin yang berada disana juga melakukan hal yang sama. Semua orang terharu melihat kejadian ini.

Setelah semua upacara ini selesai, Yuan Shao mulai mengatur tugas2x yang akan diberikan kepada semua anggota konfederasinya.

Cao2x berkata "Sudah merupakan keharusan kita untuk mematuhi pemimpin yang kita pilih hari ini untuk menyelamatkan negara. Marilah kita mematuhi setiap peraturan dan jangan sampai kita terpecah belah."

"Hanya Perintah pimpinan yang akan kamu patuhi" seluruh pemimpin memberikan hormat.

Lalu Yuan Shao berkata, "Saudaraku, Yuan Shu akan kuangkat menjadi Kepala Penjaga Perkemahan dan Kepala logistik, Dia harus memastikan bahwa seluruh perkemahan mendapatkan supply sesuai dengan yang dibutuhkannya. Tetapi yang aku butuhkan sekarang adalah seseorang untuk memimpin pasukan melintasi sungai SI dan memprovokasi penyerangan. Pasukan yang lain harus mencari posisi strategis dan memberikan dukungan bagi pasukan utama."
Lalu Gubernur ChangSha, Sun Jian mengajukan dirinya untuk tugas ini.

"Kau adalah seorang pemberani dan hebat, cocok sekali untuk tugas ini!" kata Yuan Shao.

Pasukan dibawah Sun Jian mempersiapkan diri dan berangkat ke sungai Si. Penjaga disana mengirim utusan ke Ibu Kota untuk memberitahukan Perdana Mentri mengenai situasi ini.

Sejak Dong Zhuo mengamankan Kekuasaanya, dia telah memberikan dirinya sendiri kemewahan tanpa perduli hal lain. Ketika masalah ini diketahui Penasehat Li Ru, dia dengan segera menemui tuannya, yang langsung memanggil seluruh menteri dan pejabat.

Lu Bu langsung berdiri dan berkata "Jangan Khawatir, ayahku. Aku akan melihat seluruh pemimpin2x itu dan dengan pendekar2x hebat dipasukan kita, aku akan membuat setiap orang dari mereka mati dan kepala mereka akan ku gantungkan di setiap sudut gerbang kota."

"Dengan bantuanmu aku dapat tidur denga tenang!" kata Dong Zhuo.

Tetapi seseorang dibelakang Lu Bu maju dan berbicara "Pemotong Banteng digunakan untuk memotong ayam! tidak perlu jendral besar yang pergi, aku akan memotong kepala mereka semudah aku mengeluarkan barang dari sakuku!"

Dong Zhuo melihat orang ini dan tampaklah seorang bertubuh tegap dan kekar. Dia mempunyai pala bundar seperti macan tutul dan pundak yang besar. Namanya adalah Hua Xiong dari Guan Xi. Dong Zhuo sangat senang dengan Keberanian kata2x Hua Xiong dan dengan segera dia diankat menjadi PANGLIMA PASUKAN KUDA PEMBERANI dan memberikannya 50.000 pasukan berkuda serta 3 jendral. Hua Xiong berserta Li Su, Hu Zhen dan Zhao Cen langsung bergerak menuju sungai Si.

Dari seluruh anggota konfederasi, Bao Xin adalah yang iri terhadap pengangkatan Sun Ce sebagai pemimpin pasukan penyerangan. Karena itu dia berharap dapat yang pertama bertemu musuh. Jadi dia dengan diam2x mengirim saudaranya Bao Zhong dengan 3000 tentara untuk melewati jalan pintas. Setelah pasukan ini melewati jalan itu, mereka langsung menantang perang.

Dengan rekasi Cepat, Hua Xiong dengan 500 pasukan kuda berbaju zirah segera turun dari bukit dan berteriak "Jgn lari kau pemberontak!"

Tetapi Bao Zhong ketakutan dan berputar. Hua Xiong datang dan dengan sekali tebas Bao Zhong langsung jatuh dari kduanya dan mati. Kepala Bao Zhong langsung dipotong dan dikirimkan ke ibu kota. Dong Zhuo langsung mengangkat Hua Xiong sebagai Kepala Pasukan(Commander in chief).

Sun Jian saat ini baru saja berhasil melewati sungai. Dia membawa 4 jendral :Cheng Pu dari Tu Yin yang senjatanya adalah Tombak dengan ujung besi yang berbentuk kepala ular. Huang Gai dari LingLing yang bersenjatakan pecut yang terbuat dari besi. Han Dang dari Ling Zhi dengan senjata Golok besar dan Zu Mao dari Wu Jun yang bersenjatakan 2 bilah pedang.

Sun Jian mengunakan Helm dari perak yang ditutup dengan bandana berwarna ungu. Dia membawa pedang dibadannya yang terbuat dari Koin Cina Kuno dan mengendarai kuda yang indah.

Sun Jian melewati sungai dan berteriak kepada pasukan yang bertahan, "Kalian yang melayani pemberontak! cepatlah menyerah!"

Hua Xiong memerintahkan Hu Zhen untuk keluar menghadapi Sun Jian dan membawa 5000 tentara. Cheng Pu dengan tombaknya keluar dari barisan dan langsung bertempur. Setelah beberapa ronde, Cheng Pu membunuh Hu Zhen dengan sebuah tusukan pada lehernya. Lalu Sun Jian memberikan signal untuk menyerang.

Tetapi dari atas bentengnya tentara Hua Xiong melempari tentara Sun Jian dengan batu dan Sun Jian merasakan sulit untuk menerobos. Dan akhirnya mereka mundur dan berkemah di dekat LiangDong. Sun Jian mengirim pesan kepada Yuan Shao mengenai keadaan ini.

Sun Jian juga mengirim surat kepada kepala logistik untuk meminta persediaan.

Tetapi seorang penasehat Yuan Shu berkata "Sun jian ini sungguh hebat dia seperti macan di timur. Apabila dia berhasil masuk ibu kota dan menghancurkan Dong Zhuo, kita akan mempunyai macan mengantikan serigala. Jangan kirimkan dia perbekalan, buatlah pasukannya kelaparan dan itu akan memastikannya kalah."

Dan Yuan Shu mendengarkan saran itu dan pesan dikirmkan kembali pada Sun Jian bahwa tidak ada Perbekalan dan Beras yang tersedia. Lalu pasukan Sun Jian dengan cepat mulai merasa kelaparan dan mulai menunjukan ketidak disiplinan dan mata2x pasukan Hua Xiong melaporkan keadaan ini.

Li Ru membuat rencana untk hua xiong, "Kita akan menyerang mereka malam ini dengan sebuah serang cepat dari belakang dan depan, sehingga kita akan dapat menangkap mereka."

Hua Xiong setuju dan mereka menyiapkan pasukan untuk menyerang. Lalu pasukan penyerang diperintahkan untuk makan dan beristirahat. Ketika hari telah gelap, mereka meninggalkan benteng dan berjalan melalui jalan kecil menuju kebelakang pasukan Sun Jian. Bulan sungguh terang dan angin terasa sejuk. Mereka tiba ketika tengah malam dan bunyi genderang langsung didengungkan. Sun Jian langsung memakai pakaian perangnya dan langsung mengendarai kudanya. Dia langsung memacu kudanya kearah Hua Xiong dan kedua Pendekar itu bertempur. Tetapi tak lama, pasukan Li Ru muncul dan memanah api dan perkemahan terbakar.

Pasukan Sun Jian berada dalam kekacauan dan lari menyelamatkan diri. Hanya Zu Mao yang ada disisi Sun Jian saat ini. Mereka berdua berhasil keluar dan menyelamatkan diri. Hua Xiong terus mengejar, Sun Jian mengambil panahnya dan memanah 2 panah secara bergantian dalam waktu ayng cepat, tetapi semuanya meleset. Lalu dia mengambil anak panahnya lagi
yang ke 3, karena terlalu kuat menariknya, senar panahnya putus dan dia lalu membuang panahnya dan memacu kudanya secepat mungkin.

Lalu berkata Zu Mao, "Tuanku, ikat kepala ungumu itu menjadi tanda dirimu, sangat mudah dikenali oleh pemberontak itu. Berikan padaku dan aku akan memakainya."

Lalu Sun Jian memberikan ikat kepalanya itu. Dan kedua orang itu berpisah. Para pengejar hanya mencari orang yang memakai ikat kepala ungu itu dan akhirnya Sun Jian berhasil Lolos dari bahaya.

Zu Mao, yang sedang dikejar, lalu memasangkan helmnya yang ada ikat kepala ungunya kesebuah tiang dirumah yang sudah terbakar 1/2nya yang dilewatinya dan lalu dia masuk kedalam hutan yang lebat. Pasukan Hua Xiong yang melihat helm itu tidak bergerak, segera berhati2x krena menyangka ada orang dirumah itu. Mereka mengepung rumah itu dan memanahinya dari setiap sisi. Akhirnya mereka tahu bahwa itu hanyalah tipuan, mereka masuk dan mengambilnya.

Ini adalah saat yang ditunggu2x Zu Mai, Segera dia keluar dengan dua pedang ditangannya dia segera menerjang Hua Xiong, Tetapi Hua Xiong juga berreaksi cepat. Dengan sekali Tebas Hua Xiong membunuh Zu Mao. Hua Xiong dan Li Ru membantai sisa pasukan Sun jian hingga fajar menyingsing dan mereka memimpin pasukannya kembali kedalam benteng.

Cheng pu, Huang Gai dan Han Dang saat ini telah bertemu dengan Sun Jian dan mengumpulkan pasukannya yang tersisa. Sun Jian sedih karena kematian Zu Mao.

Ketika berita kekalahan ini sampai kepada Yuan Shao, Dia sangat marah dan memanggil semua pemimpin untuk berkumpul. Mereka semua berkumpul dan Gongsun Zanlah yang datang terakhir.

Ketika mereka semua telah berkumpul didalam tenda, Yuan Shao berkata "Saudara dari Jendral BaoXin telah melanggar perintah dan kita membayar akibatnya. Dia tergesa2x menyerang musuh. Dia sekarang telah dibunuh dan juga dengan banyak tentara kita. Sekrang Sun Jian telah dikalahkan. Maka semangat tempur kita telah berkurang, apa yang harus kita lakukan ?"

Semua terdiam, Yuan Shao melihat mereka semua satu per satu sampai dia tiba di tempat Gongsun Zan dan dia melihat 3 orang yang berdiri dibelakangnya. Mereka tidak tampak seperti orang biasa.

"Siapakah orang dibelakangmu itu ?" Tanya Yuan Shao.

Gongsun Zan menyuruh Liu Bei maju kedepan dan berkata "Ini Liu Bei, Kepala Daerah Ping Yuan dan adalah saudaraku. Dahulu kami pernah tinggal bersama ketika kami berdua menjadi pelajar."

"Itu pasti Liu Bei yang membantu melawan Pemberontak Jubah Kuning." Kata Cao2x.

"Ya, memang dia" jawab Gongsun Zan. Dan dia memerintahkan Liu Bei untuk bersujud kepada seluruh pemimpin yang kepada mereka semua Liu Bei menceritakan asal-usulnya dan jasa-jasanya secara detail.

"Karena dia berasal dari garis HAN, dia harus dipersilahkan duduk." kata Yuan Shao dan dia mempersilahkan Liu Bei duduk.

Liu Bei dengan halus menolak hal ini dan berterima kasih.

Kata Yuan Shao, "Pengecualian ini bukan karena kamu terkenal atau jabatanmu, tetapi karena kau adalah keluarga dari kekaisaran kita ini."

Lalu Liu Bei duduk dalam kursi yang lebih rendah dalam deretan panjang para pemimpin2x itu dan kedua saudaranya berdiri dibelakangnya.

Bahkan ketika mereka sedang melakukan pertemuan ini, pasukan pengintai melaporkan Hua Xiong dan sekelompok pasukan kuda berbaju zirah telah keluar dari benteng dan mereka memamerkan Helm yang ada ikat kepala warna ungu milik Sun Jian. Lalu mereka menghina semua orang yang ada didalam kemah itu dengan kata2x kasar dan menantangnya berduel.

"Siapa yang berani keluar untuk melawan ?" Tanya Yuan Shao.

"Aku akan" kata Yu She, Seorang jendral Yuan Shu.

Lalu Yu She keluar dan hanya berlangsung 3 jurus saja lalu dilaporkan Yu She telah tewas.

Ketakuan melanda orang2x itu. Tangan mereka menjadi dingin.Lalu Han Fu berkata "Aku mempunyai jendral tangguh, Pan Feng namanya dan dia dapat membunuh Hua Xiong ini."

Lalu Pan Feng segera keluar menemui musuhnya. Dengan kampak besar ditangannya, Pan Feng berkuda dan maju. Tetapi hanya dalam 10 jurus saja berita sedih datang bahwa jendral Pan Feng pun telah kalah. Muka semua orang pucat mendengar berita ini.

"Sungguh sayang, kedua jendralku Yan Liang dan Wen Chou tidak berada disini. Apakah masih ada yang berani melawan Hua Xiong ini ?" tanya Yuan Shao.

Belum Selesai Yuan Shao berbicara, sebuah suara berkata "Aku akan pergi dan membawa kepala Hua Xiong kehadapanmu!"

Semua melihat siapakah yang berbicara, dia tinggi dan memiliki janggut panjang. Matanya seperti mata burung phoenix dan alisnya tebal. Wajahnya tampak garang berwarna kemerah-merahan dan suaranya sangat dalam seperti lonceng besar.

"Siapakah Dia? Tanya Yuan Shao.

Gongsun Zan mengatakan bahwa itu Guan Yu, saudara Liu Bei.

"Dan apakah jabatannya ?" Tanya Yuan Shao.

"Dia ini adalah pelatih pasukan pemanah berkuda Liu Bei."

"APA!!!, Sebuah penghinaan bagi kita semua!!" Teriak Yuan Shu dari tempatnya. "Apakah kita tidak mempunyai jendral lagi ?, Berani sekali seorang pemanah berbicara dihadapan kita ? mari kita hukum dia!"

Tapi cao2x langsung mengintervensinya, "Tenanglah Yuan Shu! karena orang ini telah berbicara maka pastilah dia pemberani. Biarkan dia mencoba, kalau dia gagal kita akan menghukumnya."

'Hua Xiong akan mentertawakan kita jika kita mengirim pemanah melawannya" kaya Yuan Shao.

"Orang ini tidak tampak seperti orang biasa dan bagaimana musuh tahu kalau dia hanyalah seorang pemanah?" tanya Cao2x.

"Jika aku gagalm kamu dapat mengambil kepalaku" kata Guan Yu.

Cao2x memerintahkan mereka untuk memanaskan arak dan menawarkan kepada Guan Yu sebagai tanda hormat sebelum dia keluar.

"Tuangkan saja dulu" kata Guan Yu, "Aku akan kembali sebelum itu mendingin."

Guan Yu pergi dengan membawa golok naganya. Semua yang ditenda itu mendengar bunyi gemuruh drum dan suara pertarungan yang dahsyat seperti langit sedang runtuh, langit terbelah, bukit2x hancur dan ombak menerjang. Dan mereka sangat ketakutan dan khawatir dan ketika mereka sedang mendengarkan, terdengarlah suara kuda mendekat. Dan Guan Yu kembali, dia melemparkan kepala Hua Xiong dibawah kaki Yuan Shao.

Araknyapun masih hangat.

Cao2x sangat terkejut dan sengan dengan keberhasilan ini.

Lalu Zhang Fei berkata "Kakakku telah membunuh Hua Xiong, apalagi yang kita tunggu ? Kenapa kita tidak menyerang sekarang dan menghancurkan Dong Zhuo ? Apakah akan ada waktu yang lebih baik ?"

Lagi Yuan Shu yang marah, "Kami adalah pejabat tinggi tidak tergesa-gesa. Disini ada seorang pengikut kepala daerah menyombongkan kehebatannya dihadapan kita! keluarkan mereka dari tenda, kataku!!!."

tetapi lagi cao2x menyela. "Apakah kita perlu mempertimbangkan posisi untuknya karena dia telah melakukan jasa besar ?"

"Jika kau memberikan kepala desa kehormatan seperti itu, sebaiknya aku mengundurkan diri." kata Yuan Shu.

"Apakah kata2x cukup untuk mengalahkan sebuar rencana besar ?" kata cao2x.

Lalu dia mempersilahkan Gongsun Zan untuk membawa ke 3 bersaudara itu kembali kekemahnya dan pemimpin yang lainpun kembali. Malam itu cao2x secara rahasia mengirimkan arak dan daging kepada ke 3 bersaudara itu.

Ketika tentara Hua Xiong menceritakan kekalahan itu pada Li Ru, Dia sangat khawatir dan gelisah. Dia menulis pesan kepada tuannya untuk membahas masalah ini.

Li Ru membuat ringkasan masalah ini, "Kita telah kehilangan pemimpin terbaik kita dan kekuatan pemberontak telah menjadi besar. Yuan Shao adalah pimpinan konfederasi dan pamannya Yuan Wei adalah pejabat kekaisaran. Jika yang ada diIbukota bergabung dengan yang ada di lapangan maka kita akan mengalami bencana nantinya. Maka oleh sebab itu kita harus menyingkirkan mereka. Jadi saya minta tuan perdana menteri untuk menempatkan diri sebagai kepala dari pasukan dan hancurkan konfedaris ini."

Dong Zhuo setuju dan segera dia memerintahkan kedua jendralnya Li Jue dan Guo Si untuk membawa 500 tentara untuk mengepung kediaman Yuan Wei dan bunuh semuanya tidak perduli umur atau apapun. Lalu penggal kepala mereka semua dan gantunglah di depan gerbang kota. Dong Zhuo memerintahkan 200.000 tentara untuk bergerak dan membentuk 2 pasukan. 50.000 pasukan yang pertama dipimpin Li Jue dan Guo Si dan mereka harus mempertahankan sungai Si. Mereka tidak perlu bertarung. 150.000 lainnya langsung dibawah Dong Zhuo menuju "PERANGKAP HARIMAU". Dia membawa Lu Bu, Fan Chou, Zhang Ji, Li Ru dan jendral lainnya. Dia juga memrintahkan mengumpulkan rakyat yang dapat berperang, berjumlah 500.000 pasukan.

"PERANGKAP HARIMAU" terletak 15 km dari ibu kota Luo Yang. Ketika mereka telah tiba, Dong Zhuo memerintahkan Lu Bu membawa 30.000 tentara dan membuat benteng yang kuat di depan jalan masuk menuju daerah itu. Sisanya bersama Dong Zhuo mempertahankan daerah itu.

Berita mengenai hal ini terdengar oleh Yuan Shao yang segera mengumpulkan pemimpin2x konfederasi.

Kata Cao2x "Pengambilan daerah itu terpaksa memecah pasukan kita menjadi 2. Oleh Sebab itu kita harus melawan pasukan Dong Zhuo yang berada dijalan masuknya untuk dapat menuju ibu kota.

Lalu 8 pemimpin ---Wang Kuang,QiaoMao, Bao Xin, Yuan Yi, Kong Rong, Zhang YAng, Tao Qian dan Gongsun Zan-- diperintahkan membawa tentaranya menuju "PERANGKAP HARIMAU" untuk melawan musuh mereka, Cao2x membawa pasukannya untuk mendukung pasukan utama, sedangkan sisanya harus mengawasi gerak2x pasukan musuh yang ada disepanjang benteng di sungai Si.

Dari kedelapan pemimpin. Wang Kuang, gubernur He Nei adalah yang pertama tiba. Lu Bu langsung membawa pasukannya sebanyak 3000 pasukan berkuda lengkap dengam baju zirah terbaik dan senjata2x terbaik. Ketika Wang Kuang mengetahui hal ini, dia memerintahkan pasukannya membentuk formasi, pasukan berkuda, infantri, pemanah semua disiapkan pada formasi tempur.

WAng Kuang sangat terkesan melihat Lu Bu yang gagah itu, Dikepalanya dia memakai helm emas, dibadannya dia mengunakan baju Zirah emas seperti sisik naga ditutupi jubah denan bordiran warna merah bergambar bunga dia menggunakan ikat pinggang dari sutra yang berhiaskan mutiara dan ditengahnya ada batu giok berlmbang naga. Dia membawa panah dan busur dipunggunnya dan membawa tombak dengan pisau bulan sabit di ujungnya. Dia duduk diatas kuda yang indah dan besar berwarna merah. Benar dia adalah pendekar dari pendekar dan kudanya adalah kuda dari segala kuda.

"Siapa yang berani melawannya ?" Tanya Wan Kuang kepada orang2xnya.

Sebagai respon atas pertanyaan itu seorang jendral pemberani dari HeNei bernama Fang Yue maju kedepan, dia menyiapkan tombaknya untuk bertarung. Lu Bu dan Fang Yue bertarung di tengah lapangan disaksikan oleh kedua belah pasukan dari atas bukit. Tidak sampai 5 ronden Fang Yue telah Jatuh dan tertusuk tombak Lu Bu. Lu Bu menerjang maju dan pasukanya mengikuti. Pasukan Wan Kuang yang ketakutan tidak dapat menahan Lu Bu dan mereka berlarian kesegala arah. Lu Bu berkuda dan membunuh siapa saja yang ditemuinya. Di pertempuran itu Lu Bu seorang diri telah membunuh lebih dari 300 orang dan tidak terluka sedikitpun.

Beruntung, dua pasukan lainnya yang dipimpin oleh Qiao Mao dan Yuan Yi tiba dan menyelamatkan Wan Kuang, Lu Bu pun terpaksa mundur. Mereka bertiga telah kehilangan banyak pasukan memutuskan mundur sejauh 10 km dan membuat pertahanan. Dan tdk lama kemudian ke 5 pemimpin lainnya tiba. Mereka berkumpul dan setuju bahwa Lu Bu tak terkalahkan.

Dan ketika mereka sedang berbicara, tiba2x pasukan melaporkan bahwa Lu Bu menantang mereka untuk berduel. Mereka semua langsung menaiki kuda mereka dan membagi pasukannya jadi 8, masing2x pasukannya berada pada tempat2x yang tinggi. disekitar mereka ada pasukan musuh dalam formasi yang dipimpin Lu Bu, Banyakya pasukan saat itu sudah tidak lagi dapat dihitung, mereka semua membawa panji2x mereka yang berkibar tertiup angin.

Mereka menyerang posisi pasukan Lu Bu. Mu Shun, jendral dari gubernur Zhang Yang berkuda dgn membawa tombak dan berusaha melawan Lu Bu, tetapi langsung terbunuh bahkan sebelum dia sempat mengyunkan tombaknya, Tombak Lu Bu sangat panjang, kurang lebih 2 M. Lalu datanglah Wu AnGuo, jendral dibawah Kong Rong. Wu Anguo menggunakan gada besi. Mereka berdua bertarung sebanyak 10 jurus dan akhirnya sebuah tebasan dari tombak Lu Bu mematahkan lengan Wu Anguo. Lalu ke 8 pasukan memajukan pasukannya untuk mengepung Lu Bu Seorang diri, akhirnya Lu Bu mundur kedalam pasukannya.

Kemudian pertarungan berakhir dan pasukan kemabli kedalam perkemahan.

Cao2x berkata "Tidak ada yang dapat menandingi kehebatan Lu Bu, mari kita panggil yang lainnya dan kita berunding, jika saja kita berhasil mengatasi Lu Bu maka Dong Zhuo sangatlah mudah diatasi."

Ketika rapat sedang berlangsung, Lu Bu datang lagi untuk menantang Duel, lagi dan lagi dan lagi banyak jendral keluar untuk bertarung dengannya. beberapa berhasil kembali dengan terluka tetapi banyak yang mati. Kali ini Gongsun Zan dengan tombaknya keluar untuk menemui musuh. tetapi setelah beberapa ronde, Gongsun Zan berputar dan kabur. Lu Bu mengejar dengan memacu kudanya. Kuda Lu BU si"rambut merah" sangatlah cepat, semua pemimpin ditenda itu sudah takut melihat kecepatan kuda Lu Bu yang hampir berhasil mendekati kuda Gongsun Zan, dan ketika Lu Bu telah mengangkat tombaknya untuk menebas Gongsung Zan tiba2x muncul dari sampingnya seorang dengan mata yang bersinar dan janggut yg kasar bersenjatakan tombak yang memiliki ujung seperti ular.

"Tunggu, kau bajingan" hardiknya. "Aku Zhang Fei dari Yan telah menunggumu!"

Melihat musuh baru, Lu Bu tidak lagi mengejar Gongsun Zan dan langsung melawan Zhang Fei. Zhang Fei yang bersemangat segera memacu kudanya mendekati Lu Bu. Mereka berdua seimbang, mereka telah bertarung lebih dari 50 jurus dan tidak ada satupun dari mereka yang menang. Guan Yu yang tidak sabar melihatnya kemudia berkuda maju dan dengan golok naganya dia menyerang Lu Bu juga. Mereka bertiga bertarung 30 jurus lebih lagi dan tidak ada yang menang, Lu Bu masih tampak sangat tegar.

Lalu Liu Bei yang meilhat hal ini turut membantu kedua saudaranya, dengan dua pedang ditangan, dia menyerang Lu Bu. Akhirnya Lu Bu harus melawan mereka bertiga. Mereka semua mengeluarkan semua kemampuan dan jurus2x terbaik yang mereka punya. Kilatan2x api akibat pergesekan senjata dan kilatan cahaya senjata yang terpantul akibat sinar matahari berkilau-kilauan, membuat pasukan Lu BU dan pasukan dari 8 pemimpin semuanya terpana melihtnya. Mereka semua mengngagumi peraturang ini.

Tetapi setelah lebih dari 3 jam bertarung, Lu Bu mulai berasa lelah. Melihat bahwa Liu Bei lengah, Lu Bu berusaha menusuk Liu Bei yang menyebabkan Liu Bei menghindar dan Guan Yu yang berusaha menolong Liu Bei pun akhirnya melepaskan tekanan pada Lu Bu, Lu Bu melihat ada celah terbuka dan langsung memacu kudanya untuk lari.

Tapi 3 bersaudara itu tidak mau membiarkan Lu Bu lari, mereka memacu kuda mereka untuk mengejarnya. Pasukan dari 8 pemimpin, berteriak menyemangati 3 bersaudara itu. Tetapi Kuda Lu Bu jauh lebih cepat dan akhirnya berhasil kembali kedalam bentengnya.

Ke 3 bersaudara yang mengejar Lu Bu itu melihat ada Payung berwarna hitam didaerah barat.

"Pasti disana ada Dong Zhuo" teriak Zhang Fei. "Apa gunanya mengejar Lu Bu? Lebih baik menangkap pimpimnan pemberontak jadi langsung memotong akar kejahatan.!"

bab berikutnya akan menceritkan hasil akhir dari pertempuran ini.......

Bab 4

=========================================================
Bab 4 Bagian 1
Kaisar Bian Diturunkan Dari Tahta; Pangeran Xian menggantikannya

Bab 4 Bagian 2
Rencana Melawan Dong Zhuo: Cao Cao menghadiahkan pedang.
=========================================================

Dong Zhuo pada saat ini telah bersiap-siap untuk menebaskan pedangnya pada Yuan Shao, tetapi Li Ru mencegahnya dan berkata, "Kau tidak boleh membunuh dia sembarangan terutama dalam masalah sebesar ini."

Yuan Shao dengan pedang masih ditangannya langsung meninggalkan ruangan. Dia mengantungkan Simbol penugasannya di gerbang timur, dia pergi menuju JiZhou.

Dong Zhuo berkata kepada Pelindung Kekaisaran Yuan Wei, "Keponakanmu telah bertindak diluar batas, tetapi aku memaafkannya karena memandangmu, menurutmu bagaimana rencanaku mengenai mengganti kaisar ?"

"Apa yang kau pikirkan adalah apa yang paling benar" Jawabnya.

"Kalau ada siapapun juga yang menentang rencana besar ini, dia akan langsung dihukum dengan hukum militer!" Hardik Dong Zhuo kepada seluruh tamunya.

Para mentri walaupun merasa kesal tetapi menunjukan kepatuhannya dan perjamuan itu akhirnya berakhir.

Dong Zhuo bertanya pada penasehat kekaisaran Zhou Bi dan Komandan pasukan Wu Qiong apa pendapat mereka tentang Yuan Shao yang melawan.

Zhou Bi berkata, "Dia meninggalkan pesta dalam keadaan yang sangat marah. Dalam hal ini tampaknya dia akan membawa masalah dikemudian hari. Kita tidak boleh melupakan bahwa Keluarga Yuan telah selama 4 generasi memiliki kedudukan dan pengaruh dalam kekaisaran, mereka mempunyai bawahan dan pendukung dimana-mana. Kalau Dia sampai mengumpulkan mereka semua dan menyatukannya, bahkan seluruh gunung shandongpun akan hilang. Lebih baik Tuan memaafkan Yuan Shao dan memberikannya jabatan. Dia akan merasa senang dan tidak akan membuat masalah."

Wu Qiong berkata,"Yuan Shao sangat pandai membuat rencana,tetapi dia kurang dapat mengambil keputusan dan karena hal itu maka dia tidak perlu ditakuti. Tapi akan lebih baik untuk memberinya kedudukan dan hal itu dapat membuat Tuan dihormati sebagai orang yang berbesar hati dan pemurah."

Dong Zhuo mengikuti saran ini, dan dalam beberapa hari dia mengirim utusan ke Yuan Shao untuk mengangkatnya menjadi gubernur di BoHai.

Pada hari 1 dalam bulan ke 9, kaisar diundang kedalam AULA KEBIJAKAN dimana seluruh pegawai kerajaan dan pejabat tinggi baik sipil maupun militer berkumpul.

Lalu Dong Zhuo dengan pedang ditangan, menghadap kepara menteri dan pejabat yang berbaris dan berkata "Kaisar saat ini adalah pemimpin yang lemah, tidak cocok untuk memimpin negara dan mengatur pemerintahan. Sekarang dengarlah kalian semua atas titah ini!"

dan Li Ru membacakan :

"KAISAR LING YANG SANGAT BERJASA ITU TERLALU CEPAT MENINGGALKAN KITA SEMUA. KAISAR ADALAH JUNJUNGAN SELURUH RAKYAT DINEGERI INI. KAISAR YANG SEKARANG, KAISAR BIAN HANYA DIBERIKAN LANGIT KEMAMPUAN YANG KECIL: DALAM PENGATURAN DIA TIDAK EFISIEN, DAN DALAM KESEDIHANNYA DIA TIDAK DAPAT TEGAR. HANYA ORANG YANG DENGAN KEBIJAKAN DAN KEBIJAKSANAAN YANG BESAR DAPAT MENJADI KAISAR. PERMAISURI HE TELAH GAGAL MENDIDIKNYA MENJADI KAISAR DAN SELURUH ADMINISTRASI KEKAISARAN TELAH JATUH DALAM KEKACAUAN. IBU SURI DONG TELAH WAFAT TIBA2X DAN TIDAK ADA YANG TAHU KENAPA. DOKTRI 3 KETERIKATAN--- LANGIT,BUMI DAN MANUSIA-- DAN KELANGSUNGAN DARI LANGIT DAN BUMI TELAH TERLUKA."

"TETAPI LIU XIAN, PANGERAN DARI CHENLIU, ADALAH SEORANG YANG BIJAK DAN BERANI. SELAIN KETAMPANANNYA, DIA DAPAT MENEMPATKAN SESUATU SECARA SEHARUSNYA. KESEDIHANNYA DIJALANINYA DENGAN TEGAR, DAN KATA2XNYA SELALU BENAR. SEMANGATNYA MEMUHI SELURUH KEKAISARAN. DIA SANGAT PANTAS UNTUK MENGEMBAN TUGAS BESAR MENYATUKAN SELURUH DINASTI HAN."

"KARENA ITU SEKARANG, KAISAR DITURUNKAN DAN DIBERIKAN GELAR PANGERAN DARI HONGNONG, DAN PERMAISURI HE DIBERHENTIKAN DARI STATUSNYA."

"SAYA BERHARAP PANGERAN DARI CHENLIU MAU MENERIMA TAHTA INI SESUAI DENGAN MANDAT LANGIT DAN BUMI, SESUAI DENGAN KEINGINAN RAKYAT DAN DAPAT MEMENUHI SELURUH UMAT MANUSIA."

Setelah dekrit ini selesai dibacakan, Dong Zhuo memerintahkan para pejabat mengantar kaisar turun dari tahtanya, mengambil tanda kekaisarannya dan memaksanya sujud menyembah arah utara, menandakan dia bersedia untuk tunduk sebagai pelayan dari kaisar yang baru. Dan juga Dong Zhuo memrintahkan Permaisuri He menanggalkan seluruh pakaian kebesarannya dan menunggu titah kekaisaran selanjutnya. Kedua ibu dan anak itu menangis dan seluruh pejabat yang menyaksikan ini juga merasa sangat sedih.

Salah satu menteri langsung maju kedepan dan berteriak sambil menangis "Penghinaan ini adalah ulah Dong Zhuo yang ingin menguasai kekaisaran, aku akan mempertaruhkan nyawaku untuk menghapus penghinaan ini."

Dan dia langsung menerjang kearah Dong Zhuo dengan bersejatakan tongkat gading lambang dari jabatannya.

Dia adalah kepala sekertariat kekaisaran Ding Guan. Dong Zhuo langsung memrintahkan penjaga menangkap Ding Guan dan langsung dipenggal di tempat. Sebelum kematiannya, Ding Guan tetap menghina dan mengatai Dong Zhuo, dia tidak takut pada kematian. Ding Guan pun akhirnya dipenggal, Kepalanya ditaruh didepan istana sebagai peringatan pada pejabat lainnya bagi yang berani melawan hukumannya adalah mati.

Lalu setelah kejadian itu, Pangeran Liu Xian dibawa naik menuju singasana naga untuk menerima penobatannya sebagai kaisar. Setelah semua upacara selesai, Kaisar sebelumnya--Pangeran Bian, ibunya dan selir2x istana lainnya dikucilkan dari istana utama dan dibawa ke istana "KESUNYIAN SELAMANYA". Setiap gerbang istana itu dikunci dan dijaga oleh pasukan.

Sangat menyedihkan! kaisar muda itu, yang baru memerintah kurang dari 1/2 thn harus diturunkan dan dikucilkan. Kaisar yang baru Liu Xian adalah anak ke 2 dari kaisar Ling. Dia berumur 10 thn ketika itu, beberapa thn lebih muda dari kakaknya yang diturunkan dari tahta. Para ahli istana menamkan tahun itu adalah tahun pertama dari "AWAL KEDAMAIAN" (CHU PING) (Note:Sekitar thn 190 M).

Dong Zhuo mengangkat dirinya menjadi Perdana mentri dan mentri utama serta panglima seluruh angkatan perang kerajaan yang berjumlah 1.000.000 pasukan. Dia menjadi sangat sombong dan sangat berkuasa. Ketika dia Menemui kaisar dia tidak pernah menunduk dan menyebut namanya. Dia berani masuk keruangan kaisar dengan membawa pedang dan jalan tergesa-gesa.

Penasehatnya Li Ru menyarankan pada Dong Zhuo untuk selalu memperkerjakan orang yang mampu dan ini akan memberinya nilai lebih dimata publik. Karena itu Dong Zhuo mengembalikan banyak jabatan dan posisi kepada orang2x yang dahulu pernah disingkirkan oleh para kasim. Untuk yang telah meninggal dia memberikan jabatan dan posisi kepada penerusnya. Ketika Dong Zhuo diberitahu ada seseorang bernama Cai Yong yang berbakat, Dong Zhuo memerintahkan untuk menjemput Cai Yong. Tetapi Cai Yong tidak mau ikut. Dong Zhuo memerintahkan kalau dia tidak mau datang maka dia dan seluruh keluarganya akan dihukum mati. Lalu akhirnya Cai Yong pun ikut. Dong Zhuo sangat puas dengan kemampuan Cai Yong dan mempromosikannya 3 kali dalam 9 bulan. Ini adalah semua kemurahan hatinya selama menjadi perdana mentri.

Sementara itu, Kaisar terdahulu--pangeran bian dan ibunya sedang berseding di istanya "KESUNYIAN SELAMANYA" dan mengetahui bahwa persedian sehari-hari mereka sudah mulai habis. Pangeran Bian sangat bersedih dan menulis sebuah puisi.

Dong Zhuo yang terus memata-matai gerak-gerik mereka, suatu hari mendapatkan laporan mengenai puisi yang dibuat oleh pangeran.

"Jadi dia membuat puisi untuk menunjukan ketidak senangannya! sebuah alasan bagus untuk menghukum mati mereka semua atas dasar ingin memberontak" kata Dong Zhuo.

Li Ru dikirim dengan 10 orang pengawal menuju istana "KESUNYIAN SELAMANYA". Ketika Li Ru tiba, Pangeran, ibunya dan pelayannya sedang berada di ruangan atas.

Lalu Li Ru masuk dan mewarkan cankir berisi arak beracun kepada pangeran bian. Pangeran bertanya apa maksudnya semua ini

"Musim Semi adalah musim yang menyatukan keindahan halam menjadi satu harmoni, perdana mentri mengirimkan secangkir arak panjang umur" kata Li Ru.

"Kalau itu adalah arak Panjang Umur, kamu boleh meminumnya terlebih dahulu" kata permaisuri he.

Lalu Li Ru langsung membentak.

"Apakah kau tidak akan meminumnya ?" tanya dia.

Dia memanggil pengawalnya dengan tali dan pisau dan menunjukannya pada pangeran bian.

"Cangkir itu atau ini ?" tanya Li Ru.

Lalu berkata pelayan pangeran " Biarkan pelayanmu ini yang meminumnya dan mengantikan tempat pangeran, tetapi biarkanlah ibu dan anaknya ini, aku mohon."

"Dan siapakah kau pikir dirimu mati untuk mengantikan seorang pangeran?" kata Li Ru.

Dan Dia menawarkan satu cangkir juga pada permaisuri dan memerintahkannya untuk meminumnya.

Lalu Li Ru mendekati Pangeran Bian dan menawarkan cangkir arak itu.

"Biarkan aku mengucapkan salam perpisahan pada ibuku" minta pangeran dan dia berkata seperti ini.

"LANGIT DAN BUMI TELAH BERUBAH,
MATAHARI DAN BULAN TELAH MENINGALKAN TEMPATNYA,
AKU YANG SUATU KALI PERNAH MENJADI PUSAT DARI SELURUH MATA,
TELAH DIGIRING MENUJU KEGELAPAN TERJAUH,
DITEKAN OLEH SEORANG MENTRI JAHAT, HIDUPKU AKAN SEGERA BERAKHIR,
SEMUANYA TELAH MENGECEWAKAN AKU AND KESEDIHAN MEMBUAT AIR
MATAKU MENGALIR TURUN"

Pelayan kaisarpun berkata :

"LANGIT PASTI TELAH RUNTUH DAN BUMI TELAH HANCUR,
AKU PELAYAN KAISAR, TIDAK AKAN BERSEDIH MENGIKUTI KAISARKU.
KAMI TELAH SAMPAI DI AKHIR PERJALANAN DAN HARUS BERPISAH;
AKU DITINGGAL SENDIRIAN DENGAN KESEDIHAN DIHATIKU INI"

Ketiganya langsung berangkulan dan menangis.

"Perdana menteri menunggu laporanku" Kata Li Ru "Dan kau terlalu lama menunda tugasku ini. apakah kau pikir ada yang akan datang menyelamatkanmu?"

Permaisuri berkata "Pemberontak memaksa kami untuk mati,ibu dan anak dan langit telah meninggalkan kami berdua. Tetapi kau, alat dari kejahatan, pasti akan musnah dgn menderita nanti !"

Karena itu Li Ru semakin marah, dia menarik permaisuri dan melemparkannya keluar jendela. Lalu dia meminta pelayannya menjerat leher pelayannya dengan tali dan memaksa pangeran meminum racun.

Li Ru melaporkan hasil ini pada tuannya yang memrintahkan mereka untuk mengubur korbannya diluar kota. Setelah ini Dong Zhuo bertindak lebih diktator dari sebelumnya. Dia menghabiskan malam hari diistana, bercinta dengan selir2x kekaisaran bahkan tidur di singasana naga.

Suatu ketika dia memimpin pasukan keluar kota pergi ke Yang Cheng. Ketika itu penduduk desa, pria dan wanita, sedang berkumpul dari berbagai daerah untuk merayakan perayaan datangnya musim semi. Pasukannya mengepung tempat itu dan mejarahnya. Mereka mengambil apa saja yang berharga dan mengambil wanita2x serta membawa 1000 lebih kepala manusia. Lalu ketika kembali ke Luo Yang dia menceritakan bahwa dia habis berhasil melawan tentara pemberontak dan mendapatkan kemenangan. Dia membakar kepala2x itu dibawah tembok kota serta membagikan wanita dan hasil rampasan kepada para tentara.

Seorang jendral bernama Wu Fu sangat jijik dan benci kepada tindakan Dong Zhuo ini dan berencana untuk membunuh Dong Zhuo. Wu Fu selalu menggunakan pelindung badan yang terbuat dari besi didalam baju tugasnya dan selalu menyembunyikan pisau tajam didalam bajunya. Suatu hari ketika Dong Zhuo mengadakan rapat, Wu Fu menemui dia dan berusaha menusuknya. Tetapi Dong Zhuo sangat kuat dan berhasil menghalangi Wu Fu sampai Lu Bu datang membantu.

"Siapa yang menyuruhmu memberontak ?" kata Dong Zhuo.

Wu Fu memandanginya dan berteriak "Kau bukanlah Tuanku dan aku bukanlah pelayanmu. Apa yang kau sebut dengan memberontak? Kejahatanmu memenuhi langit dan setiap orang mau membunuhmu. Aku bersedih tidak dapat menyeretmu dengan kereta kuda untuk menenangkan murka dunia!"

Dong Zhuo memerintahkan pengawal untuk membawanya dan memotongnya kecil2x. Wu Fu hanya berhenti menghina Dong Zhuo ketika dia berhenti bernafas.

Setelah itu kemanapun Dong Zhuo pergi selalu dijaga ketat oleh barisan pengawalnya.

Di BoHai, Yuan Shao yang mendengar kesewenangan Dong Zhuo dan dia mengirimkan surat rahasia kepada menteri dalam negeri WANG YUN:

"Pemberontak itu Dong Zhuo telah membuat marah langit dan bumi. Orang tidak berani berkata tentang dirinya. Ini dapat dimengerti. Walaupun begitu kau harus bertindak sesuatu untuk menghilangkan penderitaan ini. Bagaimana kau dapat disebut sedia dan menjalankan tugas apabila kau tidak melakukan apapun ? aku telah mengumpulkan tentara dan berkeinginan untuk membersihkan kekaisaran dari para pemberontak. Tetapi aku tdk berani menjalankan ini sendirian Jika Tuan mau, maka carilah rencana untuk menyingkirkan orang ini. Jika Tuan membutuhkan tentara maka aku siap menerima perintah."

Wang Yun terus berpikir dan tidak melihat ada peluang untuk menyingkirkan Dong Zhuo.

Suatu hari Wang Yun menggundang teman2xnya untuk merayakan pesta ulang tahun dikediamannya.

Malam itu meja pun disiapkan didalam ruangan dan teman2xnya berkumpul disana. Ketika arak telah disajikan selama beberapa kali, tuan rumah tiba2x menangis.

Tamu2xnya terkejut dan bertanya

"Tuan, ini adalah hari ulang tahunmu, mengapa kau menangis ?" kata mereka.

"Ini bukanlah hari ulang tahunku" jawab Wang Yun. "Tetapi aku menginginkan kalian semua berkumpul dan aku takut pada Dong Zhuo mencurigaiku, jadi aku menggunakan alasan ini. Orang ini telah menghina kaisar dan dia hanya melakukan apa yang dia mau dan menyebabkan kekaisaran dalam kekacauan. Aku memikirkan ketika nenek moyang kaisar kita menghancurkan Qin an Chu dan mendirikan dinasti han. Siapa sangka bahwa hari ini Dong Zhuo lah yang menjadi "kaisar" di negeri ini, karena hal inilah aku menangis."

Dan mereka semua akhirnya ikut menangis bersama dengan dia.

Diantara mereka yang duduk hanya Cao-cao yang tidak ikut menangis tetapi bertepuk tangan dan tertawa.

"Jika semua pejabat pemerintah menangis dari pagi sampai malam dan dari malam hingga pagi lagi, apakah itu dapat menyingkirkan Dong Zhuo ?" Kata Cao2x.

Wang Yun lalu marah padanya.

"Leluhurmu juga menikmati kemurahan hati dinasti Han, apakah kau tidak mempunyai rasa balas budi? kamu masih dapat tertawa?"

"Aku tertawa karena kalian hanya dapat berbicara saja dan tidak melakukan apa2x. Aku mungkin bodoh dan tidak dapat berbuat apa2x, tetapi aku akan memenggal kepalanya dan menggantungnya digerbang kota sebagai tanda persembahan pada seluruh negeri ini."

Wang Yun berdiri dari duduknya dan mendekati Cao2x.

"Aku telah tunduk pada Dong Zhuo hanya karena menunggu kesempatan untuk menghancurkannya. Sekarang ketika dia sudah mulai mempercayaiku dan terkadang aku dapat mendekatinya. Kamu mempunyai pedang dengan 7 permata indah, aku ingin meminjamnya dan aku akan pergi keistananya dan membunuhnya, aku tdk perduli jika aku mati karena itu."

"Sebuah keberuntungan bagi dunia bila itu dapat terlaksana!" kata wang yun.

Wang Yun lalu menuangkan arak kedalam cangkir cao2x yang langsung dihabiskan dan bersumpah akan melaksanakan tugasnya. Setelah Cao2x mendapatkan pedang itu, cao2x meninggalkan pertermuan itu.

Keesokan harinya Cao2x dengan pedangnya itu datang ke istana perdana menteri.

"Dimanakah Perdana Menteri ?" tanya Cao2x.

"Didalam Ruang Tamu" kata pelayan istana.

Jadi cao2x pergi kedalam dan menemukan Dong Zhuo sedang duduk dikursi dan Lu Bu berada disisinya.

"Kenapa terlamabt Cao2x ?" Tanya Dong Zhuo.

"Kudaku sedang tidak sehat dan lambat" Jawab Cao2x.


"Beberapa kuda bagus baru datang dari barat, Kau pergi dan pilihlah satu untuk Cao2x." kata Dong Zhuo kepada Lu Bu.

Dan Lu Bu pun pergi.

"Pengkhianat ini akan menemui ajalnya" Pikir cao2x. Dia dapat saja langsung menusuknya, tapi Cao2x tahu bahwa Dong Zhuo sangat kuat dan dia takut untuk bertindak sekarang. Dia ingin memastikan sebelum bertindak.

Sekarang Dong Zhuo telah lelah duduk sehingga dia merebahkan badannya dalam posisi tidur dan kepalanya menghadap kedalam.

"Inilah saatnya" cao2x dalam hati berkata, dia memegang pedangnya.

Tetapi ketiak Cao2x baru saja mengeluarkan pedangnya, Dong Zhuo secara tidak sengaja melihat bayangan Cao2x memegang pedang di cermin.

"Apa Yang kau lakukan Cao2x ?" kata Dong Zhuo yang tiba2x berbalik. Dan pada saat yang sama Lu Bu datang membawa Kuda.

Cao2x yang panik langsung berlutut dan berkata "Aku mempunyai sebuah pedang yang berharga dan aku ingin mempersembahkannya padamu."

Dong Zhuo mengambilnya dan dia melihat ini adalah pedang yang sangat bagus. Pedang ini dihiasi 7 permata indah dan sangat tajam. Dong Zhuo menyerahkan senjata itu oada Lu Bu semetara Cao2x juga menyerahkan sarungnya pada Lu BU.

Mereka berdua keluar untuk melihat kudanya. Cao2x lalu berterima kasih dan dia bilang ingin mencoba kudanya. Lalu Dong Zhuo memerintahkan pengawal untuk mempersiapkan kuda Cao2x. Cao2x membawa kuda itu keluar dan dia langsung naik keatas pelana lalu langsung memacu kudanya cepat2x , dia pergi kearah timur.

Lu Bu berkata "Ketika aku datang, sepertinya orang itu ingin menusukmu, hanya karena tiba2x dia panik maka dia seperti mau menyerahkan pedang ini pada mu."

"Aku juga berpikir begitu!" kata Dong Zhuo.

Pada saat itu Li Ru juga baru tiba dan mereka menceritakan itu padanya.

"Cao2x tidak mempunyai keluarga diibu kota ini, dia tinggal sendiri dan tidak terlalu jauh dari sini. Kirim utusan untuk mengundangnya, jika dia datang maka pedang itu adalah hadiah, jika dia membuat alasan maka dia mempunyai rencana buruk dan kita dapat menangkapnya"

Mereka mengirimkan 4 pasukan untuk mencari cao2x.

Mereka kembali dan melaporkan bahwa Cao2x tidak kembali kekediamannya, tetapi dengan berkuda keluar dari gerbang timur. Komandan gerbang bertanya padanya dan cao2x menjawab ada pesan penting dari perdana menteri dan dia mengendarai kudanya dengan kecepatan tinggi.

"Tidak ada keragu-raguan lagi, dia pasti berusaha membunuh anda tadi." kata Li Ru.

"Dan aku mempercayainya sangat!" kata Dong Zhuo dengan marah.

"Ini pasti ada konspirasi. Ketika kita menangkapnya kita akan mengetahui tentang hal itu" Kata Li Ru.

Wajah Cao2x langsung menghiasi seluruh bagian kerajaan sebagai buronan. Hadiah uang diberikan bagi yang dapat memberikan informasi mengenai dirinya dan gelar kebangsawanan akan diberikan apabila dapat menangkapnya. Oranng yg memberinya tempat tinggal akan dianggap bersalah dan dapat dihukum mati.

Cao2x berkuda secepatnya kedaerah Qiao, tempat kelahirannya. Didalam perjalanan ke Zhongmou, dia dikenali oleh petugas penjaga gerbang dan ditahan. Mereka membawanya ke pengadilan. Cao2x menyatakan dirinya adalah seorang pedagang dan bernama Huang Fu. Kepala pengadilan mengamati wajahnya dan berpikir.

"Ketika aku ada di ibukota dan sedagn mencari perkerjaan, aku pernah melihat cao2x dan itu adalah kau. Mengapa kau mencoba menyembunyikan identitasmu ?"

Kepala pengadilan itu memerintahkan cao2x dipenjara sampai keesokan harinya ketika dia dapat membawa cao2x ke ibukota dan menerima hadiahnya. Dia jg memberi pasukannya arak dan makanan sebagai hadiah.

Sekitar tengah malam kepala pengadilan itu mengirimkan seorang yang dipercayainya untuk membawa tawanan itu kedalam ruang pribadinya untuk ditanyai.

"Mereka bilang perdana mentri melakukan engkau dengam baik, kenapa kau berusaha membunuhnya ?" tanya kepala pengadilan itu.

"Bagaimana burung dapat mengerti cara terbang seekor naga ? aku adalah tawananmu dan akan dikirim ke ibu kota, kenapa banyak bertanay ?"

kepala pengadilan lalu memerintahkan pengawalnya pergi dan kembali berbicara " Jgn kau membenciku, Aku bukanlah orang yg dapat dibeli, aku hanya belum menemukan tuan yang layak kulayani."

kata cao2x. "Leluhurku telah menikmati kemurahan hati dinasti Han dan apakah aku akan berbeda dari binatang dan burung jika aku tidak mempunyai keinginan membalas budi baik kekaisaran padaku ? aku telah tunduk pada Dong Zhuo dengan alasan untuk mencari kesempatan bagiku untuk menghancurkannya dan menghilangkan bencana dari negeri ini. Aku telah gagal kali ini dan ini adalah kehendak langit."

"Dan kemanakah kau akan pergi ?"

"Menuju desaku, Disana aku akan mengumpulkan orang2x pemberani dan akan kugunakan untuk menghancurkan Dong Zhuo. Ini adalah keinginanku."

Lalu kepala pengadilan itu melepaskan ikatan Cao2x, dan menuntunya kekursi yang tinggi dan menunduk " Aku bernama Chen Gong. Ibuku yang sudah tua dan keluargaku ada dia sebuah desa di timur Dong Jun. Aku sangat terkesan dengan kesetiaanmu dan keberanianmu dan aku akan meninggalkan jabatanku dan mengikutimu."

Cao2x sangat senang mendengar hal ini, Chen Gong langsung mengumpulkan sejumlah uang untuk biaya perjalanan dan memberi Cao2x pakaian lain dan mereka berdua mengambil pedang dan berkuda menuju Qiao.

3 hari kemudian ketika senja hari cao2x mencapai ChengGao. Cao2x menunjuk kesebuah rumah didalam hutan dan berkata "Disana tinggal seorang pamanku Lu BoShe, seorang saudara angkat ayahku. Kita akan bertanya padanya mengenai keadaan keluargaku dan ktia dapat menginap disana untuk semalam?"

"Bagus sekali" kata Chen Gong dan mereka berdua turun dari kuda dan masuk kedalam rumah itu.

Lu Boshe menyambut mereka dan berkata pada cao2x, "Aku dengar kekaisaran telah mengeluarkan perintah untuk segera menangkapmu. Ayahmu telah pergi ke ChenLiu untuk bersembunyi. Bagaimana semua ini bisa terjadi ?"

Cao2x bercerita padanya dan berkata "Jika saja tidak karena orang yang ikut bersamaku ini, aku mungkin sudah dicincang sampai habis."

Lu Boshe segera memberi hormat pada Chen Gong dan berkata "Kau adalah penyelamat keluarga Cao, tenanglah dan beristirahatlah disini. Aku akan mencarikan tempat tidur untuk kalian dia gubukku yang sederhana ini."

Lu Boshe lalu berdiri dan masuk kedalam ruangan dimana dia cukup lama berada disana. Ketika dia keluar, dia berkata "Tidak ada arak yang bagus didalam rumah ini. Aku akan pergi ke desa untuk membelikan arak yang bagus."

Dan dia bergegas menunggang keledainya dan pergi. Kedua orang itu duduk cukup lama sampai tiba2x mereka mendengar bunyi dari belakang rumah, bunyi benda tajam sedang diasah.

Cao2x berkata pada Chen Gong, "Dia bukanlah paman kandungku. Aku mulai meragukan alasan kepergiannya. Mari kita dengarkan."

Lalu mereka dengan diam2x mendengarkan suara dibelakang.

Terdengar suara orang berkata "Kita ikat dulu sebelum ktia bunuh."

"Seperti dugaanku" kata Cao2x. "Sekarang kecuali kita menyerang duluan, kita pasti akan ditangkap."

Tiba2x Cao2x dan Chen Gong menerjang masuk dgn pedang ditangan dan membantai seluruh keluarga itu pria dan wanita semua berjumlah 8 orang.

Setelah ini mereka memeriksa rumah dan ketika mereka didapur mereka melihat seekor babi diikat dan siap untuk dibunuh.

"Kau terlalu mudah curiga" kata Chen Gong, "Kita telah membunuh orang yang tidak berdosa."

Cao2x dan Chen Gong dengan segera menaiki kuda mereka dan pergi. Ditengah perjalanan mereka bertemu Lu BoShe yang sedang pulang dan disampung sadelnya dia membawa 2 bejana arak. Dilengannya dia membawa buah2xan dan sayuran.

"kemana kau akan pergi tuan ?" Tanya Liu Boshe pada mereka.

"Orang yang dicari kerajaan tidak berani untuk tinggal lama disatu tempat."
jawab Cao2x.

"Tapi aku telah menyuruh orang rumahku untuk memotong babi, kenapa kau menolak keramahanku ini ? aku harap kau mau balik bersama ku"

Cao2x tidak mendengarkan, dan tetap pergi. Tetapi kemudia berbalik dan mengambil pedangnya.

"Siapa itu yang ikut dengamu ?" tanya Cao2x.

Lu Boshe lalu berbalik dan seketika itu juga Cao2x Memenggal Lu Boshe.

Chen Gong sangat ketakutan.

"Kita telah sangat salah sebelumnya" Kata Chen Gong. "Sekarang kita melakukan ini ?"

"Ketika dia sampai dirumah dan melihat keluarganya terbunuh, apakah pikirmu dia dapat menerima itu ? jika dia mengikuti kita dan melaporkan kita, maka kita pasti mati."

"Untuk membunuh sembarangan adalah sebuah kesalahan." kata Chen Gong.

"Kita harus mengalahkan Dunia atau dunia akan mengalahkan kita!" jawab cao2x.

Chen Gong terdiam dan berpikir, Mereka terus berkendara sampai malam hari dan akhirnya sampai dipenginapan. Setelah memberi makan kuda mereka, cao2x langsung tertidur tapi Chen Gong terus berpikir.

"Aku mengira dia adalah seorang Pria Sejati dan meninggalkan semuanya untuk mengikutinya, Tetapi dia sangat kejam seperti serigala. Jika kubiarkan dia, dia akan menimbulkan bencana nantinya," Pikir Chen Gong.

Dan Chen Gong berdiri lalu berniat untuk membunuh Cao2x.

"DALAM HATINYA ADA KEKEJAMAN, DIA BUKANLAH PRIA SEJATI.
APAKAH DIA AKAN BERBEDA DARI MUSUHNYA DONG ZHUO."

mengenai nasib Cao2x akan diceritakan pada bab berikutnya......

Bab 3

=========================================================
Bab 3 bagian 1
Di Taman WenMing Dong Zhuo Mengganti Kaisar

Bab 3 bagian 2
Li Su memperdaya Lu Bu
=========================================================

Apa yang dikatakan Cao-Cao adalah ini "Para kasim telah ada sejak lama, Yang menyebabkan kehancuran sebenarnya adalah pengaruh para kasim yang seharusnya tidak terjadi jika kaisar tidak lemah dan lebih memfavoritkan mereka. Mengapa harus memanggil seluruh pasukan kalau hanya dengan menangkap "kepala" dapat menahan seluruh "badan", setiap keinginan untuk membunuh mereka semua akan cepat ketahuan dan rencana akan gagal."

"Lalu Cao-cao, apakah kamu mempunyai rencana untuk dirimu sendiri setelah itu ?" Kata He Jin dengan ketus.

Cao-cao meninggalkan pertemuan itu dan berkomentar "Yang menyebabkan dunia berada dalam kekacauan adalah He Jin."

He Jin kemudian mengirimkan surat rahasia kepada beberapa markas tentara.
salah satunya adalah pada Dong Zhuo.

Dong Zhuo yang telah gagal dalam menumpas pemberontakan jubah kuning sebenarnya harus dihukum tetapi karena dia telah menyogok 10 kasim utama istana untuk melindunginya maka bukannya dihukum dia mendapatkan posisi sebagai jendral utama penjaga garis depan lalu menjadi penguasa AoXiang dan menjadi Penguasa seluruh daeraH XiZhou dan terakhir menjadi Panglima besar pemimpin 200.000 tentara kaisar. Tetapi Dong Zhuo memiliki hati pengkhianat dan tidak setia. Jadi ketika dia menerima perintah untuk datang ke ibu kota dia sangat bergembira dan langsung mempersiapkan pasukannya untuk berangkat. Dia meninggalkan menantunya Nie Fu untuk menjaga markas pasukan dan mengurus wilayah XiZhou. Dong Zhuo membawa 200.000 tentara utamanya bergerak menuju ibukota Luo Yang, Bersama dengan dia Dong Zhuo juga membawa 4 jendral utamanya yaitu Li Jue, Guo Si, Zhang Ji dan Fan Chou.

Penasehat Dong Zhuo dan juga menantunya, Li Ru berkata "Walaupun pemanggilan secara Formal telah diterima tetapi terlalu banyak kejanggalan dalam hal ini. Akan lebih bijak bila kita juga mengirimkan surat untuk menjawab panggilan ini terlebih dahulu dan menjelaskan keadaan kita sebelum kita memasuki ibu kota."

Dong Zhuo Setuju dan menulis surat seperti ini :

"Hambamu Dong Zhuo mengetahui bahwa pemberontakan yang terus-menerus terjadi disebabkan oleh Zhang Rang dan para kasim istana. Sekarang saatnya untuk kita memotong "luka" yang walaupun sakit tetapi harus dilakukan, akan lebih baik begitu daripada kita membiarkan kejahatan menjadi-jadi. Hamba telah berani membawa pasukan menuju ibukota, dan dengan seijin yang mulia maka saya berharap Zhang Rang dan kasim lainnya akan dapat disingkirkan demi kedamaian dan kelangsungan dinasti dan seluruh kekaisaran."

He Jin membaca Surat itu dan menunjukannya pada seluruh pendukungnya.

Lalu berkatalah Menteri Zheng Tai, "Seekor Binatang Liar telah datang, Dia akan memakan semua manusia"

Lu Zhi juga berkata "Lama aku mengenal orang ini. Walaupun tampak seperti orang tidak bersalah, tetapi hatinya seperti serigala. Membiarkan ia masuk berarti membawa bencana. Hentikan dia dan jangan biarkan dia masuk dan ini akan menhentikan bencana."

He Jin ragu-ragu dan akhirnya menolak usul itu, Zheng Tai dan Lu Zhi akhirnya mengundurkan diri dan meletakkan jabatan mereka, dan hal ini juga diikuti lebih dari 1/2 menteri negara lainnya. He Jin tetap tidak perduli dan tetap menyambut Dong Zhuo dengan hangat yang sedang berkemah di dekat Danau ShengChi diluar tembok ibu kota.

Zhang Rang dan para kasim tahu bahwa manuver pasukan ini ditujukan untuk mereka, "Ini adalah rencana He Jin, Kalau kita tidak menyerang duluan maka kita pasti semua akan mati."

Akhirnya mereka menyembunyikan sekitar 50 orang yang dipersenjatai di luar gerbang istana dimana tempat permaisuri tinggal, kemudian mereka masuk untuk menemui permaisuri.

Kata mereka "Jendral Dong telah membawa pasukannya ke ibu kota untuk menghancurkan kami, kami mohon padamu, kasihanilah kami dan selamatkanlah kami."

"Pergilah untuk menemuinya dan akuilah kesalahanmu." kata permaisuri.

"Kalau kami melakukan itu maka dia akan mencincang kami. Lebih baik mintalah kakak yang mulia untuk datang menemuimu dan perintahkan dia untuk menghentikan jendral Dong. Jika dia tidak mau kami akan mati dihadapanmu."

Permaisuri He mengeluarkan titah untuk memanggil kakaknya.

He Jin sedang akan pergi menemui permaisuri ketika menteri Chen Lin menyarankan agar dia jangan pergi "Para kasim pasti mempunyai rencana yang jahat terhadap dirimu."

Tetapi He Jin menyatakan bahwa titah ini adalah datang dari permaisuri dan tidak mungkin terjadi apa2x diistana permaisuri.

"Rencana kita sudah terbuka" kata Yuan Shao,"Tetapi tetap saja kau boleh pergi apabila kau siap bertempur."

"Kita cari para kasim terlebih dahulu!" kata cao-cao.

"Orang2x bodoh!" kata He Jin, "Apa yang dapat mereka lakukan terhadap orang yang mempunyai kuasa seluruh kekaisaran didalam tangannya?"

"Kalau kau tetap pergi kami akan ikut denganmu, untuk berjaga-jaga." Kata Yuan Shao.

Lalu Cao2x dan Yuan Shao masing2x memilih 500 orang terbaik mereka dan memerintahkan Yuan Shu, saudara dari yuan Shao sebagai komandan untuk berjaga2x di luar istana permaisuri. Sementara Cao2x dan Yuan Shao bersenjatakan pedang ikut masuk kedalam istana.

Ketika He Jin Sudah memasuki kediaman permaisuri tiba2x pejabat disitu menahannya dan berkata "Perintahnya adalah untuk mengijinkan hanya Wali Negara dan tidak yang lainnya."

Jadi Cao2x dan Yuan Shao menunggu diluar. He Jin masuk sendiri, Di Gerbang Pintu kediaman permaisuri yang disebut "Gerbang Kebijakan" dia bertemu dengan Zhang Rang dan Duang Gui dan pengikut2x mereka langsung mengepung He Jin. He Jin langsung Waspada atas keadaan ini.

Lalu Zhang Rang dengan bersuara keras berkata "Apa kesalahan yang dilakukan oleh Ibu Suri Dong sehingga kau harus membunuhnya ? dan ketika dia dikuburkan, siapakah yang pura2x sakit dan tidak datang ? kami mengangkat kau dan kerabatmu dari keluarga rendahan hingga bisa mendapatkan semua kekayaan dan kehormatan, dan inikah balasanmu! kamu mau membunuh kami semua. Kamu menyebut kami adalah manusia kotor dan sampah. Siapakah yang akan membersihkan ?"

He Jin menjadi panik dan mencoba melarikan diri, tetapi semua gerbang telah dikunci. Para kasim itu mendekati He Jin dan pembunuh yang telah disiapkan akhirnya muncul dan memenggal He Jin.

Akhirnya He Jin mati, Yuan Shao dan Cao2x menunggu sangat lama. Akhirnya mereka tidak sabar lagi dan berteriak " Kereta telah menunggu, Jendral He Jin!"

Sebagai balasan dari dalam tembok dilemparkan kepala He Jin dan Titah Dikeluarkan :
"HE JIN TELAH BERSALAH MELAKUKAN PENGKHIANATAN DAN OLEH SEBAB ITU TELAH DIHUKUM MATI. TETAPI SEMUA PENGIKUTNYA DIMAAFKAN."

Yuan Shao berteriak "Para Kasim Telah membunuh perdana mentri, marilah mereka yang akan memusnahkan kejahatan mengikuti aku."

Lalu salah seorang jendral He Jin, Wu Kuang membakar pintu Gerbang yang terbuat dari kayu. Yuan Shu sebagai kepala pasukan langsung menerjang masuk istana dan membunuh semua kasim yang ditemuinya tidak peduli umur atau jabatan. Yuan Shao dan Cao-cao lari masuk kedalam istana permaisuri. 4 dari kasim2x itu, Zhao Zhong, Cheng Kuang, Xia Yun dan Guo Sheng melarikan diri tetapi mereka berhasil ditangkap dan di bunuh dengan tubuhnya di cingcang sampai habis.

4 orang kasim utama Zhang Rang, Duan Gui, Cao Jie dan Hou Lan dipimpin oleh Zhang Rang membawa pergi permaisuri He, Kaisar Bian dan Pangeran Xian menuju istana Utara.

Lu Zhi yang telah mengundurkan diri ada dirumah, tetapi setelah mendengar revolusi ini langsung mengenakan pakaian perangnya dan mengambil tombaknya dan pergi bertempur.

Dia melihat Kasim Dui Gui membawa permaisuri, Lalu Lu Zhi berkata "Kau Pemberontak, beraninya kau menculik permaisuri ? "

Kasim itu melepaskan tangannya dari permaisuri dan kabur. Akhirnya Lu Zhi membawa permaisuri ketempat yang aman.

Jendral Wu Kuang menerjang masuk kedalam salah satu ruangan di Istana permaisuri dan menemukan He Miao dgn pedang ditangan.

"Kau juga adalah salah satu perencana untuk membunuh kakakmu sendiri" Teriak Wu Kuang "Kau akan mati seperti yang lainnya"

"Mari kita bunuh si perencana yang membunuh kakaknya sendiri!" teriak yang lainnya.

He Miao melihat sekelilingnya, akhirnya musuhnya membunuhnya dan tubuhnya terpotong menjadi bagian kecil2x.

Yuan Shu memerintahkan untuk mencari seluruh keluarga dan bawahan para kasim2x itu. Tanpa menyisakan satu orangpun semua pria yang tidak memiliki janggut dibunuh tanpa ampun.

Cao2x dan pasukannya berusaha memadamkan api, Dia memerintahkan pasukan lainnya untuk mencari Zhang Rang dan menyelamatkan kaisar dan pangeran.

Sementara itu Zhang Rang dan Duan Gui telah membawa pergi Kaisar dan pangeran Xian. Mereka tidak berhenti sampai ketika mereka mencapai bukit baimang. Ketika itu malam telah tiba dan mereka berhenti sebentar tetapi tiba2x dibelakang mereka terdengan suara prajurit datang. Pimpinan prajurit itu bernama Min Gong dan berteriak "Pengkhianat, berhenti!"

Zhang Rang melihat bahwa dirinya telah terkepung meloncat kedalam sungai untuk melarikan diri tetapi akhirnya tenggelam.

Kedua anak kecil itu(Kaisar Bian berusia 12 thn sedangkan pangeran Xian berusia 10 thn) yang kebingungan dan takut tidak berani menangis ataupun bersuara. Mereka merangkat didalam rerumputan tinggi sepanjang sungai dan bersembunyi. Tentara berpencar kesegala arah untuk mencari mereka. Mereka mencarinya sampai tengah malam. Bergetar karena kedinginan dan kelaparan kedua anak itu akhirnya terbaring di rerumputan dan mereka saling menangis satu sama lainnya dengan berpelukan karena merasa bahwa hidup mereka akan berakhir.

"Ini bukanlah tempat untuk berhenti" kata pangeran Xian, "Kita mesti mencari jalan keluar."

Akhirnya kedua boca kecil itu merangkat kembali disepanjang sungai dan karena gelap mereka tidak dapat melihat apapun juga dikejauhan. Mereka tidak dapat melihat jalan karena gelap tetapi tiba2x dihadapan mereka kunang2x berterbangan menyinari jalan didepan mereka sehingga mereka dapat melihatnya.

"Langit Membantu Kita" Kata pangeran Xian.

Mereka mengikuti jalan yang ada kunang2xnya dan akhirnya mereka sampai dijalan besar. Mereka terus berjalan sampai kaki mereka sangat sakit sehingga tidak dapat melanjutkan. Ketika melihat ada tumpukan jerami dipinggir jalan mereka menggunakannya untuk berbaring.

Jerami ini adalah milik keluarga petani yang ada didaerah itu. Pada malam itu petani itu ketika tidur dia bermimpi bahwa ada 2 matahari berwarna merah yang jatuh di belakang rumahnya. Karena itu petani itu bangun dan dia mencoba melihat kebelakang rumahnya. Dan ditumpukan jerami itu dia melihat 2 anak kecil sedang terbaring disana.

"Dari keluaga manakah kamu berasalah ,anak kecil ?" tanya si petani.

Kaisar Bian terlalu takut untuk menjawab, tetapi pangeran Xian berkata "Dia adalah Kaisar. Sedang ada revolusi diistana kaisar dan kami melarikan diri. Aku adalah adiknya Pangeran Xian."

Petani itu bersujud dan berkata "Aku adalah Sui Lie dan kakakku Sui Yi adalah bekas menteri dalam negeri. Kakakku sangat membenci tindakan para kasim dan karena itu mengundukan diri dan bersembunyi disini."

Kedua anak itu dibawa masuk kedalam rumah petani itu dan petani itu melayaninya dengan penuh hormat.
Ketika itu Min Gong berhasil menangkap Duan Gui, Ming Gong bertanya "Dimanakah Kaisar?"

"Dia menghilang! aku tak tahu dimana dia ?"

Min Gong langsung membunuh Duan Gui dan memenggal kepalanya serta menggantungkan kepalanya diatas tombak. Dia memerintahkan pasukannya terus mencari kaisar. Dia pun ikut mencari, dia melihat ada rumah pertanian didekat situ. Min Gong menghampiri rumah pertanian itu dan bertemu Sui Lie. Sui Lie yg melihat apa yang ditancap ditombak Min Gong, bertanya kepada Min Gong, Min Gong lalu menjelaskannya. Puas dengan jawaban Min Gong maka Sui Lie mengantarnya menemui kaisar. Pertemuan ini sangat mengharukan sehingga semua mengeluarkan air matanya.

"Negara tidak dapat tanpa pemimpun" Kata Min Gong. "Saya harap yang mulia mau kembali ke istana."

Akhirnya kaisar setuju ikut kembali ke istana. Tidak sampai 1 km mereka berkuda, mereka bertemu dengan para pejabat istana lainnya dan beberapa ratus pasukan. Pejabat2x itu adalah Wang Yun-menteri dalam negeri, Yang Biao Panglima Besar, Chunyu Qiong panglima kiri, Zhao Meng Panglima kanan, Bao Xin panglima belakang dan Yuang Shao Panglima tengah. Tangisan haru saat itu membasahi wajah para menteri dan pejabat ketika mereka melihat kaisar selamat.

Prajurit dikirim untuk memasang kepala Duan Gui dipintu gerbang ibu kota.

Rombongan kaisar yang sedang menuju istana kemudian bertemu dengan rombongan pasukan besar lainnya. Para pejabat ketakutan dan kaisar menjadi gelisah. Yuan Shao langsung maju menuju depan dan bertanya

"Siapakah kau ?" Kata Yuan Shao.

Dari balik kereta kuda munculah seorang pemimpin "Apakah kaisar bersamamu ?"

Kaisar terlalu panik untuk menjawab, tetapu pangeran Xian maju kedepan dan berkata "SIAPAKAH KAU ?"

"Hamba adalah Dong Zhuo. Pelindung kerajaan untuk wilayah XiZhou."

"Apakah kamu datang untuk melindungi kaisar ?" tanya pangeran Xian.

"Aku datang untuk melindungi." Jawab Dong Zhuo.

"Jika memang begitu, kaisar ada disini. mengapa kau tidak turun dari kudamu dan berlutut !"

Dong Zhuo langsung turun dari kudanya dam bersujud. Pangeran lalu mempersilahkannya berdiri. Dari awal sampai akhir Pangeran Xian dapat membawa dirinya berlaku selayaknya seorang kaisar. Oleh sebab itu dalam hatinya Dong Zhuo sangat terkesan dan muncul keinginan untuk mengantikan kaisar Bian dengan pangeran Xian.

Mereka akhirnya sampai kembali ke istana.

Tetapi ketika mereka sedang berusaha untuk mengendalikan keadaan, cap kerajaan, simbol utama kekaisaran hilang.

Dong Zhuo berkemah didepan tembok istana, tetapi setiap hari dia selalu terlihat dijalanan dengan pegawal berpakain baju zirah lengkap yg mengawalnya sehingga rakyat kecil umumnya merasa gelisah. Dia juga keluar masuk istana dengan seenaknya tanpa mengikuti aturan protokoler.

Panglima pasukan Bao Xin berkata mengenai kelakuan Dong Zhuo kepada Yuan Shao, "Orang ini memiliki rencana jahat dan harus segera dienyahkan!"

"Tidak ada yang dapat kita lakukan sampai pemerintahan lebih kuat" kata Yuan Shao.

Dan kemudian Bao Xin melihat Menteri dalam negeri Wang Yun dan meminta pendapatnya.

"Mari Kita bicarakan lain kali" jawabnya

Bao Xin tidak berkata apa2x lagi dan meninggalkan ibukota dan pergi ke gunung taishan.

Dong Zhuo mengabungkan pasukan He Jin dan He miao menjadi bagian dari pasukannya dan secara pribadi dia berkata pada penasehatnya Li Ru mengenai menurunkan kaisar bian dan mengangkat pangeran Xian.

"Pemerintahan benar2x tanpa seorang kepala negara. Tidak akan ada waktu yang lebih baik lagi untuk melaksanakan rencana ini. Besok kumpulkan semua pejabat di taman WenMing dan beritahukan kepada mereka mengenai masalah ini. Singkirkan semua yang tidak setuju dan seluruh kemulian akan menjadi milikmu."

Dong Zhuo sangat senang mendengar kata2x Li Ru.

Jadi keesokan harinya Dong Zhuo mengadakan perjamuan dan karena pejabat2x banyak yang takut dengan dia maka tidak ada yang berani menolaknya. Dong Zhuo sendiri datang mengendarai kudanya hingga masuk kedalam taman , dan dengan pedang dipinggangnya dia duduk dan mengambil minuman, setelah beberapa tegukan, dong zhuo menghentikan musik dan mulai berbicara

"Aku punya suatu untuk kukatakan. Semua dengarkan!"

semua pengunjung terarah padanya.

"Kaisar adalah penguasa dari segalany. Jika dia tidak memiliki harga diri dan bertindak tidak seharusnya, maka dia tidak cocok sebagai keturunan kaisar. Dia yang sekarang berada diatas tahta adalah kaisar yang lemah, lebih lemah dari pangeran Xian yang memiliki kepandaian dan gemar belajar. Pangeran Xian dalam berbagai segi sangat cocok untuk menjadi kaisar. Aku ingin menurunkan kaisar bian dan mengantinya dengan pangeran Xian. Apa pendpat kalian semua ?"

Semua tidak dapat berkata2x apa,keheningan terasa ditempat itu. Tidak ada yang berani mengutarakan pendapatnya. Tapi ada satu yang berani dan dia berdiri lalu membanting meja dan berteriak.

"TIDAK ! Siapakah dirimu sehingga berani mengeluarkan kata2x seperti itu ? Kaisar adalah anak dari kaisar terdahulu dan dia tidak melakukan apapun yang salah. Kenapa dia harus diganti? apakah kau memberontak ?"

Yang berbicara adalah Ding Yun, Penguasa daerah BingZhou.

Dong Zhuo memandangi Ding Yuan dan berkata "Bagi mereka yang sejalan denganku akan hidup, bagi mereka yang tidak maka akan mati."

Dong Zhuo mengeluarkan pedangnya dan siap melawan Ding Yuan. Tetapi Li Ru telah memperhatikan bahwa ada orang yang berbahaya yang berdiri dibelakang Ding Yuan, yang sekarang sedang memegang tombaknya dan matanya memancarkan kemarahan.

Lalu Li Ru menyela dan berkata "Tetapi ini adalah ruang pesta dan urusan negara seharusnya ditinggal diluar. Masalah ini dapat dibicarakan lagi esok."

Para rekan2x yang lainnya juga menyakinkan Ding Yuan untuk segera pergi, setelah mereka semua pergi Dong Zhuo berkata "Apakah yang kukatakan adalah adil dan masuk akal ?"

"Kau salah, Tuan" Kada Lu Zhi. "Kaisar Tai Jia dari dinasti Shang tidaklah cemerlang. Karena itu Perdana mentri Yi Yin mengucilkannya dia istana tong untuk belajar sampai dia berubah. Kemudian hari pangeran Cheng Yin naik tahta dan dalam 27 hari masa pemerintahannya dia melakukan 3000 kesalahan. Akibat itu Wali Negara Huo Guang menyatakan bahwa Pangeran Chang Yi harus turun tahta. Kaisar kita yang sekarang masih muda dan dia belum melakukan kesalahan apa2x. Anda Tuan adalah seorang jendral perang yang berasal dari perbatasan. Anda tidak mempunyai cukup pengetahuan dan pengalaman dalam hal administrasi negara. Sehingga anda tidak memilik kredibilitas seperti Yi Yin dan Huo Guang. Seperti pepatah mengatakan "Hanya Yi Yin yang dapat menjalankan cara Yi Yin, orang lain hanya akan membawa kematian bagi dirinya."

Dong Zhuo marah dan hampir membunuh Lu Zhi, Tetapi dua pejabat lainnya langsung mencegahnya.

"Menteri Lu Zhi dihormati semua orang, jika dia mati maka akan menimbulkan gejolak." kata pejabat kerjaan Cai Yong dan Peng Bo.

Dong Zhuo kemudian memasukan pedangnya kembali.

Kemudian berkatalah Wang Yun "Sebuah pertanyaan besar seperti apakah pengantian kaisar tidaklah pantas diutarakan dipertemuan minum arak seperti ini, marilah kita simpan pertanyaan itu untuk lain kali."

Maka keluarlah semua tamu2xnya. Dong Zhuo berdiri didepang gerbang memandangi sisa tamunya pergi, Dong Zhuo memperhatikan ada seorang yang memegang tombak dan sangat gagah. Dia bertanya pada Li Ru siapakah dia.

"Itu adalah Lu BU, anak angakt Ding Yuan. Kamu harus berhati-hati bila bertemu dia tuanku."

Keesokan harinya Dong Zhuo menerima laporan kalau Ding Yuan telah keluar dari kota dengan tentara kecil dan menantangnya. Kemudian kedua pasukan saling berhadapan dengan formasi barisan yang rapih.

Lu Bu berada dibarisan paling depan. Dia menggunakan jubah yang dihiasi dengan sulaman bunga, rambutnya disisir lurus kebelakgan dan dia menggunakan pelindung badan dari baja. Mengelilingi pinggangnya adalah ikat pinggang sutra dengan hiasan batu giok dan dia membawa tombak yang memiliki pisau bulang sabit di kedua ujungnya.

Ding Yuan kemudian maju ke depan.

"Menderita negara ini ketika dikuasai oleh para kasim. Sekarang kau berani berkata mengenai menurunkan kaisar yang bertahta dan menaikan yang lain. Ini adalah keinginan untuk memberontak."

Dong Zhuo tidak dapat berkata apa2x dan Lu BU yang sudah sangat ingin bertarung, langsung berkuda menuju dong Zhuo. Dong Zhuo mundur dan tentara Ding Yuan mengejarnya. Tentara dong Zhuo berkemah 10 km jauhnya dari kota. Disini Dong Zhuo berdiskusi dengan para bawahannya.

"Lu Bu ini sangat hebat" kata Dong Zhuo "Kalau saja dia berada dipihakku. Aku dapat menguasai seluruh dunia."

Lalu majulah seseorang dan berkata "Tenganlah tuanku, Aku adalah orang seDesa dengannya dan sangat mengenalnya dengan baik. Dia sangat kuat dan hebat tetapi tidak terlalu pintar, dia akan meninggalkan prinsipnya apabila dia melihat sesuatu yang menguntungkan didepan sana. Dengan Lidahku ini aku akan dapat mengajaknya untuk bergabung bersama kita."

Dong Zhuo sangat senang mendengarnya dan dia melihat siapakah yang berbicara itu. Dia adalah Li Su, Jendral pasukan macan kekaisaran.

"Apakah yang akan kau gunakan untuk menariknya ?" tanya Dong Zhuo.

"Tuan mempunyai sebuah kuda indah, Si Rambut Merah. Salah satu yang terbaik yang pernah ada. Aku harus mendapatkan ini dan juga emas serta permata untuk memenangkan hatinya. Lalu aku akan pergi dan mempengaruhinya. Dia pasti akan meninggalkan Ding Yuan dan mengikuti engkau tuanku."

"Apa menurut pendapatmu ?" Tanya Dong Zhuo pada Li Ru.

"Orang tidak dapat mempermasalahkan seekor kuda untuk memenangkan kekaisaran" jawabnya.

Lalu Dong Zhue memberikan kuda itu pada Li Su dan juga 1000 ons emas, 10 ikat mutiara, ikat pinggang bertahtakan berlian dan benda2x berharga lainnya.

Ketika Li Su Sampai di kemah Ding Yuan, Li Su meminta penjaga memberitahukan pada Lu BU bahwa kawan lamanya datang berkunjung.

Kemudai Li Su dipersilahkan masuk.

"Saudaraku, bagaimana keadaanmu sejak terakhir kita bertemu ?" salam Li Su sambil membungkuk.

"Berapa lama sejak kita berjumpa terakhir kalinya ?" jawab Lu BU, " Dan dimanakah kau sekarang berada ?"

"Aku adalah jendral di pasukan macan kerajaan. Ketika aku mendengar bahwa kau adalah pendukung kerajaan, aku langsung merasa senang. Aku datang untuk menghadiahkanmu sebuah kuda bagus, ini sangat cocok dengan dirimu."

Lu Bu meminta pengawalnya untuk membawa kuda itu. Kuda itu berwarna merah seperti warna matahari senja. Panjangnya 100 inchi(2,54 meter) dan tingginya 80 inchi (2 meter). Kuda yang sangat istimewa.

Lu Bu sangat menyukai kudai ini, "Apa yang harus kuberikan untuk mendapatkan kuda ini ?"

"Apa yang kuharapkan ? aku menemuimu karena perasaan yang kuanggap benar" balas Li Su.

Arak dibawakan untuk mereka dan mereka mabuk bersama.

"Kita jarang bertemu, tetap aku kerap bertemu dengan ayahmu itu" kata Li Su.

"Kau Mabuk" kata Lu BU. "Ayahku Telah meninggal bertahun yang lalu"

"Bukan,bukan yang itu. Aku berbicara mengenai Ding Yuan, pria yang waktu itu."

Lu Bu menjawab "Ya, aku bersama dia, tetapi hanya karena aku tidak dapat melakukan yang lain."

"Kau memiliki talenta lebih dari langit. Siapa didunia ini yang tidak gentar mendengar namamu ? ketenaran, kekayaan adalah milikmu untuk kau raih dan kau berkata bahwa kau tidak bisa lebih baik daripda menjadi seorang bawahan ?"

"Jika aku dapat menemukan Tuan untuk ku layani" Kata Lu BU.

"Burung yang pintar akan memilih ranting yang kuat untuk bertengger. Pelayan yang bijak akan memilih tuan untuk dilayani. Ambilah kesempatan itu ketika hal itu tiba, penyesalan akan datang terlambat jika kau tidak bertindak."

Sekarang kau berada dipemerintahan, siapakah yang kau kira paling pemberani diantara semuanya ?" tanya Lu BU.

"Aku membenci semuanya kecuali Dong Zhuo. Dia adalah orang yg memiliki hormat dan seorang terpelajar. Dia tahu bagaimana memberikan imbalan dan hukuman. Pasti dia adalah orang yang ditakdirkan menjadi orang hebat."

Lu Bu berkata "Aku berharap dapat melayaninya, tetapi tidak ada jalan rasanya."

Kemudian Li Su mengeluarkan semua barang bawaanya berupa permata dan emas serta ikat pinggang sutra. Semuanya diletakan dihadapan Lu BU.

"Apakah artinya ini semua ?" Kata Lu Bu.

"Suruh pergi dahulu semua pengawal" pinta Li Su. Dan setelah mereka pergi dia melanjutkan "Dong Zhuo telah lama menghormatimu untuk keberanianmu dan dia mengirimkan ini semua melalui tanganku. Kuda itu juga berasal darinya."

"Tetapi kalau dia menyukaiku, apakah yang dapat kulakukan untuk membalasnya ?"

Li Su berkata "Jika orang bodoh macam aku dapat menjadi Jendral pasukan macan di kekaisaran, entah apa yang bisa dicapai oleh orang sepertimu."

"Maafkan aku, aku tidak dapat menawarkan dia jasa apapun yang dapat kulakukan."

Li Su berkata "Ada satu jasa yang dapat kau lakukan dan sangat mudah. Tapi mungkin kau tidak bersedia melakukannya."

Lu Bu terdiam cukup lama, kemudia dia berkata "Aku dapat membunuh Ding Yuan dan membawa pasukannya ke sisi Dong Zhuo, apa pendapatmu ?"

"Kalau kamu mau melakukan itu, maka tidak ada jasa yang lebih besar lagi. Tetapi hal seperti itu harus cepat dilakukan."

Dan Lu bu berjanji kepada kawannya itu bahwa dia akan melakukan hal itu dan setelahnya akan menemui Dong Zhuo.

Lalu Li Su berpamitan. Malam itu Lu Bu masuk ketenda Ding Yuan dengan membawa pedang. Dia melihat Ding Yuan sedang membaca buku.

Melihat siapa yang masuk Ding Yuan berkata "Anakku, ada masalah apa ?"

"Aku adalah pahlawan pemberani" kata Lu Bu."Jangan pikir aku rela menjadi anakmu!"

"Apa maksudmua Lu BU?"

Sebagai jawaban Lu Bu menebas kepala Ding Yuan yang langsung jatuh Ke lantai.

Kemudian Lu BU memanggil bawahannya dan berkata "Dia adalah orang yang tidak adil dan aku telah memenggalnya, biarlah mereka yang ingin ikut aku tetap disin dan yang tidak silakan pergi."

kebanyakn dari mereka pergi. Keesokan harinya dengan membawa kepala Ding Yuan Lu Bu pergi menghadap Li Su yang mengantarkannya menemui Dong Zhuo. Dong Zhuo langsung memberikan sambutan yang hangat dan menawarkan arak padanya.

"Kedatanganmu adalah seperti air yang jatuh menbasahi rumput yang kering." kata Dong Zhuo.

Lu Bu langsung bersujud pada Dong Zhuo dan memohon untuk menjadi anak angkatnya.

Dong Zhuo memberikan Lu Bu baju Zirah yang terbuat dari emas dan jubah sutra dan mengadakan pesta untuknya.

Setelah itu kekuasaan Dong Zhuo meningkat dengan cepat. Dia menganugerahkan gelar Penguasa daerah Hu dan jabatan jendral pasukan kiri kepada adiknya Dong Min. Dia mengangkat Lu Bu sebagai penguasa LuoYang dan Jendral besar penjaga ibu kota dan juga jendral besar penguasa pasukan berkuda kekaisaran. Dong Zhuo mengangkat dirinya sendiri sebagai Menteri Pekerjaan, Panglima Besar dan Jendral besar pasukan pelindung kekaisaran.

Penasihatnya Li Ru tidak pernah berhenti untuk memaksanya segera menjalankan rencana manganti kaisar.

sekarang Dong Zhuo yang sudah berkuasa penuh mengadakan perjamuan pesta di ibukota dimana semua pejabat harus hadir. Dia juga memerintahkan Lu Bu untuk membawa tentara di kiri dan kanan tempat pesta berlangsung dan bersiap2x untuk bertindak.

Kemudian ditengah pesta Dong Zhuo berkata "Dia yang ada ditahta saat ini adalah kaisar yang lemah dan tidak cocok untuk menjalankan pemerintahan. Oleh sebab itu aku seperti Yi Yin dan Huo Guang, akan menurunkan dan mengganti kaisar yang berkuasa. Dan semua yang tidak setuju denganku akan mati."

Ketakuan melanda seluruh orang yang ada disana, mereka semua terdiam kecuali Yuan Shao yang berkata "Kaisar tidak bersalah atas dasar apapun, and menyingkirkannya atas permintaan seorang biasa adalah sebuah pemberontakan !"

"Kekaisaran berada ditanganku !" teriak Dong Zhuo. "Ketika aku memilih untuk melakukan sesuatu, siapa yang berani berkata tidak? apakah menurutmu pedangku tidak memiliki sisi yang tajam."

"Jika pedangmu Tajam, maka pedangku tidak pernah tumpul!" kata Yuan Shao sambil mengeluarkan pendangya dari sarungnya.

Kedua pria itu saling berhadap-hadapan didepan seluruh orang.

Nasib Yuan Shao akan dibahas di bab berikutnya.....