Rabu, Maret 05, 2008

Bab 9 Bagian 1

==================================================
Lu Bu membunuh Dong Zhuo untuk Wang Yun
==================================================

Orang yang bertabrakan dengan Dong Zhuo adalah penasehat kepercayaannya Li Ru. Li Ru yang tidak terjatuh ketika bertabrakan dengan Dong Zhuo langsung membantu tuannya yang terjatuh dan mengantarkan ke perpustakaan dimana mereka berdua duduk dan berbicara.

"Kenapa kau datang kemari ?" Tanya Dong Zhuo.

"Kebetulan saja saya sedang melewati kediaman tuanku, aku mendengar anda sedang mencari anak angkat tuanku. Lalu tiba2x Lu Bu berlari keluar dengan tergesa-gesa. Aku lalu masuk dan berlari untuk menemui anda dan tiba2x saja anda muncul dihadapnku dan tejatuh. Aku Sungguh meminta maaf ! aku layak untuk mati ."

"Bajingan Itu ! Bagaimana aku dapat melihat dia merayu kesayanganku ? Aku akan membunuh bajingan itu !", Kata Dong Zhuo.

"Yang Mulia melakukan kesalahan. Ini seperti cerita "PERJAMUAN PENDEKAR" terulang kembali. Jika kau ingat dalam perjamuan itu, semua tamu diperintahkan melepaskan tusuk rambut mereka. Didalam perjamuan itu, Raja Zhuang dari Chu tdk memperpanjang masalah mengenai ketidak senonohan yang dilakukan seseorang kepada ratunya, walaupun tusuk rambut yang ditemukan itu akhirnya diketahui milik Jiang Xiong. Dikemudian hari Jiang Xiong menyelamatkan nyawa Raja Zhuang ketika sedang dikepung pasukan dari Qin, Jiang Xiong bertaruh nyawa demi sang raja. Ketika sang raja bertanya kenapa dia mempertaruhkan nyawanya sedemikian rupa, Jiang Xiong menceritakan sebabnya bahwa dia berterima kasih kepada raja karena tidak mempersalahkan perbuatannya ketika dia melakukan sesuatu yang tidak sopan kepada ratu dalam perjamuan tersebut.", Li Ru memberikan penjelasan, "Lagi pula Diao Chan hanyalah seorang pelayang tetapi Lu Bu adalah tangan kananmu dan pendekar paling tangguh yang ada saat ini. Jika kau menyerahkan wanita itu pada jendral, kebaikanmu akan menyebabkan dia berterima kasih sangat dan setia padamu sampai mati. Aku mohon tuanku mempertimbangkan hal ini."

Dong Zhuo terdiam cukup lama. Dia Duduk dan merenung lalu dia berkata "Apa yang kau katakan benar, aku akan memikirkan hal ini."

Li Ru merasa puas dan dia berpamitan dan pergi. Dong Zhuo pergi kekamar pribadinya dan memanggil Diao Chan.

"Apa yang kau lakukan disana dengan Lu BU ?" Kata Dong Zhuo.

Diao Chan mulai menangis dan berkata, "Pelayanmu ini sedang berada di taman melihat bunga. Tiba2x dia datang padaku. Aku terkejut dan lari. Dia bertanya mengapa aku lari dari anak tuanku dan mengejarku sampai ke pavilun phoenix dimana kau melihat kami. Dia membawa tombaknya setiap saat. Aku merasa dia adalah orang yang kejam dan akan memaksakan apa yang dia mau kepadaku, Lalu aku mencoba melompat kedalam kolam, tetapi dia menangkapku dan menahanku sehingga aku tidak dapat berbuat apa2x. Beruntung pada saat yang tepat anda datang dan menyelamatkan nyawaku !"

"Bagaimana Jika aku mengirimmu pada dirinya ?" Tanya DOng Zhuo.

Terkejut, Diao Chan langsung memprotes, "Apa yang pelayanmu ini telah lakukan ? Sudah merupakan sebuah kehormatan bagiku untuk melayani yang mulia, aku tidak dapat menanggung malu apa bila aku harus dibuang dari sini dan melayani seorang bawahan ! aku tidak mau , lebih baik aku mati !" dan ketika itu dia langsung mengambil sebatang pisau yang tergantung di dingding dan bersiap membunuh dirinya.

Dong Zhuo langsung bertindak mengambil pisau itu dari tangan diao chan dan berkata , "Aku Hanya bercanda !"

Diao Chan langsung bersandar pada Dong Zhuo dan menangis.

"Ini adalah perbuatan Li Ru" Kata Dong Zhuo, "Dia terlalu dekat dengan Lu Bu. Dia tidak perduli mengenai diriku dan reputasiku. Ohh!!! AKU AKAN MEMAKANNYA HIDUP2X."

"Apakah kau pikir aku dapat hidup dengan kehilangan dirimu ?" Kata Dong Zhuo.

"Walaupun kau mencintaiku tetapi aku tidak boleh berada disini. Lu Bu akan mencoba menghancurkan diriku. Aku takut padanya !" Kata Dong Zhuo.

"Besok kita akan pergi ke meiwo, kau dan aku, dan kita akan bahagia bersama dan tidak usah memperdulikan orang lain." Dong Zhuo memberikan janjinya pada Diao Chan.

Diao Chan lalu tersenyum dan berterima kasih padanya. Keesokan harinya Li Ru datang lagi untuk membujuk tuannya untuk mengirim diao chan kepada Lu BU.

"Ini adalah hari yang baik " kata Li Ru.

"Dia dan aku adalah ayah dan anak. Aku tidak dapat melakukan hal itu" kata Dong Zhuo, "Tetapi aku tidak akan mempermasalahkan kesalahan dirinya. Kau boleh mengatakan hal itu padanya dan bujuklah dia semampumu."

"Kau sedang diperdaya oleh wanita tuanku ?" Kata Li Ru.

Dong Zhuo yg langsung marah berkata, "Apakah kau mau memberikan istrimu kepada orang lain ? Jgn bicarakan hal ini lagi !!!"

Li Ru meninggalkan ruangan. Ketika dia tiba diluar, dia melihat kelangit dan berkata "Kita adalah orang mati, tewas ditangan wanita ini !"

Perintah untuk berangkat ke meiwo telah diberikan dan seluruh pejabat berkumpul untuk melepas kepergian mereka. Diao Chan, Dari tandunya melihat Lu Bu didalam kerumunan. Dia berpura2x tampak sedih dan termenung. Setelah iring2xan telah menghilang dalam kejauhan. Lu Bu yang kecewa menunggang kudanya untuk melihat debu iring2xan itu dari kejauhan dengan kesedihan yang sangat didalam hatinya.

Tiba2x ada suara berkata, "Kenapa kau tidak menemani perdana menteri jendral, tetapi kau disini dan menghela napasmu ?"

Dia adalah Wang Yun.

"Aku telah berada dirumah beberapa hari ini karena sakit." Lanjutnya, "Jadi aku tidak melihatmu. Tetapi aku mencoba untuk datang hari ini untuk melihat perdana menteri pergi. Jadi aku melihatmu karena kebetulan, Tetapi apa yang kau gelisahkan ?" Tanya Wang Yun.

"Mengenai masalah putrimu" kata Lu Bu.

Wang Yun pura2x terkejut, "Telah sekian lama dan masih belum diberikan padamu ?"

"Penjahat tua itu telah jatuh cinta padanya dan menyimpannya untuk dirinya sendiri !"

"Tentu ini tidak benar kan ?" Wang Yun sekali lagi pura2x terkejut.

Lu Bu menceritakan seluruh kejadian yang dialaminya sementara wang yun mendengarkan.

Setelah beberapa saat Wang Yun berkata, "Datanglah kerumahku dan kita bicarakan mengenai hal ini."

Lalu mereka berdua pergi kerumah Wang Yun dan masuk kedalam sebuah ruang rahasia. Setelah disuguhkan minuman dan makanan ringan, Lu Bu menceritakan seluruh kisah yang terjadi di Paviliun phoenix.

Wang Yun berkata, "Dia telah menodai putri kecilku dan mencuri istrimu. Dia akan menjadi bahan tertawaan bagi seluruh dunia. Dan mereka yang tidak tertawa padanya akan mentertawakan kita. Aku sudah tua dan tidak dapat melakukan apa2x. Aku pasrah saja apabila mereka semua menghinaku. Tetapi kau jendral adalah seorang pendekar hebat, yang terhebat didunia ini. Dan kau telah dipermalukan dgn cara seperti ini."

Kemarahan langsung berkobar di hati Lu Bu. Lu Bu yang marah langsung membanting meja dan berteriak marah2x.

Wang Yun berusaha menenangkan Lu Bu dan berkata,"Aku telah lupa, seharusnya aku tidak boleh berkata seperti itu. Aku mohon kau jangan marah tuanku !"

"Aku akan membunuh bajingan tua itu, aku bersumpah ! tidak ada jalan lain bagiku untuk membersihkan penghinaan ini."

"Jgan ! jangan berbicara seperti itu !" kata Wang Yun, "Kau akan membawa bencana bagi diriku dan keluargaku. !"

"Ketika seseorang dilahirkan untuk menjadi hebat, dia tidak dapat bersabar terlalu lama dibawah kaki seseorang !" kata Lu Bu.

"Dibutuhkan seseorang yang lebih hebat dari perdana menteri untuk dapat menjadikanmu bawahannya" Puji Wang Yun.

Lu Bu berkata, "Aku tidak berkeberatan membunuh bajingan tua itu jika tidak karena hubungan orang tua dan anak. Aku takut itu akan memprovokasi rakyat untuk melakukan hal yang sama."

Wang Yun mengelengkan kepalanya dan berkata, "Namamu Lu BU dan dia Dong Zhuo. Dimana ada perasaan kekeluargaan ketika dia melemparkan tombak padamu ?"

"Aku telah salah mengerti jika kau tidak mengatakan hal itu !" kata Lu BU.

Wan Yun melihat efek dari kata2xnya lalu melanjutkan, "Itu akan merupakan suatu perbuatan yang setia untuk merestorasi dinasti han, dan sejarah akan mencatat namamu sebagai orang yang melakukan balas budi pada leluhur. Sedangkan kalau kau mengikuti Dong Zhuo kau adalah pengkhianat dan namamu akan dicemooh orang sepanjang masa."

Lu bu berdiri dr tempat duduknya dan menghormat pada Wang Yun.

"Aku telah memutuskan," Kata Lu Bu, "Kau tidak usah takut, tuan."

Lu Bu mengambil pisaunya dan melukai jarinya dan bersumpah dengan darah yang keluar itu.

Wang Yun bersujud dan berterima kasih padanya.

"Akhirnya dinasti han dan diselamatkan dan kau adalah penyelamatnya. Tetapi ini hrs dirahasiakan dan aku akan memberitahumu bagaimana rencana ini akan berjalan."

Lu Bu lalu berpamitan.

Wang Yun lalu berdiskusi dengan kedua temannya, Administrator istana Shisun Rui dan Komandan pasukan kekaisaran Huang Wan.

Shisun Rui berkatam, "Saatnya sangat memungkinkan. Kaisar baru saja sembuh dari sakitnya dan kita dapat mengirim orang yang pandai berbicara untuk pergi ke meiwo untuk membujuk Dong Zhuo datang kemari dan membicarakan masalah kesehatan kaisar. Sementara itu kita akan menuliskan titah rahasia yang memrintahkan Lu BU untuk memasang perangkap didalam gerbang istana untuk membunuh dong zhuo ketika dia masuk. Ini adalah rencana yang bagus."

"Tetapi siapa yang berani untuk pergi ?" Tanya Huang Wan.

"Li Su, jendral pasukan macan kekaisaran akan pergi. Dia berasal dari daerah yang sama dengan Lu Bu dan dia sangat marah pada perdana mentri karena tidak memberikannya kenaikan jabatan. Dia akan membuat rencana kita menjadi berjalan ."

"Bagus !!" Kata Wang Yun. "Mari kita lihat apa yang Lu Bu pikirkan mengenai hal ini."

Ketika berkonsultasi dengan Lu Bu, dia berkata bahwa itu adalah Li Su yang menyakinkannya untuk membunuh Ding Yuan, Ayah angkat sebelumnya.

"Jika Li Su menolak maka aku akan membunuhnya" kata Lu Bu.

Lalu mereka mengirim utusan untuk memanggil Li Su.

Ketika Li Su tiba, Lu Bu berkata, "Sebelumnya kau berbicara denganku untuk membunuh Ding Yuan dan pergi ke Dong Zhuo. Sekarang kita tahu bahwa Dong Zhuo mempunyai maksud jahat terhadap kaisar dan adalah penindas rakyat. Kesahalannya banyak dan dia dibenci dewa maupun manusia. Kau pergilah ke meiwo, katakan bahwa kau membawa titah kaisar untuk memanggil perdana menteri keistana. Dia akan datang dan aku akan membunuhnya. Kau akan mendapatkan jasa karena kesetiaanmu dalam menyelamatkan dinasti. Apakah kau mau ?"

"Aku juga berharap dapat membunuhnya," jawab Li Su."Tetapi aku tidak dapat menemukan orang untuk membantuku. Sekarang kau menawarkan padaku, bagaimana aku dapat menolaknya ? "

dan Li Su mematahkan anak panah sebagai tanda sumpahnya.

"Jika ini berhasil, maka jabatan dan kekayaan akan jadi milikmu !" kata Wang Yun.

Keesokan hari, dengan membawa bebrapa orang pengawal, dia pergi ke meiwo dan memperkenalkan dirinya sebagai pembawa titah kaisar. Dia dibawa menemui Dong Zhuo. Setelah memberi hormat, Dong Zhuo bertanya ada titah apa yang dibawanya.

"Yang Mulia telah sembuh dari sakit dan ingin bertemu dengan perdana menteri di istana untuk membahas masalah penyerahan kekuasaan dan tahta kepada dirimu."

"Apa yang Wang Yun pikirkan mengenai hal ini ?"

"Wang Yun telah membangun teras untuk melakukan penobatan kaisar dan hanya menunggu kedatangan yang mulia."

"Kemarin malam aku bermimpi naga berputar mengelilingi tubuhku" Kata Dong Zhuo dengan senang, "Dan sekarang aku mendapatkan kabar gembira ini ! Aku tidak boleh melwatkan kesempatan ini."

Lalu dong zhuo memberikan instruksi pada 4 jendral kepecayaannya untuk menjaga kota meiwo. Li Jue, Guo Si, Fan Chou dan Zhang Ji, mereka diberikan 3000 pasukan.

"Ketika aku telah menjadi kaisar, kau akan menjadi pangilma besar penjaga ibu kota," kata Dong Zhuo.

"Terima kasih yang mulia" kata Li Su.

Dong Zhuo datang tuk berpamitan kepada ibunya yang berusia 90 thn.

"Kemanakah kau akan pergi anakku ?" tanya ibunya.

"Aku pergi untuk menerima penyerah tahta dinasti han. Sebentar lagi ibu kan menjadi ibu suri !"

"Aku telah merasa gelisah beberapa hari ini, aku rasa ini pertanda buruk."

"Setiap orang yang akan menjadi ibu negara pasti mendapatkan perasaan2x aneh ini." Kata anaknya.

Setelah ini dong zhuo pergi untuk menemui diao chan.

"Ketika kau akan menjadi kaisar, kau akan menjadi selir istana."

Diao Chan menunduk dan berterima kasih. Kali ini dia benar2x bahagia karena rencananya berhasil.

Dong Zhuo keluar dan menaiki kereta kudanya dan mulai melakukan perjalanan ke ibu kota chang an. Kurang lebih 10 km jauhnya dari ibu kota tiba2x roda dari kereta kuda dong zhuo patah. Dia meninggalkan keretanya dan menaiki kuda. 10 km kemudian kudanya tiba2x mati.

Dong Zhuo bertanya pada Li Su apakah arti dari semua kejadian ini.

"Ini artinya kau akan menerima tahta han, dan harus memperbaharui semua hal; untuk duduk di kereta kuda yang bertahtakan emas dan duduk dengan pelana emas."

dan Dong Zhuo sangat senang mendengarnya dan percaya pada jawaban ini. Pada hari kedua perjalanan tiba2x angin kencang bertiup dan langit tertutup kabut tebal.

"Apakah artinya ini ?" kata Dong Zhuo.

Li Su berkata, "Kau akan duduk didalam istana naga. disana pasti ada cahaya yang terang dan menyilaukan untuk menunjukan wibawa dirimu."

Dong Zhuo tidak ragu mendengar jawaban ini. Ketika dia tiba dia melihat banyak pejabat yang menunggunya di pintu gerbang kota, semua kecuali Li Ru yang sakit dan tidak dapat meninggalkan kamarnya. Dia Meneruskan perjalanannya menuju istana perdana menteri dimana Lu Bu datang untuk memberikan selamat.

"Ketika aku duduk di tahta naga, aku akan menjadikanmu komandan seluruh pasukan kekaisaran, yang bekuda maupun pejalan kaki." kata Dong Zhuo.

Keesokan paginya, Dong Zhuo mempersiapkan dirinya, ketika dalam perjalanan menuju istana dia melihat pendeta tao berpakaian hitam dan mengenakan sorban putih, ditangannya dia memegang tongkat panjang dengan dengan strip putih di lembaran putih. Diakhir setiap lembaran ada karakter "Mulut".

"Apa maksudnya ini ?" Kata Dong Zhuo.

"Dia adalah orang gila" Kata Li Su dan dia menyuruh penjaga untuk mengusirnya pergi.

Dong Zhuo masuk kedalam istana dan melihat barisan pejabat dan menteri telah menunggunya sepanjang jalan. Li Su berjalan disamping tandunya, dengan pedang ditangan. Ketika Li Su mencapai gerbang utara dari Kota terlarang, dia menyuruh pengawal dong zhuo untuk berjaga diluar dan hanya pengangkat tandu yang boleh masuk.

Ketika Dong Zhuo hampir tiba di ruang resepsi, dia melihat wang yun dan pejabat tinggi lainnya berdiri dipintu dan semua membawa senjata.

"Kenapa mereka semua bersenjata ? "Tanya dong zhuo pada li su.

Li Su terdiam.

Tiba2x Wang Yun berteriak. "Pemberontak itu disini, dimana algojonya ?"

Tiba2x dari pinggir muncul pasukan dan menyerang dong zhuo, tetapi baju zirah yang dikenakan dong zhuo sangat kuat sehingga pasukan itu tidak dapat melukainya.

Dia terjatuh dari tandunya, terluka dia lengannya dan memanggil anaknya, "Dimanakan Lu BU?"

"Disini dan dengan titah untuk membunuh pemberontak !" kata Lu Bu yang langsung muncul dihadapan ayahnya.

Lalu dia manusukan tombaknya ke leher Dong Zhuo dan Li Su memenggal kepalanya dan mengangkatnya.

Lu Bu dengan tangan kiri memegang tombaknya, lalu mengambil titah kaisar dgn tangan kanannya dan berteriak, "Titah ini hanya untuk membunuh pemberontak Dong Zhuo, Tidak yg lainnya !"

Seluruh pejabat dan menteri yang berkumpul langsung berlutut dan memberi hormat "Wan Shui, Wan shui , Wan Wan Shui !!!" (Panjang Umur, Panjang Umur , semoga kaisar panjang umur)

Tidak ada komentar: