=========================================================
Zhang Fei Memukul Petugas Kerajaan
=========================================================
Dong Zhuo Lahir di daerah barat laut cina, tepatnya di Lintao didaerah lembah barat. Sebagai gubernur HeDong, Dong Zhuo sangat sombong dan berlebihan. Tetapi hari dimana dia memperlakukan Liu Bei dengan kasar dapat saja menjadi hari terakhirnya, jika saja Liu Bei dan Guan Yu tidak menahan Zhang Fei yang sedang marah.
"Ingat Dia adalah Pejabat Pemerintah yang diangkat Kerajaan", Kata Liu Bei. "Siapakah kita untuk memutuskan dan menghukum ?"
"Sangat memuakan untuk menerima perintah dari bajingan seperti dia, Aku lebih baik membunuhnya sekarang! Kau boleh tinggal disini bila kau mau tapi aku lebih baik mencari tempat lain." , Kata Zhang Fei.
"Kita bertiga adalah satu dalam kematian dan dalam hidup, tidak ada perpisahan diantara kita, kita semua akan selalu bersama."
Akhirnya ketiga saudara itu berangkat dan pergi menemui Zhu Jun yang menerima mereka dengan baik dan berterima kasih atas bantuan yang mereka telah berikan ketika melawan Zhang ba. Pada saat ini Cao-Cao telah bergabung dengan huangfu Song, dan mereka sedang berusaha menghancurkan pasukan Zhang Liang dalam pertempuran di QuYang.
Zhang Ba mengkomandani sekitar 80.000 pasukan. Pemberontak telah memposisikan pasukannya dibelakang bukit. Penyerangan terhadap posisi pemberontak kemudian direncanakn dan Liu Bei yang akan memimpin pasukan utama. Pada pasukan pemberontak salah seorang jendral Zhang Ba, Gao Seng menantang duel satu lawan satu. Zhang Fei langsung keluar dari barisan dan maju kedepan menghadapinya. Hanya dalam beberapa jurus saja, Zhang Fei berhasil melukai Gao Seng yang terpental dari kudanya. Melihat ini maka Liu Bei langsung memerintahkan pasukannya untuk menyerbu maju.
Lalu Zhang Ba yang duduk diatas kudanya, melepaskan ikat rambutnya, mengambil pedangnya dan merapalkan semacam doa. Tiba2x angin mulai berhembus dengan kuatnya, petir menghiasi langit dan kilatan2x cahaya dari langit menhantam bumi, bunyi gemuruh yang memekakan telinga membuat kuda2x ketakutan dan dari langit turun awan hitam yang menutupi medan peperangan. Ketakutan melanda pasukan kerajaan, Liu Bei memimpin pasukannya mundur, tetapi mereka dalam keadaan kacau sehingga banyak yang meninggal karena terinjak-injak.
Zhu Jun dan Liu Bei membahas masalah ini.
"Zhang Ba menggunakan sihir", Kata Zhu jun. "Esok, aku akan menyiapkan penangkal dengan menggunakan darah babi dan kambing. Darah ini harus dipercikan kepada pasukan mereka dan kita akan dapat mematahkan sihir mereka."
Maka diputuskanlah demikian.Guan Yu dan Zhang Fei masing2x membawa 1000 pasukan dan bersembunyi di tebing yang tinggi dan mereka membawa banyak darah babi dan kambing. Keesokan harinya ketika pemberontak membunyikan genderang perangnya untuk menantang perang, Liu Bei maju menghadapi mereka. Pada saat yang sama, lagi Zhang Ba menggunakan sihirnya. Pasir berterbangan menutupi pandangan, kerikil berserakan menutupi jalan, awan gelap menutupi langit dan pasukan musuh muncul dari kebalikan badan pasir itu. Liu Bei mundur seperti sebelumnya, dan pasukan pemberontak terus mengejarnya. Ketika pasukan pemberontak memasuki jalan dengan tebing tinggi, tiba dikejutkan oleh bunyi terompet dan genderang yang keras, dan dari tempat persembunyiannya pasukan Guan Yu dan Zhang Fei memercikan Darah babi dan Kambing. Tiba2x pasukan pemberontak yang muncul dari balik badai itu berjatuhan dan berubah menjadi lembaran kertas dan badaipun berhenti.
Zhang Ba yang melihat bahwa sihirnya telah dapat dihancurkan lalu memutuskan mundur. Dan ketika pasukannya sedang mundur, dari arah kiri dan kanannya muncul Guan Yu dan Zhang Fei dan dari belakang ada Liu Bei dan Zhu Jun. Pasukan Pemberontak berhasil dihancurkan. Liu Bei dari kejauhan melihat panji2x perang Zhang Ba penguasa bumi. Dengan Cepat Liu Bei mengejarnya dan dengan panah berhasil melukai tangan kiri Zhang Ba. Walaupun terluka Zhang Ba masih dapat melarikan diri ke kota YANG CHENG, Kota itu akhirnya dikepung oleh Zhu Jun.
Pengintai yang dikirim untuk mendapatkan kabar dari pasukan Huangfu Song melaporkan "Komandan Huangfu Song telah sangat berhasil, Dong Zhuo yang telah sering kalah posisinya telah digantikan oleh Komandan Huangfu Song. Zhang Jue telah tewas ditangan pasukan Huangfu Song. Zhang Lian telah mengambil alih pasukan saudaranya itu menjadi satu dengan pasukannya tetapi tidak ada peluang untuk mengalahkan pasukan huangfu song yang telah menguasai tempat2x strategis dan telah menang dalam 7 pertempurang berturut-turut. Zhang Lian telah tewas di QuYang. Selain itu peti mati Zhang Jue telah berhasil direbut, Kepalanya telah dipenggal dan telah dikirim ke ibukota (LUO YANG) untuk diekspos. Pasukan pemberontak lainnya telah menyerah dan untuk semua hal ini Huangfu song telah diberika penghargaan dengan jabatan JENDRAL PEMIMPIN PASUKAN KERETA TERBANG dan PENGUASA DAERAH JIZHOU.
"Huangfu Song juga tidak melupakan teman. Titah pertama setelah dia mendapatkan kekuasaanya adalah untuk membersihkan nama Lu Zhi dan mengembalikan jabatannya yang diambil Dong Zhuo dan mengangkat Cao-Cao sebagai gubernur JiNan"
Mendengar hal ini Zhu Jun menekan lebih keras dengam menyerang mati2xan kota YangCheng and kekalahan tentara pemberontak sudah semakin jelas. Lalu salah seorang bawahan Zhang Ba, Yan Zheng membunuh atasannya itu dan membawa kepalanya untuk diserahkan kepada kerjaan. Akhirnya seluruh pemberontak telah menyerah dan Zhu Jun melaporkan hal ini pada kerajaan.
Tetapi ada beberapa pemberontak Jubah kuning yang masih memimpin perlawanan. 3 pemberontak lain, Zhao Hong, Han Zhong dan Sun Zhong, mengumpulkan 30.000 pasukan dan memulai perampokan dan pembantaian. Mereka menyembut dirinya "PEMBALAS DENDAM BAGI ZHANG JUE".
Kerajaan memerintahkan Zhu Jun untuk membawa pasukan veterannya untuk menghancurkan sisa2x perlawanan pemberontak ini. Dia segera langsung berangkat menuju kota Wan Cheng dimana para pemberontak itu bermarkas. Ketika Zhu Jun tiba, Han Zhong langsung maju melawan. Zhu Jun mengirim Liu Bei dan kedua saudaranya untuk menyerang sisi sebelah barat daya dari tembok kota. Han Zhong bertugas untuk mempertahankan kota berusaha mati2x melawan Liu Bei. Sementara itu Zhu Jun sendiri memimpin 2000 pasukan berkuda untuk menyerang bagian lain dari kota itu. Pemberontak berpikir bahwa mereka tidak akan dapat mempertahankan kota itu mulai kehilangan semangat. Liu Bei terus menekan mereka dan akhirnya kota berhasil dimasuki. Para pemberontak masih dapat bertahan di tembok dalam kota. Tetapi keadaan mereka sudah sangat parah, kelaparan terjadi dan wabah penyakit menyebar. Utusan pemberontak datang kepada Zhu Jun untuk menyerah, tetapi Zhu Jun menolaknya.
Kata Liu Bei, "Dengan melihat pendiri dinasti Han Liu Bang, Bukankah harusnya kita menerima mereka yang menyerah, kenapa kau menolaknya ?"
"Kondisinya berbeda", Balas Zhu Jun. "ketika masa itu kekacauan memang sendang terjadi dimana-mana, dan rakyat tidak mempunyai kaisar. Jadi setiap penyerahan diri dapat diterima dan dianjurkan. Sekarang kekaisaran telah ada dan mereka berani memberontak. Kalau kita menerima mereka maka nanti akan ada pemberontakan2x lainnya dan ketika mereka kalah mereka hanya tinggal menyerah dan kita pasti akan menerimanya dan hal itu akan berakibat fatal."
Liu Bei berkata, "Jika tidak membiarkan pemberontak menyerah tidak apa, tetapi jika mereka melakukan tindakan nekat, maka kita akan berada dalam kesulitan karena jumlah mereka sangat banyak. Lebih baik kita serang dari satu sisi dan biarkan sisi yang lain terbuka sehingga mereka akan melarikan diri dan tercerai berai, setelah itu kita akan menangkap mereka."
Zhu Jun menilai Saran ini sangat bagus dan mengikutinya. Seperti telah diduga, tentara pemberontak ini akhirnya terpencar-pencar. Pimpinan pemberontak Han Zhong akhirnya terbunuh. Tetapi tiba2x pasukan yang dipimpin oleh Zhao Hong dan Sun Zhong mendekat dengan kekuatan besar. Dan karena itu pasukan kerajaan menghentikan pengejaran. Pasukan pemberontak yang baru itu akhirnya merebut kembali kota Wan Cheng.
Zhu Jun berkemah 3 mil dari kota dan bersiap2x untuk menyerang. Dan pada saat itu tiba pasukan berkuda dari arah timur. Pemimpinnya adalah seorang jendral dengan muka dan badan yang kekar. Namanya adalah Sun Jian, Dia berasal dari FuChun dinegara bagian Wu. Keturunan dari ahli strategi yang terkenal Sun Tzu.
Ketika berumur 17 thn, Sun Jian bersama ayahnya melihat bajak laut yang sedang membagi hasil rampasan mereka dipinggiran sungia Qintang.
"Kita dapat menangkap mereka!" katanya pada ayahnya.
Lalu dia mengengam pedangnya, dia berlari menuju arah bajak laut itu dan berteriak seolah2x dia sedang memanggil pasukannya untuk mengepung. Ini membuat para bajak laut itu percaya bahwa mereka sedang diserang, dan mereka melarikan diri, meninggalkan rampasan mereka. Sun Jian berhasil membunuh salah satu bajak laut itu. Karena ini maka dia menjadi terkenal dan mendapatkan jabatan di pemerintahan daerah.
Lalu dengan kerjasama dengan pihak pemerintah, dia membangun tentara berkekuatan 1000 orang dan membantu meredakan pemberontakan XU CHANG yang menyebut dirinya KAISAR MATAHARI dan memiliki 10.000 pasukan. Anak pemberontak XU HAO juga ikut terbunuh. Untuk hal ini SunJian diangkat menjadi kepala pengadilan YANDU kemudia XuYI dan terakhir adalah XIA PI oleh Penguasa Daerah Zang Min.
Ketika pemberontakan jubah kuning terjadi, Sun Jian mengumpulkan anak muda didesanya untuk membentuk tentara, akhirnya terbentuk pasukan berjumlah 1500 orang dan ikut menumpas pemberontakan.
Zhu Jun menerima Sun Jian dengan senang hati dan memerintahkannya untuk menyerang dari selatan. utara dan barat akan diserang secara bergantian oleh Liu Bei dan Zhu Jun. Sedangkan gerbang timur akan dibiarkan terbuka agar pemberontak dapat lari dari sana. Sun Jian adalah yang pertama yang dapat menaiki tembok kota. Dia membunuh 20 orang pemberontak lebih sendirian. Sun Jian berhasil turun dari tembok, mengambil tombak dan memukul jatuh Zhao Hong dari kudanya. Kemudian Sun Jian menaiki kuda Zhao Hong dan menyabetkan pedangnya sehingga menyebankan banyak tentara pemberontak tewas.
Pasukan pemberontak berlari kearah utara dan bertemu dengan pasukan Liu Bei, mereka tidak melawan dan terpencar-pencar menyelamatkan diri. Tapi Liu bei mengeluarkan anak panahnya dan memanah pimpinan pemberontah Sun Zhong yang langsung jatuh ketanah. Pasukan Utama Zhu Jun akhirnya tiba dan setelah pembantaian besar-besaran, pasukan pemberontak menyerah. Setelah itu kedamaian tercipta di 10 wilayah didaerah Nan Yang.
Zhu Jun kembali Ke ibu Kota Luo yang dan diangkat menjadi Jendral Pasukan Kuda Terbang dan menerima jabatan sebagai gubernur henan. Dia tidak melupakan jasa orang2x yang membantunya. Dia melaporkan jasa Liu Bei dan Sun Jian.
Sun Jian yang memiliki pengaruh dan koneksi yang dapat mendukung dia diankat menjadi komandan pasukan kerajaan di ChangSa. Tetapi Liu bei walaupun telah dipromosikan oleh Zhu Jun dalam suratnya kepada kerajaan tetap harus menunggu kenaikan jabatannya. Liu Bei dan ke 2 saudaranya sedih menerima kenyataan ini.
Suatu hari ketika sedang berjalan sendirian dia ibu kota, Liu Bei bertemu seorang pejabat istana Zhang Jun yang kepadanya dia menceritakan keluh kesahnya. Zhang Jun sangat terkejut akan hal ini dan dia akhirnya menceritakan pada kaisar mengenai hal ini.
Katanya "Pemberontakan Jubah kuning terjadi karena para kasim telah menjual jabatan dan memperdagangkan posisi. Pekerjaan diistana hanya untuk teman2xnya, hukuman hanya untuk musuh2xnya. Ini menyebabkan pemberontakan. Oleh seban itu maka baikalh untuk memenggal ke 10 kasim utama dan mempertontonkan kepala mereka dan memberitahukan kepada rakyat apa yang telah dilakukan mereka. Kemudian berikanlah balasan kepada mereak yang berhak dan dengan itu maka seluruh negara akan berada dalam keadaan aman."
Tetapi para kasim langsung menyanggah hal ini dan berkata bahwa Zhang Jun menghina kaisar. Kaisar memerintahkan Zhang Jun untuk meninggalkan ruangan.
Walaupun begitu para kasim itu berpikir "Pasti ada seseorang yang terlupakan jasanya walaupun telah berhasil mengalahkan pemberontak yang menyatakan kekesalannya."
Lalu mereka menghimpun daftar orang2x yang tidak penting yang menunggu penugasan dan salah satu dari daftar itu adalah Liu Bei. Liu Bei akhirnya ditempatkan sebagai Kepala Wilayah desa AnXi, yg langsung diterima oleh Liu Bei dan akhirnya Liu Bei membubarkan pasukannya dan mengirimnya pulang. Dia hanya mempertahan kan 2 lusin orang saja sebagai tentaranya.
Ke 3 bersaudara itu akhirnya sampai di AnXi and secepatnya mereka membereskan administrasi didaerah itu dan memerintah dengan bijaksana sehingga tidak pernah ada kejahatan selama berbulan-bulan didaerah itu. Ke 3 saudara itu hidup dalam harmoni, makan dalam satu meja dan tidur dalam satu ranjang yang sama. Tetapi ketika Liu Bei berada didepan Publik, Guan Yu dan Zhang Fei akan selalu berdiri sebagai penjaganya walaupun untuk seharian.
4 bulan setelah kedatangan mereka, ada titah kaisar untuk mengurangi jumlah orang militer yang mengisi pos sipil. Liu Bei mulai takut bahwa dia akan terkena pengurangan itu. Kerajaan mengirimkan Inspektur pemeriksa bernama Du Biao, Liu langsung menyambutnya dengan hormat tetapi Du Biao mengacuhkannya. GuanYu dan Zhang Fei sangat marah.
Ketika Inspektur itu tiba di penginapan, dia duduk dikursi dan tidak mempersilahkan Liu Bei duduk. Setelah Cukup lama baru dia berkata kepada Liu Bei.
"Dari manakah kau berasal ?"
Liu Bei menjawab, "Aku adalah keturunan dari Pangeran Sheng dari Zhongshang. Sejak pertama kali aku melawan pemberontak di Zhou telah 30 pertempuran kujalani, aku mendapatkan banyak kemenangan dan hadiahku adalah jabatan ini."
"Kamu berbohong mengenai asalmu dan pernyataamu mengenai jasamu adalah bohong!" hardik si inspektur.
"Sekarang kerajaan memerintahkan untuk melakukan pengurangan pejabat dari strata yang rendah dan pejabat yang korup."
Liu Bei terdiam dan akhirnya memohon diri. Dalam perjalan pulangnya Liu Bei meminta nasihat dari para pembantunya.
" Tindakan seperti ini hanya dapat berarti satu yaitu dia meminta uang sogokan." kata mereka pada Liu Bei.
"Aku tidak pernah mengambil uang rakyat bahkan 1 koin pun, dari mana aku memiliki uang untuk membayarnya ?"
Keesokan harinya Inspektur ini memanggil pejabat kecil didesa itu dan memaksa mereka untuk menulis pengakuan bahwa Liu Bei telah menekan rakyat. Liu Bei pada saat itu ingin menyangkal hal ini tetapi penjaga pintunya menahan Liu Bei.
Ketika Itu Zhang Fei sedang sedih dan sudah mabuk seharian. Dia menunggang kuda dan mengendarainya melewati penginapan inspektur tersebut. Ketika melewati pintunya, dia melihat kumpulan orang2x tua sedang menangis sedih. Dia bertanya kenapa
Kata mereka "Inspektur itu telah memaksa bawahan2x Liu Bei untuk menulis pernyataan palsu, agar Liu Bei dapat dihukum. Kami datang kesini untuk memohon belas kasihan padanya tetapi tidak diijinkan masuk. Tetapi lebih dari itu kami dipukuli oleh penjaga pintunya.
Hal ini memprovokasi kemarahan Zhang Fei yang dalam keadaan Mabuk berat itu. Zhang Fei sangat marah sehingga matanya melotot besar sekali. Dia langsung melabrak masuk kedalam penginapan itu dan penjaga pintu yang ketakutan melihatnya langsung lari. Lalu dia masuk kedalam pelataran taman penginapan itu dan disana dia melihat inspektur itu sedang duduk diatas kursi tinggi dan pejabat kecil daerah itu sedang diikat dan berlutut dibawahnya.
"Penindas rakyat, pencuri!" teriak Zhang Fe. "Tahukah Kau siapa aku ?"
Tetapi sebelum Inspektur itu dapat menjawab, Zhang Fei telah menarik Rambutnya dan menariknya kedepan. Zhang Fei mengambil ranting dari pohon willow dan memecut Inspektur itu dengan kerasnya.
Liu Bei saat itu sedang duduk termenung sedih, ketika dia mendengar ada suara ribut2x didepan pintu. Dia berkata ada masalah apa.
Mereka Memberitahu padanya "Jendral Zhang Fei mengikat seseorang dan memukulinya!"
Dengan secepatnya Liu Bei bergegas keluar dan Liu Bei melihat siapakah korban Zhang Fei ini. Liu Bei lalu bertanya pd Zhang Fei mengapa memukulnya.
"Kalau kita tidak memukul bajingan ini sampai mati, apakah yang akan terjadi kemudian ?" kata Zhang Fei.
"Oh Tuan, tolong selamatkan aku!" pinta si Inspektur.
Karena Liu Bei selalu baik hati maka dia meminta saudaranya untuk melapskannya dan membebaskannya.
Lalu Guan Yu tiba dan berkata "Kakak, Setelah usahamu yang hebat kau hanya mendapatkan jabatan ini dan setelah kau berhasil disini lalu orang ini datang dan menghinamu. Sarang Burung bukanlah tempat untuk burung phoenix, mari kita bunuh orang ini, pergi dari sini dan kembali kerumah sampai kita dapat membuat rencana yang lebih besar lagi."
Liu Bei merenung sejenak kemudian menyerahkan SIMBOL TUGAS nya dengan menggantungkannya di leher inspektur tersebut dan berkata "Kalau aku mendengar kau melukai orang, aku akan membunuhmu. Sekarang aku akan memaafkan nyawamu dan aku akan mengembalikan tanda penugasan ini. Kami akan pergi."
Setelah itu mereka ber 3 pergi, walaupun seluruh penduduk desa itu telah bersujud meminta Liu Bei tidak meninggalkan mereka tetapi Liu Bei telah mengambil keputusan. Saat itu senja hari ketika bayanga 3 orang berlalu sesuai dengan terbenamnya matahari senja. Mereka akan menemukan TAKDIR yang lebih besar lagi untuk mereka lakukan.......
Zhang Fei Memukul Petugas Kerajaan
=========================================================
Dong Zhuo Lahir di daerah barat laut cina, tepatnya di Lintao didaerah lembah barat. Sebagai gubernur HeDong, Dong Zhuo sangat sombong dan berlebihan. Tetapi hari dimana dia memperlakukan Liu Bei dengan kasar dapat saja menjadi hari terakhirnya, jika saja Liu Bei dan Guan Yu tidak menahan Zhang Fei yang sedang marah.
"Ingat Dia adalah Pejabat Pemerintah yang diangkat Kerajaan", Kata Liu Bei. "Siapakah kita untuk memutuskan dan menghukum ?"
"Sangat memuakan untuk menerima perintah dari bajingan seperti dia, Aku lebih baik membunuhnya sekarang! Kau boleh tinggal disini bila kau mau tapi aku lebih baik mencari tempat lain." , Kata Zhang Fei.
"Kita bertiga adalah satu dalam kematian dan dalam hidup, tidak ada perpisahan diantara kita, kita semua akan selalu bersama."
Akhirnya ketiga saudara itu berangkat dan pergi menemui Zhu Jun yang menerima mereka dengan baik dan berterima kasih atas bantuan yang mereka telah berikan ketika melawan Zhang ba. Pada saat ini Cao-Cao telah bergabung dengan huangfu Song, dan mereka sedang berusaha menghancurkan pasukan Zhang Liang dalam pertempuran di QuYang.
Zhang Ba mengkomandani sekitar 80.000 pasukan. Pemberontak telah memposisikan pasukannya dibelakang bukit. Penyerangan terhadap posisi pemberontak kemudian direncanakn dan Liu Bei yang akan memimpin pasukan utama. Pada pasukan pemberontak salah seorang jendral Zhang Ba, Gao Seng menantang duel satu lawan satu. Zhang Fei langsung keluar dari barisan dan maju kedepan menghadapinya. Hanya dalam beberapa jurus saja, Zhang Fei berhasil melukai Gao Seng yang terpental dari kudanya. Melihat ini maka Liu Bei langsung memerintahkan pasukannya untuk menyerbu maju.
Lalu Zhang Ba yang duduk diatas kudanya, melepaskan ikat rambutnya, mengambil pedangnya dan merapalkan semacam doa. Tiba2x angin mulai berhembus dengan kuatnya, petir menghiasi langit dan kilatan2x cahaya dari langit menhantam bumi, bunyi gemuruh yang memekakan telinga membuat kuda2x ketakutan dan dari langit turun awan hitam yang menutupi medan peperangan. Ketakutan melanda pasukan kerajaan, Liu Bei memimpin pasukannya mundur, tetapi mereka dalam keadaan kacau sehingga banyak yang meninggal karena terinjak-injak.
Zhu Jun dan Liu Bei membahas masalah ini.
"Zhang Ba menggunakan sihir", Kata Zhu jun. "Esok, aku akan menyiapkan penangkal dengan menggunakan darah babi dan kambing. Darah ini harus dipercikan kepada pasukan mereka dan kita akan dapat mematahkan sihir mereka."
Maka diputuskanlah demikian.Guan Yu dan Zhang Fei masing2x membawa 1000 pasukan dan bersembunyi di tebing yang tinggi dan mereka membawa banyak darah babi dan kambing. Keesokan harinya ketika pemberontak membunyikan genderang perangnya untuk menantang perang, Liu Bei maju menghadapi mereka. Pada saat yang sama, lagi Zhang Ba menggunakan sihirnya. Pasir berterbangan menutupi pandangan, kerikil berserakan menutupi jalan, awan gelap menutupi langit dan pasukan musuh muncul dari kebalikan badan pasir itu. Liu Bei mundur seperti sebelumnya, dan pasukan pemberontak terus mengejarnya. Ketika pasukan pemberontak memasuki jalan dengan tebing tinggi, tiba dikejutkan oleh bunyi terompet dan genderang yang keras, dan dari tempat persembunyiannya pasukan Guan Yu dan Zhang Fei memercikan Darah babi dan Kambing. Tiba2x pasukan pemberontak yang muncul dari balik badai itu berjatuhan dan berubah menjadi lembaran kertas dan badaipun berhenti.
Zhang Ba yang melihat bahwa sihirnya telah dapat dihancurkan lalu memutuskan mundur. Dan ketika pasukannya sedang mundur, dari arah kiri dan kanannya muncul Guan Yu dan Zhang Fei dan dari belakang ada Liu Bei dan Zhu Jun. Pasukan Pemberontak berhasil dihancurkan. Liu Bei dari kejauhan melihat panji2x perang Zhang Ba penguasa bumi. Dengan Cepat Liu Bei mengejarnya dan dengan panah berhasil melukai tangan kiri Zhang Ba. Walaupun terluka Zhang Ba masih dapat melarikan diri ke kota YANG CHENG, Kota itu akhirnya dikepung oleh Zhu Jun.
Pengintai yang dikirim untuk mendapatkan kabar dari pasukan Huangfu Song melaporkan "Komandan Huangfu Song telah sangat berhasil, Dong Zhuo yang telah sering kalah posisinya telah digantikan oleh Komandan Huangfu Song. Zhang Jue telah tewas ditangan pasukan Huangfu Song. Zhang Lian telah mengambil alih pasukan saudaranya itu menjadi satu dengan pasukannya tetapi tidak ada peluang untuk mengalahkan pasukan huangfu song yang telah menguasai tempat2x strategis dan telah menang dalam 7 pertempurang berturut-turut. Zhang Lian telah tewas di QuYang. Selain itu peti mati Zhang Jue telah berhasil direbut, Kepalanya telah dipenggal dan telah dikirim ke ibukota (LUO YANG) untuk diekspos. Pasukan pemberontak lainnya telah menyerah dan untuk semua hal ini Huangfu song telah diberika penghargaan dengan jabatan JENDRAL PEMIMPIN PASUKAN KERETA TERBANG dan PENGUASA DAERAH JIZHOU.
"Huangfu Song juga tidak melupakan teman. Titah pertama setelah dia mendapatkan kekuasaanya adalah untuk membersihkan nama Lu Zhi dan mengembalikan jabatannya yang diambil Dong Zhuo dan mengangkat Cao-Cao sebagai gubernur JiNan"
Mendengar hal ini Zhu Jun menekan lebih keras dengam menyerang mati2xan kota YangCheng and kekalahan tentara pemberontak sudah semakin jelas. Lalu salah seorang bawahan Zhang Ba, Yan Zheng membunuh atasannya itu dan membawa kepalanya untuk diserahkan kepada kerjaan. Akhirnya seluruh pemberontak telah menyerah dan Zhu Jun melaporkan hal ini pada kerajaan.
Tetapi ada beberapa pemberontak Jubah kuning yang masih memimpin perlawanan. 3 pemberontak lain, Zhao Hong, Han Zhong dan Sun Zhong, mengumpulkan 30.000 pasukan dan memulai perampokan dan pembantaian. Mereka menyembut dirinya "PEMBALAS DENDAM BAGI ZHANG JUE".
Kerajaan memerintahkan Zhu Jun untuk membawa pasukan veterannya untuk menghancurkan sisa2x perlawanan pemberontak ini. Dia segera langsung berangkat menuju kota Wan Cheng dimana para pemberontak itu bermarkas. Ketika Zhu Jun tiba, Han Zhong langsung maju melawan. Zhu Jun mengirim Liu Bei dan kedua saudaranya untuk menyerang sisi sebelah barat daya dari tembok kota. Han Zhong bertugas untuk mempertahankan kota berusaha mati2x melawan Liu Bei. Sementara itu Zhu Jun sendiri memimpin 2000 pasukan berkuda untuk menyerang bagian lain dari kota itu. Pemberontak berpikir bahwa mereka tidak akan dapat mempertahankan kota itu mulai kehilangan semangat. Liu Bei terus menekan mereka dan akhirnya kota berhasil dimasuki. Para pemberontak masih dapat bertahan di tembok dalam kota. Tetapi keadaan mereka sudah sangat parah, kelaparan terjadi dan wabah penyakit menyebar. Utusan pemberontak datang kepada Zhu Jun untuk menyerah, tetapi Zhu Jun menolaknya.
Kata Liu Bei, "Dengan melihat pendiri dinasti Han Liu Bang, Bukankah harusnya kita menerima mereka yang menyerah, kenapa kau menolaknya ?"
"Kondisinya berbeda", Balas Zhu Jun. "ketika masa itu kekacauan memang sendang terjadi dimana-mana, dan rakyat tidak mempunyai kaisar. Jadi setiap penyerahan diri dapat diterima dan dianjurkan. Sekarang kekaisaran telah ada dan mereka berani memberontak. Kalau kita menerima mereka maka nanti akan ada pemberontakan2x lainnya dan ketika mereka kalah mereka hanya tinggal menyerah dan kita pasti akan menerimanya dan hal itu akan berakibat fatal."
Liu Bei berkata, "Jika tidak membiarkan pemberontak menyerah tidak apa, tetapi jika mereka melakukan tindakan nekat, maka kita akan berada dalam kesulitan karena jumlah mereka sangat banyak. Lebih baik kita serang dari satu sisi dan biarkan sisi yang lain terbuka sehingga mereka akan melarikan diri dan tercerai berai, setelah itu kita akan menangkap mereka."
Zhu Jun menilai Saran ini sangat bagus dan mengikutinya. Seperti telah diduga, tentara pemberontak ini akhirnya terpencar-pencar. Pimpinan pemberontak Han Zhong akhirnya terbunuh. Tetapi tiba2x pasukan yang dipimpin oleh Zhao Hong dan Sun Zhong mendekat dengan kekuatan besar. Dan karena itu pasukan kerajaan menghentikan pengejaran. Pasukan pemberontak yang baru itu akhirnya merebut kembali kota Wan Cheng.
Zhu Jun berkemah 3 mil dari kota dan bersiap2x untuk menyerang. Dan pada saat itu tiba pasukan berkuda dari arah timur. Pemimpinnya adalah seorang jendral dengan muka dan badan yang kekar. Namanya adalah Sun Jian, Dia berasal dari FuChun dinegara bagian Wu. Keturunan dari ahli strategi yang terkenal Sun Tzu.
Ketika berumur 17 thn, Sun Jian bersama ayahnya melihat bajak laut yang sedang membagi hasil rampasan mereka dipinggiran sungia Qintang.
"Kita dapat menangkap mereka!" katanya pada ayahnya.
Lalu dia mengengam pedangnya, dia berlari menuju arah bajak laut itu dan berteriak seolah2x dia sedang memanggil pasukannya untuk mengepung. Ini membuat para bajak laut itu percaya bahwa mereka sedang diserang, dan mereka melarikan diri, meninggalkan rampasan mereka. Sun Jian berhasil membunuh salah satu bajak laut itu. Karena ini maka dia menjadi terkenal dan mendapatkan jabatan di pemerintahan daerah.
Lalu dengan kerjasama dengan pihak pemerintah, dia membangun tentara berkekuatan 1000 orang dan membantu meredakan pemberontakan XU CHANG yang menyebut dirinya KAISAR MATAHARI dan memiliki 10.000 pasukan. Anak pemberontak XU HAO juga ikut terbunuh. Untuk hal ini SunJian diangkat menjadi kepala pengadilan YANDU kemudia XuYI dan terakhir adalah XIA PI oleh Penguasa Daerah Zang Min.
Ketika pemberontakan jubah kuning terjadi, Sun Jian mengumpulkan anak muda didesanya untuk membentuk tentara, akhirnya terbentuk pasukan berjumlah 1500 orang dan ikut menumpas pemberontakan.
Zhu Jun menerima Sun Jian dengan senang hati dan memerintahkannya untuk menyerang dari selatan. utara dan barat akan diserang secara bergantian oleh Liu Bei dan Zhu Jun. Sedangkan gerbang timur akan dibiarkan terbuka agar pemberontak dapat lari dari sana. Sun Jian adalah yang pertama yang dapat menaiki tembok kota. Dia membunuh 20 orang pemberontak lebih sendirian. Sun Jian berhasil turun dari tembok, mengambil tombak dan memukul jatuh Zhao Hong dari kudanya. Kemudian Sun Jian menaiki kuda Zhao Hong dan menyabetkan pedangnya sehingga menyebankan banyak tentara pemberontak tewas.
Pasukan pemberontak berlari kearah utara dan bertemu dengan pasukan Liu Bei, mereka tidak melawan dan terpencar-pencar menyelamatkan diri. Tapi Liu bei mengeluarkan anak panahnya dan memanah pimpinan pemberontah Sun Zhong yang langsung jatuh ketanah. Pasukan Utama Zhu Jun akhirnya tiba dan setelah pembantaian besar-besaran, pasukan pemberontak menyerah. Setelah itu kedamaian tercipta di 10 wilayah didaerah Nan Yang.
Zhu Jun kembali Ke ibu Kota Luo yang dan diangkat menjadi Jendral Pasukan Kuda Terbang dan menerima jabatan sebagai gubernur henan. Dia tidak melupakan jasa orang2x yang membantunya. Dia melaporkan jasa Liu Bei dan Sun Jian.
Sun Jian yang memiliki pengaruh dan koneksi yang dapat mendukung dia diankat menjadi komandan pasukan kerajaan di ChangSa. Tetapi Liu bei walaupun telah dipromosikan oleh Zhu Jun dalam suratnya kepada kerajaan tetap harus menunggu kenaikan jabatannya. Liu Bei dan ke 2 saudaranya sedih menerima kenyataan ini.
Suatu hari ketika sedang berjalan sendirian dia ibu kota, Liu Bei bertemu seorang pejabat istana Zhang Jun yang kepadanya dia menceritakan keluh kesahnya. Zhang Jun sangat terkejut akan hal ini dan dia akhirnya menceritakan pada kaisar mengenai hal ini.
Katanya "Pemberontakan Jubah kuning terjadi karena para kasim telah menjual jabatan dan memperdagangkan posisi. Pekerjaan diistana hanya untuk teman2xnya, hukuman hanya untuk musuh2xnya. Ini menyebabkan pemberontakan. Oleh seban itu maka baikalh untuk memenggal ke 10 kasim utama dan mempertontonkan kepala mereka dan memberitahukan kepada rakyat apa yang telah dilakukan mereka. Kemudian berikanlah balasan kepada mereak yang berhak dan dengan itu maka seluruh negara akan berada dalam keadaan aman."
Tetapi para kasim langsung menyanggah hal ini dan berkata bahwa Zhang Jun menghina kaisar. Kaisar memerintahkan Zhang Jun untuk meninggalkan ruangan.
Walaupun begitu para kasim itu berpikir "Pasti ada seseorang yang terlupakan jasanya walaupun telah berhasil mengalahkan pemberontak yang menyatakan kekesalannya."
Lalu mereka menghimpun daftar orang2x yang tidak penting yang menunggu penugasan dan salah satu dari daftar itu adalah Liu Bei. Liu Bei akhirnya ditempatkan sebagai Kepala Wilayah desa AnXi, yg langsung diterima oleh Liu Bei dan akhirnya Liu Bei membubarkan pasukannya dan mengirimnya pulang. Dia hanya mempertahan kan 2 lusin orang saja sebagai tentaranya.
Ke 3 bersaudara itu akhirnya sampai di AnXi and secepatnya mereka membereskan administrasi didaerah itu dan memerintah dengan bijaksana sehingga tidak pernah ada kejahatan selama berbulan-bulan didaerah itu. Ke 3 saudara itu hidup dalam harmoni, makan dalam satu meja dan tidur dalam satu ranjang yang sama. Tetapi ketika Liu Bei berada didepan Publik, Guan Yu dan Zhang Fei akan selalu berdiri sebagai penjaganya walaupun untuk seharian.
4 bulan setelah kedatangan mereka, ada titah kaisar untuk mengurangi jumlah orang militer yang mengisi pos sipil. Liu Bei mulai takut bahwa dia akan terkena pengurangan itu. Kerajaan mengirimkan Inspektur pemeriksa bernama Du Biao, Liu langsung menyambutnya dengan hormat tetapi Du Biao mengacuhkannya. GuanYu dan Zhang Fei sangat marah.
Ketika Inspektur itu tiba di penginapan, dia duduk dikursi dan tidak mempersilahkan Liu Bei duduk. Setelah Cukup lama baru dia berkata kepada Liu Bei.
"Dari manakah kau berasal ?"
Liu Bei menjawab, "Aku adalah keturunan dari Pangeran Sheng dari Zhongshang. Sejak pertama kali aku melawan pemberontak di Zhou telah 30 pertempuran kujalani, aku mendapatkan banyak kemenangan dan hadiahku adalah jabatan ini."
"Kamu berbohong mengenai asalmu dan pernyataamu mengenai jasamu adalah bohong!" hardik si inspektur.
"Sekarang kerajaan memerintahkan untuk melakukan pengurangan pejabat dari strata yang rendah dan pejabat yang korup."
Liu Bei terdiam dan akhirnya memohon diri. Dalam perjalan pulangnya Liu Bei meminta nasihat dari para pembantunya.
" Tindakan seperti ini hanya dapat berarti satu yaitu dia meminta uang sogokan." kata mereka pada Liu Bei.
"Aku tidak pernah mengambil uang rakyat bahkan 1 koin pun, dari mana aku memiliki uang untuk membayarnya ?"
Keesokan harinya Inspektur ini memanggil pejabat kecil didesa itu dan memaksa mereka untuk menulis pengakuan bahwa Liu Bei telah menekan rakyat. Liu Bei pada saat itu ingin menyangkal hal ini tetapi penjaga pintunya menahan Liu Bei.
Ketika Itu Zhang Fei sedang sedih dan sudah mabuk seharian. Dia menunggang kuda dan mengendarainya melewati penginapan inspektur tersebut. Ketika melewati pintunya, dia melihat kumpulan orang2x tua sedang menangis sedih. Dia bertanya kenapa
Kata mereka "Inspektur itu telah memaksa bawahan2x Liu Bei untuk menulis pernyataan palsu, agar Liu Bei dapat dihukum. Kami datang kesini untuk memohon belas kasihan padanya tetapi tidak diijinkan masuk. Tetapi lebih dari itu kami dipukuli oleh penjaga pintunya.
Hal ini memprovokasi kemarahan Zhang Fei yang dalam keadaan Mabuk berat itu. Zhang Fei sangat marah sehingga matanya melotot besar sekali. Dia langsung melabrak masuk kedalam penginapan itu dan penjaga pintu yang ketakutan melihatnya langsung lari. Lalu dia masuk kedalam pelataran taman penginapan itu dan disana dia melihat inspektur itu sedang duduk diatas kursi tinggi dan pejabat kecil daerah itu sedang diikat dan berlutut dibawahnya.
"Penindas rakyat, pencuri!" teriak Zhang Fe. "Tahukah Kau siapa aku ?"
Tetapi sebelum Inspektur itu dapat menjawab, Zhang Fei telah menarik Rambutnya dan menariknya kedepan. Zhang Fei mengambil ranting dari pohon willow dan memecut Inspektur itu dengan kerasnya.
Liu Bei saat itu sedang duduk termenung sedih, ketika dia mendengar ada suara ribut2x didepan pintu. Dia berkata ada masalah apa.
Mereka Memberitahu padanya "Jendral Zhang Fei mengikat seseorang dan memukulinya!"
Dengan secepatnya Liu Bei bergegas keluar dan Liu Bei melihat siapakah korban Zhang Fei ini. Liu Bei lalu bertanya pd Zhang Fei mengapa memukulnya.
"Kalau kita tidak memukul bajingan ini sampai mati, apakah yang akan terjadi kemudian ?" kata Zhang Fei.
"Oh Tuan, tolong selamatkan aku!" pinta si Inspektur.
Karena Liu Bei selalu baik hati maka dia meminta saudaranya untuk melapskannya dan membebaskannya.
Lalu Guan Yu tiba dan berkata "Kakak, Setelah usahamu yang hebat kau hanya mendapatkan jabatan ini dan setelah kau berhasil disini lalu orang ini datang dan menghinamu. Sarang Burung bukanlah tempat untuk burung phoenix, mari kita bunuh orang ini, pergi dari sini dan kembali kerumah sampai kita dapat membuat rencana yang lebih besar lagi."
Liu Bei merenung sejenak kemudian menyerahkan SIMBOL TUGAS nya dengan menggantungkannya di leher inspektur tersebut dan berkata "Kalau aku mendengar kau melukai orang, aku akan membunuhmu. Sekarang aku akan memaafkan nyawamu dan aku akan mengembalikan tanda penugasan ini. Kami akan pergi."
Setelah itu mereka ber 3 pergi, walaupun seluruh penduduk desa itu telah bersujud meminta Liu Bei tidak meninggalkan mereka tetapi Liu Bei telah mengambil keputusan. Saat itu senja hari ketika bayanga 3 orang berlalu sesuai dengan terbenamnya matahari senja. Mereka akan menemukan TAKDIR yang lebih besar lagi untuk mereka lakukan.......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar